Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 30 Saling Menguatkan


__ADS_3

"Bagaimana nak, apa ketemu sama Rere adikmu" tanya ibu inah kepada anak ketiga nya.


"Rere ada di cafe bersama teman nya bu, jangan mengkhuatirkan Rere, nanti mungkin dia akan ke sini lagi" jawab Tya.


"Baiklah mungkin Rere sedikit kaget dia butuh waktu untuk sendiri dan nanti dia akan mengerti dan memahami semua nya, adikmu orang yang baik pasti dia akan mengikhlaskan dan menerima apa yang kita lakukan dia hanya sedikit kecewa dan marah, tapi marah nya tidak akan lama" jelas ibu inah yang di balas dengan anggukan Tya.


Meski ibu menjelaskan tapi tidak melihat apa yang Tya lihat di cafe betapa sedih dan kecewa nya Rere dan terlihat sangat terpukul bahkan menangis sampe mengeluarkan suara tangis pilu yang sebelumnya tidak pernah dia lihat.


Di mata Tya adik perempuan nya itu seorang wanita kuat sesedih apapun tidak pernah menangis tidak seperti diri nya yang mudah sedih dan mengeluarkan air mata bahkan menunjukan ke orang lain.


Air mata Rere keluar hanya saat kematian sang ayah 18 tahun yang lalu dan seingat Tya dia tidak pernah melihat lagi air mata adik perempuan nya itu dan hari ini perdana setelah kematian ayah, Tya melihat lagi tangisan sendu adik nya.


Saat adiknya datang dan melihat ibu berbaring di bangkar rawat inap dan di cafe saat tahu tabungan untuk ibu nya di jual hanya untuk membayar kesalahan suami nya.


"Tadi kamu bilang Rere sedang bersama teman nya siapa dia nak" tanya ibu kembali


"Dia Perempuan bu bukan laki-laki, seperti nya dia kemari bersama teman nya itu dan sekarang sedang makan itu yang Tya lihat bu"


"kita tunggu saja Rere kembali nanti, ibu akan minta maaf kepada rere karena menjual sawah milik nya tanpa ijin" jelas ibu.

__ADS_1


"Biar Tya saja bu, lagian Tya mau berhenti kerja dan mau pergi ke timur Tengah saja mau cari kerja di sana, Tya ga bisa tinggal di rumah itu lagi, biarlah rumah nya untuk mas didit atau di kosongkan saja" Tya menangis dan menutup wajah nya menggunakan kedua tangan.


"Atau Rere bisa ambil rumah Tya bu, untuk kredit sisa 2 tahun lagi nanti bisa di take over aja atas nama Rere. Nanti sisa nya Tya yang akan bayar atau bagaimana nanti Rere ingin nya seperti apa biar Tya ikut saja keputusan Rere yang penting uang penjualan sawah bisa Tya ganti" tambah Tya menjelaskan untuk sang ibu.


"Kita diskusi kan lagi sama Rere nanti, kemarin tidak sempat di bicarakan karena keadaan yang sangat mendesak, kebetulan ada nya sawah ya kita jual itu dan untung nya ada yang berniat membeli nya dan sisa uang nanti di kembalikan lagi kepada Rere dan ibu yakin adik kamu akan mengerti" jawab Ibu


"Tapi tetap Tya akan membicarakan ini dan meminta maaf kepada Rere karena sudah menjual sawah milik nya tanpa ijin" Tya menjawab sambil menundukan kepala.


"Sudah nak tidak usah lagi di pikirkan ini sudah jalan dari ALLAH atas apa yang sudah terjadi dalam hidup kita, Dan apa pun yang terjadi pada hidup mu sekarang adalah kehendak Nya, yang terpenting saat ini adalah masalah kamu segera di bereskan dan fokus besar kan dion, sekolahkan Dion dengan baik supaya sukses dan bisa mengangkat derajat kamu seperti yang di lakukan adik mu Rere untuk ibu dan keluarga kita"


Flasback


Saat Rere ingin mendaftarkan Arsyila kuliah, adiknya itu menolak dan membuat Rere marah besar karena menurut Rere pendidikan itu sangat penting. Ibarat, ijasah adalah pintu yang dapat membuat kita keluar dari kesulitan hidup.


Jika kita memiliki Pendidikan maka kita bisa bekerja di tempat yang bagus mendapatkan gaji besar dan merubah hidup kita menjadi lebih baik. Saat itu Rere seperti merasa gagal mengurus amanah ayah untuk menjaga adik nya.


Rere ingin Arsyila bisa seperti diri nya memiliki pekerjaan baik dan mendapatkan pendidikan sampai universitas untuk kunci masa depan nya, jika itu di lakukan Rere akan merasa bahagia sudah menjalankan amanah Ayah nya menjaga adik.


karena sudah memiliki tabungan untuk biaya hidup ibu nya berupa sawah dan bisa memberikan pendidikan untuk adik agar saat diri nya menikah kelak, Rere sudah merasa tenang.

__ADS_1


Karena Hidup ibu akan lebih mudah dengan penghasilan dari sawah dan tabungan yang di berikan untuk ibu inah dan adiknya akan mendapatkan penghasilan dari pekerjaan nya.


Tapi Arsyila menolak dengan alasan jika dia melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas maka Rere akan terus memiliki beban dan tidak fokus untuk menikah sedangkan usia nya sudah memasuki usia 30 tahun.


Kadang Arsyila terlihat tidak peka atau diam tidak ikut dalam masalah keluarga bukan karena masih kecil tapi dia seorang anak yang introvert dan membawa permasalahan dalam pikiran nya sendiri dan memutuskan sesuatu menggunakan hati dan juga pikiran nya sendiri tanpa melibatkan pendapat orang lain.


Ibu Inah mendukung keputusan Arsyila dan itu yang membuat Rere kecewa. Padahal Rere hanya ingin memberikan yang terbaik untuk adik nya dan masalah dia belum menikah bukan karena ibu dan Arsyila tapi memang belum menemukan jodoh dari Tuhan dan dalam hati nya masih menyimpan perasaan dan memory yang kuat akan kekasih lama yang menurut nya akan bertemu kembali.


Flasback Selesai


"Nanti saat Rere kemari ibu akan meminta untuk dia bisa membantu kamu membesarkan Dion supaya Dion mendapatkan pendidikan seperti rere, dulu Rere kecewa saat Arsyila menolak untuk di daftarkan di Universitas karena ingin teteh nya bisa fokus mencari jodoh, dan ibu mendukung bukan karena tidak menginginkan Arsyila memiliki pendidikan yang tinggi dan sukses tapi karena ibu merasa selalu menjadi beban untuk nya, Tapi hari ini ibu akan meminta Rere membatu kamu membesarkan Dion" tangan ibu mengenggam kedua tangan anak nya dan mulai meneteskan air mata.


"Usia Renia sudah memasuki 32 tahun dan masih sendiri, ibu pasrah dengan keadaan nasib anak ibu, mungkin ini yang sudah di gariskan ALLAH, meski ibu selalu berdoa agar di dekatkan jodoh nya tapi ibu mulai menerima kemalangan Rere, maka dari itu kalian berdua bersaudara jangan berdebat atau saling menjauh, Rere jika ibu tiada dia sendiri tidak memiliki suami bahkan anak, dan kamu meski memiliki anak tapi harus berjuang keras dalam hal ekonomi untuk anakmu, ibu ingin kamu bisa berbagi dengan Rere dan Rere bisa berbagi dengan kamu" ibu terhenti karena menangis.


"Di masa tua nya nanti, tolong jaga Rere jika memang jodoh nya tidak ada di dunia, Dion anak mu memiliki dua ibu, Kamu dan Rere. Arsyila sudah memiliki toko roti karena di beri modal Rere dan dia juga sudah memiliki pacar dan ingin melamar nya dan tahun depan akan menikah jadi ibu tidak terlalu berat hati untuk Arsyila tapi hati ibu merasa sedih untuk Rere dan sekarang di tambah kamu maka dari itu teruslah bergandeng tangan dengan Renia adikmu Tya" ibu menangis tersedu


"Rere wanita cantik, berpendidikan tinggi dan memiliki perkerjaan yang bagus, banyak yang ingin menikahi Rere bu, jadi ibu jangan mengkhuatirkan Rere, ibu harus jaga kesehatan, supaya bisa melihat anak kesayangan ibu menikah, dan Arsyila juga akan menikah. Jadi ibu harus sehat dan pasti kedua anak ibu bisa memiliki Keluarga yang bahagia dan tidak akan hidup sebatang kara, cukup Tya yang hancur rumah tangga nya tapi kedua adik Tya insyaallah tidak bu" ucap Tya yang menguatkan hati ibu nya.


Tanpa sadar dua wanita berdiri di depan pintu dengan posisi pintu yang terbuka karena Dion membuka pintu dan tidak menutup nya kembali saat Arsyila mengajak nya untuk pergi ke minimarket guna membeli minuman dan makanan untuk stock di ruang rawat ibu nya.

__ADS_1


__ADS_2