Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 73 Rumah Mewah


__ADS_3

Sesampainya ditempat Parkir Riki membuka mobilnya untuk memasukan Semua Barang-barang Aditya, Lalu dia menghampiri Mobil milik Rere dan kaca mobil rere terbuka.


“Mas Riki, Jimmy dan mas Aditya ikut bersama Rere, Sebaiknya Ayu dan Barang-barang mas Aditya dipindahkan saja ke Mobil rere” ucap Rere


“Rere saja yang mengantarkan pulang, mas Riki sebaiknya tetap di rumah sakit saya khuatrir Bu Lisna dan Papi Aries butuh sesuatu nantinya” tambah Rere.


Aditya duduk di kursi depan, samping rere dan menyetujui apa yang rere katakan. Sejenak Riki berpikir dan dia akan menanyakan terlebih dahulu kepada Ayu atas apa yang di sampaikan rere kepadanya. .


Rere dan Aditya menunggu di mobil Rere yang sederhana dibandingkan dengan mobil milik keluarga Erlangga yang dikendarai oleh Riki. Tidak Lama Ayu dan Riki menghampiri mereka dan Riki mengatakan ayu ikut bersama Riki dan setelah mengantarkan Ayu, asisten Riki akan kembali kerumah sakit.


“Baiklah dan sebaiknya mas Riki berjalan lebih awal supaya Rere mengikuti dari belakang” ucapnya sambil tersenyum dan dijawab dengan anggukan Riki.


“Sayang mas adit saja yang membawa mobilnya” ucap Aditya.


“Tidak.Mas belum sembuh benar, biarkan Rere yang membawanya saja” ucap Rere sambil menarik bibirnya keatas.


“Sayang menggoda mas ya supaya mas ci*m” ucap Aditya sambil tertawa dan mata rere melotot tajam kearah Aditya.


“Tolong ya kalo ngomong lihat keadaan, itu ada anak kecil yang lagi dipangku” ucap rere cemberut.


“Hahaha… iya Mas becanda yakan Jimmy Papi hanya becanda” ucap Aditya


“I don’t know Papi” sahut Jimmy yang sibuk memakan coklat yang diberikan oleh rere.


“Mama Rere” ucap Jimmy


“Ya, Sayang kenapa” sahut Rere


“Bolehkah Jimmy bermain dengan Dion” ucap Jimmy kembali.


“of course Sayang, tapi Besok ya. Sekarang mama Antar…” Rere menoleh kearah Aditya saat Lampu lalu lintas berwarna merah.


“Mama antar Papa Pulang, Besok Papa antar keapartemen mama. Ok” ucap Aditya


Mengerti apa yang dirasakan rere, sepertinya enggan menyebut Papa untuk dirinya. Setelah mendengar perkataan Aditya Rere tersenyum dan menatap lurus kejalanan yang ada di depannya.


“Atau nanti saat sampai ke rumah dan papa keluar dari mobil, mama bawa Jimmy ke apartemen mama, ya. Soalnya, Jimmy boring hanya melihat Mami Ayu menangis” Jimmy cemberut dan membuat Aditya dan Rere saling pandang.


“Menangis” Keduanya mengatakan bersamaan.


“iya Mami menangis karena Papi ga bisa di telpon dan Mama Rere juga kan lihat Papa Sama Wanita yang Jimmy tidak tahu dia siapa saat kita di Mall. Mama ingatkan saat kita bertiga kemarin malemkan ma, mungkin papa punya istri baru” ucap Jimmy berkata dengan polosnya dan kemudian menutup mulut dia seakan lupa dengan janjinya kepada Riki.


Rere melajukan kembali mobil nya setelah melihat lampu berwarna hijau, dengan menelan saliva dan hatinya berdegub kencang mendengar perkataan anak kecil yang masih berusia belum genap Lima Tahun.


“Apa Maksud ucapan Jimmy, Sayang”


Aditya Nampak bingung tapi dia jelas mengerti apa yang dibicarakan oleh Jimmy keponakannya itu, rere hanya menatap sejenak lalu fokus kembali kearah jalanan.


“Renia Sayang…” Aditya memanggil namanya kembali.

__ADS_1


“Renia tidak tahu mas, Renia tidak pernah bertemu dengan Suami ayu tapi saat Jimmy, Renia ajak ke Mall dan bermain bersama Dion, Jimmy katanya melihat Papinya dengan wanita lain, Tapi Rere tidak tahu jelasnya” ucap Rere dengan tetap fokus pada jalanan yang membawanya kekediaman keluarga Aditya.


Aditya hanya diam saat mendengar perkataan dari wanita yang sangat dia cintai dan dia cari selama ini, pikirannya melayang kepada Adik satu-satunya yang selalu mendukung


Ini Alasannya Ayu memeluk saya erat tadi saat di rumah sakit, ada apa dengan rumah tangga Ayu dan siapa wanita yang bersama Hans, Apa dia menyakiti Ayu. Ini alasannya kenapa selama Papi dan Saya dirwawat dirumah sakit dirinya tidak menjenguk. Jangan Pikir Kamu bisa menyakiti Ayu, Hans.


Aditya bermonolog didalam hati, memikirkan rumah tangga adiknya yang terlihat baik-baik saja tapi ternyata ada masalah yang sangat serius seperti ini. Nampak Rangangnya mengeras dan menatap tajam jalanan ibukota lalu dia memeluk erat Jimmy keponakannya dan merasa sedih, mengapa Putra dan juga Keponakannya mengalami kehidupan yang menyedihkan seperti dirinya saat remaja yang harus melihat kehancuran keluarga bahagianya karena sebuah pengkhianatan perselingkuhan.


Aditya menyandarkan punggungnya ke kursi mobil dan membuang pandangannya keluar kaca, disana dia melihat anak kecil yang seharusnya masih bersekolah tapi mengemis dan ada juga yang mengamen, lalu wanita paruh baya yang duduk bersama bayinya dengan sebuah mangkuk ditangannya.


Aditya merasa sangat sedih melihatnya dan tanpa sadar meneteskan air mata. Rere melihat Aditya yang menoleh kearah kaca hanya diam. Rere mengerti bahwa Kekasihnya ini sangat menyayangi Ayu dan tidak ingin Adik dan juga keponakannya merasakan penderitaan Mama Sherly dan dirinya. Rere menyentuh bahu Aditya lalu berkata


“Semoga anak kita tidak mengalami seperti mereka ya mas, Telat menikah tapi tidak membuat kita telat untuk bahagia” ucap Rere sambil tersenyum


Saat Tangan Rere menyentuh bahu Aditya, pria itu segera mengusap air mata yang tanpa sadar menetes dan menoleh kearah rere dan setelah mendengar ucapan Rere. Aditya tersenyum dan menarik telapak tangan Rere lalu mencium jari jemari rere dan menggenggam erat lalu berkata


“Apa itu tandanya Renia Menerima mas untuk menjadi Papa dari anak-anak Renia, sayang” ucap Aditya.


Rere hanya diam dengan wajah yang terlihat merona dan dirinya salah tingkah lalu menarik tanganya lembut dari genggaman Aditya dan menaruhnya di atas kemudi mobil terlihat keduanya tersenyum dengan saling pandang.


Rere fokus kembali kearah depan jalan dan keduanya terdiam sampai akhirnya Rere melihat Mobil Riki memasuki sebuah rumah mewah setelah pintu gerbang terbuka.


sedangkan Jimmy masih sibuk dengan Coklatnya dan tidak peduli dengan apa yang keduanya lakukan saat ini.


“Mas, kita masuk kerumah ini” ucap Rere saat melihat rumah mewah dan Luas.


“iya… ayo masuk sayang, ini rumah utama milik Papi Aries setelah pindah dari semarang Mas dan Keluarga Papi tinggal disini, tapi Setelah mas selesai Pendidikan di NYC, Mas memilih tinggal di apartemen bukan disini karena Ayu harus meneruskan Pendidikan di Jerman dan Menikah dengan suaminya mereka tinggal di Jerman dan Baru sebulan ini pindah dan menetep di Jakarta, itu sebabnya mas tidak ingin menetap di rumah ini Dan kenapa Mereka membawa kita kemari seharusnya Riki membawa kita keapartemen. Ya sudah ikuti saja” ucap Aditya.


“Ayo sayang turun” ucap Aditya yang membuka pintu mobil rere dan mendapati wanita yang dia cintai hanya diam memandangi rumah utama milik keluarga Erlangga.


“eh… iya mas, Renia masuk juga. Apa sebaiknya Renia pulang saja” ucap Rere tampak canggung.


“Renia… Sayang” sahut Aditya dengan tatapan tajamnya.


“Mas, Rere pergi dari Jam Sembilan dan sekarang belum pulang sebentar lagi maghrib dan sebaiknya Renia pulang saja ya mas” ucap Renia memohon.


“Sayang, tidak ingin masuk kedalam rumah, Renia bisa mandi dan sholat dirumah, jangan khuatir mas sudah belikan baju untuk renia sebelum renia datang mas sudah siapkan tadi mas mengirim pesan kepada Riki untuk membeli saat mencari bu Ria” balas Aditya yang sudah membuka lebar pintu mobil rere.


“Mas… Mas Adit. Renia pulang saja ya” masih memohon


Dan terlihat sebuah Mobil berwarna Putih yang sedang berhenti tidak jauh dari luar gerbang kediaman Keluarga Erlangga, Setelah melihat Renia diterik pelan dari dalam mobilnya memasuki kedalam rumah mewah tersebut, Tak lama mobil putih itu melaju kembali dengan sedikit kencang.


“Mas… Mas Adit tunggu jangan Tarik-tarik gini ya, Renia ga mau” ucap Rere sedikit kesal.


“Baiklah, Mas minta maaf” Aditya melepaskan tangannya.


Rere sejenak mengedarkan pandangannya kearah dinding yang terdapat beberapa photo yang menampakan Aditya, dan keluarga besarnya, Rere melihat Aditya diterima baik oleh keluarga Papi kandungnya terlihat jelas disana Aditya berdiri diampit dengan sepasang suami istri yang jika rere bisa tebak dia mungkin kakek dan nenek Aditya.


Rere melangkahkan kakinya dan mengamati photo tersebut, dan disampingnya juga melihat seorang wanita cantik yang Nampak seperti wanita Eropa dan Pria Indonesia yang terlihat tampan sedang berdiri berphoto dengan mesra, lalu Nampak seorang Pria yang jika dilihat wajahnya sangat mirip dengan Aditya yang rere pikir adalah Papi Aries saat muda dan photo pernikahan pria tersebut dengan wanita yang mirip dengan Ayu yang rere yakin itu Mami Lisna.

__ADS_1


Kemudian tentu Photo Aditya Remaja yang sangat Rere rindukan, Nampak Wajah sendu saat di photo bersama keluarga besarnya, dan Photo Aditya saat berada diNYC wajah ini yang membuat Rere remaja sangat merindukan kekasihnya.


Bagaimana keadaannya saat itu dan bagaimana Aditya saat mengenakan amamater Universitas, pastilah sangat tampan. Dan ternyata Rere benar bahkan Aditya melanjutkan pendidikannya di Amerika. itu sangat luar biasa. Rere tersenyum sambil membelai photo Aditya tanpa sadar. Aditya meletakan dagunya di bahu rere lalu berkata


“Takdir membuat kita berpisah saat itu dan Takdir juga yang menyatukan kita, I Love You Renia… Sayang” Aditya memeluk erat pinggang Rere.


“Kita tidak boleh membenci hidup kita mas, seberat apapun pasti ada keindahan setelahnya, Allah memiliki Rencana jauh lebih indah daripada rencana kita sebagai manusia yang penuh keterbatasan. Kita harus bertahan sesakit apapun iman kita tidak boleh runtuh hanya karena kepahitan tentang hidup” ucap Rere yang melepaskan Tangan Aditya yang memeluk erat dirinya.


Rere mengusap air matanya dan menatap Aditya lalu mendongakkan menatap Aditya yang memiliki perpostur tubuh tinggi. Tangan rere membingkai wajah Aditya ditatapnya erat wajah kekasih yang selama Delapan Belas tahun dia rindukan, hatinya selalu percaya kekaasihnya itu akan datang dan setiap mengingatnya dia akan meneteskan air mata karena perasaan rindu. Tapi kini pria itu ada didepan matanya nampak nyata bahkan dapat dia sentuh.


Perasaan yang Renia rasakan Bukan hanya kepedihan kehilangan Ayahnya yang meninggal karena kanker tapi juga karena kehilangan sahabat, saudara dan juga cinta pertamanya membuatnya hidup dalam kesedihan bukan hanya Aditya yang merasakan kepahitan tentang hidup akan tetapi dirinya juga merasakan.


Aditya menyentuh pipi rere dan mengusap air mata rere pelan, dirinya sangat sedih mengingat kebodohannya yang mengkhianati wanita baik dan cantik seperti rere hanya karena merasa sedih teramat dalam atas jalan hidupnya sehingga dia melampiaskan kepada Sisilia hingga wanita itu hamil.


Bagaimana Jika Renia mengetahui Jika Saya tidak Setia dan menghancurkan Cinta Renia, Saya mengehianatinya bersama wanita lain. Sayang Mas tidak sanggup kehilangan Kamu Lagi.


Aditya bermonolog didalam hati dan Keduanya menangis dan berpelukan melepaskan kerinduan yang lama mereka pendam.


Suara deheman terdengar dari arah samping dan membuat keduanya tersadar dan Rere menghapus air mata yang menetes dipipi begitu juga dengan Aditya menggunakan punggung tangan masing-masih.


Astaghfirullah, Ya Allah maafkan Hamba yang tanpa sadar memeluk pria yang bukan suami hamba


Rere membatin dengan apa yang dia lakukan saat ini, Rere menoleh kearah ayu dan Riki yang keduanya juga salah tingkah dan rere melihat Ayu menutup mata Jimmy agar tidak melihat Aditya dan Rere yang sedang berpelukan.


“Maaf, ga sengaja” ucap Ayu.


“iihh… ayu apaan sih kamu sini deh aku ingin bertanya sesuatu”


Rere Nampak salah tingkah dan Aditya hanya menunduk sambil tersenyum mengingat dirinya yang memeluk erat Renia.


“Mau tanya apa bukannya Kak Aditya bisa jawab, saya tidak mau mengganggu dan akan kembali pergi, ayo Riki Jimmy kita pergi dari sini” goda Ayu.


“Ayu… jangan seperti itu kemarilah” ucap Rere.


“Kenapa Sayang kamu ingin tanya apa” ucap Aditya yang tersenyum melihat rere Nampak salah tingkah dan malu dengan adik dan asistennya itu.


“Mas, Apa ini nenek mas” ucap Rere.


“iya… ini ibu kandung papi Aries” ucap Aditya dan ketiga orang yang hanya berdiri tidak jauh darinya mulai mendekat.


“Cantik sekali ya mirip perempuan Eropa ya, eeh… maaf maksud Renia….” Ucapannya terhenti menatap Aditya dan Ayu.


“Iya… Opa menikahi Wanita Spanyol dan membawanya ke negara kita untuk tinggal dan menetap disemarang sampai sisa hidupnya mereka dimakamkan bersebelahan” ucap Aditya dan ayu Nampak tersenyum sambil membelai photo kakek dan neneknya.


“Pantas kalian sangat Cantik dan juga Tampan"


Rere tersenyum dan menoleh kearah Aditya dan Ayu yang tampak tersenyum juga Riki yang ikut menatap kakak beradik itu.


“Jimmy juga ganteng, MasyaAllah ya” ucap rere lalu menunduk untuk mengecup pipi Jimmy.

__ADS_1


“Dan Anak kita juga nanti setampan Jimmy jika dia laki-laki dan secatik Renia Jika anak kita perempuan” ucap Aditya yang membuat rere menoleh kearah nya.


__ADS_2