
Rocky terdiam kemudian menjawab "Tidak ada apa-apa, Arion apa urusan mu sudah selesai di sini? " Tanya Rocky.
"Kenapa apa kau sudah merindukan adik ku? " Tanya Arion.
"Tidak hanya saja" Rocky tidak tau kenapa tiba-tiba dia ingin sekali bertemu dengan Aleena namun itu bukan karena alasan rindu yang Arion ucapkan itu.
"Sudahlah melihat mu seperti ini membuat ku kasihan" Ledek Arion membuat Rocky sedikit kesal.
"Ha kau juga sudah tidak ada urusan lagi bukan untuk apa terus di sini" Ucap Rocky yang tak mau di salahkan seakan dia yang mengajak pulang padahal Rocky tau Arion merasa semua permainan di kasino itu membuatnya bosan.
"Memang" Ucap Arion yang berdiri dan berjalan di ikuti Rocky namun tak sengaja seseorang menumpahkan anggur di pakaian mahal Arion apalagi setelah menempuh kan nya orang itu tidak hanya tidak minta maaf dia langsung melanjutkan permainan nya hal itu tentu saja membuat Arion marah.
"Rocky bisakah aku membunuhnya di sini" Ucap Arion yang terlihat sangat marah bukan karena bajunya uang kotor namun orang yang tidak punya etika Arion ingin mengajarinya.
"Lakukan sesukamu" Ucap Rocky.
Arion segera menarik laki-laki yang menumpahkan anggur di bajunya melemparkan nya ke bawah membuat orang itu terkejut "Apa yang kau lakukan hah! " Teriak laki-laki itu.
"Kau bersihkan bajuku! " Ucap Arion dengan tatapan begitu tajam membuat laki-laki yang seperti nya belum dewasa itu sedikit takut.
"Hah ha tidak mau, kau tidak tau siapa ak-" Ucapan laki-laki itu tidak di dengar oleh Arion.
"Hah persetan kau itu siapa kau sudah mengotori bajuku dan tidak meminta maaf aku bantu orang tuamu mengajarimu" Ucap Arion sembari menginjak dada laki-laki muda itu.
"Em lepaskan aku, lihat bagaimana anak buah ku menghabisi mu berengs*k, kalian semua tangkap dia" Teriak laki-laki muda itu yang membuat bodyguard nya mendekat.
"Ya ampun apakah aku juga harus ikut turun tangan" Ucap Rocky yang menggulung lengan bajunya"
"Anggap saja kau sedang berolahraga" Ucapan Arion yang mulai bersemangat Arion juga ingin tau seberapa standar bodyguard di negara yang Rocky tinggali.
"Anak muda kau tunggu giliran mu! " Ucap Arion yang melepaskan dasinya mengikat tangan laki-laki muda itu dia juga mengikat kaki laki-laki muda yang tidak tau sopan santun itu dengan dasi milik laki-laki muda itu.
Rocky sudah menghabisi beberapa bodyguard dan merusak beberapa permainan di kasino itu karena Rocky yang merasa gelisah dia berkelahi dengan sangat agresif melempar setiap musuhnya ke berbagai arah tanpa pikir panjang.
__ADS_1
Arion dan Rocky benar-benar membuat kegaduhan besar di kasino itu membuat mereka berdua teringat dengan masa lalu saat mereka selalu berkelahi di tempat dan alasan yang sama.
"Hah sama sekali tidak menantang, hei anak muda kau harusnya mencari bodyguard yang lebih mampu sedikit kau bisa menyewa anak buah ku" Ucap Arion mencengkram pipi laki-laki muda itu yang merasa ketakutan sekarang melihat dua orang yang Berkelahi seperti monster tak terkalahkan membuat laki-laki muda itu takut.
"Arion lepaskan dia biarkan dia minta maaf dan ayo pergi"
"Heh aku belum selesai bermain" Ucap Arion sikapnya yang seperti ini hanya bisa di lihat Rocky saja sikap tidak puas terhadap hal yang dia anggap sebagai permainan kecil.
"Dia hanya anak kecil melihat tampangnya saja masih ingusan" Ucapan Rocky itu melukai laki-laki muda itu.
"Hah diam kau om om tua aku ini sudah dua puluh tahun"
"Hah apa yang katakan, bunuh saja dia" Ucap Rocky yang merasa kesal dengan laki-laki muda itu.
"Hahaha kau punya nyali juga" Ucap Arion yang memuji keberanian laki-laki muda yang tidak takut mengatai Rocky padahal dia sudah melihat kehebatan Rocky saat menghajar bodyguard nya.
"Hari ini kau selamat anak muda jadilah lebih hebat dan temui aku untuk minta maaf" Ucap Arion yang pergi begitu saja tanpa melepaskan ikatan laki-laki muda itu.
"Hah apa kau ingin mati" Ucap Rocky masih kesal di sebut om om tua oleh nya.
"Siapa nama temanmu itu" Tanya laki-laki muda itu yang seperti nya sangat kagum pada Arion.
"Arion baskoro aditama kau bisa mengingatnya"
"Ucapkan maaf padanya, aku juga minta maaf padamu tuan"
"Kau punya sopan santun juga aku akan menyampaikan nya namamu? "
"Martin, nama mu? "
"Rocky, Martin namamu lumayan kau bisa jadi lebih hebat kelak" Ucap Rocky yang membuat Martin senang dia baru kali ini menemukan orang yang berani memberinya pelajaran karena bagaimanapun dia adalah anak pemilik beberapa kasino besar membuat semua orang memaklumi kejahatan dan perilaku nya.
Rocky berjalan menyusul Arion yang sudah sampai di depan mobil "Lambat" Cibir Arion.
__ADS_1
"Berisik kau mendapat satu penggemar lagi, dia menitipkan maafnya padaku" Ucap Rocky.
"Dia memiliki ambisi dan keberanian, bisa menariknya menjadi pengawal anak ku bagus juga" Ucap Arion.
"Kau gila dia begitu kaya mana mau menjadi bawahan mu"
"Sa, siapa yang tau" Arion tersenyum penuh arti membuat Rocky hanya bisa menghela nafas.
"Terserah kau saja" Ucap Rocky yang langsung masuk ke dalam mobil duduk di kursi pengemudinya dan menjalankan mobilnya setelah Arion masuk.
Rocky segera melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit namun sebelumnya Rocky melihat toko kue yang menjual kue ke sukaan Aleena membuat Rocky berhenti sejenak "Tunggu di sini " Ucap Rocky yang keluar dari mobil.
Rocky memilih beberapa cake strawberry kesukaan Aleena sampai seseorang menyapanya "Tuan Rocky" Ucapnya lembut membuat Rocky menengok ke arahnya.
"Kau" Rocky menyipitkan matanya setelah dia bersama Aleena dia seakan melupakan semua wanita yang menurutnya tidak penting di hidupnya.
"Aku Silvia kau tidak mengenaliku dengan pakaian ini, ini toko milik sepupu ku aku hanya membantu di sini"
"Oh, aku mau ini " Ucap Rocky yang kini sudah benar-benar melepas nama Silvia itu dan menjadikan Aleena satu-satunya nama di hatinya
"Baiklah" Silvia sedikit kecewa dengan sikap Rocky namun dia juga hanya bisa diam. "Ini tuan"
"Ambil kembaliannya" Ucap Rocky
"Tidak perlu membayar ini untuk hadiah kau sudah menjenguk ku di rumah sakit" Ucap Silvia.
"Tidak perlu" Rocky tidak melihat Silvia dan meninggalkan uangnya, hati Silvia merasa sakit.
"Kau lama sekali" Protes Arion pada Rocky.
"Sorry" Ucap Rocky yang langsung menghidupkan mobilnya dan melajukan mobilnya kembali.
Mereka sudah memasuki area parkir rumah sakit dan berpapasan dengan mobil namun tiba-tiba Rocky mengerem mobilnya membuat Arion terkejut "Ada apa? " Menatap Rocky yang wajahnya nampak bingung.
__ADS_1