Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 25 Menolak


__ADS_3

Sesampai nya di parkir apartemen, Rere kaget mendapati Aditya yang keluar dari mobil Sport dan melangkah ke arah nya.


Rere dengan penuh amarah mendekati Aditya dan menampar nya, ntah keberanian dari mana dia menampar putra kesayangan salah satu pemilik perusahaan besar dengan tatapan kekecewaan tapi yang di tampar hanya diam dan menunduk.


"Jangan pernah datang dan menemui aku lagi mas, anggap kita tidak saling kenal dan memang seperti itu seharusnya" Rere menatap dengan tajam ke arah Aditya.


"Sayang.... " Aditya ucapan nya terhenti karena melihat Rere mengangkat tangan nya dengan kode yang menyuruh diam.


Rere bergegas masuk ke mobil padahal dia baru saja turun dari mobil online. Aditya sedikit bingung dan bertanya apa yang terjadi dengan pujaan nya itu, Aditya menghampiri mobil Rere dan berusaha membuka mobil tapi tidak bisa karena Rere sudah mengunci mobil dari dalam dan bersiap untuk pergi ke rumah sakit di mana ibu nya di rawat.


Aditya mencoba menghentikan dengan berdiri di depan mobil Rere tidak mengijinkan Rere pergi tanpa penjelasan mau kemana dan ada apa bukan hanya itu Aditya juga ingin meminta maaf dan berharap tatapan tajam penuh kekecewaan dan apa yang di katakan untuk menjauh dari nya untuk di tarik kembali.


Aditya bertemu kembali dengan belahan jiwa nya setelah 18 tahun berpisah sudah tentu tidak akan rela jika di minta menjauh. Rere marah dan keluar dari mobil yang sebelum nya membunyikan klakson agar aditya menyingkir dari depan mobil nya tapi tetap tidak di lakukan.


"Ada apa dengan kamu mas, kenapa kamu membuat hidup ku sulit. pergilah aku lelah" Teriak Rere sambil menangis


"Renia Sayang... " Aditya mendekati dan kembali Rere memberi kode untuk menjauh dari nya.


"Pergilah mas aku lelah" ucap Rere.


Lalu masuk kedalam mobil dan melaju ke arah jalanan ibu kota dan Aditya yang memberi jalan Rere segera menuju mobil untuk segera mengejar mobil yang di bawa Rere.


Kenapa dan mau kemana Rere itu yang terus dia katakan dengan mata menatap kearah fokus kendaraan Rere yang melaju kencang. dan tanpa sadar Aditya hampir menabrak penjual pisang yang hendak membawa gerobak jualan nya untuk menyebrang.


Jika tidak berhenti sudah pasti dia akan menabrak penjual tersebut dan dia akan berurusan kembali dengan pihak berwajib sedangkan diri nya masih harus menghadapi perkara mengenai tindakan pemukulan terhadap geri.


Cukup lama dia berdiam di dalam mobil menunggu penjual pisang itu melintasi mobil nya karena setelah itu ada pasangan suami istri yang lanjut usia melintas mobil nya juga, Aditya memperhatikan sampai sepasang suami istri sampai ke arah sebrang jalan.

__ADS_1


Aditya tersenyum dengan membayangkan diri nya dan Rere bisa seberuntung pasangan itu tanpa sadar telah mengakibatkan macet dan suara klakson panjang bersautan.


Aditya lupa dia sedang mengikuti Rere, segera mobil dilajukan kembali untuk mencari keberadaan mobil sang kekasih dia melaju sedikit cepat tapi tetap ketinggalan jejak pujaan nya itu.


...****************...


Sedang di rumah sakit Orang tua Geri menerima kunjungan pihak berwajib yang sedang menangani kasus Geri dan Aditya. Pihak berwajib tersebut menemui dan meminta keterangan geri


Orang tua Geri tetap ingin proses hukum berlanjut dan membuat efek jera terhadap tindakan semena-mena putra konglomerat itu terhadap putra nya.


Orang tua Geri sudah memafkan tapi proses tetap harus berjalan begitu keinginan orang tua meski Geri ingin menyelesaikan secara kekeluargaan tapi orang tua nya berbeda pandang jadi Geri hanya diam saat pihak berwajib datang ke ruang rawat inap VVIP tempat nya di rawat.


Setelah mendapatkan jawaban dari kedua orang tua korban dan keinginan untuk melanjutkan proses nya, maka pihak berwajib dengan cepat mendatangi kediaman Erlangga untuk mengamankan Aditya.


Saat pihak berwajib datang ke rumah utama Aries bertepatan dengan itu juga Aditya datang ke rumah nya, Aditya pulang setelah mencari Rere tapi tidak kunjung bertemu.


Aditya memahami apa yang terjadi hanya dengan melihat kendaraan yang terparkir dan dia sudah mempersiapkan segala nya untuk kemungkinan terburuk itu lalu Adit turun dari mobil nya dan melangkah ke arah dalam rumah.


Aditya menghampiri anggota yang akan menjemputnya dan juga sang Papi di sana ada adiknya ayu lalu keponakan dan adik ipar nya yang menemani sang Papi berbicara dengan anggota yang akan membawa nya.


Sekilas Aditya melihat Mami sambung nya tersenyum penuh dengan kemenangan dan menatap sinis ke arah nya di mana dia duduk di samping suami nya yang juga Papi kandung Aditya.


"Apakah ini waktu nya" tanya Aditya


"Benar pak sebaiknya pak Adit ikut kami untuk melakukan proses yang di butuhkan sesuai prosedur" jawab salah satu anggota.


"Baiklah saya ikut dengan bapak, lakukan apa yang harus di lakukan" Aditya nampak santai

__ADS_1


Dan itu membuat hati sang ayah seperti di hantam oleh pukulan yang sangat keras.


"Adit putra ku... " Aries menghampiri putra nya dan mengeluarkan air mata yang tidak bisa dia bendung sambil memeluk putra dari wanita paling di cinta nya itu.


Aditya hanya menatap Papi nya dengan tatapan dingin dan datar. Lalu menoleh ke arah Mami sambung nya dengan tatapan yang sulit di artikan lalu tersenyum sinis.


Papi Aries masih memeluk putra tersayang nya, seakan tidak rela jika putra nya itu harus bermalam di tempat yang tidak seharusnya menurut Aries.


Aditya melepaskan pelukan Papi nya dan melangkah mengikuti pihak berwajib yang datang untuk menjemputnya.


"Cepat telepon pengacara sekarang juga dan antarkan saya ke sana" ujar Aries kepada Riki.


"Baik Pak Aries" hanya itu jawaban nya.


Sang istri tersenyum menyaksikan kehancuran putra dari wanita yang membuat keluarga nya terbelah dan cinta suami yang sejak awal pernikahan dia perjuangkan menjadi sia-sia. Lisna mendapatkan tubuh Aries tapi tidak hati nya.


Lisna merasa hidup dengan patung yang sejak wal pernikahan tidak bisa menerima cinta nya dan seakan menjaga jarak dan suami tidak pernah melupakan kekasih hati yang sudah tiada, setelah suami nya melangkah keluar pintu dia juga ikut melangkah menuju jendela besar yang ada di ruang tamu dan melihat serta menikmati apa yang terjadi.


Ayu melihat Papi nya sangat bersedih dan terpuruk lalu melihat sang Mami dengan senyum kemenangan nya dan juga melihat sang kakak tiri di bawa mobil di ikuti sirine khas pihak berwajib.


Hati Ayu sangat sedih kenapa keluarga nya harus mengalami masalah yang rumit seperti ini. Akhir nya Ayu meminta suami untuk mengikuti Papi dan kakak tiri nya untuk sekedar mendampingi.


Anak nya di titipkan kepada Mami, dan segera suami nya mengendari Mobil Sport milik nya mengikuti rombongan itu meski awal mendapatkan pertentangan dari sang Mami yang tidak ingin anak nya mendampingi aditya yang dianggap merusak rumah tangga nya dan mencuri kasih sayang Papi Aries.


Dan melarang mendampingi nya cukup Papi Aries yang melakukan itu karena Adit adalah putra nya jadi sudah menjadi tanggung jawab Aries tapi bukan Ayu. Putri nya bergeming dan tetap meminta suami nya untuk mengantarkan.


Dari gerbang pintu nampak para pencari berita sudah menunggu siapa saja yang keluar dari rumah milik keluarga Erlangga itu.

__ADS_1


Setelah mereka berlalu dari rumah utama, nampak Lisna menghubungi seseorang.


"Segera rilis berita terbaru tentang kejadian malam ini" terlihat senyum Lisna penuh kebencian dengan tangan yang dilipat di atas perut nya kemudia menatap luar jendela dan berlalu ke arah kamar pribadi dengan menggendong cucu nya"


__ADS_2