
“Mas Kita berangkat sekarang” Aditya hanya mengangguk
Rere berdiri dan ke arah kamar pribadi nya dan bertemu dengan Dion lalu mengajak keponakan nya untuk ikut bersama nya untuk menjenguk Bu Ria ke rumah sakit tapi keponakan nya menggelengkan kepalanya, Rere hanya tersenyum dan berjalan kembali ke arah kamar pribadi nya.
“Dion Apa Kabar” ucap Aditya.
“Baik. Paman… Jimmy tidak ikut?” sahut Dion.
“Tidak. Kenapa ingin bermain dengan Jimmy?”
“Iya… Padahal Dion ingin ajak Jimmy bermain Game baru yang di beliin Paman Geri” Dion santai mengatakannya sambil menekan tombol on dan memainkan game baru di depan Aditya.
Ibu Inah dan Tya saling memandang, tatapan Aditya terlihat dingin dan datar tapi tidak mengatakan apapun, ruangan menjadi hening.
Setelah Sepuluh Menit Rere keluar dari kamar mengenakan Setelan Celana Jeans di padukan dengan Tshirt Putih berlengan Panjang dan Blazzer berwarna Biru Muda dan Hijab berwarna Putih dan mengenakan Shoulder Bag berwarna Biru dan Flat Shoes berwarna Putih.
Aditya menatap game yang ada di Monitor TV dan menoleh kearah Rere dengan tatapan yang sulit untuk diartikan dan Rere menunjukan senyum manis nya kepada Aditya.
“Mas Adit, Kita berangkat sekarang” Ucap Rere dan Aditya hanya mengangguk dengan wajah datar, Ibu Inah dan Tya saling pandang dan menatap Aditya juga Rere bergantian.
“Rere Pergi dulu. Bu. ingin jenguk nasabah Renia beliau sakit dan sekarang di rawat d rumah sakit”
Lalu Rere mencium punggung ibu Inah dan juga Tya.
“Baiklah Renia, Nak Pulang nya jangan malam-malan ya”
Ibu Inah mengatakan sambil bersalaman dengan Aditya yang mana tangan Bu Inah di cium oleh kekasih Putrinya itu dan beralih untuk berpamitan kepada Tya.
“Dion jangan main game aja salim dulu sama paman Adit” Ucap Rere kemudian mengusap kepala Dion dengan Lembut.
“Geri yang membelikan game itu Sayang” Tanya Aditya dan dibalas anggukan oleh Rere.
Aditya bertambah kesal mendapat jawaban dari Rere dengan menyambut tangan Dion lalu tangan nya di cium oleh keponakan Rere setelah nya Aditya berjalan mendahului kekasih nya dan diantarkan oleh Tya dan juga Ibu Inah sampai depan Pintu. Aditya menggandeng tangan Rere menuju ke arah Lift yang akan membawa mereka ke Lantai dasar.
Keduanya masih terdiam saat Aditya membukakan Pintu Mobilnya dan Rere masuk kemudian memasangkan Seat Belt nya Sendiri, Rere menoleh ke arah Aditya yang membuka pintu lalu duduk dan memasangkan Seat Belt miliknya dan melajukan mobil ke arah Rumah Sakit tempat Bu Ria di Rawat.
“Mas sudah ada kabar terbaru dari Bu Ria”
Tanya Rere Pelan tapi tidak ada jawaban, Aditya hanya diam dan fokus ke jalanan yang ada di depannya dan sibuk dengan pikirannya sendiri.
Kejujuran yang di inginkan Renia adalah Perpisahan yang akan di dapatkan saya nanti, Jika akhirnya berpisah untuk apa saya mencari Renia selama ini dan Mama ternyata juga menginginkan Pernikahan Saya dengan Renia.
Aditya bermonolog dengan memainkan jarinya di atas setir mobilnya dan sesekali menaruh tangan nya di atas bibir. Aditya ragu untuk mengatakan tentang masa lalu nya padahal saat di rumah Renia dia berniat jujur dan akan menerima keputusan Rere wanita yang dia cintai hanya demi kebahagian Rere.
Tapi hati nya menjadi ragu kembali hanya karena mendengar Geri membelikan Game untuk keponakan Rere. Ada rasa marah dalam hati Aditya mengetahui Geri ternyata sudah sangat dekat dengan keluarga Rere dan rasa tidak ikhlas jika Rere menikah dengan Geri yang dia tahu adalah sahabat Rere yang juga mencintai kekasihnya.
Sebaiknya Sisillia dan Zayn segera saya pindahkan dari Jakarta ke Amerika secepatnya, Saya tidak akan pernah melepaskan Renia. Mana mungkin saya bisa melepaskan wanita yang saya cintai kepada Pria lain.
__ADS_1
Aditya bermonolog di dalam hati sedangkan Rere menoleh ke arah Aditya yang sedari tadi tidak menjawab pertanyaan dirinya yang menanyakan tentang Bu Ria. Rere mendiamkan Aditya yang sibuk berperang dengan hati dan pikirannya.
“Mas…” Rere menyentuh bahu Aditya yang terlihat fokus kearah jalanan yang ada di depannya.
“Mas… Kenapa bengong, Bahaya kalo terjadi sesuatu bagaimana. Apa Renia saja yang menyetir sepertinya Mas Aditya sakit” Ucap Rere.
“Iya… Mas Sakit hati” Aditya tidak menoleh ke arah Rere saat dirinya mengatakan itu sedangkan Rere hanya menarik bibir atasnya.
“Sakit Hati kenapa”
Tanya Rere terlihat Santai dan Aditya menoleh sejenak kearah Rere.
“Sakit Hati?” mengulang ucapan Aditya dengan mengerutkan dahinya.
“Hehhhmm…” balas Aditya.
“Tapi Kenapa? Karena Game atau karena lamaran?”Sahut Rere dan Aditya hanya terdiam.
“Mas… Renia minta maaf jika tadi perkataan Renia tidak berkenan di hati Mas Aditya tapi memang itu yang Renia Pikirkan dan inginkan Mas, Renia minta maaf dan jika Mas Aditya berubah pikiran mendengar apa yang Renia inginkan Mas Aditya boleh mundur dan Renia ikhlas…” ucap Rere Menunduk dan Aditya menepikkan Mobilnya.
“Sayang… Apa yang Renia katakan. Mas Mencintai Renia, Percaya atau tidak itu yang ada dalam hati Mas Adit. Jangan bicara seperti itu Mas menjadi sedih, sayang" Aditya menarik tangan Rere untuk di genggam.
"Dan kenapa Renia ragu kepada Mas. Bagaimana cara mas membuktikan cinta Mas ke Renia… Kejujuran. Apa itu yang Renia masih ragukan. Mas harus jujur apalagi Sayang. Renia sudah tahu tentang keluarga mas Adity, tentang kehancuran rumah tangga orang tua mas dan perselingkuhan yang di lakukan mama saat masih menikah dengan papa Rian. dan juga Renia sudah tahu jika mas bukan anak kandung Papa Rian tetapi anak tidak sah dari Aries pemilik perusahaan Erlangga” Ucap Aditya menggenggam erat tangan Rere.
"Ini semua kejujuran yang Mas Miliki, Sayang. Mengertilah Mas Mencintai Renia dan mas butuh Renia selalu ada di samping Mas” Aditya mencium jari jemari Rere.
“Sisillia” balas Rere yang membuat Aditya mendadak terdiam
“Sayang…berapa kali mas katakan dia Psikiater Pribadi yang diminta oleh Papi saat mas mengalami masa terpuruk Papi membawa Sisillia untuk menjadi Psikiater Pribadi Mas Aditya agar bisa mengontrol emosi juga mental mas yang saat itu sedang hancur. Mas kehilangan keluarga kecil mas, Mama dan Papa pergi bersamaan dengan perginya Renia”
Aditya menatap Rere dan genggaman kembali tangan Rere kemudian menaruh tangan Rere di dadanya dan Aditya menyandarkan tubuhnya di kursi Mobil dan tatapan nya kosong ke arah jalanan yang ada di depannya.
Flasback
“Sisillia satu-satunya teman mas pada saat itu usia nya lima tahun di atas mas, Dia baru lulus dan bekerja di salah satu Rumah Sakit yang ada di semarang. Saat usia mas masih Enam belas tahun setelah kematian Mama Sherly, Mas sering terbayang akan kematian Mama yang mendadak dan itu membuat Mas merasa di bayangi rasa bersalah dan Mas tidak bisa menerima kenyataan”
(Aditya mulai membuka cerita masa lalunya)
“Mas sering terlibat perkelahian dengan teman Mas yang ada di sekolah dan Penolakan keluarga besar papi dan Juga Lisna membuat Mas tertekan. Saat itu di sekolah Mas pertama kali melakukan tindakan kekerasan terhadap salah satu teman Mas dan dia mengalami hal yang sama dengan Geri. Ya sayang mas hampir menghilangkan nyawa nya. Dia terus menghina Mama Sherly dan mas tidak bisa menahan amarah dalam diri mas” Adity menghembuskan nafas kasar dan terdiam.
“Papi di panggil pihak sekolah dan Pihak Sekolah ingin mengeluarkan Mas Adit tapi Papi mencegah dan dengan uang yang di miliki Papi akhirnya dia menjadi Donatur di sekolahan itu. Sejak saat itu Opa yang adalah Orang Tua Kandung Papi Aries ingin mengusir Mas Adit dan ingin membawa Mas Adit ke panti Asuhan dan Papi mengancam ingin menceraikan istrinya jika Mas harus di keluarkan dari bagian keluarga Erlangga. Apa yang di lakukan Papi membuat keluarga besar Papi maupun Lisna menjadi sangat membenci Mas” Aditya mulai meneteskan air mata.
“Setiap Papi pergi bekerja dan Mas ada di rumah sendiri. Lisna selalu membuat masalah dengan Mas dan berakhir dengan pemukulan yang di lakukan oleh Opa kepada Mas Adit. Dan itu di lakukan terus menerus sampai membuat Mas ketakutan dan Opa mengurung Mas di gudang saat Papi pergi kerja baik di luar kota maupun luar negeri. Mas di kunci didalam Gudang selama Tiga hari dan tidak di berikan makan. Mereka menyebut mas anak H*ram dari wanita peng*oda” Aditya menangis tidak lagi bisa menahan rasa sedih nya.
“Kehilangan akan Mama dan juga siks*an Opa sangat membekas” Aditya menutup Matanya.
“Mereka menyiksa Mas Adit tanpa Papi tahu. Siksaan itu masih terasa Renia dan Mas seperti orang gila saat itu dan Opa membawa Mas Adit ke rumah sakit mereka mengikat mas saat Papi tidak ada dan Lisna juga Ayah nya datang ke kamar Rumah Sakit dan mereka menghina Mama Sherly sampai akhirnya mas tidak tahan untuk mendengarnya dan ikatan itu bisa mas lepaskan dan mas menyerang Orang Tua Lisna dan bersamaan dengan itu Opa datang bersama dengan Perawat dan mereka memberikan suntikan dan mas tidak sadarkan diri”
__ADS_1
Aditya menangis dan tubuhnya gemetar. Rere mendekat dan memeluk Aditya. Sedangkan Aditya hanya diam dengan tatapan kosong dengan air mata yang menetes di pipi.
“Mas Adit… Mas. Maafkan Renia saat itu Renia tidak ada di dekat mas Adit”
Renia menangis dan memeluk Aditya dengan erat hatinya sangat sakit. Rere pikir keluarga Erlangga menerima Aditya dengan hanya melihat Photo keluarga yang dia lihat di Mansion Besar Milik Aries.
“Renia ingin mengetahui Semua halaman- halaman kisah mas setelah Renia pergi”
Aditya berkata dengan menunduk menatap Rere yang memeluknya dan Rere mendogakkan kepalanya menatap Aditya yang sangat menyedihkan yang menatap Rere dengan tatapan kosong.
“Setelah mas sadar setelah di berikan suntikan yang mas tidak tahu itu apa, Mas bangun di salah satu ruangan yang berbeda dan di sana masih tidak ada Papi, Mas sendiri dengan tangan dan kaki terikat dan saat itu Mas berteriak dan dari arah luar datang Sisillia, melihat mas terikat dia melepaskan mas dan saat itu mas sangat ketakutan dan menyerang Sisillia tapi dia berusaha menenangkan Mas”
Aditya bergetar saat melanjutkan kisah hidupnya. Rere masih memeluk Aditya dengan sedih.
“Mas memukuli diri mas sendiri dan melemparkan semua yang mas lihat ke arah sisillia dan petugas rumah sakit datang keruangan mas dan menangkap mas kembali dan ingin mengikat mas di ranjang kembali tapi Sisillia menghentikan mereka, meski saat itu medapat penolakan tapi Sisillia tetap melarang mereka. Dia datang seperti seorang Kakak yang menyelamat kan Mas”
Aditya Terdiam
“*Jangan Takut dan jangan marah Perkenalkan nama Saya Sisillia Renata kamu siapa Dek*”
Sisillia mengusap rambut Aditya dengan lembut.
“*Tenanglah Saya tidak akan menyakiti Kamu*”
Sambung Sisillia dan memberi kode kepada Petugas keamanan untuk menjauh tapi tetap berada di ruangan.
“*Tenanglah Jika kamu tenang tidak ada yang akan menyakitimu*”
Sisillia mengusap pelan rambut Aditya. Perawat datang dan Sisillia meminta Rekam History Pasien untuk di pelajari oleh nya.
“*Jika kamu tenang kamu tidak akan di perlakuakn dengan kasar, Tenang ya*” ucap Sisillia.
Dengan terus membelai rambut Aditya dan dijawab dengan anggukan, Setelah tenang mereka semua pergi dan yang ada hanya Aditya sendiri dengan keadaan meringkuk ketakutan.
Saat itu Aries sedang berada di Amerika untuk urusan bisnis yang seharusnya Dua Minggu. Akan tetapi baru Empat hari dia mendapatkan kabar jika Aditya masuk rumah sakit dari asisiten Pribadinya yang adalah ayah dari Riki, segera Aditya pulang ke Semarang dan menemui anaknya yang terdiam di kamar rumah sakit dengan tubuh gemetar.
“*Anak ku, Sayang… Adit*”
Teriak Aries yang mendapati keadaan Aditya sangat menyedihkan.
“*Apa yang terjadi siapa yang membawa putra saya ke sini… Siapa*”
Teriak Aries sambil memeluk Aditya saat itu. Sedangkan Aditya hanya duduk memeluk kedua kakinya dengan tubuh gemetar.
“*Lihat Papi… Nak. Lihat Papi Sayang… siapa yang melakukan ini Nak*” Ucap Aries yang membingkai Wajah Aditya saat itu dan Aditya menepis tangan Aries dan mendorong Aries hingga terjatuh ke lantai.
“*Siapa Kamu. Papa Adit itu Papa Rian, Pergi dari sini… Pergi*” Teriak Aditya kepada Aries.
__ADS_1
Mendapati perkataan menyakitkan yang keluar dari mulut putranya sendiri tentu membuat Aries bersedih hatinya hancur. Aries menatap Aditya lalu menangis dan meninggalkan Ruangan Putranya.
Sedangkan Aditya mengingat ancaman yang di berikan oleh orang Tua Lisna jika dirinya mengadukan kepada Aries maka Orang Tua Lisna akan menghancurkan Perusahaan milik Aries dan juga mengancam akan mempertemukan Aries dengan Sherly.