
"Nak, Sayang jangan berkata seperti itu ya, kenapa menuduh oma seperti itu" ucap Lisna.
"Renia jangan ajari keponakan kamu berbohong ya, Apa maksudnya. Saya saja baru bertemu dengan kalian disini" sambung Lisna.
"Mas Aries... " Lisna ingin menjelaskan tapi dicegah oleh Aries yang menoleh kearah Aditya yang terlihat marah dan menatap tajam seperti ingin menelan hidup-hidup istrinya.
"Mas Adit, sudahlah Dion hanya... " Rere ingin menjelaskan.
"Dion apakah dia memukul bibi Renia" Aditya dengan menunjuk Lisna dan dibalas anggukan oleh Dion.
"Dion takut Paman, ibu itu pukul bibi" sahut Dion.
"Dion tidak berbohong, Jika tidak percaya tanyakan saja dengan Paman itu dan Maminya Jimmy mereka juga lihat" sambil menunjuk Riki dan Ayu.
Aditya diam lalu menoleh kearah Riki dan Ayu yang sama-sama menundukan kepala kemudian menatap Rere. Kenapa tidak ada yang memberitahukannya itu yang ada dalam pikiran Aditya saat ini.
"Sudahlah mas Adit, ini hanya salah paham saja, tidak seperti yang dikatakan oleh Dion, Rere mengerti saat itu Bu Lisna panik karena Papi Aries dan Mas Aditya masuk ICU dan Bu Lisna hanya meluapkan kesedihannya saja" jelas Rere.
"Ikut Mas, Sekarang" balas Aditya dengan menggandeng Rere untuk meninggalkan ruangan rawat inap tempat Aries dirawat.
"Mas, Jangan seperti ini... " ucap Rere dan Aditya tetap menggandeng Tangan Rere dan sebelah tanganya menggendong Dion.
"Nak... Adit... Aditya... Putraku... Nak Tunggu Papi" Teriak Aries yang turun dari ranjang dan berjalan tertatih ingin mengejar keduanya.
Sedangkan Aditya tetap menggandeng Renia menjauhi ruangan yang merawat Aries. Aditya sangat marah selain karena perkataan Dion juga karena kehadiran Sisillia, Apalagi Rere juga datang untuk menjemput Aries, tentu Aditya harus membawa rere menjauhi mereka.
Flasback
"Riki kita jemput Papi sore ini jangan lupa" Perintah Aditya kepada Riki diujung telpon.
"Baik Pak Aditya setelah kita melakukan video call dengan Klien dari Jerman pukul Dua nanti" balas Riki.
"Baiklah" sahut Aditya.
Sesuai schedule yang Riki miliki Aditya dan dirinya melakukan meeting online, Sekitar Tiga Puluh Menit mereka mengakhiri meetingnya dan bergegas melangkahkan kaki untuk turun kelantai bawah dan membawa mobil sport Mewah Milik Aditya untuk menuju kerumah sakit.
"Pak Adit, Ayu mengirimkan pesan baru saja. Jika dirinya dan Bu Rere akan datang untuk menjemput pak Aries dari rumah sakit" ucap Riki.
"Renia... Hemmm... " Aditya bergumam pelan lalu tersenyum.
Riki meletakkan Ponselnya disamping dan fokus kembali kejalanan, Sedangkan Aditya yang duduk dikursi sebelahnya hanya diam dan menoleh keluar kaca.
Hatinya masih kacau dengan apa yang dia lakukan siang ini bersama Sisilia diruangan kerja sisil. Seharusnya dia bisa menahan dorongan tubuhnya yang ingin menyentuh Sisilia.
Bayangan sedih Rere dan hancurnya hati Rere mengganggu pikirannya apa lagi setelah mengetahui keadaan Tante Ria yang sangat terpukul atas pengkhianatan Mama dan Papinya dimasa lalu.
Aditya mengingat perkataan Ria yang mengatakan bahwa dia tidak percaya dengan cinta dan suatu hubungan, cinta hanya membuatnya hancur dan rapuh. Persahabatan dan Cinta adalah kepalsuan, Sekarang dia mengerti apa maksud dari perkataan Tante Ria saat awal kenal dengan Tante Ria yang ternyata adalah sahabat dari Mama Sherly juga mantan kekasih Papinya di masa lalu.
Aditya mengembuskan nafas kasarnya setelah menatap bangunan rumah sakit yang mana Riki sudah memarkirkan di tempat parkir khusus yang ada di rumah sakit tersebut.
Aditya keluar sebelum Riki membuka pintu di sampingnya dan Aditya segera bergegas menuju kedalam ruangan VVIP yang sebelumnya digunakan untuk merawat dirinya juga Papi Aries.
Saat membuka pintu Aditya dikejutkan dengan kehadiran Sisilia yang tiba-tiba di ruangan itu tanpa memberitahukan dirinya terlebih dahulu. Apalagi sesuai perkataan Riki jika Rere akan datang juga untuk menjemput Papi Aries dari rumah sakit bersama Ayu.
"Apa yang kamu lakukan disini Sisilia" tanya Aditya lantang dengan tatapan mata tajam dan dingin.
"Saya ingin menjenguk Pak Aries, Saya belum sempat bertemu saat saya datang kemari beberapa hari yang lalu" ucap Sisilia kepada Adit dengan tersenyum manis.
Sedangkan Aries juga Lisna hanya menatap dengan diam dan Riki baru sampai didepan ruangan rawat inap VVIP setelah dirinya memarkirkan mobil.
__ADS_1
Riki mengerutkan dahi saat melihat Sisilia berada disana sedangkan Ayu mengatakan sedang berada dijalan untuk menuju kerumah sakit, Apakah kedua wanita yang mencintai atasannya itu akan bertemu.
"Pulanglah dan Terima Kasih atas waktunya dan kunjungannya Sisillia" Aries mengatakan itu dan menoleh kearah Sisilia lalu berpindah menatap kearah Aditya.
"Sayang, Biarkan Sisilia ikut mengantarkan sampai kerumah kita hari ini dan kita menunggu Ayu yang juga sebentar lagi datang" Pinta Lisna kepada Aries
"Haaaaaa... Pasti ini rencana kamu wanita Licik. Saya tegaskan hari ini, Jangan mengganggu kehidupan saya atau kamu akan mendapatkan balasan dari saya yang belum pernah kamu dapatkan sebelumnya" balas Aditya dengan nada tinggi.
"Apa yang kamu katakan Aditya, bicaralah yang sopan dengan orang Tua apa mama kamu dulu mengajarkan hal buruk seperti dirinya" balas Lisna.
seakan lupa perkataan dia sebelumnya yang akan menjalin hubungan baik dengan Anak tirinya supaya tidak diceraikan. Aries terlihat tidak percaya dengan perkataan kedua orang yang berada didekatnya itu, keduanya saling mengupat dan berkata kasar.
Sebelumnya Aries tidak pernah mendapati hal semacam itu dan ini membuatnya terdiam, Apa seperti ini yang sebenarnya terjadi dibalekang dirinya.
Ternyata Aditya dan Sherly tidak pernah rukun. walaupun Aries tahu sikap dingin Lisna kepada Putranya tapi perkataan kasar seperti ini belum pernah dia temui sebelumnya, Tapi Aries memilih diam tidak ingin memasuki perdebatan mereka.
Perkataan Lisna membuat Aditya geram dan nampak rahang diwajahnya mengeras mendapatkan perkataan yang menyakitkan tentang Sherly. begitupun dengan Aries yang tersinggung wanita yang dia cintai mendapatkan perkataan seperti itu dari istrinya dan Aries juga mengerti bahwa Aditya pasti akan sangat marah.
Aditya mendekat kearah Sisilia dan dihalau oleh Riki dan Aries juga membenarkan duduknya diatas bangkar rumah sakit dan berkata
"Aditya sudahlah, Nak biarkan Sisilia berada disini dan jangan membuat keributan Papi Mohon untuk kali ini dengarkan Papimu" ucap Aries kepada Putranya.
"Lagian kenapa harus panik melihat Sisilia berada dirungan ini, bukankah kalian biasa menghabiskan waktu berdua saat kalian tinggal di NYC dan saya tahu hubungan terlarang kalian yang sangat menjijikan itu" ucap Lisna dengan sorot mata tajam yang membuat semua orang yang berada disana nampak tegang dan kaget.
"Diamlah Lisna jaga ucapan kamu atau lebih baik kamu pergi dari sini, Jangan membuat kekacauan di rumah sakit ini, yang akan mengganggu banyak orang nanti nya" sahut Aries yang nampak Geram dengan ucapan istrinya itu.
"Apa yang kamu ketahui dari hubungan kami. Ha...... dan dari mana kamu tahu akan hal itu apa kalian bekerja sama untuk menjebak saya, oh ya saya lupa Sisilia adalah rekomendasi dari kamu yang disetujui oleh Pria tidak berguna ini, Kalian yang menganggap saya sakit mental dan membuat hidup saya menderita seperti ini" Teriak Aditya.
"Saya Pastikan akan menyelidiki ini semua jika ada kejanggalan dari apa yang kalian bertiga perbuat kepada saya Delapan Belas Tahun lalu saya pastikan kalian akan menyesal kalian Tahu Ha.... " ucap Aditya tidak lagi manahan emosi dan perkataannya.
"Aditya, apa yang kamu katakan, Nak" ucap Aries.
"Sayang jangan bicara seperti itu, apa yang kamu katakan itu tidak benar, tenanglah dan kamu harus meminum obat penenang itu, sepertinya kamu sudah tidak lagi mengkonsumsinya karena akhir-akhir ini emosi kamu tidak terkendali" sahut Sisilia
"Diamlah kalian berdua, Lisna Pergi dari ruangan ini dan bawa Sisilia pergi" ucap Aditya dingin kearah Lisna dan Sisilia.
"Dasar anak tidak tahu diri dan juga tidak sopan" sahut Lisna.
Saat Sisilia ingin mendekati Aditya. Suara ketukan pintu terdengar dan belum Riki melangkahkan kakinya Pintu sudah terbuka dan nampak Dua Wanita Cantik yang berdiri didepan Pintu dengan tersenyum manis.
Degub jantung Aditya terasa tidak beraturan rasa kaget dan bingung nampak diwajahnya begitu juga Kedua Pria yang ada diruangan itu tapi tidak dengan kedua wanita yang tampak tersenyum dingin dan terkesan menantang. Suasana didalam mendadak sunyi dan tenang
Flasback Selesai
Aditya terus menarik tangan Rere dan menggendong Dion menjauhi Ruangan tersebut dengan wajah yang sangat marah dan dapat Rere lihat rahang pria yang dia cintai mengeras. Genggaman tangan nya sangat erat.
"Mas, Bu Lisna hanya salah paham jangan seperti ini Mas, Saya tidak enak hati dengan Ayu dan Lainnya" Rere berhenti berjalan dan melepaskan genggaman tangan Aditya dan berbalik berjalan ke ruangan rawat inap.
"Berhenti Renia" Suara Aditya meninggi.
"Kemarilah Sayang, Kita tunggu didalam Mobil saja" balas Aditya menurunkan suaranya.
"Tapi... "
"Menurutlah Renia" Aditya memotong ucapan Rere dan menatap ke Dion.
"Dion sangat ketakutan, jangan memaksakan itu sayang" Tambah Aditya kemudian menatap kembali kearah Rere.
"Baiklah Mas tapi jangan Marah seperti itu Renia jadi takut" balas Rere cemberut.
__ADS_1
Aditya menghela nafas pelan dan menatap Rere lalu tersenyum dan berkata.
"Maafkan Mas" ucap Aditya lalu mengulurukan tangannya dan disambut oleh Rere. Mereka berjalan pelan kearah Mobil milik Rere.
"Sayang Kita naik mobil Mas saja, nanti Riki yang akan membawa Mobil Renia" ucap Aditya
Aditya berjalan kearah mobil lain saat Rere akan membuka mobil miliknya dan Rere mengangguk menuruti perkataan Aditya dan duduk disamping Aditya yang membukakan pintu Mobil Sport Mewahnya.
...****************...
Sementara didalam ruangan tempat Aries dirawat nampak wajah Aries terlihat tidak menyukai keadaan yang terjadi saat ini.
"Sisilia temui saya diruangan kerja nanti, Setelah kita sampai dirumah utama" ucap Aries yang segera meninggalkan ruangan itu.
kemudian disusul oleh Ayu yang nampak menggandeng lengan Aries dan saat papinya menoleh nampak wajah sendu dan letih terlihat disana. Ayu tersenyum dan dibalas oleh Aries dan mereka berjalan dengan berpelukan dan dibelakangnya Riki berjalan menggendong Jimmy.
"Dasar Anak sialan bisa-bisa nya dia mengadukan itu kepada Aditya" gumam Lisna
Yang mendapatkan tatapan Sisillia dan wanita itu tersenyum bahagia kearah Lisna yang sudah menampar Renia dan terlihat juga senyuman Lisna yang menandakan kemenangan mereka berdua.
"Sebaiknya kita menyusul" ucap Sisilia tersenyum dan dibalas anggukan kepala dan keduanya melangkah meninggalkan ruangan rawat VVIP
Nampak Keluarga Aditya dan juga lainya yang menjemput Aries keluar dari Lobby Rumah sakit dan Rere menatap Sisilia yang matanya tertuju pada Mobil Milik Aditya dengan tatapan yang sulit untuk diartkan.
"Mas... Mas Adit"
"Hemmm... " balas Aditya.
Aditya juga menoleh kearah keluarganya yang terlihat meninggalkan Lobby rumah sakit dan sudut matanya yang menggunakan kacamata menangkap sosok Sisilia yang melintasi depan Mobilnya dengan terus menatap kearah Rere dengan sorot mata dingin dan tajam.
"Sebenarnya siapa wanita itu, yang tadi di ruangan Pak Aries apa dia kerabat Mas Aditya, Tapi Renia belum mengenalnya" tanya Rere yang membuat Aditya menatapnya lalu mengusap wajahnya pelan dan menyegarkan rambut kebelakang yang nampak terlihat gugup.
"Mas... Mas Aditya" mencoba mendapatkan jawaban dimana Aditya memalingkan wajahnya kearah Riki dan keluarganya.
Lalu Aditya menyalakan Klakson dua kali dan terlihat Riki menghampiri mobil Sport Mewah milik Aditya.
"Sayang berikan kuncinya kepada Riki, dia akan mengantarkan Ayu dan Jimmy ke rumah setelahnya Mobil Sayang akan Riki kembalikan Ke Apartement" Aditya menoleh kearah Rere lalu mengadahkan tangannya untuk menerima kunci mobil milik Rere.
"Baiklah Mas... " Rere menyerahkan kepada Aditya.
Riki mengetuk pintu mobil dan Aditya mengatakan hal yang sama seperti kepada Rere yang dibalas anggukan kepala tanda mengerti. Setelah itu Aditya melajukan mobilnya melintasi Sisilia dan juga Keluarganya untuk menjauh.
"Mas... " ucap Rere kembali.
"Dia Psikiater Pribadi Mas. Sejak Mas masih Sekolah" ucap Aditya yang dia buat santai padahal hatinya sangat bergemuruh dan takut jika Renia mengetahui perselingkuhan Mereka.
Rere mendengarkan Perkataan Aditya dan sedikit tidak percaya karena Sisilia nampak masih cantik dan muda. Jika dia Psikiater Aditya berarti usianya diatas pria yang ada disebalahnya ini dan Rere teringat tatapan dan sorot mata yang seperti api yang ingin membakar Rere.
"Dia terlihat Cantik dan Masih Muda, Masa Psikiater Mas Adit sih, berarti dia lebih tua dari Mas dong" ucap Rere.
"iya" balas Aditya singkat.
"Namanya siapa Mas" tanya Rere kembali
Deeegggg
Renia sudah mulai curiga terlihat wanita yang dia cinta banyak bertanya dengan pertanyaan yang seperti nya detail sama seperti dulu jika ingin mengetahui sesuatu dan ada rasa penasaran, Rere akan melakukan itu.
"Kenapa Sayang Cemburu ya" ucap Aditya tersenyum manis menutupi kekhawatiran dan rasa groginya lalu mencubit hidung mungil Rere.
__ADS_1
"Sepertinya kalian memiliki hubungan khusus, Wanita tadi menatap Rere dengan wajah yang sinis dan dimatanya, Renia melihat guratan kecemburuan dengan kedekatan kita ini, Tapi itu hanya perasaan Renia saja Mas"
Rere menatap Aditya lalu nampak senyuman manis diwajah wanita yang dia cintai tapi ntah mengapa justru hatinya berdebar penuh rasa takut.