
Setelah pemeriksaan selesai dokter menyarankan keluarga pasien untuk mengurus administrasi pemindahan ke ruang rawat inap, dan menunggu hasil CT Scan Kepala dan Rontgen untuk mengetahui keadaan pasien apakah ada luka dalam atau tidak.
Untuk fisik pasien tidak mengalami cidera patah tulang berat yang dapat mengakibatkan cacat tapi untuk luka ringan itu sudah jelas ada. Dan dokter memberitahukan kepada orang tua geri untuk menunggu hasil keluar jika ada pendarahan atau luka yang serius di dalam organ pasien di sarankan dilakukan penangan khusus sampai Operasi dan hasil akan di Terima siang ini.
Sementara itu geri terus saja menggenggam tangan Rere dan menatap sendu pujaan nya itu, geri tidak menyangka pria yang dia lihat memiliki ketertarikan kepada Rere itu nekat melakukan tindakan kriminal dan geri berpikir apakah karena dia seorang konglomerat jadi bisa seenak nya.
Rere membalas tatapan dengan penuh arti, Rere menunggu dari saat kejadian dan belum makan sampai sekarang, karena sangat cemas dengan keadaan sahabat nya itu.
"Ndo" ibu Geri memanggil.
Rere menoleh dan tersenyum menatap kedua orang tua geri.
"Apakah kamu sudah makan" tanya ayah geri
Rere hanya menggeleng dan tersenyum.
"Pergilah makan ndo, nanti Geri biar ibu dan ayah yang jaga, dan Terima Kasih karena Nak Rere mau menemani Geri"
Rere menunduk lalu menatap kedua orang tua sahabat nya itu sedang tangan nya tetap dalam genggaman tangan geri, sekilas kedua orang tuanya menatap ke arah tangan yang saling menggenggam.
"Bu, Pak maafkan geri seperti ini karena Saya" Rere menunduk kembali dan menangis merasa sangat bersalah.
" R E R E" suara geri lirih
Geri mencoba membuka suara tapi rasa sakit di tenggorokan membuat nya sulit berbicara, hal ini terjadi karenakan saat kejadian sore itu Aditya sempat mencekik leher Geri sebelum menendang pipi dan dada geri.
Rere menoleh ke arah geri bukan karena panggilan tapi remasan lembut sahabat nya dan ibu yang melihat anak nya mencoba membuka mulut tapi tidak terlalu jelas itu, mendekat dan mengusap lembut rambut geri.
"Nak, Geri tidak mau Kamu bersedih, jadi jangan menangis ya, apa yang terjadi kita serahkan saja ke pihak kepolisian, semoga yang melakukan hal keji ini dapat di tindak dan doakan Geri semoga tidak ada hal yang serius sehingga cepat sembuh" jelas bu Sri ibunda geri.
"Semoga Geri cepat sembuh dan sekali lagi saya mohon maaf atas kejadian ini bu"
Dalam hati nya sedih jika kedua orang tua Geri ingin meneruskan ke pihak berwajib, dia berharap kedua orang tua Geri membuka pintu Maaf meski kesalahan Aditya sangat fatal.
Bu Sri hanya diam dan menatap anak nya tanpa menoleh ke arah Rere. sedangkan ayah geri membelai lembut punggung istri nya yang juga bersedih melihat keadaan sang putra semata wayang nya itu.
"Nak Rere pergilah makan jangan di tunda, nanti kamu malah sakit" seru ayah Geri.
Rere menoleh ke arah geri dan yang di tatap mengedipkan mata nya pelan sambil tersenyum dan tangan kanan nya melepaskan genggaman tangan nya.
__ADS_1
"Geri gw makan dulu di kantin ya, ibu dan bapak Rere ijin makan dulu, nanti Rere sekalian belikan makan, Rere mohon undur diri" pamit Rere
Kedua orang tua geri hanya tersenyum dan mengangguk, Rere menoleh ke sahabat nya dan di balas dengan anggukan pelan dan senyuman yang sedikit di paksakan karena rasa sakit di sekitar wajah yang terlihat bengkak dan memar.
Setelah Rere pergi ibu mendekat ke arah Geri lalu duduk di kursi tunggu yang di sediakan oleh pihak rumah sakit.
"itu Rere wanita yang membuat kamu tidak menikah sampe detik ini sayang, dan wanita yang membuat kamu seperti ini" Bu Sri menatap sendu putra semata wayang nya.
Berita tentang kejadian di apartemen Rere itu sampai ke Media, ntah siapa yang membagikan video itu sehingga viral, bahkan video Aditya makan malam dan berbelanja bersama Rere juga bocor ke media.
Video Geri dan Aditya yang datang mengunjungi apartemen Rere pun bermunculan baik di televisi maupun sosial media. semua orang mengetahui berita itu hanya Rere yang tidak tahu karena fokus dengan geri yang sedang di rawat di ruang ICU.
"Pak lihat berita di yang di kirim Endang tadi pagi saat kita masih di bus. itu wanita memang penyebab anak kita seperti ini bahkan tempat tinggal nya menjadi tempat bebas laki-laki datang"
bahas bu Sri
Geri kaget dan tidak mengerti apa yang di katakan sang ibu. Suami nya hanya diam dan menepuk pelan lengan istri nya dan memberi kode supaya menoleh ke arah sang putra dan kode itu dapat di pahami sang istri.
"B U" saat bu Sri menatap sang putra dan bergegas mendekatkan telinga ke arah sang putra.
" J A" suara terhenti karena tenggorokan nya sakit.
"kita bahas kalo anak kita sudah sedikit membaik bu" ayah berkata dengan lembut.
Geri memberi kode kedipan pelan dan tangan menyentuh sang ibu dan pelan bu Sri mengusap air mata nya sendiri dan tersenyum ke arah Geri.
Terdengar suara ketukan pintu kemudian orang tua geri menoleh dan mendapati pria paruh baya di temani oleh pria muda jika di lihat pria itu kemungkinan seusia geri putra nya.
Siapa Mereka apakah anak muda itu pelaku nya, Mereka terlihat bukan orang biasa jika di lihat dari postur tubuh dan apa yang mereka pakai, Jika melihat berita itu pelaku penganiayaan Geri adalah salah satu anak Konglomerat di negeri ini.
Bu Sri bermonolog sendiri dengan mata manatap tajam dua pria yang datang menemui mereka di ruangan ICU
"Mohon maaf jika mengganggu waktu nya, Perkenalkan saya Aries, dan saya orang tua Aditya dan ini Riki asisten kami.
Aries mengenalkan diri dan mencoba berjabat tangan dengan orang tua korban tapi bu Sri menolak dan Aries mengerti dengan situasi yang terjadi.
"Bolehkah kita berbicara mengingat kesalahan putra saya dan sebelum nya saya ingin minta maaf " sambung Papi Aries.
"Untuk apa anda ke sini, apa ingin mengajak berdamai dengan kami, maaf kami sudah serahkan semua ke pihak berwajib, dan yang melakukan tindakan kriminal harus di proses" ketus Bu Sri yang merasa jengkel melihat kedua pria ini.
__ADS_1
"Baiklah saya sebagai Orang tua Aditya meminta maaf dengan segala hormat untuk kesalahan putra saya, dan untuk biaya pengobatan dan kompensasi akan kami urus untuk putra bapak dan ibu" ucap Aries.
"Sampean datang kesini cuma mau menyombongkan status dan mau menyogok kami dengan uang supaya kami diam dan tidak meneruskan ke pihak berwajib begitukah" marah Bu Sri.
"Bu sabar kita bicara di luar kasihan Geri nanti kepikiran sama apa yang terjadi ini" Tegur Pak agus suami bu Sri.
"Pak mari kita bicarakan perihal ini di luar saja karena anak saya harus beristirahat" ajak pak agus.
"Terima Kasih Pak, atas kesediaan waktu nya untuk berbicara dengan saya" jawab Aries.
Kedua nya melangkah ke arah pintu dan menuju ke ruang tunggu yang ada di depan ruangan ICU di dampingi oleh asisten Riki.
****************
Perawat datang ke ruang ICU untuk memindahkan Geri ke kamar rawat inap dan saat akan di pindahkan Bu Sri menanyakan kenapa di pindahkan sekarang sedang dia belum membereskan adminstrasi.
Suster memberitahu jika Geri akan di pindahkan ke Rawat Inap VVIP dan seluruh administrasi sudah di selesaikan oleh Pak Aries sontak Bu Sri kaget lalu menoleh kepada sang anak.
"Apa ayah kamu sudah berdamai dengan mereka, Geri hanya menggeleng pelan dan mengangkat tangan pelan"
"B U, C U K U P" dengan susah payang geri mengatakan itu.
Semetara perawat mendorong bangkar Geri dari ranjang kamar ICU ke ruang rawat inap VVIP rumah sakit.
Rere menghampiri geri yang akan di bawa ke ruang VVIP, dan menanyakan ke perawat apa yang terjadi setelah perawat memberitahu situasi nya, Rere mengikuti di samping bangkar.
****************
Sementara Pak Agus melihat sang putra di bawa ke ruangan rawat inap dia ingin menanyakan situasi nya tapi sedang membicarakan hal penting dengan tamu. Dia berpikir akan menghubungi istri nya nanti.
"Mohon maaf sekali lagi pak atas kejadian yang tidak menyenangkan ini, saya jujur kaget dan ikut merasakan kesedihan keluarga bapak yang memang akibat putra saya" Pak Agus hanya diam.
"Saya sudah mengurus administrasi rumah sakit dan jika ada hal yang serius akan saya tanggung semua biaya sampai putra bapak sembuh bahkan jika di perlukan sampai ke luar negeri" tambah Aries.
"Tidak semua hal harus pake uang pak Aries, jika bapak mengeluarkan uang pun itu karena tanggung jawab, Putra bapak sudah membuat celaka Putra saya" Aries hanya diam.
"Saya Terima semua yang Pak Aries lakukan untuk penyembuhan Putra saya karena dari awal Putra kami sehat tentunya, karena kesalahan Putra pak Aries jadi Putra saya mengalami cidera seperti itu" terlihat santai tapi kemarahan jelas nampak.
"Putra saya mengalami depresi berat pak karena kehilangan Mama nya sejak remaja jadi saat dia mengalami situasi yang membuat emosi maka dia tidak bisa mengontrol nya, dan wanita yang bersama putra bapak adalah wanita yang paling penting untuk putra saya setelah mama nya" jelas Aries.
__ADS_1
"Saya tidak menganggap putra saya benar tapi beri kesempatan untuk putra saya memperbaiki diri, saya percaya anda orang tua yang bijak" lanjut Aries.
"Bukan kah putra Pak Aries adalah Pengusaha yang hebat dan sukses. kenapa anda mengemis maaf seperti ini. Putra pak Aries bukan lagi Remaja, dia sudah dewasa semua harus di pertanggungjawabkan" pak agus mengakhiri dengan berjabat tangan lalu melangkah pergi.