
Rere mengajak Ayu untuk duduk di kursi yang ada di dekat ruang rawat ibu, dia melihat dan mendengar pembicaraan antara ibu dan Tya dan sudah pasti ayu pun mendengar karena itu dia merasa canggung dan tidak enak hati kepada Rere karena sudah mendengar pembicaraan keluarga nya.
Tadi Ayu mengajak Rere untuk keruangan ibu inah karena ingin menjenguk dengan membawa keranjang buah yang sebelum nya dia beli sebelum bertemu dengan Rere.
"Maaf ya re, Aku Jadi mendengar semua nya tadi" ucap ayu kepada Rere.
"Tidak masalah ayu, itu juga karena pintu nya terbuka mungkin keponakan ku dion atau tya lupa mengunci lagi jadi saat mereka berbicara kita bisa dengar" jawab Rere sambil tersenyum.
Rere tidak malu dengan pembicaraan ibu dan Tya tentang diri nya itu. Yang dia pikirkan adalah masa depan Dion keponakan nya, benar juga apa yang di katakan sang ibu, diri nya memanglah harus membatu keuangan Tya untuk membesarkan Dion.
karena sekarang keponakan nya akan menjadi korban perceraian orang tua nya dan menjadi broken home dan dia mengingat apa yang menimpa Aditya, Rere mulai takut dan mengkhawatirkan keadaan mental keponakan nya itu jangan sampai apa yang menimpa kekasih di masa lalu nya itu juga menimpa keponakan nya yang chubby dan menggemaskan.
Rere bertekat akan mendampingi Dion walau diri nya menikah ataupun tidak nanti, Cukup lama Ayu dan Rere duduk diam tanpa sepatah kata pun. Ayu mulai merasa tidak nyaman dengan keadaan itu dia merasa mengganggu Rere, dengan apa yang sedang terjadi saat ini.
"Rere mungkin aku pulang dulu ya" akhir nya mengawali perkataan yang sebelum nya sunyi tanpa kata.
"Temui ibu dulu saja Ayu" sambil tersenyum.
"Bibi Rere" Teriak Dion mengagetkan dua wanita yang sedang duduk di samping ruang rawat inap tempat ibu Rere di rawat.
"Sayang... " Rere berdiri dari duduk dan berjongkok sambil merentangkan tangan ingin memeluk keponakan nya.
"Teh kenapa ga di suruh masuk temen teteh" tanya Arsyila.
"Iya ini kita pengen masuk, oh...ya dek kenalin ini teh Ayu temen teteh dan ingin menjenguk ibu" jelas Rere.
"oh... begitu hayu atuh teh masuk jangan di luar" jawab Arsyila kepada saudara perempuan nya dan menunjukan ruangan ibu dengan tangan kanan kepada Ayu dengan maksud mempersilahkan masuk.
"ok Terima Kasih" Ayu menjawab singkat lalu tersenyum kepada Arsyila dan juga Rere.
Keempat orang itu masuk membuat Tya menoleh dan ibu menatap keempat nya.
"Rere... Putri ibu masuk nak, ini teman kerja kamu Rere" ibu senyum dan menatap Ayu dengan lembut.
"iya bu... temen Rere ingin jenguk ibu" jawab Rere.
"Teman dari jakarta apa teman kamu di sini" tanya ibu kembali.
__ADS_1
"Dari Jakarta" Rere menjawab singkat.
"oh, begitu rupanya, makasih ya nak sudah menjenguk ibu di sini" ucap ibu tulus kepada Ayu.
"iya bu saya dengar ibu sakit jadi saya datang untuk menjenguk" Ayu menjelaskan kepada ibu inah.
"Rere kamu cuti berapa lama nak, besok kamu masuk saja takut nanti atasan kamu marah, ibu sudah membaik dan di sini ada ketiga kakak kamu dan juga adik kamu yang menjaga setiap hari bergantian"
"Rere ambil cuti tahunan bu selama sepuluh hari, dan baru Empat hari, sisa enam hari plus weekend" Rere menjawab pertanyaan ibu sambil mengambil minuman dan cemilan untuk Ayu.
"Terima Kasih Rere tapi saya sudah kenyang" jawab Ayu.
"Tidak apa Ayu dan maaf kita hanya punya ini saja" Rere tersenyum ke arah Ayu.
"Oh... ya bu ini nama nya Ayu. ibu ingat tidak dengan Aditya anak nya mama sherly yang bertetangga dengan kita dulu saat kita tinggal di Jawa" ucap Rere
"Sherly..." ibu mencoba mengingat
"Oh ya ibu ingat, istri nya Pak Rian" jawab ibu.
"benar bu dan Mas Aditya ibu ingat juga ka" tanya kembali
Perkataan tentang Papa Rian yang di gambarkan baik oleh ibu nya Rere membuat Ayu merasa sedih wajar saja kakak nya sangat kehilangan papa Rian dan juga Rere ternyata mereka berdua memang baik dan yang menghancurkan kehidupan kakak nya adalah papi nya sendiri yang menurut Ayu egois bukan hanya menyakiti keluarga Tante Sherly tapi juga keluarga nya sendiri yaitu Mami Lisna dan dirinya yang sebenarnya kecewa dan marah dengan kenyataan ini tapi karena ini sudah terjadi maka Ayu memilih menerima takdir ALLAH.
Ayu merasa dia apa yang terjadi sudah di takdirkan Tuhan, saat ayu bermonolog di dalam hati Rere sambil makan cemilan memulai lagi obrolan supaya tidak kaku dan canggung.
"Tahu tidak bu Ayu adalah adik mas Adit dan Pria yang memukul teman Rere di depan apartemen Rere itu mas Adit, jadi berita viral tentang Rere itu bohong semua, Rere hanya bertemu dengan dua orang di masa lalu Rere saja dan mereka para penyebar berita palsu memperkeruh dan memperumit keadaan karena mas Adit itu mengelola perusahaan besar sekarang bu, jadi ibu jangan memikirkan permasalahan Rere itu hanya salah paham" Jelas Rere terlihat santai didepan ibu nya padahal hati nya bergemuruh tidak tenang selama belum bertemu Aditya.
"Oh... jadi nak Ayu anak nya Bu Sherly dan Pak Rian dan sekarang bagaimana keadaan mereka nak semoga sehat ya" ibu bertanya sambil tersenyum ramah dan Rere merasa salah berbicara dan sekarang dia merasa tidak enak hati dengan ayu dan menatap ayu dengan tatapan minta maaf sedangkan ayu hanya tersenyum seakan memahami tatapan Rere.
Ibu yang tidak tahu berpikir bahwa pasangan suami istri itu mungkin memiliki anak lain karena seingat ibu Aditya anak tunggal karena adik laki-lakinya meninggal saat kecil tapi mungkin yang anak perempuan nya di asuh oleh orang tua bu sherly atau pak Rian, itu yang ada dalam pikiran ibu atau juga saat keluarga ibu pergi dari kota itu dulu bu sherly dalam keadaan hamil.
Rere tersedak dia tidak enak hati dengan pertanyaan sang ibu mungkin Ayu merasa tersinggung atau sedikit kesal.
"Sebenarnya.... " Ayu ingin menjelaskan kesalahpahaman ini tapi bingung mengawali dari mana.
"Bu... nanti kita jenguk mas Adit ya jadi ibu harus cepat sembuh" mengalihkan ucapan Ayu dan Ayu menoleh ke arah Rere lalu tersenyum.
__ADS_1
"memang anak nya Sherly sekarang sakit, apa akibat perkelahian itu kedua pria itu sama-sama masuk rumah sakit"
Ibu bertanya karena yang ibu tahu tentang perkelahian dua pria di depan apartemen Rere dan Rere yang menjadi simpanan pengusaha itu yang ibu lihat di berita, untuk berita terbaru belum update karena harus masuk rumah sakit.
"eeehhh... tidak juga bu" aduh tidak mungkin Rere terus terang kalo Aditya ada dalam ruang tahanan.
"maksud Rere nanti kalo ibu sudah sembuh Rere ajak ibu tinggal di jakarta saja, biar ibu bisa Rere kontrol" Rere mulai tidak jelas arah pembicaraan nya dan membuat ibu dan tya bingung.
"Rere Aditya kenapa" tya memulai pembicaraan
"Teteh lihat berita kata nya di amankan oleh pihak berwajib karena peristiwa pemukulan itu benar Rere" tanya Tya polos padahal Rere tidak ingin menjelaskan ini.
Rere saling tatap dengan Ayu dan membuat hati Rere bingung dan tidak enak hati dengan ayu, walau bagaimana pun Aditya adalah kakak ayu meski berbeda ibu.
"memang nya keluarga teman kamu itu tidak memaafkan dan memang tidak bisa berdamai dengan memberi kompensasi berupa uang dan tanggung jawab pengobatan" tanya tya tanpa filter.
"Sudah kami usahakan tapi ibu dari korban menolak mencabut tuntutan nya meski keluarga kita sudah menanggung biaya pengobatan" Jelas Ayu sambil menunduk raut wajah nya sendu dan membuat Rere jadi bingung dan sedih juga canggung karena peristiwa ini terjadi karena nya.
"yang sabar ya pasti masalah ini akan cepat berlalu insyaallah" pangkas Tya yang melihat Rere menatap tajam dengan bola mata yang membesar seakan menyuruh nya diam.
Ibu melihat kedua anak nya membuat ibu mengerti hanya dengan menyaksikan tanpa ikut dalam pembicaraan sedang Arsyila keluar dengan Dion dan duduk di kursi tunggu di samping kamar ibu nya. Arsyila malas mendengar masalah yang dia sendiri tidak tahu akar masalah nya menurut arsyila hanya menambah pusing dan beban pikiran.
"Nak Ayu nanti ibu dan Rere akan menjenguk Aditya setelah ibu keluar dari rumah sakit dan ibu sekarang sudah sedikit membaik, ingin nya besok pulang dari ruangan ini, ibu sudah lelah hanya berbaring dan tidak melakukan kegiatan apapun" ucap ibu inah untuk mencairka suasana.
"Memang ibu sudah sembuh" jawab Rere dan Tya bersamaan. membuat ibu dan Ayu tersenyum mendengar nya.
"Sudah nak, ibu mau ikut kamu ke Jakarta mendampingi kamu di sana selama permasalahan ini belum usai dan ibu akan ajak Dion dan juga Tya" jawab ibu.
"Tya tidak bisa bu, Tya harus bekerja" Tya menolak.
"Cuti atau berhenti saja tya dan nantibkamu bisa bekerja di butik Rere atau nanti buka warung makan di jakarta saja nak, dari pada harus ke timur Tengah ibu tidak setuju" ibu memandang Rere supaya mendukung ucapan nya itu.
"Teteh mau ke timur Tengah mau ngapain" tanya Rere.
"Mau kerja re kamu pikir teteh mau traveling, ya sudah nanti lagi kita bahas ada tamu jadi tidak enak harus mendengar obrolan keluarga kita" senyum Tya terlihat menatap Ayu.
"kenapa malu dan tidak enak kita sudah mendengar semua tadi, pintu aja tadi terbuka" ucap Rere santai sambil minum air putih yang di beli Arsyila tadi.
__ADS_1
Fakta yang baru Ayu ketahui tentang Rere, yang ternyata memiliki sifat santai, terbuka dan terkesan apa ada nya dan bisa menyembunyikan rasa sedih di depan banyak orang.
Dan dari ucapan sang ibu yang tidak sengaja dia dengar bahwa Rere wanita yang kuat dan baik, rela berkorban dan pejuang keluarga. Mungkin karena itu Aditya kakak nya sangat menyukai Rere.