
Di ruang meeting lantai 29 Perusahaan Erlangga sudah berkumpul jajaran Komisaris dan juga para pemegang saham. Riki tentu saja hadir di sana untuk mengurus pertemuan ini.
Pintu Ruangan terbuka Ayu masuk terlebih dahulu di susul Aries dan juga Lisna. Semua yang hadir di sana berdiri bersamaan sebagai tanda hormat untuk keluarga Pemilik Perusahaan Erlangga.
Aries duduk di kursi Pimpinan tertinggi yang sudah di siapkan sedangkan istri nya duduk di kursi pertama sebelah kanan dan Ayu duduk di kursi pertama sebelah kiri.
Setelah semua di pastikan hadir dan berkumpul di ruangan tersebut maka Aries memulai acara meeting kali ini, Pertama dari pemegang saham yang bernama Erik yang mengungkapkan keberatan nya atas apa yang terjadi saat ini menurut nya Aditya sudah mencoreng nama Perusahaan atas tindakan nya atas Geri karena melakukan kekerasan yang mengakibatkan diri nya harus berurusan dengan pihak berwajib dan imbas nya perusahaan Erlangga terkena dampak atas pemberitaan liar yang terjadi.
Aries masih sabar menahan emosi karena di depan mata nya sendiri, Seseorang yang dia anggap hanya memiliki saham perusahaan 5% mengutarakan keberatan nya dan dari ucapan nya itu membuat yang lain juga merasa keberatan juga atas posisi CEO yang di miliki oleh Aditya.
Apalagi sekarang ini Aditya sedang mendekam dalam tahanan ntah sampai kapan dia akan keluar dari sana. Untuk membuat keadaan perusahaan tetap stabil mereka minta adanya Pergantian CEO perusahaan itu.
Para Pemegang saham yang hanya memiliki 15% secara silih berganti memberikan pendapat dan keberatan nya atas apa yang terjadi saat ini. Setelah semua mengutarakan apa yang mereka ingin selanjutnya Aries memberikan komentar atas keberatan mereka.
"Aditya adalah keturunan Erlangga, darah nya mengalir darah yang berasal dariku dan begitu juga dengan Ayu maka tidak akan ada yang berubah, Putra ku akan tetap mengemban jabatan ini sampai dia memutuskan untuk Pensiun seperti ku dan Anak nya yang akan memimpin Perusahaan Erlangga yang di turunkan oleh kakek dan Papi ku dulu" Aries menjelaskan.
"Dan yang terjadi saat ini tidak akan mempengaruhi status Aditya di Perusahaan ini" jelas Aries dengan tatapan tajam untuk setiap orang yang datang ke ruangan itu.
"Jangan mengorbankan Perusahaan hanya demi anak tidak sah mu itu"
Lisna mengeluarkan pendapat nya ntah kekuatan dari mana dia bisa seberani itu di depan para jajaran perusahaan dan Pemegang saham. Tentu saja sorot mata Aries menajam terlihat tatapan tidak suka dari ucapan istri nya itu.
__ADS_1
Aries diam tidak mengeluarkan suara bukan takut atau malu dengan apa yang terjadi tapi lebih ingin melindungi putra nya agar tidak semakin mendapat tekanan saat ini Tapi tentu saja jelas terlihat di wajah nya jika Aries akan membahas ini di rumah dan Lisna menerima tatapan tajam suami nya dengan senyum yang sulit di artikan.
"Banyak Perut yang harus kamu Perhatikan bukan hanya Putra mu yang selalu membuat masalah itu tapi juga Kesejahteraan Karyawan yang sudah mengabdi di perusahaan ini, Jika issue Aditya Putra mu itu terus bergulir dan saham kita terus turun itu bisa mengakibatkan Goncangan di perusahaan ini yang berakibat kepada karyawan" Lisna mengatakan itu dengan tatapan sengit lalu mengarahkan tatapan nya kepada para peserta yang hadir.
"Perusahaan ini pernah mengalami kebangkrutan dan Perusahaan Papi memberikan suntikan dana meski Perusahaan Erlangga sudah membayar pinjaman itu tapi... " Lisna menatap lagi ke arah suami nya.
"Kita harus ingat 18 Tahun lalu banyak air mata yang jatuh karena ada nya phk masal dan untuk mempertahankan perusahaan ini berdiri ada banyak hati yang di korbankan"
Lisna melanjutkan ucapan nya dengan menatap kedua bola mata suami nya berharap untuk mengingat kejadian 18 tahun lalu yang membuat hati nya hancur dan juga kematian Sherly akibat keegoisan Aries demi Suntikan dana dari mertua nya mengorbankan dua hati wanita saat itu.
Aries diam tanpa kata, Aries melihat kesedihan di mata istri nya karena kenyataan suami nya yang memiliki anak dari wanita lain yang adalah mantan kekasih nya dan setelah diri nya menikah dengan Aries justru hubungan itu berlanjut menjadi perselingkuhan.
Cinta yang tidak terbalas oleh Aries dan mengetahui bahwa pernikahan diri nya tidak lebih karena kesepakatan bisnis membuat Lisna menyimpan luka di hatinya.
Ayu yang nama nya di sebut hanya diam, dan menatap Papi dan Mami nya, Jika untuk menggantikan sementara kakak nya dia setuju saja sampai Aditya keluar dari tempat itu, Ayu bisa mengurus perusahaan nya tapi jika itu membuat papi nya tidak senang lebih baik ayu menolak itu yang ada dalam pikiran ayu.
Sedangkan Lisna tahu bentul kedekatan putri dan suami nya termasuk dengan Aditya saudara tiri nya itu. Dia tidak akan membiarkan itu tentu saja Lisna ingin anak sambung nya hancur seperti yang di rasakan hati nya.
"Ayu sudah menikah dan memiliki Putra yang masih balita sebaiknya kita memilih dari yang lain saja" sahut Lisna memperjelas maksud nya.
"Aku ingin mengangkat Jordy menjadi CEO menggantikan Aditya, Selain dia keponakanku dia juga lulusan terbaik Amerika dan sudah pasti bisa mengelola perusahaan" tambah Lisna.
__ADS_1
"Omong kosong apa ini Lisna, hentikan atau silahkan kamu keluar dari ruangan ini".
Teriak Aries dan memukul Meja yang ada di depan nya dengan keras membuat seluruh peserta kaget dengan apa yang di lakukan oleh Aries.
"Aditya adalah penerus perusahaan ini dia putraku, perusahaan ini kakek ku yang mendirikan, siapa jordy. Dan harus kalian ingat putraku bertanggung jawab atas tindakan yang dia perbuat, Putraku Pria Sejati dia tidak menggunakan kekuasan keluarga atau pun uang untuk menyelesaikan masalah nya. Aku bangga dengan Putraku dan sangat yakin dia bisa menyelesaikan permasalahan ini dengan baik. Dia ingin memperjuangkan cinta nya dan yang di lakukan sekarang tidak bisa aku lakukan dulu"
Semua orang menunduk atas ucapan Aries. Lalu Aries mengumumkan tentang masalah pembagian saham yang sudah dia pikirkan sebelum nya, Jelas semua yang hadir kaget terutama Lisna. Lisna tidak menyangka sama sekali jika Aries hanya memberikan putri nya saham sebesar 10% atas kepemilikan nya di Perusahaan Erlangga.
Ayu yang hadir hanya diam, sebenarnya di dalam hati ada perasaan sedih dan kecewa mengapa diri nya hanya di nomor duakan oleh papi nya sendiri. Kasih sayang nya untuk Putra pertama sangat besar bahkan diri nya tidak dapat protes atas tindakan papi nya itu.
"Kamu sudah sangat keterlaluan mas Aries, ini Puncak dari segala nya. Aku akan memperjuangkan hak Putriku jangan pikir aku akan diam" Setelah bicara itu Lisna berlalu begitu saja.
Semua yang hadir hanya diam mendengarkan apa yang terjadi dalam pertemuan ini, Mereka sudah mengetahui issue tentang hubungan buruk antara Aries dan Lisna tapi kali ini mereka menyaksikan sendiri.
"Untuk Pak Erik dan yang lain yang tidak menyetujui tentang keputusan saya dengan tetap mempertahankan Putra saya atas jabatan yang dia miliki, di persilahkan untuk menanggalkan saham kalian aku sendiri yang akan membeli nya" Aries menatap tajam Erik dan Para pemilik saham yang tadi memberikan suara keberatan atas permasalahan ini.
"Untuk yang masih tetap percaya dengan Kemampuan Putra ku dan tetap ingin menjalin kerjasama yang baik dengan perusahaan ini. Kami ucapkan Terima Kasih dan kami akan berjuang untuk mempertahankan perusahaan tetap stabil dan kepercayaan kalian kepada kami tidak akan kami sia-siakan"
Kemudian Aries mempersilahkan Riki memberikan Laporan kerja selama Tiga Bulan terakhir lalu keuntungan dan pencapaian perusahaan juga kendala yang ada. Menurut Aries goncangan yang terjadi adalah krikil kecil pasti Aditya bisa melalui nya.
Ayu hanya diam melihat Papi nya memimpin meeting hari ini, dirinya tidak mengucapkan sepatah katapun meski orangtua nya berdebat pada pertemuan ini.
__ADS_1
Ayu merasa dirinya tidak perlu hadir hanya untuk melihat Papi membela kakak Tiri nya dan memperlihatkan rasa cinta yang besar untuk nya.
Tanpa sadar Riki memperhatikan ayu sedari tadi perasaan sedih terlihat jelas di mata wanita itu.