
Setelah sampai di lobby kantor Rere melambaikan tangan dan yang satu memeluk bunga yang selalu Aditya bawakan setiap pagi untuk pujaan nya, kali ini bunga Lily Putih yang sangat cantik.
Rere melangkah ke dalam kantor dan menuju lift lalu setelah lift terbuka bergegas Rere ke arah ruang kerja dan mengganti bunga mawar merah menjadi bunga Lily Putih. Rere tersenyum bahagia lalu mencium bunga indah nya dan menaruh di atas meja kerja.
"waduh bahagia banget nih bu Rere setiap hari dapat bunga cantik" ujar dina yang tiba-tiba masuk ke ruangan Rere.
Rere hanya memandang sekilas Dina lalu menatap bunga lily kembali.
"Bu Rere besok saya ambil cuti ya, soal nya anak saya sakit" Dina mengutarakan maksud kedatangan nya itu.
"Besok Dina"
"iya Bu Rere, bisa kan"
Sejenak Rere berpikir, padahal besok juga dia ingin ijin karena tidak enak badan, Tapi terpaksa mengiyakan keinginan Dina dan menandatangani surat cuti karena demi anak Dina yang sakit.
Dina mengucapkan Terima Kasih dan senyum lalu menatap bunga yang ada di atas meja kerja Rere.
"Di tunggu undangan nya ya, jangan lama-lama nanti ada yang nikung. Banyak yang suka nikung loh sekarang Bu Rere" Dina tersenyum ke arah Rere itu tujuan nya menggoda atasan nya yang belum nikah sampe sekarang.
"Doin aja ya Dina dan orang pertama yang gw undang itu lu" Rere menatap sinis sahabat sekaligus bawahannya itu.
Dina tertawa dan meninggalkan ruangan Rere. Setelah Dina pergi Rere kembali melihat bunga lily dan mengingat perkataan Aditya di dalam mobil yang mengajak nya menikah.
"Ya ALLAH, hamba serahkan jodoh hamba yang terbaik jika memang Aditya jodoh yang kau siapkan untuk hamba, Tolong permudahkan lah jalan kami ya ALLAH dan Jika bukan dia jawaban atas doaku semoga kami di berikan ke lapangan hati untuk menerima Takdir kami kelak, Amin" Doa tulus Rere panjantkan untuk hubungan nya dengan Adit.
Pesan Aditya masuk yang memberitahu jika obat sudah di titipkan ke pihak security juga meminta agar mengabari keadaan nya jika sakit nya bertambah parah.
(Sayang jangan lupa minum obat dan siang aku hubungi lagi untuk memastikan obatnya sudah di minum atau belum)
(ya)
Jawaban singkat Rere dibalas emoticon love dan kiss oleh aditya lalu Rere tersenyum membaca pesan Aditya.
Tidak lama ada suara mengetuk ruang kerja Rere dan setelah di ijinkan masuk ternyata office boy menyerahkan obat untuk Rere dari Aditya.
dddrrttt.... dddrrttt...
Suara panggilan masuk setelah Rere lihat dari Geri, Sahabat yang juga menyukai Rere.
"assalamu'alaikum Geri"
"walaikumsalam cantik" sahut Geri dari seberang telpon.
"kenapa geri"
"lu bisa ga sih panggil gw agak romantisan dikit, honey ke apa aa juga bisa atau mas, secara gw lebih tua setahun di bandingkan lu"
"hhhhmm... mau ngapain sih pagi-pagi udah ga jelas aja" ketus Rere.
"Gw cuma mau ngingetin minggu tanggal 14 kosongin jadwal nya lu udah janji jalan ama gw ke pantai, oh ya lu udah minum obat atau belum gw lihat semalem lu pucat" pertanyaan beruntuntun Geri.
"mana dulu yang mau di jawab"
"terserah yang pasti semua wajib di jawab" terdengar suara tawa Geri dari sebrang telpon.
"hhhmm... iya bawel gw udah kosongin waktu berharga gw buat lu dan gw udah minum obat, udah agak mendingan" jawab Rere.
"alhamdulillah cantik makasih atas waktu nya dan semoga lu sehat selalu dan jangan cepek jaga badan sekarang banyak penyakit aneh"
"iya makasih, udah dulu ya gw mau briefing ama team gw dan udah waktu nya kerja" tutup Rere
"ok cantik selamat beraktivitas see you"
"hhhhmm... " Rere lalu menutup telpon dari Geri sambil tersenyum.
Ada aja kelakuan sahabat karib menurut Rere itu tapi sebalik nya menurut Geri, Rere adalah cinta dan harapan yang dia doakan setiap sholat untuk dapat menikahi wanita pujaan nya ini.
Waktu sudah menunjukan pukul 12 siang saat nya rest time untuk para pekerja termasuk Rere.
"hallo assalamu'alaikum" panggilan aditya masuk dan di jawab cepat oleh Rere.
"sayang gimana keadaan nya masih pusing, masih sakit" tanya Aditya.
"udah membaik minum obat dari mas tadi"
"mas ada di bawah sayang keluarlah kita makan siang berdua"
"apa mas ada di bawah" Rere memastikan.
"iya turunlah atau mas yang naik"
"ihhh apaan sih mas, mau naik ke mana kali, tunggu aku turun mas" Rere turun dan membawa bekal nya.
__ADS_1
Tidak lama Rere sudah turun dan bertemu dengan Aditya, sang kekasih lama nya yang menunggu di dalam mobil untuk kali ini Aditya duduk di belakang pengemudi karena mobil di kemudikan oleh asisten Riki.
Aditya keluar saat melihat Rere menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari keberadaan Adit, lalu dia menuju ke arah Rere.
"Sayang ku" suara Adit dari arah belakang dan nampak Rere kaget. "bawa apa itu sayang" lanjut Aditya
"ini bekal makan siang ku kita mau makan ke mana" tanya Rere
"untuk apa kamu bawa bekal nya sayang kita akan ke restauran yang ada di dekat sini"
"hhhmm... ya udah makanan nya aku kasih ke teman ku dulu, dia belum keluar tunggu sebentar"
"Baik lah sayangku"
Rere kembali lagi ke lantai 4 dan memberikan makanan nya untuk Dina karena dia akan makan bersama Aditya. Dina mengucapkan Terima Kasih untung dina belum memesan makanan secara online.
...****************...
Kedua nya sudah sampai di salah satu restauran seafood yang tidak jauh dari kantor Dina, mereka memesan Lobster dan Kepiting saus Tiram dan beberapa jenis kerang.
Rere sangat menyukai makanan seafood dan restauran itu pilihan Rere karena Aditya meminta Rere untuk merekomendasikan restauran yang dia suka. Aditya menatap lekat sang kekasih yang menurut nya sangat cantik dan imut di usia 32 tahun.
Rere sangat lahap memakan makanan yang dia pesan tanpa memperdulikan Aditya sementara Riki duduk terpisah tidak ingin mengganggu acara makan romatis sang bos.
Aditya belum juga makan dia hanya memandangi pujaan nya yang sudah terpisah 18 Tahun, dalam hati nya dia selalu bersyukur karena pertemuan dengan sang kekasih berbeda dengan Mama Sherly dan Papi Aries di mana mereka berpisah dan di pertemuankan kembali saat kedua nya sudah memiliki pasangan masing-masing dan mengakibatkan prahara rumah tangga yang membuat Trauma bahkan ke anak nya.
Rere menatap Aditya yang sedang memandangi nya dengan sorot penuh cinta dan senyuman yang memabukan.
"Sampai kapan kamu tersenyum seperti itu, cepatlah makan nanti orang berpikir mas gila" Rere tersenyum dan menggelengkan kepala.
"Memandangi kamu membuat mas kenyang, sayang dan itu cukup membuat aku semangat menjalani hidup ku" jawab Aditya.
"iiihhh apaan sih gombal" Rere memukul tangan aditya.
"kamu suka sekali memukuk sayang ini kdhp"
"apa kdhp kdrt kali" mulut Rere menjawab sambil mulut penuh makanan dan membuat aditya tersenyum lalu membelai kepala Rere
"kdhp itu kekerasan dalam hubungan pacaran"
"ihhh... garing banget" Rere tertawa dan Aditya pun ikut tertawa dan kedua nya melanjutkan makan siang.
Setelah makan siang aditya mengantarkan Rere ke kantor nya dan dia melanjutkan pertemuan dengan kolegan bisnis nya di sebuah perusahaan di bidang Kontruksi mereka sedang membicarakan pertemuan kerjasama.
Tentu saja membuat perusahaan itu bahagian karena CEO dari perusahaan besar mau mendatangi perusahaan yang kategori sedang, padahal sang CEO hanya memilih tempat itu karena sang pujaan sakit dan tidak ingin jauh dari nya, itu lah sebab nya pertemuan yang sebelum nya di adakan ada di perusahaan Erlangga di pindahkan mendadak pagi ini juga.
Dan saat di ajak makan siang, aditya langsung menolak ajakan makan siang bersama kolegan nya tersebut karena ingin menemui kekasih nya yang di sampaikan tadi sebelum keluar ruangan PT Berkah Lestari Teknik Indo.
"Sayang nanti sore tunggu mas jemput ya"
"Aku pulang sendiri aja mas jarak perusahaan mas dan kantor ku jauh aku ga mau merepotkan kan mas terus"
"Mas lagi ada pertemuan di perusahaan dekat tempat kerja kamu sayang jadi sore bisa jemput kamu" jawab Aditya
"Aku ada perlu dengan rekan kerja nanti sore"
Aditya tidak menjawab tapi jika di lihat dari tatapan mata nya terlihat ekspresi yang menunjukan rasa tidak suka.
"Bukan nya kamu lagi demam sayangku" akhir nya buka suara
"Sudah sembuh minum obat dari mas sebelum ke sini"
"Mau kemana Sayang" tanya Aditya penuh selidik.
"Mau shopping ke mall dan bioskop" Rere berbohong supaya tidak di jemput aditya dia tidak enak harus merepotkannya terus.
"Langsung pulang ok sayang"
"ok bos" Rere manyun dan Aditya tersenyum sedang tangan nya mencubit hidung Rere dengan gemas.
...****************...
Setelah Makan siang berdua, Aditya mengantarkan Rere ke kantor dan Mobil nya sudah berhenti di Lobby Perusahaan lalu asisten Riki membukakan pintu untuk Rere.
"Terima Kasih Pak Riki maaf merepotkan"
"Jangan sungkan Bu Rere" Riki tersenyum dari arah dalam seseorang mengetuk kaca mobil. Riki mengerti jika sang bos pasti sedang cemburu, jika dilihat betapa bos nya itu sangat mencintai Rere.
Dia mulai paham apa yang sedang terjadi dan mengapa sekarang menggunakan jasa bank tempat Rere bekerja tanpa di jelaskan oleh atasan nya Riki mengerti.
"Sedang apa kamu berlama-lama berbicara dengan wanita ku"
"Maaf bos, Bu Rere mengucapkan Terima Kasih dan saya hanya merespon"
__ADS_1
Dari Raut wajah aditya yang tidak mengenakan itu membuat hati Riki berdegub kencang. Riki mulai mengingat pertemuan Rere dan Aditya yang saat itu bertemu di salah satu pesta ulang tahun rekan kerja aditya yang juga salah satu nasabah prioritas di bank tempat Rere bekerja.
Flashback
Aditya menatap Rere tanpa berkedip dan diketahui oleh Bu Ria. Aditya ingin memastikan dan mencoba mendatangi Rere pada saat itu, dia belum yakin wanita itu kekasih yang dia cari atau bukan.
"Nak Aditya ada apa"
"Siapa wanita yang mengenakan hijab motif bunga itu, Tante"
"yang mana"
"sedang tersenyum dengan seorang wanita yang memakai hijab Coklat dan sekarang memegang sebuah gelas" jelas aditya
"Oh itu Rere Pegawai Bank"
"Rere"
"iya, apa nak adit mengenal nya"
"Siapa nama lengkap nya dan bekerja di bank mana tante" Bu Ria mengerutkan dahi nya tapi tidak mau ambil pusing.
"Renia Azahra Pegawai Bank***, saya mengundang dia karena hubungan kita baik" ujar wanita berusia 58 tahun yang juga seorang janda dan pengusaha sukses.
Bu Ria dulu menyukai Aries ayah Aditya dan mengetahui apa yang terjadi pada Aditya dan kebetulan Ria adalah sahabat mama Sherly dan meski pernah menikah Ria tidak memiliki anak karena itu dia sangat dekat dengan Aditya.
Ria dekat juga dengan Rere karena menurut nya Rere wanita yang tulus. Rere mengenal dunia bisnis dan memulai usaha Butik karena arahan dan bimbingan dari Bu Ria yang adalah nasabah prioritas.
Bu Ria sering berkeluh kesah dengan Rere saat bertemu di Bank saat dia melakukan transaksi Perbankan dan Rere dengan sabar mendengarkan kesedihan tentang hidup nya, mereka sudah saling mengenal sekitar 6 tahun.
Saat akan di kenalkan kepada Rere, Aditya menolak karena belum saat nya bertemu dengan Rere, dia ingin menyelidiki terlebih dahulu.
Saat itu Riki yang selalu mendampingi Aditya kemanapun, Langsung di beri tugas untuk menyelidiki Rere yang bernama lengkap Renia Azahra sesuai dengan nama pujaan yang dia cari selama ini.
Setelah informasi lengkap tempat tinggal dan semua berkaitan dengan Rere sudah Riki dapatkan dia menyampaikan ke Aditya dan aditya menyuruh Riki mendatangi Bank tempat Rere bekerja dan meminta Rere mengirimkan Proposal via email tentang Bank*** karena perusahaan Erlangga ingin menyimpan dana di Bank tempat Rere bekerja tersebut.
Sontak Rere bahagia dia belum tahu siapa pemilik nya dan mengikuti arahan asisten Riki untuk mengirim proposal materi Bank tempat Rere bekerja.
Dan sampai akhir nya Riki tahu jawaban yang selama ini di pertnyaan kan apa hubungan mereka berdua.
Sesuai informasi terbaru yang di dapatkan nya ternyata Rere pernah tinggal di kota yang sama dengan Aditya dan rumah mereka berdekatan dan kedua nya mulai berpisah 18 tahun yang lalu. yang arti nya Rere wanita yang selama ini Aditya cari.
Pak Aditya mencari cinta nya yang hilang dan sekarang sudah menemukan nya karena itu hari-hari nya sangat bahagia dan tak terlihat murung dan depresi.
Riki bermonolog dengan mata fokus mengendari mobil untuk kembali ke perusahaan kolegan nya untuk melanjutkan kesepakatan yang terhenti karena makan siang.
...****************...
Waktu sudah menunjukan pukul 5 sore waktu nya pulang dan Rere membereskan berkas dan dokumen pekerjaan yang dia tangani setelah nya, Rere keluar ruangan kerja dan menuju Lift untuk pulang.
Niat untuk ijin besok Rere urungkan karena Dina cuti karena anak nya sakit dan setelah minum obat dari Aditya keadaan Rere sedikit membaik.
Rere berjalan ke arah pintu gerbang keluar kantor ingin menuju Stasiun kereta akan tetapi terhenti karena mobil sport berhenti tepat di depan nya.
Seorang Pria Tampan tersenyum keluar dari mobil dan mengajak Rere untuk masuk ke dalam mobil.
Pria itu Geri yang mengkuatirkan keadaan Rere karena semalam terlihat pucat, karena itu Geri pulang lebih cepat untuk menjemput Rere wanita yang sejak lama dia cintai.
"Rere cantik, ayo masuk aku antar pulang" Geri tersenyum menghampiri Rere.
"Geri kenapa lu ke sini terus ga bilang sama gw"
"Gw khuatir sama lu re, karena semalem gw lihat lu pucat"
Geri membukakan pintu mobil nya kemudian Rere naik ke dalam mobil. Tanpa Rere ketahui jika aditya ada di sana. Karena mengkuatirkan keadaan Rere, aditya memutuskan mendatangi Rere secara diam-diam.
Pujaan hati nya sedang sakit tidak mungkin aditya mendiamkan begitu saja meski Rere meminta tidak di jemput karena ingin pergi bersama rekan kantor.
"Renia" aditya berada di dalam mobil nya dan menatap tajam ke arah mobil yang di kendarai oleh Geri
Sorot mata Aditya seperti ingin memakan hidup-hidup sang pujaan nya yang menurut nya telah berbohong.
"Ikuti mereka Riki"
"Baik Bos" jawab asisten Riki.
Setelah melajukan mobil selama 30 menit. Tampak Mobil Geri memasuki parkir apartment Rere dan mendadak Geri menghentikan laju mobil nya karena terhalang oleh mobil mahal yang Rere kenal karena siang tadi menjemput nya untuk makan siang.
Seorang Pria keluar dari dalam mobil dengan sorot mata yang tajam penuh amarah dan berjalan ke arah mobil yang di tumpangi Rere seperti singa yang siap menerkam musuh nya.
"Mas Adit" Rere menggerutu.
Geri menoleh ke arah Rere lalu kembali melihat ke arah pria yang sedang menuju ke arah mobil nya itu.
__ADS_1