Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 72 Kita Keluarga


__ADS_3

"Janji ya Papa" ucap Jimny dan Aditya hanya mengangguk.


Rere menaikan sebelah alisnya dengan menatap penuh tanya kepada Aditya dan yang di tatap hanya mengangkat kedua bahunya lalu memeluk kembali Jimmy membuat Rere cemberut.


"Mengapa tidak mengatakan apa yang dibisikan bikin penasaran saja" bisik Rere pelan.


Lalu Rere mencubit pelan lengan Aditya. Aries menoleh kearah Aditya nampak Putranya terlihat bahagia tertawa bersama Jimmy dan Rere membuat dirinya tersenyum dan menoleh kembali kearah Ayu dan berkata


"Kita Keluarga sayang jika ada masalah bisa di ceritakan kepada Papi Mami atau Kakak mu Aditya" ucap Aries


Dengan menatap hangat Putri satu-satunya, dimana alasan Aries bertahan dengan pernikahannya bersama Lisna meski tanpa cinta.


"Tidak ada Papi benar Ayu baik-baik saja dan tadi mas Hans telpon masih di surabaya karena masih ada pekerjaan di sana, dan mas hans minta maaf belum sempat jenguk papi, semoga saja pekerjaannya cepat selesai jadi mas Hans cepat pulang" ucap Ayu sambil tersenyum dan di balas anggukan oleh Aries.


"Ya sudah ayo kakak dan Rere kita pulang sudah jam berapa ini, tadi asisten Riki selesai mengurus administrasi jadi kita bisa pulang"


Ayu tersenyum dengan penuh semangat dan memandang kakak nya yang juga tersenyum. Ayu berlari pelan dan memeluk Aditya juga Jimmy membuat Aries tersenyum bahagia kedua putra dan putrinya walaupun berbeda ibu tapi hidup rukun.


Tapi itu tidak berlaku untuk Lisna yang justru terlihat tidak suka dengan wajah yang sulit untuk diartikan. Hati Lisna nampak sangat kesal dan ingin meluapkan tapi disini ada suaminya jadi dia tidak bisa melakukannya.


Rere merasa bahagia Aditya memiliki keluarga yang menurut Rere sangat baik dan hangat, mungkin yang membuat Aditya saat itu mengalami depresi berat karena belum menerima keadaan dan perasaan kehilangan yang sangat besar atas kematian Mama yang sangat dia cintai Apalagi memulai hidup dengan keluarga baru yang butuh penyesuaian, Rere percaya cinta pertama nya ini akan kembali menjadi pria yang baik dan bisa keluar dari bayang-bayang kesedihan dan kehilangan orang-orang masa lalunya.


Dan saat dirinya sudah bisa memaafkan keadaan dan juga berdamai dengan takdirnya maka Aditya akan keluar dari badai kehidupan dan akan menjadi sosok yang kuat. Rere percaya saat luka dan air mata mampu kita lewati itu tandanya kita sedang berproses menjadi orang yang luar biasa. Rere tersenyum menatap Kakak dan Adik yang nampak rukun.


Mereka memanglah keluarga sebenarnya yang Aditya miliki. Jika dulu dirinya bermanja dengan Aditya tapi di tahu bahwa Aditya hanyalah seseorang yang tinggal bertetangga tidak ada hubungan darah begitupun dengan Rian sebaik apapun dan sedekat apapun Ayah kandungnya tetap lah Aries Terima atau tidak Aries adalah keluarga kandung Aditya. Meski ada ruang tersendiri di hati Aditya Pria yang di cintainya itu.


Masalalu meski berat dan sedih tetap harus kita Terima karena itu takdir Tuhan dan Rere Percaya Jika kita ikhlas menjalaninya maka akan ada kebaikan didalamnya. Aditya memandang Rere dan mengulurkan tangannya yang sedang memeluk Jimmy dan Ayu lalu Rere menyambut, Mereka saling menggengam erat dan tersenyum


Ayu menoleh kearah Lisna dengan masih dalam pelukan kakaknya dan berkata


"Mami ikut pulang atau tetap disini" tanya Ayu.


"Tentu disini sayang, Papi kamu sendiri masa Mami pulang" balas Lisna yang di balas senyuman oleh Ayu


Rere ikut menoleh kearah Lisna dirinya masih canggung apalagi kejadian saat Lisna menampar Rere. Dia sudah memaafkan tapi tidak melupakan setiap melihat wajah tidak suka Lisna kepadanya maka bayangan tamparan itu selalu terbersit dalam ingatannya.


"Cieeee... Oma sama Opa mau pacaran" ucap Jimmy


Menggoda sambil tertawa membuat Ayu ikut tertawa sedangkan Rere hanya tersenyum dan Aditya diam tanpa ekspresi. Aries dan Lisna nampak canggung dan salah tingkah di depan anak dan cucunya juga calon menantu menurut Aries.

__ADS_1


"Emang Jimny tahu pacaran nak" Ayu berkata sambil mencubit dan menciumi pipi chubby anak laki-laki semata wayangnya itu.


"Tahu berdua-duaan kan Mama" ucap Jimmy sambil tertawa membuat semua orang tertawa termasuk Rere sedangkan Adity menatap Rere yang tertawa lepas membuat senyumnya juga terbit.


"Ya sudah cepatlah kalian kalo ingin pulang" Ayu menyuruh supaya tidak lagi di goda cucunya itu dan Aries hanya tersenyum.


Aries meminta sebelum pulang Jimmy diletakan di bangkar miliknya karena ingin menciumi cucu kesayangannya itu.


Setelah berpamitan dan Ayu memanggil Riki yang tengah termenung di depan ruangan Rawat inap VVIP untuk membantu membawakan Tas milik Aditya yang sudah dirapihkan oleh Rere, Jimmy berpamitan dengan Opa dan Omanya, bergantian Aries dan Lisna memeluk dan menciumi Cucu nya dengan gemas.


Aditya memandangi ketiganya dengan tatapan sendu ntah mengapa hatinya merasa sedih mengingat putranya yang bersama Sisilia yang terasingkan begitu saja dari keluarganya, Ntah di mana dan bagaimana kehidupannya di luar sana, Apakah Sisilia mengurusnya dengan baik atau Sisilia mengabaikannya. Tapi Jika mengingat ucapan Sisilia yang mengatakan dia melindungi Putranya dari diri nya itu menandakan bahwa Sisilia akan mengurus Putranya dengan penuh cinta, Apalagi dia memutuskan untuk melahirkan putranya saat itu.


Rere menatap Aditya dan menarik lengan baju Aditya membuat kekasih tersadar dari lamunan dan menatap Rere lalu tersenyum, Keduanya menghampiri Aries dan Lisna untuk berpamitan dan Aditya mengatakan akan datang kembali besok untuk memastikan keadaan Aries tentu itu membuat Aries sangat bahagia dan Nampak senyuman indah terbit di bibir Aries dan dirinya memeluk Aditya, Lisna Nampak sangat kesal tapi dia harus menahannya karena tidak ingin membuat suaminya yang terlihat sudah membaik dan tersenyum lebar itu justru dirinya memperburuk keadaan dan suasana saat ini.


Rere menghampiri Lisna berpamitan dan saat ingin mencium punggung tangan, Lisna langsung menarik tangannya dari tangan Rere, Rere Nampak sedih dan tentu saja membuat Aditya marah dan manatap tajam Lisna dirinya nggan untuk berjabat tangan dengan Mami sambungnya itu. Aries hanya menatap dengan tanpa ekspresi dia diam hanya mengamati apa yang di perbuat istrinya.


Ayu Masuk kembali kedalam ruangan bersama Riki dan dirinya menghampiri Mami dan Papi nya untuk berpamitan, Ayu mencium Punggung tangan Aries dan Lisna dan Mereka mencium pipi Ayu dengan penuh kasih sayang Nampak keluarga bahagia yang tentu ini alasan yang membuat Lisna membenci Aditya dan Sherly yang dianggap merusak keluarga mereka, Rere menunduk dan memahami keadaannya.


Aditya menggenggam tangan Rere dan tersenyum mengajaknya keluar dari ruangan yang hanya membuat dia pengap dan sulit bernafas melihat tingkah Lisna yang merusak mood nya. Aditya dan Rere melangkah bersama Jimmy yang berjalan diantara keduanya dan mereka bertiga bergandengan tangan mengundang perhatian banyak orang yang berada di sekitar mereka.


Riki menatap Aditya dan Rere saat mereka keluar dari ruangan dan menoleh kembali kearah Ayu yang sedang di peluk kedua Orang Tuanya dan membuat Riki sedikit tenang karena melihat senyuman kembali di bibir Ayu, Dirinya kemudian membawa semua barang-barang Aditya yang sudah rapih lalu Riki berpamitan kepada Aries, Ayu menoleh kearah Riki dan berkata


“Mereka sudah keluar Nona” balas Riki sedikit tersenyum lalu kaki nya melangkah kearah pintu ruangan rawat inap VVIP


“Papi Ayu pulang dulu mungkin besok Ayu akan kemari lagi bersama kak Adit” ucap Ayu.


“kamu pasti lelah, Nak jadi biarkan mami yang menjaga papi disini, Ayu istirahat saja dirumah apalagi suami kamu mungkin nanti malam ini atau besok pulang dari pekerjaan luar kota, mungkin dia butuh kamu” sahut Lisna.


“iya itu benar sayang, Biarkan Papi bersama Mami, Disini sudah ada perawat dan dokter, Doakan saja Papi cepat sembuh jadi besok atau lusa Papi sudah kembali” ucap Aries.


“Tapi benar kamu baik-baik saja dengan suami kamu Ayu” tambah Aries.


“Iya Papi Ayu Baik-Baik saja” balas ayu


Dan Riki menoleh kearah ketiganya saat kakinya akan melangkah keluar dari pintu ruangan rawat inap VVIP.


Riki melangkah dengan perasaan berat , Dia berpikir apa dia katakan saja apa yang dia lihat tapi itu belum ada bukti dan jika terbukti Bagaimana dengan hati ayu, Justru akan membuat wanita yang dia cintainya dan Jimmy yang akan bersedih dan mungkin akan mengalami hal buruk seperti Mama Sherly ataupun Aditya yang mengalami Depresi berat karena kehancurang rumah tangga keluarga kecil mereka.


Riki terdiam sejenak dan menatap kearah langit hatinya benar-benar hancur dan pikirannya pun kacau hanya dengan membayangkannya saja dia sudah seperti ini, Bagaimana jika itu terjadi.

__ADS_1


“Riki Tunggu” teriak Ayu yang membuat Riki menoleh kearah Ayu dan berhenti.


Dan Diruangan Rawat inap VVIP tempat Aries dan Lisna berada sekarang dalam keheningan tidak ada pembicaraan selama beberapa menit, yang kemudian Aries memulai pembicaraan


“Tidak bisakah kamu menerima Putraku yang kehilangan ibu kandungnya, Tidak bisakah hatimu melunak dan memaafkan semua kesalahan di masa lalu, Saya memilihmu Lisna apa itu tidak cukup”


“Hahaha… Mas Aries sebesar itukah rasa cinta kamu kepada Sherly wanita H*na yang merusak rumah tangganya sendiri hanya demi bersama suami orang lain” Teriak Lisna yang benar-benar tidak bisa lagi menahan kemarahan hatinya.


“Jangan berani kamu mengatakan itu kembali didepanku Lisna” ucap Aries


“Maka dari itu Saya tidak akan pernah menerima anak H*ram kamu sampai kapan pun”


“Terserah apapun yang ingin kamu katakan Lisna, Aku peringatkan sekali lagi untuk bersikap lembut dan baik kepada Aditya dan Renia wanita yang dia cintai, Jika sampai Saya melihat Kamu bersikap buruk, Jangan salahkan jika Saya akan menceraikan kamu pada saat itu juga, Kamu mengerti” ucap Aries dengan tatapan tajam.


Dalam Hatinya sudah tidak ada lagi beban, Ayu Putrinya yang membuat dirinya bertahan dengan pernikahan bersama Lisna kini sudah dewasa bahkan sudah menjadi seorang ibu dan juga Aditya sudah menemukan wanita yang selama ini Putranya cintai. Aries akan berusaha agar Renia menerima Aditya dan masa lalu Putranya itu dan kemudian menikahkan mereka.


Lalu dirinya akan berusaha untuk menemui Ria dan meminta maaf atas kesalahan masalalunya yang membuat hubungan dua sahabat menjadi hancur karena kehadiran dirinya di tengah persahabatan Ria dan Sherly, dan akan menyampaikan Permintamaafan Sherly yang tak sempat di ucapkan kepadanya, Setelah itu dirinya akan berpasrah jika tuhan meanggil dirinya, Setelah bertemu dengan Rere hari ini dia berpikir bahwa bukan hanya hubungannya dengan manusia yang buruk akan tetapi hubungannya dengan Tuhan juga karena itu disisa hidupnya yang ntah sampai kapan, Aries ingin mendekatkan diri kepada Tuhan dan ingin berdamai dengan keadaan.


Jika Lisna tidak ingin menerima maaf dan kesalahan di masalalu dia ingin mengakhiri semua supaya tidak ada lagi penderitaan dan bayangan-bayangan kesedihan masalalu jika terus bersama dirinya, Aries akan membebaskan Lisna dari Hubungan yang juga menyakiti wanita yang menjadi istrinya ini.


"Apa yang Mas katakan. Mas tega kamu cara seperti itu hanya demi anak kamu yang kamu bawa saat usia nya sudah remaja. Mas Aku istri kamu yang mendampingi kamu selama ini. Apa kamu kurang membuat aku menderita begini mas" ucap Lisna sambil berteriak dan menangis.


"Karena itu aku ingin membebaskan dirimu dari rasa sakit dan semua penderitaan yang aku torehkan selama ini" sahut Aries menunduk.


Bayangan Perpisahan membuat Lisna sangat sakit dan sedih tanpa berpikir apapun Lisna memeluk suami yang sangat dicintai. Perasaan yang hanya dirinya rasakan.


Lisna mengingat dengan jelas perjuangannya untuk dapat menikah dan bertahan sampai detik ini untuk mendampingi pria dingin yang bahkan tidak pernah mencintainya. Bahkan saat awal-awal menikahi Lisna. Aries tidak menyentuh dan tidur pun terpisah.


Jika berada di rumah orang tua atau mertua dia satu kamar dengan Lisna tapi dia tidur di sofa yang berada di dalam kamar dan jika kembali ke rumah miliknya Aries akan tidur terpisah dengan istrinya.


Selama Dua bulan seperti itu dan membuat Lisna bersedih dan hampir bunuh diri karena itu Aries berusaha menenangkan nya dan terpaksa mengkhianati cintanya dengan Sherly dengan menyentuh wanita lain.


Lisna bahagia karena pria yang dia cintai bisa menyentuhnya dan berbagi ranjang berdua tapi juga merasa sedih karena mereka berc*nt* tidak sampai akhir dan jika sampai punc*k pun tidak pernah sampai membu*hi sel tel*rnya.


Aries selalu membuangnya di luar. Lisna merasa kesal hingga akhirnya membeli Ob*t Peran*sang hanya agar dirinya bisa hamil saat itu. Apalagi saat Sherly bunuh diri, suami nya bahkan seperti mayat hidup yang tidak memiliki semangat hidup. Jika bukan karena Putra dan Putrinya mungkin Aries akan menyusul Sherly.


Air mata Lisna mengalir deras dengan isakan yang sangat berat dan pelukannya sangat erat kepada suaminya. Aries hanya diam dirinya tidak ingin berkata yang mungkin akan melukai hati istrinya itu.


"Maafkan Saya Mas Aries, Jangan Ceraikan Saya" ucapan Lisna berganti tangisan kembali.

__ADS_1


"Saya sangat mencintai Mas Aris mungkin melebihi cinta Sherly kepada Mas Aris"


__ADS_2