Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 164 Pertemuan Aditya dan Rian


__ADS_3

Aditya menoleh dan keduanya saling pandang dan Aditya tersenyum lalu berlari kearah pria paruh baya yang selama ini dia cari.


"Aditya...Putraku" Aditya memeluk Rian


"Papa... Adit Kangen Pa... " Keduanya menangis haru.


"Nak... Kamu Baik-baik saja putraku" Rian menatap Aditya saat dirinya menarik diri.


Aditya menahan rasa sakit yang ada luka tembak tapi dia tidak mengatakan apapun karena tidak ingin merusak moment pertemuan dirinya dengan Papi sambungnya itu.


"Papi lihat berita kamu melakukan hal yang sangat bodoh, Nak. Katakan kepada Papa apa yang terjadi Nak. Papa ada disini untuk mendengar semua cerita kamu. Meski terlambat. Maafkan Papa yang baru kali ini mencari kamu Nak"


"Pa... Aditya mencari tahu tentang Papa ke tempat kerja Papa yang berada di kalimantan saat Aditya kembali dari Amerika tapi mereka berkata Papa berhenti kerja dan memutuskan untuk Pensiun Dini. Aditya kehilangan Jejak Papa dan sekarang Aditya bersyukur Papa mencari Aditya"


"Nak... Masuklah kita bisa bicara di dalam" Rian membuka pintu dan Aditya masuk ke dalam Hotel


Setelah keduanya duduk Rian memberitahukan bahwa dirinya memutuskan untuk Pensiun dini karena tidak bisa berkonsentrasi dengan pekerjaannya setelah perceraiannya dengan Sherly.


"Saat Papa kembali ke semarang dan ingin menemui Sherly untuk yang kedua kalinya, Papa baru tahu Mama kamu meninggal dunia dan saat papa datang ke makam mama kamu. Papa bertemu dengan seseorang yang mengatakan jika kamu dalam keadaan tertekan dan tidak Baik-baik saja dan kamu mengalami depresi dan trauma yang sangat berat dan harus mengkonsumsi obat penenang. Papa sedih dan memutuskan untuk mendatangi kediaman Erlangga keluarga kandung kamu untuk di beri ijin membesarkan kamu nak. dan Papa bertemu dengan Ayah dari Aries yang adalah kakek kamu dan dia melarang Papa bertemu dengan kamu juga dia memberitahukan bahwa kamu dibawa Papa kandung kamu ke jakarta" Ucap Rian sambil menangis dan Aditya menggenggam tangan Rian.


"Maafkan Aditya Papa... yang tidak bisa menemukan keberadaan Papa sampai Papa sendiri yang mencari Aditya. Papa sebelum mama meninggal dunia mama meninggalkan sebuah surat dan sampai hari ini Aditya selalu menyimpannya karena surat itu untuk Papa Rian. Setelah pemakaman Hans, Aditya akan datang kembali kemari dan membawa surat yang ditulis mama untuk Papa"


Rian mendengarnya merasa bahagia dan tersenyum lalu menganggukan kepala dan mereka berpelukan kembali.


"Papa... Maafkan Mama Sherly dan Papi Aries yang telah melukai hati dan juga memanfaatkan kebaikan Papa Rian untuk memberikan identitas dan sebuah keluarga untuk Adit"


Aditya menangis mengingat apa yang dilakukan oleh Mamanya di masa lalu.


"Nak, Papa sudah memaafkan mama kamu meski berat. Mama kamu adalah cinta terbaik yang Papa miliki meski cinta mama kamu tidak pernah diberikan untuk Papa dan kamu harus tahu nak jika selama ini Papa selalu menyimpan kenangan dan kebersamaan keluarga kecil kita yang harmonis dan penuh kebahagiaan disini" menunjuk ke dadanya sendiri.


Aditya mengangguk dan mencium telapak tangan Rian dan menangis dilutut Rian. Aditya sungkem ke papa sambungnya meluapkan rasa rindu dan haru bisa bertemu kembali dengan papanya dan dirinya juga meminta maaf untuk seluruh masa lalu pahit yang di alami Rian karena kedua orang tuanya.


"Nak... Sudahlah lupakan itu dan kita harus menatap masa depan setelah ini. Sekarang Ceritakan kepada Papa tentang kamu dan juga Renia. Apa dia Putri dari Pak Rabbas dan bu Inah tetangga kita dahulu"


Aditya terdiam saat mendengarkan nama wanita yang di cintainya itu di sebut dan menganggukan kepala.


"Papi juga melihat berita di televisi tentang kamu nak. Apa benar kamu memiliki seorang putra dari wanita lain dan kenapa kamu berselisih dengan seorang pria di apartemen Renia yang berakibat kamu berurusan dengn pihak berwajib. Apa yang terjadi Nak. Apa kamu sudah menikah tapi Papa selalu mengikuti berita kamu dan Papa tahu kamu belum menikah. Maksud Papa apa Aditya pernah menikah siri"


Aditya terdiam sejenak dan menoleh kearah langit yang bisa dirinya lihat dari balik kaca hotel. Aditya bingung harus dari mana dia menjelaskan permasalahan yang terjadi dalam hidupnya karena terlalu rumit.


"Pa... Sebenarnya Aditya sudah memiliki seorang putra dari seorang wanita yang menjadi psikiater pribadi Aditya, jadi berita itu benar. Dia bernama Sisilia usia kita berbeda 5 tahun. saat bertemu dengan dirinya usia Sisilia 21 tahun dan Adit berusia 16 tahun. Dia yang selalu bersama Aditya selama ini, Aditya merasa nyaman dengan Sisilia tapi aditya tidak bisa melupakan Renia... Salah Aditya tidak menceritakan dari awal kepada Renia dan berusaha menutupinya. sehingga Renia tahu dari media. Adit bukan ingin menutupi identitas putra Adit hanya saja rasa takut kehilangan Renia selalu membayangi pikiran Aditya. Karena sahabat Renia juga mencintai Renia" Aditya duduk diatas lantai dan menatap Rian saat bercerita.

__ADS_1


"Aditya hanya ingin menceritakan ini setelah menikahi Renia tapi fakta yang terjadi Media sudah membuka apa yang Aditya tutupi dan Renia memutuskan hubungan dengan Aditya. karena itu Aditya menembak diri sendiri agar Renia mengurungkan niat untuk meninggalkan Aditya. Tapi ternyata Aditya menerima kenyataan jika Rere di diagnosa dokter mengidap Leukimia Pa... Aditya semakin takut kehilangan Renia"


Aditya menangis kembali dan menutup wajahnya dengan kedua lengan yang dipautkan dikedua lututnya.


"Bagaimana dengan keadaan Pak Rabbas dan Bu Inah orang tua Renia sekarang nak. Apa mereka menyetujui hubungan kalian"


Aditya mendongakan kepala lalu menatap wajah Rian yang teduh dan menenangkan dirinya. Rian sangat memanjakan Aditya dan sering mendapatkan komplen dari Sherly. Aditya mengingatnya bahkan apapun yang diminta Aditya selalu dituruti oleh Rian.


Papanya itu tidak pernah marah justru dirinya selalu mengajak Aditya bicara saat Putranya melakuakan kesalahan di sekolah dahulu. Rian tidak pernah mendidik Aditya secara kasar. Maka dari itu ada sisi arrogant yang dimiliki oleh Aditya dan itu terbentuk dari dulu sebelum dirawat oleh Aries. Aditya sadar dirinya memang sangat manja kepada kedua orang tuanya yaitu Rian dan Sherly.


Itu juga alasan Aditya sangat kehilangan kedua sosok orang tua yang sangat dia rindukan moment kebersamaan mereka yang hilang karena perselingkuhan Sherly. Aditya selalu berpikir jika mamanya tidak berselingkuh mungkin keluarganya masih untuh meski dia tidak akan pernah tahu bahwa Rian papa sambungnya dan hubungan dirinya dan Rere tidak serumit sekarang.


Aditya juga bisa menolong Rere melewati masa sulit saat Pak Rabbas meninggal dunia tapi Aditya sadar bahwa ini takdir Allah dan dirinya harus menerima semua ini. Berdamai dengan masa lalunya.


dan berdamai dengan takdirnya memang butuh semangat yang sangat besar yang harus dia miliki. Saat ini semangatnya adalah Rere dan wanitanya itu justru sedang berjuang melawan kanker yang dideritanya. Rian menyentuh lengan Aditya dan membuyarkan pikirannya.


"Pak Rabbas sudah tiada Pa dia mengidap kanker dan Renia sekarang juga di diagnosa kanker oleh dokter. Bu Inah ada di jakarta tinggal di Apartemen Renia"


"Renia di rawat dimana sekarang Nak. Papi akan menjenguknya"


"Rumah Sakit**** dekat dengan tempatnya bekerja" Sahut Aditya.


"Papa akan menemuinya besok kamu tenangkan diri kamu jangan berpikir buruk apalagi sampai melakukan sesuatu yang menyakiti diri kamu sendiri ya Nak" Aditya mengangguk pelan dengan raut wajah sedih


"Mereka sekarang tinggal di Amerika. Sissillia tahu saya sangat mencintai Renia dan dirinya bersedia jika menjadi istri kedua saya pa"


"Lalu Apa Renia bersedia dan setuju dijadikan istri pertama yang artinya kamu memiliki istri lebih dari satu, Nak" Rian menggelengkan kepalanya mendengar apa yang diucapkan Aditya.


"Nak jangan memaksakan orang lain melakukan apa yang kamu inginkan"


"Tapi Aditya tidak bisa hidup tanpa Renia... Pa. Alasan Aditya bisa tetap hidup setelah kepergian Mama karena harapan bertemu dengan Renia dan sekarang kami telah bertemu sejak 18 tahun Aditya mencarinya sama seperti Aditya mencari Papa. Aditya tidak bisa melepaskan Renia lalu melihat Renia menikah dengan Pria lain atau melihat Renia sakit dan berjuang sendiri. Aditya tidak bisa mengabaikan dan akhirnya Renia pergi meninggalkan Aditya seperti Mama. Aditya akan berjuang untuk mengembalikan cinta Renia Pa dan tetap akan menikahinya meski renia tidak setuju tetap Aditya akan melamar Renia"


"Jika Renia tidak mau di madu, Bagaimana Nak ?dan Renia sepertinya tidak menerima masalalu kamu Aditya, buktinya dia memutuskan kamu, Nak. Pasti ini sulit bagi dirinya sama seperti Papa juga tidak menerima kenyataan jika kamu bukan darah daging Papa dulu saat Aries mengatakan itu saat mereka ketahuan selingkuh. Itu sangat berat nak. perselingkuhan mereka juga belum Papa Terima ditambah kenyataaan ada seorang anak di antara hubungan kami. Meski kondisinya berbeda tapi papi merasakan apa yang Renia rasakan ini sangat sulit Nak untuk dirinya"


Rian berusaha menjelaskan apa yang dirinya rasakan dan mungkin juga Renia rasakan.


"Jika Renia tidak ada, apa Aditya kuat menjalani hidup Pa... " Aditya terdiam dan memandang kosong ke arah Rian.


"Apakah Renia sudah menikah atau pernah menikah sebelumnya Nak. Maaf Papa bertanya karena Papa masih bingung dengan semua ini"


"Renia belum pernah menikah sampai saat ini. Renia menunggu Aditya memenuhi janji untuk datang menemui Renia sebelum Mama membawa Aditya dan sebelum kedua orang tua Renia meninggalkan Jogja. Aditya berjanji akan menemuinya dan dengan bodohnya Renia menunggu sampai saat ini Pa... dan Aditya jahat karena mengkhianati cinta tulus Renia. Aditya memenuhi janji untuk bertemu kembali dengan Renia tapi Aditya mengkhianati dirinya dengan berhubungan tanpa cinta dengan wanita lain dan sekarang Aditya memiliki Putra bersamany"

__ADS_1


"Jika seperti itu lepaskan Renia, Nak. Jangan persulit hidup kalian berdua. Biarkan Renia menyembuhkan sakit hati juga sakitnya sekarang lalu biarkan Renia menikah dengan siapapun pria yang tulus mencintai dirinya dan kamu kembalilah kepada sissillia nikahi dia demi Putra kalian. Jangan lakukan kesalahan yang sama seperti Papa dan Mama kamu. Renia akan menderita karena itu. Cinta tidak harus bersama atau saling memiliki. Bertanggung jawablah jika kamu melakukan kesalahan Nak" Aditya menggelengkan kepala mendengar ucapan Rian.


"Renia pasti akan memaafkan kamu, Nak dan ini belum terlambat lepaskan Renia dan biarkan dirinya menata hidupnya setelah hatinya hancur dan Jangan kamu berikan luka untuk orang yang mencintai kamu Adit. kamu sudah menepati janji untuk menemui Renia dan Renia juga sudah menepati janjinya untuk menunggu kamu. Kini saatnya kalian menjalani takdir kalian masing-masing" sambung Rian.


"Kenapa Papa menyuruh Aditya melepaskan Renia. Apa Papa tahu apa yang Aditya rasakan selama ini... Hanya Renia yang membuat Aditya bertahan untuk mampu melanjutkan hidup Aditya Pa... dan sekarang Papa menyuruh untuk melepaskan nafas Aditya. Papa itu sama saja Papa menyuruh Aditya untuk berhenti bernafas. MENGERTI!!! " Suara tinggi Aditya terdengar ditelinga Rian.


"Tenanglah Nak... Bukan seperti itu maksud Papa. dengarkan Papa, Nak"


"Aditya akan tetap menikahi Renia Pa" ucap Aditya dengan tatapan tajam dan meninggalkan ruangan hotel.


"Nak... dengarkan Papa. Aditya berhenti" Teriak Rian.


"Tidak ada seorangpun yang bisa mencegah Aditya menikahi Renia Pa... "


"Aditya tunggu Nak"


Bruuukkk


Suara pintu tertutup dengan kerasa dan Rian hanya menatap kearah pintu lalu duduk diatas ranjang tempat tidurnya.


Dirinya baru bertemu kembali dengan putra sambungnya akan tetapi kesan pertama tidak sesuai yang Rian harapkan. Rian menghembuskan nafas panjang dan lalu berkata


"Lihatlah Sherly Putra Kamu mirip dengan dirimu jika menginginkan sesuatu dia tidak memikirkan perasaan orang lain. Aditya mirip seperti kamu dan Aries. Dia memang Putra kalian"


...****************...


Aditya melajukan mobilnya kearah rumah sakit tempat Rere dirawat. Perkataan yang dilontarkan oleh Rian berputar dikepalanya membuat Aditya kesal dan marah lalu memukul setir dengan sangat keras.


"Aaaaahhhhhrrrgghh.... Tidak... Sayang kamu tidak akan pernah Mas lepaskan... Tidak akan pernah sayang. Reniaaaaa" Teriak Aditya merasa kesal.


Tanpa terasa mobil yang dikendarinya itu sampai di parkir rumah sakit. Aditya tidak keluar dari mobil dirinya hanya menatap Lobby rumah sakit dan menangis.


Karena terlalu banyak bergerak membuat luka yang ada di dadanya terasa sakit. Aditya hanya bisa menyandarkan kepalanya di kursi pengemudi dan menutup matanya


"Lepaskan Renia Nak... Jangan memberikan Luka untuk orang yang mencintai kamu. Kembalilah kepada Sisilia dan Putra kamu. Bertanggung jawablah dengan apa yang kamu perbuat"


Ucapan Rian berputar diingatanya membuat Aditya marah dan memukul kembali setir mobil. Kemudian Aditya melangkahkan kakinya kearah Lobby dan menuju keruangan rawat inap Rere.


Disana tidak ada lagi yang menjenguk Rere. Bu Ria dan rekan kerja Rere pulang pukul 8 malam begitu juga dengan Tya yang memutuskan untuk pulang karena tidak ingin ibunya cemas dan curiga jika dirinya belum pulang. Ria mengantarkan Tya ke apartemen milik Rere.


Geri dan Cantika juga pulang karena Rere meminta keduanya untuk pulang dan jangan mencemaskan Rere berlebihan. Geri harus bekerja dan Cantika juga harus fokus pada bisnisnya. Kedua sahabatnya itu setuju.

__ADS_1


Sebelum pergi Cantika berkata akan mencari tahu tentang Ayu saat pulang kerja besok dan berharap mendapatkan kabar tentang kondisi Ayu dan Rere hanya menganggukan kepala.


__ADS_2