
Di Rumah Utama milik keluarga Erlangga terlihat Aries menelpon seseorang dengan emosional dan sempat menggebrak meja.
"Siapa yang menyuruh merilis berita tentang Putra ku, Cari tahu secepat nya" ucap Aries kepada orang kepercayaan nya di ujung telpon sana.
Tampak Aries duduk dengan tatapan marah, dia segera meminum air putih yang ada di atas meja kerja nya dan tiba-tiba panggilan telepon dari Riki masuk.
"Selamat Siang Pak Aries" ucap riki
"Kata kan Riki"
"Pak para pemegang saham menelpon dan meminta di adakan pertemuan darurat guna membahas masalah yang tengah di hadapi Pak Aditya dan saya mendapatkan laporan bahwa saham kita turun drastis sampai 25%" lapor Riki.
"Kenapa dengan Pemegang Saham itu kenapa meminta pertemuan darurat" sahut Aries.
"Laporan yang saya Terima mereka ingin mengganti Pak Aditya karena di anggap membuat keadaan Perusahaan dalam masalah besar" Riki menjelaskan.
"Besok adakan pertemuan khusus Aku datang besok" setelah itu telepon di tutup.
Mereka ingin menyingkirkan Putra ku dari pimpinan Perusahaan yang Kakek nya dirikan. Mereka Pikir mereka siapa dan bisa semudah itu menyakiti Putra ku. Mereka harus tahu sampai kapan pun Aditya Putra Erlangga akan menjadi pemimpin perusahaan Erlangga bahkan jika mereka masih mempersulit Putra ku maka saham mereka akan aku beli. Ini perusahaan keluarga Erlangga dan akan di wariskan untuk keturunan Erlangga termasuk kepada Aditya.
Aries bermonolog sendiri dengan hati yang selalu memikirkan nasib putra nya, bahkan sampai detik ini masih berada di ruang kerja setelah pulang mendampingi semalam.
Aries sangat marah saat melihat pemberitaan yang ada di TV dan sosial media yang di laporkan Riki asisten Aditya itu apalagi ada laporan ada nya permintaan pertemuan darurat di perusahaan yang tujuan nya untuk menekan putra nya itu, kemudian aries bergegas mencari tahu siapa aktor di belakang semua ini.
Meski ini kesalahan Putra nya tapi sangat tidak mungkin hal ini bisa terjadi apalagi sampai rilis di TV dan sosial media, jika bukan karena seseorang yang memiliki pengaruh yang sangat kuat.
Lama aries berpikir di ruangan kerja nya dan mendadak Aries berdiri dari tempat duduk dan melangkah ke luar ruangan dan memasuki kamar yang dia yakin istri nya berada di sana.
"Apa yang kamu lakukan kepada putra ku lisna" Teriak Aries.
"Apa yang kamu bicarakan mas" jawab lisna.
"Jangan ganggu Putra ku, Jika kamu marah dan kecewa kepada ku limpahkan saja itu hanya untuk ku, jangan sentuh Aditya"
Mata Aries menatap tajam istri yang sudah menemani nya selama 34 tahun dan melangkah pergi meninggalkan lisna yang menatap penuh amarah kepada suami yang sudah mengkhianati cinta nya.
Lisna menatap suami tercinta nya dengan tatapan yang sulit di artikan sedang tangan nya mengepal.
"Jangan kamu pikir aku bisa menerima pengkhianatan dan rasa sakit ini mas" gerutu Lisna dengan tangan kanan menghapus jejak air mata yang mengalir di pipi wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu.
...****************...
Dan di sebuah rumah yang di kelilingi pohon dan terlihat bunga lily Putih tumbuh dengan indah dan di dalam sana tampak pria paruh baya yang menatap berita yang ada di tv tentang pria yang sangat dia kenal.
__ADS_1
"Anak ku Aditya... " tanpa terasa air mata nya menetes dan berdiri dari tempat duduk nya lalu melangkahkan kaki menuju kamar pribadi nya dan membuka lemari untuk mengambil kotak kecil yang menyimpan banyak memory tentang keluarga bahagia nya.
Photo Aditya dan Sherly tersusun rapih di sana. tumbuh kembang Aditya jelas tergambar senyum manis dan lugu khas anak kecil terukir di photo itu.
"Sherly sayang... kenapa kamu lakukan ini, kamu harus tahu bahwa putra kita sudah menjadi pria yang sukses, Papi kandung nya memberikan materi lebih yang tidak bisa aku berikan dahulu, mungkin itu yang membuat mu berpaling dari ku" gerutu Pria itu lirih.
Tapi kamu tidak melihat apa yang aku lihat sekarang, Putra kita yang manis dan baik berubah menjadi pria tempramental, dulu dengan seekor kucing pun Adit sangat sayang dan peduli, apa yang sudah di lakukan pria yang kamu cintai itu kepada Putra ku Shely" tambah nya dengan raut sedih.
Pria paruh baya itu menangis dan memeluk photo wanita yang paling dia cintai dan Putra yang dia pikir adalah putra nya ternyata Putra pria lain yang juga merusak rumah tangga nya yang harmonis dan bahagia.
...****************...
Di rumah sakit ruang inap VVIP Geri berbaring dengan mata yang masih di tutup, rasa malas untuk membuka dan berbicara dengan Cantika walaupun hanya berbasa-basi.
Hati nya sangat sedih dan memikirkan Rere. Geri merasa dia kalah sebelum memulai baik dulu maupun sekarang. Ada benar nya yang di katakan Cantika bahwa rere menunggu pria yang sudah melakukan kekerasan kepada nya untuk datang dan kembali ke hidup Rere.
Rere wanita yang Ceria, Baik dan Pekerja keras juga mandiri di tambah memiliki pendidikan yang tinggi dan untuk wajah sangat cantik dan imut, tidak mungkin kalo tidak ada yang mendekati karena pekerjaan nya pun mengharuskan dia bertemu dengan banyak orang terutama para pengusaha tapi Rere masih sendiri. Dan diri nya juga pernah mengutarakan keinginan nya untuk menikahi Rere meski di selingi dengan candaan. Tapi harus nya Renia tahu kalo diri nya masih sendiri dan menutup hati dan hanya dekat dengan diri nya menandakan keseriusan. Kenapa Renia tetap sendiri tidak merespon keinginan geri atau mungkin menerima pria yang datang untuk meminang nya. Apakah karena CEO Erlangga itu yang ternyata Kekasih Rere di masa lalu.
Sambil menutup mata seakan diri nya tidur tapi di dalam hati bermonolog sendiri. Dan Cantika masih berada di ruangan itu duduk di samping bangkar geri dengan menatap pria yang tidak pernah menoleh kepada nya.
"Nak, sudah lama di sini" sapa ibu Geri yang dari tadi menyaksikan putra nya dan wanita cantik itu hanya diam tanpa kata.
"oh. iya bu" sahut cantika sambil menoleh ke arah suara lalu berdiri dan mencium punggung tangan ibu dan bapak geri.
Tanya ibu yang saat Cantika datang diri nya sedang makan di cafe sedangkan geri di temani sang ayah dan saat Cantika datang ayah nya menyusul sang istri untuk ikut makan karena Cantika akan menemani geri selama orang tua nya makan.
Kemudian Cantika memperkenalkan diri dan membuka obrolan dengan orang tua geri. saatbmendengar suara ibu nya geri membuka mata dan mendengarkan apa yang di bicarakan antara mereka. Setelah berbincang dengan orang tua geri Cantika pamit karena ada pekerjaan yang harus di selesaikan.
"Nak, Terima Kasih udah mampir buat jenguk Geri ya. mungkin besok boleh mampir lagi ke sini atau saat geri sudah pulang ke rumah jengukin lagi ya" ucap Ibu sambil menjabat tangan Cantika yang ingin pamit pergi lalu mencium kembali punggung tangan orang tua Geri.
"Baik bu pasti nanti saya jengukin lagi" jawab Cantika.
"Pulang dulu ya Geri cepet sembuh, tadi kata ibu hasil CT Scan kepala dan rontgen lain nya baik, semoga cepet pulang aja ya" ucap Cantika sambil berjalan pelan ke arah geri dan mengusap lengan geri.
"Thanks Cantika" suara nya pelan karena masih merasa sakit di tenggorokan yang masih di pasang gips, meski sudah Empat hari di rawat setelah kejadian"
Dan ibu Sri mengantar Cantika sampai pintu rawat inap sambil mengusap lembut tangan Cantika bu Sri mengucapkan rasa Terima kasih nya kembali karena sudah mengunjungi putra nya itu.
Setelah Cantika melangkah pergi, bu Sri masuk kembali ke ruangan Geri dan menatap putra nya lalu duduk di dekat bangkar rawat inap.
"Nak, Cantika sudah menikah belum" tanya bu Sri kepada putra nya karena tidak bisa menanyakan langsung kepada cantika.
"Belum, memang kenapa bu"
__ADS_1
"Seperti nya dia ada rasa suka sama kamu Geri, ibu setuju kalo kalian menikah, apalagi ibu sudah ingin memiliki cucu dan kamu sudah cukup untuk membina rumah tangga usia kamu sudah lebih dari 30 tahun Geri" jelas bu Sri sambil memegangi tangan putra nya dengan lembut.
"Cantika hanya teman bu dan jangan bicara begitu" jawab Geri dengan menutup mata nya kembali setelah Cantika pulang dan ibu yang terus mendesak menikah apalagi dengan Cantika yang hanya dia anggap teman biasa.
"Nak... "
"Bu" Potong bapak dengan kode mata yang mengarah ke putra semata wayang nya yang menutup mata tanda tidak ingin berdebat lagi. Istri nya hanya diam dengan menatap wajah putra nya dengan tatapan penuh rencana.
...****************...
"Bu Renia" Rere menoleh ke arah suara itu.
Seorang wanita datang ke rumah sakit dan meminta berbicara dengan nya.
"Apakah benar anda bernama Renia Azahra" tanya wanita itu yang terlihat seusia dengan nya.
"Benar, maaf anda siapa" tanya Rere ramah.
"Perkenalkan nama saya Diah Ayu Erlangga, adik dari Aditya" Sontak Rere terperangah tak percaya, yang dia tahu Adit anak tunggal seperti Geri sahabat nya.
"Adik" Rere memperjelas.
"iya" jawab singkat Ayu.
"Aditya CEO Perusahaan Erlangga? " tanya lagi
"Aditya Putra Hermawan dia yang ternyata putra papi ku yang sekarang bernama Aditya Putra Erlangga" mencoba menjelaskan.
"Papi, siapa"
"Aries Satria Erlangga" sahut Ayu nampak senyum di wajah nya.
"Putra bersama wanita bernama Sherly Citra Ayu, wanita yang tidak bisa papi lupakan bahkan nama aku di ambil dari nama belakang tante Sherly" ayu menjelaskan sambil tersenyum.
"Pasti kamu bingung kan karena itu aku minta waktu untuk menjelaskan semua yang terjadi, apakah ada waktu Bu Renia" tambah nya lagi
"Kita akan ke cafe yang ada di rumah sakit ini silahkan ikuti saya" pinta Rere.
Ayu hanya tersenyum. tidak lama kedua nya sampai ke sebuah cafe rumah sakit lalu kedua nya memesan makanan dan minuman.
"Saya Senang bertemu dengan anda, kakak saya selalu menceritakan perihal anda dan benar fakta yang menyatakan anda sangat cantik, tidak heran kak Adit sangat mencintai anda dan tidak bisa melupakan Bu Renia" ucap nya.
" Panggil Rere saja karena panggilan anda terlalu formal dan Rere panggilan nama akrab saya" senyum Rere terpancar.
__ADS_1
"oh... baiklah mungkin Renia nama spesial yang hanya di peruntukan Kakak ku Aditya, Ayu tersenyum kepada Rere dan di balas senyum dan wajah nya tampak merona karena malu bukan itu maksud nya. tapi Rere lebih nyaman di panggil dengan nama itu.