
"Apa yang Anda lakukan disini" Ucap Geri dengan nada tinggi.
Lisna hanya menoleh lalu tersenyum licik kearah Geri dan tidak menjawab, dirinya hanya melangkah kearah bangkar suaminya yang berada disamping Rere.
"Jangan Ganggu Renia. Jika tidak saya akan menghancurkan anda juga keluarga anda mengerti Nyonya" Ancam Geri
"Apa kamu sanggup menghancurkan keluarga saya Pria muda. Sebaiknya jangan banyak bicara rawat saja wanita kamu ini dan jangan biarkan dia jatuh ke dalam pelukan Aditya jika kamu benar mencintai wanitanya"
Tatapan Mata Geri dan Lisna saling bertemu dan keduanya terdiam. Aries mendengar samar-samar ucapan Lisna kepada pria yang dia tidak tahu siapa.
"Lisssnnnaa..." Panggil Aries.
"Ya... Mas Aries sudah sadar"
Aries hanya mengangguk dan meneteskan air mata mengingat kabar mengenai Putra Kesayangannya yang melakukan aksi percobaan bunuh diri.
"Lisna... Aditttyyaaa" Suaranya terdengar sangat berat.
"Tenanglah Mas. Saya sudah menanyakan kepada Sisilia Jika Putra kamu sudah melewati masa kritisnya"
Aries menggenggam tangan Lisna erat dan menganggukkan kepalanya.
"Saya sudah mendengarkan kabar dari Hans yang mengatakan Putri kita pergi bersama Riki.
Hati Aries merasa tenang, Lisna mengusap air mata Aries pelan dan mencium pipi suaminya lalu memeluknya dan mereka menangis bersama.
Geri mendengarkan pembicaraan keduanya karena ruangannya hanya di batasi oleh kain pembatas saja.
Geri memutuskan untuk menemani Rere sampai Ayah dari Aditya itu dipindahkan ke Rumah Sakit Milik keluarga Erlangga.
Geri merasa tidak tenang selama Lisna berada disamping ruangan Rere sehingga meminta Arsyila dan Tya menunggu sampai Aries dipindahkan baru dia akan mengantarkan kedua saudara Rere.
Mereka berdua setuju karena mengkuatirkan keadaan Rere dan juga belum siap bertemu dengan ibunya yang pasti akan menanyakan keberadaan Rere karena sudah malam belum pulang.
...****************...
Butuh beberapa kali transit sampai akhirnya Pesawat Pribadi milik keluarga Erlangga sampai di Bandara yang ada di New York.
Riki menggendong Jimny dan menggandeng Ayu untuk menuruni tangga Pesawat. Hati Ayu merasa tidak tenang memikirkan Kakak Tiri juga permasalahan rumah tangganya yang dikhuatirkan akan mempengaruhi keadaan Papinya yang mengidap penyakit Jantung.
"Tenanglah Ayu semua akan baik-baik saja"
Ayu mengangguk dan membelai Putranya yang tertidur dibahu Riki.
Driver Perusahaan Erlangga menjemput Riki untuk membawa ke Penthouse milik keluarga Erlangga. Ayu sengaja memilih Penthouse bukan Mansion milik keluarga karena Lokasinya yang dekat dengan Rumah sakit tempat Aditya dirawat"
Riki meminta Driver untuk mengantarkan ke Penthouse terlebih dahulu untuk menyimpan Koper juga menidurkan Jimny.
Setelahnya dirinya dan Ayu akan menjenguk Aditya dirumah sakit diperjalanan Riki mendapatkan kabar yang membuatnya terkejut.
Kabar yang dikirim oleh Ria membuat Riki tersentak karena mengetahui bahwa Aries dirawat dan kemudian pesan baru masuk dan memberitahukan bahwa Rere dirawat disebuah rumah sakit dan di diagnosa Leukimia.
Meski Ria memberitahukan bahwa masih ada harapan bahwa diagnosa itu salah karena belum dilakukan test darah dan pengecekan lebih dalam untuk penyakit yang diderita Rere.
Ria akan membawa Rere ke Rumah sakit yang ada diluar negeri jika memang benar Rere mengidap penyakit Leukimia, Ria bertekat untuk membantu biaya penyembuhan untuk Rere demi Aditya.
Untuk itu Riki diminta untuk menyampaikan apa yang terjadi dengan kondisi kesehatan Rere setelah menemui Aditya agar, Pria yang dicintai Rere itu memiliki semangat hidup setidaknya untuk menemani masa sulit Rere.
Riki menghela nafas panjang dan menyandarkan kepalanya di kursi mobil dan mengetik sebuah pesan balasan untuk Ria
(Baiklah Bu Ria Terima kasih sudah memberitahukan ini kepada saya, Setelah bertemu dengan Pak Aditya dan mengetahui keadaannya saya akan menyampaikan apa yang terjadi dengan Bu Renia agar Pak Aditya bisa berjuang untuk sembuh demi Bu Renia)
"Ada apa Riki, apa itu Mami yang mengirimkan kamu pesan"
__ADS_1
Riki menggeleng dan memberika Ponselnya kepada Ayu yang membuat Ayu tersentak dan menangis.
"Rere kenapa kamu... Saat kita tinggal keadaannya masih baik-baik saja tapi kenapa Rere Sakit, Riki"
"Masalah ini Sangat Berat bahkan Papi juga harus dilarikan ke rumah sakit"
"Papi... Masuk Rumah Sakit"
Ayu mengambil kembali Ponsel milik Riki karena hanya membaca Perihal Rere saja tidak membaca Pesan masuk sebelumnya.
"Ya Allah... Ujian Bertubi-tubi. Semoga kami mampu melewati ini dengan baik"
"Amin" Sahut Riki yang menatap wanita yang dia cintai dengan Jimmy yang tertidur dalam pelukan Riki.
Ayu dapat melihat ketulusan Riki yang juga menyayangi Putranya yang bersama Hans. Ntah kenapa hatinya merasa bahagia dan tenang dengan adanya kehadiran Riki di sampingnya untuk melewati masa sulit seperti ini.
"Terima Kasih Riki. Kamu selalu ada untuk Keluarga kami. Ntah Bagaimana jika tanpa kamu. Saya dan Keluarga Saya mungkin tidak sanggup melewatinya"
"Jangan berkata seperti itu Nona Ayu. Menjaga Keluarga Erlangga adalah tugas dan sudah menjadi Kewajiban Saya"
Ayu menyandarkan kepalanya di bahu Riki dan meminta maaf atas kejadian saat mereka berdua di pantai yang mana Ayu marah dan menampar Riki dengan keras
"Sudahlah Nona Ayu jangan di ungkit kembali itu juga karena kesalahan Saya yang memang kurang ajar kepada Nona Ayu. Saya merasa Malu dan juga meminta maaf untuk kesalahan saat kita di pantai"
Ayu hanya diam dan tanganya mengenggam erat Riki membuat Pria yang duduk di sampingnya merasa sangat bahagia.
"Riki apa kita sedang berselingkuh"
"Tidak"
"Tapi saya ingin kita berselingkuh Riki"
Ayu menatap Riki dengan lekat dan membingkai wajah Riki lalu terbawa suasana Ayu mencium bibir Riki yang membuat Pria itu membelalakan mata dan membalas ciuman Ayu dengan lembut.
Driver yang membawa Mobil hanya dapat diam dan menatap Spion dalam mobil lalu kembali kearah depan jalan.
Driver yang membawa mereka tahu suami Ayu adalah Hans tapi kenapa berciuman dengan Asisten CEO Erlangga.
Driver menggelengkan kepala dan menghembuskan nafas kasar, dirinya baru menyaksikan sebuah perselingkuhan.
Ayu melepaskan ciumannya akan tetapi Riki menarik tubuh Ayu untuk kembali mencium Ayu. Tangan Ayu meremas rambut Riki.
Ciuman beralih ke leher Ayu dan memberikan tanda cinta disana kemudian Ayu menarik tubuhnya dan membenarkan kembali duduknya.
Ayu Salah tingkah begitu juga dengan Riki yang membenarkan posisi tidur Jimmy dan Ayu menatap keluar jendela.
Mobil telah sampai didepan Lobby Gedung Pethouse milik keluarga Erlangga, Petugas gedung membukakan pintu mobil. Riki keluar dengan menggendong Jimmy kemudian disusul oleh Ayu.
"Apa tidak sebaiknya Jimmy saya yang gendong, Mungkin kamu lelah menggendong Jimmy dari tadi"
"Tidak apa Ayu. Saya akan menggendong Jimmy, Sebaiknya kita segera masuk, Setelahnya Saya menemui Pak Aditya di rumah sakit dan Nona Ayu beristirahat bersama Jimmy besok baru menjenguk Pak Aditya"
Keduanya masih nampak canggung setelah melakukan ciuman panas didalam mobil tadi, Ayu melangkah lebih dahulu kemudian Riki berjalan dari arah belakang.
Mereka memasuki Lift yang akan membawa mereka kedalam Lantai 10 tempat Penthouse milik Ayu berada. Aries membelikannya saat Putrinya berulang tahun yang ke 24 Tahun saat itu.
Pintu Lift terbuka dan segera Riki melangkah dengan masih menggendong Jimny dan juga membawa Koper milik Ayu dengan tangan kanannya.
Ayu menatap Pria yang sudah dekat dengan dirinya sejak kecil hingga saat ini. Tidak ada yang berubah dengan Riki, masih pria yang sama kehangatan dan perhatiannya tidak pernah berubah meski Ayu sudah menikah dan memiliki seorang Putra hasil pernikahannya.
Langkah keduanya tanpa terasa sudah berada didepan pintu Penthouse milik Ayu dan dengan fingerprint Ayu pintu terbukan dan Ayu masuk terlebih dahulu kemudian Riki.
Ayu mengedarkan pandangan kesegala penjuru ruangan yang ada disana, Kenangan bersama suami saat terakhir berlibur ke Amerika setahun yang lalu masih terasa membuat Air mata Ayu menetes.
__ADS_1
Riki yang menoleh kearah Ayu dapat melihat itu semua dan dirinya melangkah kaki menuju ke kamar yang ada disana. Tidak tahu kamar siapa tapi Riki memberanikan masuk.
Dalam benaknya jika bukan kamar Ayu dan Hans mungkin Kamar Tamu dan setelah pintu dibuka Riki dapat melihat berbagai Photo kebersamaan Ayu dengan suaminya.
Hati Riki merasa hancur tidak seharusnya dia masuk dalam pernikahan Ayu yang nampak bahagia.
Meski yang merusak bukan hanya dirinya. Hans juga memiliki bagian dalam rusaknya hubungan Pernikahannya sendiri.
Karena Hans sebagai Tokoh utama dalam Perselingkuhan di keluarganya hingga akhirnya Ayu melakukan hal seperti yang terjadi didalam mobi dengannya.
"Saya tidak menyesal berciuman dengan kamu Riki dan Jika hancurnya Pernikahan ini karena perselingkuhan kita berdua saya tidak peduli. Hans yang terlebih dahulu merusak Pernikahan ini. Saya hanya merasa seperti memanfaatkan kamu saja Riki. Saya Minta Maaf"
Ayu masuk dan menatap lekat asisten keluarga yang memang dekat dengan dirinya dan juga kakak tirinya itu.
Riki yang telah menidurkan Jimmy menoleh kearah Ayu setelah mendengar apa yang Ayu katakan.
Riki melangkahkan kaki mendekati Ayu dan mengulurkan tangan yang disambut oleh Ayu. Riki hanya diam tanpa menjawab perkataan dari Ayu dan kemudian dirinya memeluk Ayu erat begitu juga dengan Ayu.
"Saya akan bertanggung jawab atas perselingkuhan ini dan saya tidak merasa kamu memanfaatkan saya Nona Ayu. Karena ini yang saya tunggu sejak dulu. Ini adalah mimpi terindah Saya" ucap Riki lalu mencium Ayu.
Ayu membalas ciuman hangat Riki dengan meraba tubuh Riki dan keduanya saling meluapkan perasaan satu sama lain dan Ayu berkata
"Jangan disini Riki bawa saya ke kamar samping"
Riki tidak menjawab dan tubuh Ayu segera dia gendong ala bridal style ke dalam kamar yang diminta Ayu.
Dan sesampainya didalam kamar Riki melepaskan Pakaian yang dia kenakan lalu dengan berani melepaskan juga Pakaian yang dikenaka oleh Ayu dan keduanya berada di atasranjang untuk menuntaskan has*at yang dirasakannya.
Ayu mencium Riki begitu juga dengan Riki yang menginginkan ini terjadi sejak lama. Keduanya seakan melupakan tujuan utama ke New York ingin menemui Aditya.
Keduanya merasa menginginkan itu terjadi hingga waktu menunjukan pukul 10 malam mereka baru selesai dengan kegiatan diatas ranjang dengan beberapa kali Riki melepaskan benihnya di dalam rahim Ayu dan wanitanya tidak marah.
Riki bersandar di kepala ranjang dan Ayu menyandarkan kepanya di dada bidang Riki dan masih mengusap lengan kekar Riki dan sesekali mencium pipi juga leher Riki.
"Apa Saya boleh pergi menjenguk Pak Aditya, Sayang"
Ayu menoleh ke arah Riki setelah asistennya itu mengucapkan kata sayang. Ayu hanya mengangguk dan Riki tersenyum mendapatkan respon Ayu.
Riki mengecup dahi kekasihnya lalu memeluk erat tubuh Ayu dan mengucapkan Terima Kasih karena telah memberikan kehangatan kepadanya.
"Sayang ini yang pertama kali untuk saya dan sekali lagi saya bersyukur dan berterima kasih karena kamu wanita pertama yang menyentuh Saya"
"Benarkah" Ayu mendongakan kepalanya untuk menatap Prianya lalu Riki menganggukan kepala.
"Kamu Pria Suci dan saya merusak kamu. seharusnya ini kamu berikan untuk istri kamu nantinya" Sahut Ayu sedih kemudian memeluk Riki karena hatinya merasa bersalah.
"Bukankah kamu berkata ingin bercerai dengan Hans. Jika di ijinkan Saya akan menikahi kamu Nona Ayu. Saya akan menyayangi Jimmy seperti Putra Saya sendiri dan untuk materi meski saya tidak memiliki Perusahaan besar seperti Hans dan keluarga kamu Sayang, Tapi Saya janji akan membuat kamu dan Jimmy bahagia. Saya akan bekerja dengan keras dan mengembangkan bisnis sendiri nantinya. Asalkan kamu percaya dengan saya Ayu"
"Saya Percaya dengan kamu Riki, Saya minta kamu bersabar dan menunggu Proses perceraian Saya dan Hans selesai. Apa kamu bersedia" Tanya Ayu pelan dengan menatap Hans lekat.
"Saya selalu menunggu kamu, Sayang. sampai hari ini saya masih setia menunggu kamu Cintaku"
Ayu tersenyum dan mereka berciuman kembali dengan bersemangat dan Riki meminta ijin untuk mengulangi apa yang mereka lakukan sebelumnya dan Ayu mengijinkan.
Pukul 11 Malam Riki benar-benar selesai dengan kegiatannya dengan Ayu dan sudah membersihkan dirinya juga mengenakan kemeja biru dengan bawahan putih.
Pakaian yang nampak sangat Formal membuat Ayu tersenyum dengan dirinya yang masih mengenakan kemeja milik Riki yang tadi di gunakan saat datang dari jakarta.
"Sayang jangan lupa beritahu saya jika ada sesuatu di sini ok" ucap Riki mengkhawatirkan keadaan Ayu yang terpaksa harus di tinggal di Penthouse miliknya hanya bersama Jimmy.
"Sudahlah jangan mengkhawatirkan saya. Hati-hati di jalan. Jika sudah sampai beritahu saya segera" Sahut Ayu dan mereka berciuman kembali sebelum Riki meninggalkan Penthouse milik Ayu.
Riki melangkahkan kaki menuju Lift dan Ayu menatap Riki dengan perasaan yang tidak menentu, Bahagia, sedih, bersalah dan bingung itu yang saat ini di rasakan oleh Ayu.
__ADS_1
Bahagia karena bisa melepaskan rasa marah terhadap suaminya dengan kehadiran Riki. Sedih karena harus menjalin hubungan terlarang dengan teman masa kecilnya itu.
Bersalah karena berharap Riki mendapatkan wanita lain yang lebih baik dari dirinya karena menurut dirinya Riki sosok yang sangat tulus dan bingung karena hatinya masih mencintai suami nya tapi ada nyaman yang di rasakan saat bersama Riki.