
Aditya menutup panggilan telepon untuk Sisillia dan beralih untuk menelpon Riki dan meminta asisten nya agar seseorang mengantarkan Mobil Sport Mewah nya ke Apartemen Sederhana Milik Rere.
Selesai Panggilan untuk Riki kini dirinya menelpon wanita yang membuatnya tidak bisa tenang semalaman apalagi mimpi buruk atas kematian Rere menjadi ketakutan yang besar untuk Aditya.
"Assalamu'alaikum... Mas Adit"
Tidak membutuhkan waktu lama untuk Aditya agar bisa mendengarkan suara Rere wanita yang amat dia cintai.
"Sayang... Mas sudah dekat dengan Apartemen Renia" sahut Aditya dengan mata nya yang fokus kepada jalanan ibu kota.
"Renia tunggu di Lobby ya Mas" balas Aditya.
"Tidak Sayang tunggu didalam unit apartemen saja Mas yang akan mendatangi Renia dan juga ibu inah"
"Ya sudah Terima Kasih sudah menyempatkan datang Mas" sahut Rere.
"Tentu Mas Datang. Sayang Mas kangen... Kangen Renia"
Aditya mengatakan itu dengan suara berat dan sangat sedih karena hatinya sakit sekali lagi dirinya mengkhianati Rere, wanita yang menjadi Cinta Pertama dan juga Wanita yang selalu dia rindukan selama hidupnya. Tanpa terasa air mata nya menetes. Driver Online hanya menatap dalam diam dari Spion Dalam Mobil.
"Maafkan Mas Sayang. Mas Jahat dengan Renia. Maaf Mas sudah Khianati Cinta Renia... Maafkan Mas Sayangku" Aditya bergumam Pelan, Setelah panggilannya di matikan.
"Maaf... Kita sudah sampai Tujuan" ucap Driver Online.
"Maaf... Pak" Driver sampai meninggikan suaranya .
"Eehhh... iya" sahut Aditya yang tersadar dari lamunan nya dan mengusap air matanya.
"Kita sudah sampai Tujuan sesuai alamat yang ada di Aplikasi yang saya Terima Pak" Jelas Driver tersebut dan Aditya menganggukan kepala lalu memberikan uang Cash untu Driver.
"Kembalinya Ambil saja dan Terima Kasih Banyak" sahut Aditya yang berlalu begitu saja setelah Pintu Mobil dia buka.
"Alhamdulillah Banyak Sekali. Rezeki dari Allah tapi kenapa dengan Mas nya tadi sepertinya sedih sekali" Ucap Driver yang menggelengkan kepala.
Lalu memutuskan untuk melajukan kembali mobilnya dan tidak ingin ikut campur karena bukan urusannya
"Pak Aditya... " Ucap Pria yang mendekat kearah Aditya.
"ini kunci Mobil Pak Aditya yang di perintahkan oleh Pak Riki" ucap Pria itu kembali.
"Terima Kasih" sahut Aditya dengan menerima kunci Mobil Sport nya.
Aditya memberikan uang untuk Driver yang bertugas di rumahnya dan menyuruhnya pulang dengan pesan Mobil Online.
"Baik Pak Terima Kasih Kembali" Sahut Driver yang melihat Bos nya nampak lesu dan berjalan memasuki Lobby Apartemen.
...****************...
"Mami, Zayn sudah minta Papi untuk mengajak kita jalan-jalan tapi Papi menolak dan bilang Papi Ingin pergi ke rumah sakit menjenguk Teman Papi yang sakit tapi kenapa kita tidak di ajak ya Mi" Tanya Zayn dengan Polosnya dengan masih digandeng oleh Sisillia menuju ke Lift yang akan membawa mereka ke dalam unit Apartemen mewah Sisillia.
__ADS_1
Flasback
Apartemen ini pemberian dari Aditya saat ulang tahun Sisillia. Karena Aditya tidak ingin Sisillia Terus tinggal di Apartemen miliknya.
Aditya ingin menjauhi pengaruh Sisillia atas dirinya. Karena tidak ingin saat pertemuannya dengan Rere terganggu karena kehadiran Sisillia di apartemen miliknya.
Setelah kembalinya Sisillia dari Sragen dirinya tinggal bersama dengan Aditya, tidak ada yang tahu termasuk Aries karena Aditya menyimpan rapat Privasinya. Mereka tinggal bersama selama dua bulan setelah Sisillia kembali setelah satu tahun tinggal di sragen pasca melahirkan Zayn.
Kemudian tepat di hari ulang tahunnya, Sisillia mendapatkan Apartemen mewah dari Aditya dan Setelah Mereka tidak tinggal di Amerika Sisillia hanya bisa menerima jika hubungan keduanya berubah.
Aditya jarang menemui dirinya walau hanya untuk berkonsultasi mengenai Trauma yang di alami nya. Satu Bulan hanya satu atau dua kali itu juga Sisillia yang harus mengajaknya bertemu terlebih dahulu.
Jika bertemu Sisillia sulit mengajak Aditya untuk tidur bersama jika tidak dalam keadaan terguncang.
Saat Aditya mengenang kematian Mamanya atau saat kesedihan datang Aditya mendatangi Sisillia untuk berkonsultasi dan saat itu baru Aditya bisa dia sentuh untuk menenangkan Ketakutan dan juga Kesedihan Pria yang di cintainya itu.
Bahkan Jika Aditya marah dan kecewa juga sedih dengan hidupnya tubuh Sisillia menjadi Pelampiaskan untuk meredakan emosi Prianya itu.
Meski seluruh tubuh dan juga hatinya Sakit akan tetapi bagi Sisillia itu lebih baik dari pada Aditya menjauhi dirinya. Bagi Sisillia Aditya bukan hanya pasien nya tapi juga rumah, cinta, teman, keluarga dan juga kebahagiaan untuk dirinya.
Sisillia adalah wanita yang mandiri karena sedari kecil sudah hidup sendiri tanpa kedua orang tua dan menjalani hidupnya di Panti Asuhan. Kedua orang Tua Sisillia meninggal dunia dalam kecelakaan dan keluarga Sisillia tidak ingin mengurus karena faktor ekonomi karena itu salah satu kerabatnya membawa Sisillia kecil ke Panti Asuhan.
Sejak itu Sisillia tidak lagi bertemu dengan keluarga baik dari pihak ibu ataupun pihak ayah nya dan Sisillia juga tidak pernah ingin mencari keberadaan keluarga kedua orang tuanya yang juga tidak menginginkannya.
Tujuan dirinya mengambil ilmu mengenai kejiwaan dan memiliki cita-cita menjadi seorang Psikiater karena merasa di luaran sana banyak orang-orang yang mengalami mental illness sama seperti dirinya.
Awal tidak ada cinta di hatinya dan semua murni Profesional kerja dan perhatiannya itu hanya karena dirinya merasa berempati dengan apa yang di alami Aditya Remaja saat itu yang memang terpaut usia Lima Tahun di bawah dirinya dan dirinya berusia Dua Puluh Dua Tahun dan Aditya berusia Tujuh Belas Tahun.
Sampai akhirnya Lisna mendatangi Sisillia di ruang Praktek dan meminta untuk bekerja sama yang awalnya Sisillia menolak karena dia tidak ingin berbuat buruk kepada seorang anak remaja yang baru kehilangan seorang ibu.
Sisillia merasakan sakit nya hidup tanpa Orang Tua dan apa yang di alami oleh Aditya sangat menyedihkan kehilangan Orang yang dia cintai yaitu Ibu yang melahirkan dirinya dan juga kekasih yang di ceritakan oleh Aditya dari awal bertemu.
Sisillia tahu betapa rindunya Aditya kepada Rere bahkan saat Remaja Sisillia pernah membantu Aditya mendatangi kota di mana Aditya dan Rere pernah tinggal bertetangga tapi hasilnya nihil tidak ada yang tahu di mana kampung halaman kedua orang tua Rere.
Aditya tidak tahu alamatnya hanya tahu Rere berasal dari Jawa Barat dan untuk detail alamat nya dia tidak pernah mengetahui itu yang membuat dirinya merasa bersalah.
Aditya merasa sangat dekat dengan keluarga Rere tapi apa nyatanya alamat kampung kedua orang tuanya pun dirinya tidak miliki.
Apalagi di jaman itu belum ada layanan internet seperti sekarang di mana anak Remaja memiliki Akun Sosial Media dan sekarang banyak yang menemukan seseorang dengan mudah hanya di sosial media dan juga internet dengan mencari nama dan sebagainya yang bisa membantu.
Sisilia Muda menerima tawaran dari Sisilia karena wanita itu berjanji akan memberikan gaji besar dan juga membantu renovasi Panti Asuhan dimana dirinya pernah tinggal dan juga memberikan Beasiswa Magister kepada Sisillia.
Setelah Keduannya setuju maka dengan Rekomendasi dari Lisna yang juga ingin mencari simpati dari Aries maka Lisna membawa Sisillia kedalam kediaman Erlangga untuk mendampingi Aditya dalam menangani Trauma dan Depresi akibat kematian ibunya yang bunuh diri.
Kesedihan kehilangan Sherly dan bayangan kematian Sherly yang sangat menyedihkan membayangi Aditya kecil. Sisillia juga iba melihat Aditya saat itu.
Awalnya Aditya tidak ingin memiliki Psikiater Pribadi tapi saat melihat Sisillia seorang Psikiater muda yang pernah dia temui dan bahkan pernah membantu Aditya mencari Rere membuat Aditya setuju untuk memilih Sisillia untuk mendampingi dirinya dan menjadi Psikiater Pribadinya saat itu.
Beberapa rekomendasi dari Aries ditolak oleh Aditya saat Lisna membawa Sisillia tanpa sepengetahuan Aditya untuk bertemu dengan Aries kemudian Aries membawa Sisillia ke kamar Aditya untuk bertemu dengan Putranya yang saat itu duduk di atas lantai hanya menatap kosong ke arah luar jendela kamarnya.
__ADS_1
Sisillia mendekat dan berbicara pelan dengan Aditya dan saat itu Aditya menoleh kepada dirinya dengan masih diam. Sisillia meminta Aries dan juga lainnya untuk keluar dan memberi waktu untuk Aditya berbicara berdua dengan dirinya. Mereka setuju dan meninggalkan keduanya di dalam kamar.
Sisillia mendekat dan mengusap pelan wajah Aditya dengan air mata merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Aditya dengan rasa empati yang dalam Sisillia memeluk Aditya dan meminta nya untuk melawan rasa sedih.
Melakukannya untuk Rere yang suatu saat nanti dia akan bertemu kembali dan harus percaya dengan Keajaiban Tuhan yang pasti ada dan indah untuk orang yang percaya bahwa Takdir Tuhan Jauh lebih indah dari Rencana Manusia.
Aditya memeluk erat Sisillia dan mengucapkan Terima Kasih. Selama Setahun mereka berinteraksi sebagai Psikiater dan juga Pasien. Saat Aditya merasa tertekan dan tidak bisa mengontrol dirinya Sisillia selalu ada untuknya.
Ada Obat yang menemani Aditya Remaja sampai saat ini meski sudah lebih enam bulan Aditya tidak mengkonsumsi apa yang selalu di berikan oleh Sisillia itu yang Obat itu sebenarnya dari Lisna.
Sisillia awalnya menolak karena tahu bahaya atas Obat itu akan tetapi Lisna mengancam akan menghancurkan tempat Panti yang menjadi tempat dirinya dibesarkan.
Dan dengan berjalannya waktu dan intensitas keduanya rasa Cinta tumbuh dengan besar dihati Sisillia apalagi mereka terbiasa bersama bahkan bukan hanya sebagai teman berbagi cerita juga orang yang menenangkan Aditya.
Jauh lebih dari itu keduanya bahkan berbagi tempat tidur dan keduanya bahkan pertama kali melakukan hubungan di atas ranjang yang mengambil mahkota terindah Sisillia adalah Aditya begitu sebaliknya sampai akhirnya tumbuh Zayn diperut Sisillia.
Flasback Selesai
"Mami kita sudah sampai" ucap Zayn menggoyangkan tangan Sisillia pelan dan membuyarkan pikiran Sisillia atas masa lalunya bersama Pria yang sangat dia Cintai seumur hidupnya juga cinta Pertamanya.
"Ya... Sayang. kita sudah sampai Ayo kita masuk"
Sisillia Membuka knop pintu unit apartement miliknya dan berjalan ke arah kamar lalu menutup pintu dan menangis luruh ke lantai mengingat cinta nya yang bertepuk sebelah tangan.
Zayn hanya menatap Sisillia dengan tatapan bingung dan berjalan kearah televisi dan melanjutkan menonton Film Cartoon yang dia tonton tadi bersama dengan Papinya
Sisillia berjalan kearah tempat tidurnya dan memeluk bantal yang semalam di gunakan Aditya saat tidur bersamanya bayangan malam indah bersama Aditya kembali mengisi pikirannya.
Jelas teringat betapa Aditya menikm*ti sentuhan dirinya dan beberapa kali mengh*jami dirinya dengan keras dan sisillia hanya bisa memeluk erat punggung Aditya dan mencium leher tapi tidak bisa lagi memberikan Aditya tanda cinta karena pria nya menolak.
Padahal Sisillia merindukan tanda cintanya menempel di leher Aditya sebagai bukti tanda cinta dirinya dan kepemilikan atas diri dan hati Aditya.
Tapi Aditya menolak sejak pindah ke Jakarta padahal saat mereka tinggal di NYC Aditya tidak pernah melarang dan mempermasalahkan itu.
Sisillia berusaha mengerti karena di sini ada keluarga Besar Aditya yang bisa kapan saja bertemu dengan Aditya dan akan mempertanyakan tentang tanda itu juga karena Aditya sudah menjadi pemimpin besar perusahaan milik keluarganya
Dan sering melakukan meeting yang jika Sisilia memberi tanda itu pasti akan ada banyak pertanyaan karena status Aditya yang belum menikah dan mungkin juga Jika Aditya bertemu dengan wanita yang amat dicintai yaitu Renia. Jelas itu tidak mungkin untuk di lakukan oleh Sisillia.
Meski pernah Sisillia lakukan sebelum Aditya bertemu dengan Rere dan saat mereka melakukan diatas ranjang tanpa sengaja Sisillia memberikan tanda cinta karena terbawa suasana saat Aditya terus menerus menekan miliknya kedalam milik Sisillia karena tidak bisa menahan rasa yang luar biasa sehingga Sisillia lupa saat dia menenggelamkan wajahnya kedalam leher Aditya dan saat itu pula dia meninggalkan tanda cinta di leher Aditya.
Prianya sangat marah besar bahkan sampai menghukumnya dengan huj*man yang sangat kasar dan bahkan mencek*k leher Sisillia dengan terus melakukan itu tanpa berhenti sampai Sisillia harus di larikan ke rumah sakit dan rahimnya mengalami cidera tapi Aditya tidak tahu, Karena Sisillia merahasiakan dari Aditya. jadi saat pemasangan alat Sp*ral Sisillia merasa sakit yang luar biasa bahkan sampai saat ini bagian bawahnya sangat sakit.
Sisillia menangis menahan sakit dihati juga di tempat dimana alat sp*ral itu ditanamkan kepada dirinya.
"Sayang kenapa kamu lakukan ini, Kenapa kamu sangat takut dan marah Jika saya melahirkan keturunan darimu"
Sisillia menangis dan memeluk Bantal yang masih menyimpan aroma tubuh Aditya. Sesekali dia menciumi Bantal yang menjadi saksi betapa indahnya semalam. Saat bersama Ayah dari Putranya yang menggendong dirinya ke dalam kamar pribadinya dan meneruskan apa yang sudah terjadi saat di ruang tamu dan melakukan kembali di dalam kamar Pribadinya.
Sisillia terus menyentuh bagian perut bawah yang merasa sakit dan menangis dan menyebut nama Aditya. Cinta yang besar kepada Pria yang selama Delapan Belas Tahun bersamanya membuat dirinya hidup dalam Toxic Rellationship.
__ADS_1