
"Papi akan sering menjenguk Zayn di sini. Papi ada Bisnis di sini juga sudah pasti Papi akan kembali Sayang" Aditya mendadak merasa ada Perasaan Berat meninggalkan Putranya di New York.
"Dan lagi Zayn harus bersekolah dan juga menjalani pengobatan di sini, Benarkan" sambung Aditya.
"Zayn... Sini duduk di pangkuan Aunty" ucap Ayu memecahkan suasana sedih yang di rasakan kakaknya.
Sisillia memandangi dari lantai dua dengan meneteskan air mata, Aditya mendongakkan kepala ke atas dan saling menatap dengan Sisillia. Aditya melihat Sisillia mengusap air mata dengan menatap dingin ke arahnya.
Kemudian Sisillia membalikan badannya dan masuk ke dalam kamar. Aditya kembali menatap Zayn. Ketiganya berbicara santai dan sesekali tertawa mendengar apa yang di ceritakan oleh Zayn.
Sedangkan Sisillia menangis di dalam kamar dan meringkuk sedih karena Aditya lebih memilih pulang dan menemui Rere daripada bersamanya padahal Aditya tahu Sisillia juga dalam keadaan masih sakit.
Karena kesalahan Aditya kepada dirinya yang melakukan hubungan ranjang terlalu keras sehingga luka yang ada di rahimnya kembali terbuka bukan hanya itu Aditya juga memaksa sisillia agar mengenakan alat Sp*ral agar mencegah kehamilan sehingga mengakibatkan pendarahan dirahim Sisillia.
...****************...
"Papi... Mami kenapa tidak turun, Bukanya Papi akan pulang ke Indonesia. Memangnya Mami tidak ingin bertemu dengan Papi"
"Mungkin mami masih sakit sebaiknya Papi yang menemui Mami kamu. Tunggu disini dengan Aunty Ok" ucap Aditya dan Zayn menganggukan kepala.
Ayu menatap Kakaknya erat tatapan menyelidik dan Aditya hanya terdiam lalu melangkahkan kaki ke arah Lift dan melangkah ke kamar Sisillia
Aditya mengetuk pintu kamar Sisillia dan pintu tidak terkunci lalu dirinya masuk ke dalam kamar. Ayu yang mentap kakaknya dari tempatnya duduk hanya menggelengkan kepala. Ntah Perasaan apa yang kakaknya rasakan kepada Psikiater Pribadinya itu.
Aditya sangat takut kehilangan Rere akan tetapi terlihat tidak bisa melepaskan Sisillia dari hidupnya. Zayn menggoyangkan kedua bahu Ayu membuat ayu tersadar dari pikirannya.
Kemudian Ayu kembali mendengarkan Zayn bercerita tentang suasana sekolahnya kepada Ayu.
Mendengar pengalaman keponakannya bersekolah di New York membuat Ayu tersenyum dan mencium lembut pucuk kepala Zayn dan juga pipi anak berusia 9 Tahun yang tampan dan menggemaskan itu.
...****************...
Sisillia terdiam memunggungi Aditya meski dia tahu yang masuk adalah pria yang dia cintai. Dirinya masih belum Terima dengan pilihan Aditya untuk kembali ke Rere.
"Sisillia Saya akan menjenguk kalian nantinya. Saya tidak akan melepaskan tanggung jawab. Sebelumnya kita sudah sepakat akan hal ini. Dan setelah saya meyakinkan Rere dan manikahinya. Dan kamu jangan merasa saya tidak adil kepada kamu. Karena kamu juga akan saya nikahi sesuai, Yang pernah kamu katakan kita akan menikah secara Siri tapi ijinkan saya menikah dengan Renia dan jangan ganggu dia Sisil, Saya mohon hentikan apa yang kamu lakukan sekarang"
Sisillia menoleh kearah Aditya dan bertanya apa maksud dari perkataan Aditya
"Saya tahu kamu yang merencanakan ini semua, kamu yang membuka fakta tentang Zayn kepada publik hanya untuk memisahkan Saya dari Renia, Benarkan" Sisillia hanya tersenyum dan terkekeh mendengar apa yang dikatakan oleh Aditya.
"Jika kamu mengganggu Renia lagi. Bukan di sini yang akan saya tembak tapi disini" ucap Aditya dengan menarik tangan Sisillia untuk menyentuh kepala Aditya.
"Kamu akan melihat Saya mati dan Jika terjadi sesuatu dengan saya Zayn akan Syok dan kamu akan kehilangan Putra kamu juga Sisil. Apa itu yang kamu inginkan Jika benar Lakukan sekarang. Kamu bisa memilih Saya menembak diri saya sendiri atau kamu yang menembak kepala saya. Jika kamu marah luapkan kepada saya jangan kepada Renia, Karena dia tidak tahu apapun dan yang memilih dan memutuskan untuk tetap mencintainya itu saya bukan Renia. Semoga kamu mengerti Sisillia dan berhenti bertindak bodoh seperti ini lagi "
Sisillia menangis mendengarkan apa yang dikatakan oleh Aditya. Tetapi tiba-tiba Aditya menarik pinggang Sisillia dan mencium bibir Sisillia dan menghentikan tangisan Sisillia. keduanya berciuman dengan penuh semangat di dalam Kamar. Sisillia meremas Rambut Aditya.
Secara pelan Sisillia membuka pakaian Aditya dan kemudian Ciumannya terhenti dan keduanya menyatukan dahi mereka. Sisillia menyentuh luka yang ada di dada Aditya dan mencium pelan lalu berkata
"Jangan ulangi lagi, Saya tidak ingin kehilangan kamu Sayang, Aditya menutup matanya merasakan ciuman dan belaian Sisillia.
"Saya tidak akan mengganggu Renia lagi tapi kamu jangan ingkar janji untuk menikahi saya" bisik Sisillia pelan ditelinga dan kemudian mencium pipi Aditya
"Hanya saya yang mengerti perasaan juga bisa memenuhi kebutuhan biologis kamu. Ingat itu sayang" lalu Sisillia mencium kembali bibir Aditya.
Aditya hanya terdiam tanpa berkata tapi tanganya membelai punggung juga pinggang Sisillia lalu Aditya mencium pipi dan juga leher Sisillia dan meninggalkan tanda cinta disana.
"Saya akan pergi jaga diri kamu dan Zayn selama saya tidak berada disini. Beritahukan Saya jika ada sesuatu yang penting" Aditya menutup mata sambil menyatukan dahi mereka berdua.
Mendapatkan Perlakuan Romantis, Sisilia memeluk Aditya dan duduk di pangkuan prianya. Dirinya dan Aditya memiliki hubungan yang rumit. tapi jika dirinya jauh atau tidak bertemu dengan Aditya, membuat sisillia merasa hidupnya kosong.
"Hati-hati di jalan sayang dan hubungi saya jika sudah sampai"
"jangan mengantar disana ada Ayu. Biarkan Zayn yang mengantarkan kami sampai depan"
"Baiklah, Sayang. Kamu harus segera kembali jangan ingkar janji Adit. Kamu akan menikahi Saya Benarkan" Sisilia memakaikan kembali baju Aditya dan mengusap pelan area sekitar luka.
"Tentu asalkan kamu tidak mengganggu Renia dan juga tidak menghalangi saya untuk menikahi Renia. Saya akan menikahi kamu secara siri. Sesuai kesepakatan kita"
__ADS_1
Sisillia merasa kesal tapi dia harus menahan karena tidak ingin Aditya melakukan kesalahan kembali dengan menyakiti dirinya sendiri.
Sebelum pintu terbuka Sisillia dan Aditya berciuman dan Aditya menarik dirinya dari ciuman Sisillia lalu melangkah kaki menuju Lift dan setelah lift terbuka dirinya pergi tanpa menoleh kebelakang dan mengajak Ayu untuk segera menuju ke Bandara.
Aditya mencium Zayn yang berada di gendongan Ayu lalu Susi mengambil alih dan Aditya melambaikan tangan kemudian menoleh keatas dirinya dapat melihat Sisilia berdiri di jendela dan tersenyum kearahnya.
Aditya mengangguk dan tersenyum ke arah Sisillia dan kemudian menaiki mobil di susul dengan Ayu lalu Mobil mereka meninggalkan Gerbang Mansion. Sisillia menangis kembali setelah kepergian Aditya.
...****************...
Sedangkan Riki sudah berada di Bandara bersama dengan Jimny. Mereka sedang berada di Cafe dan memakan cemilan dan minuman sebelum berangkat ke jakarta.
Di perjalanan Ayu menatap kakaknya yang terlihat murung dan terdiam menatap jalanan yang ada di luar dan berkata
"Jika Perasaan Berat untuk meninggalkan mereka sebaiknya kakak urungkan saja niat untuk pulang ke indoneisa untuk menemui Renia. Gadis itu akan tetap hidup karena memiliki semangat yang tinggi dan banyak orang yang sayang dengan Renia. Biarkan kalian mengakhiri hubungan kalian ini dan menjalani hidup masing-masing. Jika kak Aditya masih tidak bisa melepas salah satunya maka kak Aditya akan membawa hubungan menjadi toxic dan itu justru akan melukai Renia dan Sisillia"
"Apa yang kamu kataka Ayu, Bisakah kamu diam dan jangan ikut campur dengan masalah kak Aditya"
"Kak Aditya memang Putra Aries kalian memang Pria Toxic"
Aditya hanya diam dan menatap kembali jalanan yang ada diluar jendela Mobil. sekitar 45 Menit mereka sudah sampai di Bandara dan Aditya menahan sakit berjalan ke arah Cafe yang sudah di beritahukan oleh Riki.
Aditya berjalan di belakang Ayu dan keduanya bertemu dengan Riki sebelum menaiki pesawat Pribadi milik Keluarga Erlangga. Ayu makan omlet dan juga jus.
Sedangkan Aditya hanya terdiam memikirkan Rere dan juga Zayn Putranya. Apakah Rere bisa memaafkan dirinya dan menerima kehadiran Zayn atau tidak begitu juga dengan Zayn.
Apakah Zayn akan menerima wanita lain menjadi ibu sambungnya dan jika pernikahan ini terjadi pasti beritanya akan sampai ke Amerika. Bagaiamana dengan reaksi putranya nanti.
...****************...
Sementara di Jakarta, Rian sempat mendatangi rumah sakit tempat Aries di rawat tapi dirinya mengurungkan niat dan kembali ke Hotel tempatnya menginap dan akan kembali lagi besok untuk menemui Aries.
Pukul 3 Pagi Rian masih belum bisa memejamkan matanya. Dirinya masih belum tahu apa yang akan di katakan kepada Aries besok. Hatinya belum siap akan tetapi Keadaan Aditya membuat dirinya harus memberanikan diri bertemu dengan Aries.
Rian membuka kotak yang berisi photo masa lalu keluarganya sebelum perselingkuhan Sherly dengan Aries terjalin.
Kemudian dirinya menyimpan kembali photo-photo masalalu mereka dan mencoba menutup matanya.
...****************...
Di dalam kamar rawat inap Aries. Lisna menemani suaminya yang masih terjaga saat pukul 2 pagi terbangun sampai pukul 3 belum bisa menutup kembali matanya.
Meski Lisna menyuruhnya untuk tidur tapi Aries masih membuka matanya dan tidak lama Lisna mendapatkan notifikasi pesan dari Ayu yang mengirimkan photo mereka berempat berphoto di pesawat dan mengabarkan akan kembali ke indonesia.
"Lihatlah kelakuan putra kesayangan kamu ini. Aries. Dia mempermainkan kita semua dan juga maut. Dia tidak memikirkan kesehatan Papinya di sini"
"Apa maksud kamu Lisna"
"Dia memaksa pulang ke indonesia dan dia menembakan dirinya sendiri hanya mencari perhatian Renia agar memafkan dirinya tapi tidak memikirkan nyawa papinya yang hampir hilang karena kebodohannya"
Lisna menunjukan photo yang di kirimkan oleh Ayu dan membuat Aries tersenyum bahagia dan bersyukur kepada Allah karena kondisi putranya membaik.
Aries menyerahkan kembali Ponsel milik Lisna dan menutup matanya mengabaikan omelan istrinya untuk Aditya. Hatinya sangat bahagia karena Aditya sudah membaik dan akan segera pulang ke indonesia.
"Lisna tidurlah jangan lagi mengomel ini sudah hampir pagi" ucap Aries dan Lisna hanya cemberut lalu membaringkan diri diatas sofa yang ada di ruangan.
...****************...
Tya membangunkan Arsyila untuk membantu ibunya memasak dan membereskan rumah juga memasak. Karena waktu menunjukan pukul 5 dini hari.
Arsyila berbisik menanyakan apa mereka akan ke rumah sakit untuk menjenguk Rere atau tidak dan Tya mengatakan bahwa dirinya akan pergi menjenguk Rere dan meminta Arsyila tetap berada di rumah untuk menjaga ibunya.
Tya akan beralasan menemui Lawyer. Kemudian Arsyila menanyakan perkembangan perceraian kakaknya dan Tya menjawab
"Semua berkas sudah di di Terima oleh Pak Rafli dan hari ini akan di ajukan ke pengadilan Agama" Arsyila hanya menganggukan kepala.
Kemudian berjalan kearah kamar mandi dan Tya mengambil mukena dan sajadah lalu mengerjakan sholat.
__ADS_1
Setelah mengerjakan Sholat Tya membantu ibunya memasak dan Bu Inah bertanya kembali keberadaan Rere
"Rere ada di kamarnya Nak"
Tya terdiam sejenak dan mengatakan Rere tidak pulang karena menginap di rumah sakit untuk menunggu Papi Ayu yang sedang sakit.
"Pak Aries sakit apa nak"
"Pak Aries Syok dengan pemberita tentang Putranya Bu. jadi, Jantungnya kambuh"
"Kasihan ya, Pak Aries. Ya sudah katakan pada Rere ibu akan Jenguk pak Aries suruh Rere sore ini pulang untuk antar ibu menjenguk pak Aries"
Degggg
Mendengar apa yang di katakan Bu Inah membuat Tya bingung. Apa dirinya harus mengatakan yang sebenarnya saja jika Rere berada di rumah sakit dan di diagnosa Kanker atau tetap diam.
"Kenapa Tya" tanya Bu Inah yang melihat putrinya seperti sedang berpikir.
"Tidak Bu, Tya nanti sampaikan ke Rere"
"Lalu Apa Rere tidak pergi bekerja hari ini"
"Tya tidak tahu Bu. Nanti Tya tanyakan ke Rere"
"Ya, Coba kamu tanyakan ke Rere. Jangan sampai Rere terkena masalah dari tempatnya kerja. Banyak tidak masuk kerja akan mengurangi Penilaian Rere, Benarkan seperti itu. Nak"
"Iya Bu. Ya sudah kita lanjutkan masak ya"
"Arsyila!!! sudah selesai Sholatnya belum. Cepat bantu teteh bersihkan apartemen Rere. Teteh Pagi mau ke kantor Pak Rafli" Sambungnya sambil berteriak.
"Iya Teh... "
"Kamu mau ke kantor Pak Rafli lagi Tya"
"Iya... Bu. Soalnya harus tanda tangan surat kuasa"
"Ya Sudah hati-hati pergi sama siapa"
"Sendiri Bu"
"Kamu sudah hafal daerah jakarta, Nak"
"Pesan Mobil Online Bu" Sahut Tya sambil menggoreng tempe.
"Hati-Hati ya, Nak ini bukan daerah kita. jakarta kota besar. Jangan sampe nanti ketemu orang jahat di jalan"
"Iya... Bu"
Kemudian Arsyila keluar dan mengambil sapu dan kemoceng untuk membersihkan ruangan yang ada didalam apartemen Rere.
Setelah kegiatan semua selesai. Tya mandi dan mengenakan Pakaian Dress panjang dengan Blezer biru dan juga hijab berwarna putih.
Kemudian dirinya duduk dikursi makan dan ketiganya sarapan sedangkan Dion masih tidur karena semalaman bermain game.
"Sekolah Dion giman Teh" tanya Arsyila.
"Hari ini teteh mau ke sekolahan yang ada di dekat sini mau daftarin Dion, Surat pindah sudah ada"
"Kamu yakin ingin pindah di sini Tya'
"Iya Bu... Tya mau buka usaha sekalian mau jaga Rere"
"Jaga Rere, Maksudnya"
"Eeehhh... Maksudnya Rere sendiri. Iya sudah Tya mau nemenin di Apartemen dari pada nanti banyak Fitnah"
"Iya kamu Benar Nak"
__ADS_1