
Hari Minggu Rere terlihat sibuk bersama dua keponakan nya Prily dan Dion. Ada aja kelakuan dion yang membuat Rere Tertawa. Anak usia 7 Tahun itu terlihat lucu dan menggemaskan.
Siang hari kedua keponakan nya meminta pergi ke mall dekat rumah hanya untuk membeli pizza dan es krim, Rere sangat menyayangi keponakan nya itu sehingga apapun yang di minta selalu di turuti, sesampai nya di mall mereka bertiga berphoto bersama, lalu Rere mengunggah di sosial media milik nya dengan caption "Hari minggu ngasuh ponakan"
Selang beberapa menit handphone Rere berbunyi tanda notifikasi like dan komentar memenuhi sosial media milik nya itu, tapi yang membuat diri nya tersenyum karena salah satu komentar follower yang mengalihkan perhatian nya.
Bismillah tahun depan bersama anak kita ya
ya dia Geri sahabat rere. sontak komentar itu di balas pemilik akun
Menikah dulu baru punya anak. di bubuhi dengan emoticon mengejek lalu tertawa.
Hayu kapan kamu siap, datang sama mama nih.
Rere hanya membalas emoticon tertawa.
Tidak mereka sadari jika ada pria yang memantau sosial media Rere termasuk posting dan juga komentar di feed yang Rere posting. dengan emosi handphone di lempar ke depan kaca lemari dan hancur termasuk handphone nya juga.
"Renia... "
Kedua tangan Adit mengusap wajah dan memukul nakas di samping tempat tidur nya. lalu berjalan pelan ke arah kamar mandi. Dia merasa cemburu, mendapati drama pagi ini, Padahal dia sangat bersemangat untuk menyambut pagi yang cerah tapi mendadak semua hancur seperti handphone dan kaca lemari milik nya.
Aditya menghampiri shower dan menyalahkan air untuk mendinginkan isi kepala nya yang masih pagi sudah mendidih karena pujaan hati berulah itu menurut hati Adit.
...****************...
Tidak terasa sudah tiga jam Rere bermain di tempat permainan anak dan juga toko buku yang ada di mall, selesai bermain dan membeli apa yang di minta kedua keponakan dan juga membeli beberapa baju untuk ibu dan adik, Rere membawa mobil nya dengan kecepatan sedang.
Sesampai nya di Rumah Rere langsung membawa barang belajaan nya dan memberikan kepada adik dan ibu untuk barang milik keponakan sudah sejak Rere sampai rumah barang milik mereka sudah di bawa ke dalam rumah dengan bahagia berlari sambil tertawa.
Rere sejenak melihat kedua keponakan nya itu dan tersenyum dalam hati kecil nya jujur Rere merindukan sosok anak yang lahir dari rahim nya sendiri.
__ADS_1
Apakah menyenangkan Jika aku bisa bermain, berbelanja dan tertawa bersama Anak-Anakku
Rere tersenyum kecut dengan apa yang ada dalam pikiran nya itu, tanpa dia sadari sang ibu memperlihatkan apa yang Rere lihat dan berjalan pelan ke arah Rere lalu menyentuh bahu Rere.
"Menikahlah nak kamu akan merasakan bahagia dan jengkel nya punya anak , setiap pulang kerja dan libur ada anak yang melepaskan ruwet nya aktivitas pekerjaan" mama inah tersenyum dan Rere membalas senyum mama nya itu.
"Ma, Rere pulang ya sudah sore"
"Baru jam 3 re"
"iya tapi Rere ada perlu mendadak sama temen Rere ma" alasan Rere untuk menghindari pembahasan tentang pernikahan.
"ya udah hati-hati ya nak, tidak makan dulu"
"Tidak ma langsung aja, kalo masuk rumah lagi nanti bawaan nya males pulang. besok hari senin tol pasti macet ma, habis weekend banyak yang datang lagi ke ibukota setelah selesai berlibur, biasa nya pergi senin pagi supaya bisa langsung kerja" jelas rere.
"oh baiklah, tapi tunggu sebentar. Mama sudah mempersiapkan Bekal makan nanti sampai di apartemen atau di jalan berhenti di rest area bisa di makan bekal nya ya re"
"ya neng" mama melangkahkan kaki nya menuju ke dalam rumah.
Tak lama mama datang membawa makanan dan memberikan nya. Dan Rere keluar dari dalam mobil untuk menerima bungkusan yang di berikan mama dan tidak lupa pamit cium tangan dan pipi mama inah. karena keempat saudara Rere sibuk di hari minggu dengan kegiatan nya sendiri ada yang pergi bersama istri nya ada yang lembur kerja, ada yang rumah nya terpisah jadi tidak bertemu Rere.
Rere melajukan mobil nya cepat menyusuri jalanan Tol yang bebas hambatan. Sesampai nya di parkir apartemen, Rere melihat sosok pria tampan menggunakan kaca mata hitam yang menempel di hidung menggunakan pakaian tshirt hitam celana sobek di lutut keluar dari mobil nya dan tersenyum ramah kepada Rere.
Ya dia Geri Sahabat Rere, Geri menunggu 30 Menit di mobil yang terparkir di depan apartemen sederhana milik Rere yang dia beli dari hasil kerja nya dengan cara menyicil setiap bulan.
Geri tahu sore itu Rere pulang, karena saat masih dalam perjalanan tepat nya saat di rest area tol untuk mengisi bahan bakar dan istirahat sejenak Rere mendapatkan panggilan telepon dari sahabat yang selalu bikin emosi dan tidak jarang suka mengambek yang jika dilihat tingkah nya seperti Dion keponakan Rere.
"Kamu udah di sini aja Geri, Sejak kapan" tanya Rere sambil mengunci mobil milik nya dan berjalan menghampiri Geri sambil tersenyum.
"udah ngambek nya" lanjut Rere yang tidak berhenti ternyum dan meledek sifat Geri.
__ADS_1
"Apaan sih lu, ini apa" menunjuk ke bungkusan yang di bawa dari rumah ibu nya itu.
"ini Makanan dari ibu, mau? kalo mau nanti aku bagi dua" ujar Rere.
"ga usah di bawa kerumah mau langsung aku makan di sini" jawab Geri
"Dih, PD banget siapa yang bolehin lu masuk" Rere melotot.
"Udah lah Rere gw males debat sama lu gw masih marah sama lu dan sekarang tambah marah sama lu" tatapan Geri tajam menatap balik Rere
"Gw sahabatan sama lu udah 10 tahun ditambah kita sahabat dari kecil pas umur kita 6 tahun sampe 14 tahun berapa lama coba lu hitung re" dengan ekspresi cemberut.
"Kita udah sahabatan lama kamu masih melarang aku masuk sedangkan CEO kaya itu datang dan masuk ke dalam apartemen lu dan di perbolehkan, padahal baru kamu kenal beberapa hari"
Sontak apa yang di utarakan sahabat nya itu membuat emosi dan tersinggung di hati Rere, tanpa pikir panjang Rere memukul lengan Geri dengan keras dan bergegas pergi meninggalkan Geri di parkiran sendiri.
Geri lalu mengejar Rere dan meminta maaf telah berbicara sembarangan dan membuat Rere marah. sudah terbiasa dengan kata-kata asal yang di ucapkan sahabat nya itu tapi ntah kenapa kali ini agak sakit dan menyentuh hati nya.
Rere menganggap Geri menilai diri nya sebagai wanita gampangan membawa pria asing ke dalam apartemen asalkan kaya, seperti itu pikiran rere, apa karena usia sudah memasuki 30 tahun lebih membuat nya sedikit sensitif mungkin itu alasan tepat untuk mood Rere yang mudah berubah buruk.
Susah payah Geri membujuk Rere supaya memaafkan nya dan berhasil. Setelah drama pertengkaran dua manusia yang bersahabat itu selesai dengan perdamaian. kedua nya kini makan di meja yang ada di apartemen Rere.
Setelah itu mereka berbincang santai di ruang tamu dan sesekali membahas pekerjaan dan keadaan masing-masing setelah drama cemburu Geri malam itu dan sesekali becanda lalu tertawa bersama.
Setelah cukup lama Geri ijin pulang dan di antarkan sampai parkir, hal itu permintaan Geri mengingat kejadian malam itu, Geri mengungkit dan tidak mau pulang jika tidak di antar ke parkir.
Tanpa sadar dua bola mata dari pria yang duduk di sebuah mobil sport mahal menatap dengan ekspresi mengerikan seperti seekor harimau yang ingin menerkam.
"Renia... ini alasan kamu tidak menghubungi aku dan kamu berbohong soal kepulangan mu ke rumah ibu"
Dengan rahang mengeras dan sorot mata tajam memandang dua sahabat yang sedang berbicara di depan mobil sport warna hitam dan di selingi canda tawa itu.
__ADS_1