Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 62 Pengakuan Mengejutkan Aditya


__ADS_3

Sesampainya di ruang Rawat Inap VVIP tempat Aries berada. Aditya dipindahkan dari bangkar ke ranjang rawat inap dan perawat terlihat memeriksa selang infus dan memastikan tidak ada kesalahan.


Setelah semuanya terpasang dengan benar, perawat meninggalkan ruangan rawat inap VVIP yang didalamnya sudah ada Aries dan Lisna, Ayahnya menatap sendu Putra dari wanita yang sangat dia cintai, Tapi yang ditatap hanya cuek dan diam menatap langit-langit ruangan itu.


“Nak, Bagaimana keadaanmu” ucap Aries.


Putranya masih belum merespon dirinya masih sibuk dengan pemikirannya sendiri sejak melihat Rere berjalan dengan Geri membuat suasana hatinya yang tadi tenang dan damai berubah kembali bergemuruh dan kalut.


Aditya tidak merespon ucapan Aries tentu saja membuatnya merasa sedih, Putranya masih saja mengabaikan dirinya, Apakah terlalu sulit menggantikan Rian sebagai Ayah nya dihati Putranya sendiri, tanpa terasa air mata Aries menetes dan Lisna hanya menatap tidak suka dengan apa yang sedang terjadi.


Ayu yang juga berada di ruangan yang Luas itu hanya bisa menghebuskan nafas kasar, dirinya berdiri di dekat pintu, saat ingin menutup pintu mendengar pertanyaan Papinya yang tidak direspon oleh kakaknya, Sebenarnya Ayu tahu jika Aditya tidak mengabaikan Papinya tapi pikirannya sedang mengingat kejadian saat bertemu Rere.


Setelah menutup Pintu ruangan VVIP, Ayu melangkahkan kaki kearah Papinya dan mengusap jari jemari lembut Aries dan tersenyum membuat papinya sedikit tenang lalu Ayu menoleh kearah kakak tirinya itu dan berkata


“Tadi Renia sudah mengatakan ke Ayu dia akan menjenguk Geri dan hari ini Geri sudah diperbolehkan Pulang jadi Renia ingin mengantarkannya, Renia dan Geri sudah bersahabat lama kak Adit, Percayalah dengan Perasaan Renia dan Kakak sendiri. Jika mereka memiliki hubungan pasti mereka sudah lama menikah tapi kenyataannya Renia masih sendiri karena dia menunggu kak Aditya datang, dan saat kemarin Renia memeluk kakak jelas itu adalah jawaban dari kebimbangan dan rasa curiga kak Adit” ucap Ayu.


“Jika Kak Adit banar-benar mencintai Renia, maka Percaya dengan kekuatan Cinta Kalian yang sangat besar itu, Tuhan akan membantu menyatukan Cinta kalian” tambah Ayu.


Aditya menoleh kearah Ayu dan menatap dengan tatapan dingin dan terlihat jelas amarah disana tapi dia berusaha untuk tidak menunjukannya.


Bahkan Adik nya sendiri sudah mengetahui jika diam-diam Rere mengunjungi Geri di belakangnya, mengapa Rere tidak mengatakan atau bahkan tidak meminta ijin kepadanya tadi, pikiran Aditya berusaha menguasai dirinya.


“Renia ingin membujuk Geri untuk menarik tuntutannya kak” ucap Ayu kembali.


Mendengar itu Aditya tidak lagi bisa menahan amarahnya yang sudah dia pendam saat melihat Rere tersenyum dan tertawa bersama Geri, Pria yang dia anggap sebagai musuh.


Aditya melemparkan Gelas minum yang berada di nakas didekatnya kearah dinding dekat pintu. Aries dan ayu kaget dengan apa yang dilakukan Aditya sedangkan Lisna berteriak


“Apa Yang kamu lakukan Adit”


Aries menoleh ke istrinya dan Aditya menatap adiknya dengan tatapan marah lalu menanyakan kenapa Ayu tidak mengatakan saat mengetahui Rere akan mengunjungi ruangan Geri, Apakah Ayu mendukung Rere bersama Geri, kakaknya berbicara dengan nada tinggi.


Aries menyentuh Dadanya merasa sakit, Ayu menatap ayahnya dan mencoba menanyakan apa yang terjadi sedangkan Aries hanya menunjuk obat yang ada di nakas lalu Ayu mengambil obat dan air putih untuk di berikan kepada Papinya sedangkan Lisna mengecek dahi dan membelai rambut suaminya setelah Aries meminum obatnya. Aditya hanya terdiam melihat Aries yang merasa sakit di dadanya.


“Papi sudah membaik Terima Kasih Nak” ucap Aries kepada Ayu lalu menatap istrinya, Lisna menatap penuh kesal dan menoleh kearah Aditya


“Apa Kamu ingin membunuh suamiku, membunuh ayah dari Putriku dan Kakek dari Cucuku” teriak Lisna


Aries menyentuh telapak tangan Lisna dan menggelengkan kepalanya meminta Lisna untuk diam dan tidak melanjutkan ucapanya itu.


“Kalian semua menghancurkan hidupku. Kalian semua sialan” Teriak Aditya.


“Tenanglak Kak”


Ayu berkata sambil mendekati Kakaknya sedangkan Lisna tidak ingin berkata lagi karena dirinya tidak ingin keadaan suaminya kembali memburuk.


Ayu memberikan Obat untuk membuat Aditya tenang. Tapi Aditya menepisnya membuat obat dan gelas yang dibawa Rere jatuh. Lisna menatap jengkel dengan tingkah anak sambungnya itu yang dia rasa hanya menyusahkan saja.


Aries menggenggam tangan Lisna untuk tidak berbicara menyakitkan kepada Putranya dari tatapan Lisna saja Aries bisa melihat kebencian yang dia pendam terhadap putranya itu.

__ADS_1


Aditya marah bukan hanya karena melihat Rere bersama dengan Geri tapi perkataan Sisilia tentang kehamilan sepuluh tahun yang lalu dimana Aditya menyuruh nya untuk menggugurkan ternyata Sisilia melahirkan dan sekarang menyembunyikan dari nya. Jika di hitung usianya sekitar 9 Tahun.


Aditya masih sibuk dengan pikirannya dan Nampak memalingkan pandangannya kearah lain membuat Ayu sedih, dia menyesal mengatakan apa yang dia tahu. Ayu berpikir Kakaknya akan mengerti dan berhenti untuk cemburu dengan Geri nyatanya Kakaknya tidak bisa mengontrol amarahnya.


Aries hanya bisa menoleh kearah Aditya melihat Putranya sangat kacau, dengan apa yang dikatakan Putrinya, Aries mengerti kemarahan Putranya karena Cemburu melihat wanita yang dia cintai bersama Pria lain.


Aries sejenak berpikir apakah Renia sebenarnya tidak mencintai Putranya itu dan sebenarnya menjalin hubungan dengan Pria yang terlibat perkelahian dengan Putranya itu.


“Lisna keadaanku sudah membaik, Pulanglah kamu pasti lelah menemani semalaman biarkan perawat yang akan membantu, Nak Pulanglah bersama Mami mu, Papi dan kakakmu sekarang sudah membaik, Jangan khuatirkan kami, kalian harus menjaga kesehatan” ucap Aires yang menatap Ayu lalu mengarahkan pandangannya ke Lisna.


Lisna merasa hatinya sangat bahagia mendapati suaminya perhatian tidak Nampak dingin kepada nya seperti selama ini dan sekarang suaminya memberikan perlakukan yang manis kepadanya. Lisna melihat tatapan mata yang tulus suami nya yang mengkhuatirkan dirinya juga Putrinya.


“Jimmy pasti menunggu kamu sekarang, dan kemana suami kamu apakah ada bisnis di luar kota, papi tidak melihatnya sedari pagi saat papi sadar sampai sekarang” ucap Aries.


“Mas Hans ada pertemuan bisnis di Surabaya ini tentang bisnis barunya, dia menemui Clien disana” sahut Ayu.


“Baiklah jika begitu, Sekarang kalian berdua pulang dan istrirahat dan terima kasih kalian sudah mengkhuatirkan kami” sahut Aries kepada istri dan anaknya.


Aries berharap keduanya pulang karena dia ingin mengatakan hal penting kepada Putranya, Aries mengerti dengan apa yang dilakukan Aditya, ada kecemasan yang membuatnya tidak bisa mengontrol emosinya, ini tentang Renia atau ada hal yang lebih besar.


Ayu menatap Lisna dari tatapannya ayu mengerti jika Maminya itu akan menuruti apa yang dikatakan suaminya, Ayu akan pulang dan kembali lagi pada malam atau besok pagi begitu juga dengan Lisna.


Ayu berpamitan dengan mencium punggung tangan Aries dan Aditya disusul dengan Lisna yang mencium punggung tangan suami nya lalu menyalami Aditya.


Keduanya melangkahkan kaki meninggalkan Ruang rawat inap VVIP yang merawat Aries dan Aditya. Sepeningglan keduanya Aries bertanya tentang keadaan Putranya dan proses huk*m yang sedang di jalankannya ini.


Aditya hanya menjawab singkat, Jika untuk sementara dirinya dapat dirawat selama dua atau tiga hari jika sudah sembuh akan kemabali kedalan p*njara.


“Nak apa yang terjadi bicaralah dengan Papi, Bagaimana hubungan kamu dan renia” Aries bertanya dia tidak khuatir anaknya akan marah atau emosional mendengar pertanyaan itu.


Melihat tatapan istrinya sebelum pulang Nampak raut kekhuatiran bahwa Aditya akan melakukan hal buruk kepada suaminya tapi Aries tetaplah Papi kandungnya tidak mungkin putranya melakukan hal buruk kepadanya.


Aditya hanya diam masih mengabaikan Aries, dalam diamnya Aditya dia mengingat pertemuannya dengan Sherly apakah itu nyata atau dalam alam bawah sadarnya tapi yang jelas Mama mengatakan agar dirinya memaafkan Papi Aries dan berdamai dengan hidupnya tapi jika mengingat apa yang sudah dia lewati dan sekarang bayangan seorang anak dari Sisilia yang mungkin akan menghancurkan hubungannya dengan Rere membuatnya sulit memafkan Aries.


Meski Sisilia adalah Psikiater yang dia temui diam-diam untuk dirinya melakukan konsultasi atas apa yang dia rasakan setelah kematian Mama Sherly. Tapi Nyatanya nya Sisilia datang menjadi asisten Pribadi atas perintah Aries.


Karena dia cukup mengenal dan sudah terbiasa dengan Sisilia maka dari itu dia menerima Sisilia sebagai Psikiater yang di bayar dan dibawa oleh Aries untuk mendampingi dirinya dan saat dirinya melanjutkan pendidikan di NYC Sisilia diminta oleh Aries untuk mendampingi putranya selama di NYC.


Jika Sisilia tidak mendampinginya maka hubungan yang seharusnya tidak terjadi tidak akan ada. Aditya juga tidak bisa menyalahkan Sisilia atas rasa cinta kepadanya, keadaan ini sudah terjadi dia melakukan dosa besar karena melakuaknnya sebelum menikah dan ini yang harus dia terima bayangan kehilanga Rere didepan matanya.


“Papi…” Aditya menoleh ke arah Aries


“Kenapa Nak” sahut Aries yang juga menoleh kearah Aditya.


“Adit sangat mencintai Renia, bisakah Aditya menikah dengannya”


“Kalian saling mencintai pasti kalian bisa menikah Anakku” balas Aries tersenyum.


Aries bahagia mendengar pertanyaan dari Putranya yang selama ini dingin kepadanya.

__ADS_1


“Papi… Adit melakukan kesalahan dan dosa besar yang sama seperti papi dulu” ucap Aditya dan dahi Aries menkerut.


“Kesalahan dan Dosa apa Nak” balas Aries.


“Apakah Papi siap mendengarkan ini, Aditya tidak ingin keadaan papi memburuk lagi” sahut Aditya memastikan.


"Papi sudah membaik Nak, dengan kamu menatap papi saat ini, membuat papi bahagia dan itu obat untuk Papi Sehat kembali” Jawab Aries dan membuat Aditya tetawa mendengarnya.


“Kenapa Tertawa Nak”


“Sebesar itukah sayang Papi kepada Adit yang tidak pernah Adit sadari, karena kecewa dengan apa yang papi lakukan kepada keluarga adit dulu membuat Adit membenci Papi yang sebenarnya Papi Kandung Adit dan kini Adit melakukan yang sama seperti Papi" Aditya mendongakkan kepala keatas dan Aries terlihat bingung dengan ucapan Putranya.


“Kesalahan dan Dosa ku di masalalu akan membuat benteng dan dinding besar atas hubungan ku dengan Renia”


Setelah mengucapkan itu Aditya menatap langit ruangan itu kembali. Hatinya sakit membayangkan Rere menjauhi dirinya karena apa yang dia perbuat dimasa lalu, Rere akan memilih Geri untuk hidupnya lalu bagaimana dirinya bisa berdamai dengan hidupnya dan memaafkan dirinya sendiri setelah kehilangan Rere.


“Papi aku melakukan dosa besar bersama Sisilia” ucap Aditya pada akhirnya lalu menoleh kembali kearah Aries.


“Apa yang kamu lakukan nak”


Aries sudah mulai memahami arah dari ucapan Aditya, dia mempersiapkan jantungnya agar tidak terjadi hal buruk.


“Papi… Sisilia Hamil saat di NYC dan Adit menyuruhnya untuk menggugurkan diri” ucap Aditya dengan tatapan Sedih.


Dada Aries sakit tapi dia ingin bisa mengotrol karena Putranya membutuhkan dirinya saat ini untuk bicara agar beban hati putranya menjadi ringan.


“Apa dia menuruti mu Nak” Sahut Aries dengan memegangi dada nya yang mulai sesak.


“Papi Baik-Baik sajakan” tanya Aditya menatap Aries yang terlihat memegangi dadanya sendiri.


“Papi Baik Nak, Apa dia menggugurkan anak kalian” tanya sekali lagi


“Tidak… dia membohongi ku, saat itu dia bilang sudah menggugurkannya tapi tadi pagi dia mengatakan dia melahirkan dan menyembunyikan nya dari ku”


Aditya mengela nafas dengan kasar dan Aries terlihat bangun dari tidurnya dan menggapai Gelas diatas Nakas dekat ranjang rawat inapnya.


Aries butuh minum dia mengatur nafas supaya tidak kembali memburuk, Aditya memberitahu disaat kurang tepat apa sebenarnya rencana Aditya.


Apakah ingin Papi Kandungnya terkena serangan Jantung kembali. Aditya hanya menatap Aries dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Aries menatapnya lalu berkata


“Apa Kamu mencintai Renia atau hanya perasaan yang belum usai” tanya Aries setelah selesai minum.


“Apa maksud Papi” Aditya balik bertanya.


“Jika kamu mencintai Rere kenapa kamu bisa menjalin hubungan dengan Sisilia, Apa kamu juga mencintai Sisilia” tanya Aries penuh selidik.


Aries berpikir putranya lama sendiri dan yang mereka tahu bahwa Aditya menunggu dan mencari Kekaksih di masa lalu nya dan Mengalami Depresi berat atas kematian Sherly


Tapi pengakuanannya kali ini tentang kehamilan Sisilia membuat dirinya bertanya, Apakah sebenarnya Aditya memiliki perasaan terhadap Sisilia karena itu dia tidak dekat dengan siapapun selama ini.

__ADS_1


Aditya tidak pernah membawa seorang wanita ataupun bersama wanita selain Sisilia, Jika Aditya mencintai Renia dan tulus mencarinya kenapa ada hubungan gelap antara Putranya dengan Sisilia yang terpaut usia 5 tahun itu dan tadi putranya mengatakan cinta dan ingin menikah dengan Renia. Jika seperti ini Aries menjadi tidak mengerti apa yang dirasakan Putranya, Siapa yang sebenarnya dia cintai.


Dan apa yang terjadi selama di NYC padahal dirinya sudah menyewa pengawal pribadi untuk mendampingi Aditya tapi kenapa ada yang luput darinya. Pengakuan mengejutkan dari Aditya ini membuat Aries bingung.


__ADS_2