
Setelah berbincang dengan keluarganya dan mendengarkan masukan juga arahan dari ibu dan kakaknya.
Renia juga ibu dan kakaknya menghentikan obrolan sampai jarum jam menunjukan pukul Sebelas Malam.
Mereka masuk kamar untuk tidur. Seperti biasa Rere tidur sendiri sedangkan kakak, ibu dan keponakannya tidur dalam satu kamar.
Rere Masih terdiam di kamarnya ntah mengapa matanya belum tertutup padahal jam menunjukan pukul Satu Malam.
Pikirannya selalu teringat dengan tatapan tajam dan juga wajah Sisilia dan Aditya yang tidak dapat dirinya artikan dan berkata pelan
”Ada apa dengan mereka”
Pikiran mengingat Aditya yang tadi sore meminta ijin kepadanya untuk bertemu dengan seseorang di hari sabtu.
Mengapa Rere merasa ingin mengetahu siapa dan urusan apa mereka bertemu. Meski Pria yang mengaku masih mencintai dirinya itu menjelaskan bahwa dia ingin bertemu dengan Clien Bisnis dari Bali untuk membicarakan Proyek mereka tapi hati Rere merasa, Pria itu membohonginya.
Apalagi Rere melihat dengan jelas Wanita yang ditemui dirinya dikediaman Erlangga memainkan Ponselnya seperti sedang mengetik sesuatu dan tidak lama suara Ponsel Aditya seperti memberikan notice pesan masuk dan wanita itu menatapnya dengan sinis dan tajam.
Tidak mungkin jika hubungannya hanya sekedar Pasien dan Psikiater Pribadi saja, dan mengapa Baik keluarga Erlangga maupun Aditya tidak memperkenalkan dirinya dan wanita itu secara langsung,
Rere merasa janggal dan mengapa seakan disengaja bukan lupa. Sisilia sudah mengetahui namanya dan dirinya juga sudah mengetahui nama nya dari Aditya saat berbincang di dalam mobi tapi tidak ada perkenalan formal disana.
Ini Seperti sebuah Puzzle dan Saya harus mencari tahu sebelum memutuskan.
Batin Rere berkata dan rere berpindah tidur mengarah ke sisi kiri lalu ke sisi kanan kembali lagi ke samping kiri dan kemudian mengarahkan pandangannya ke langit kamar.
Rere Nampak kacau dan berpikir keras hatinya merasa aneh dengan apa yang dia rasakan jika mengingat keduanya dan Bayangan atas tatapan Sisilia saat Aditya masih di dalam ICU saat pertama bertemu dengan dirinya yang ingin mengunjungi kekaasihnya itupun terlintas lagi. Rere bertanya mengapa setiap melihat dirinya Sisillia seperti benci dan ingin menyerang dirinya.
“Ya Allah Terima Kasih atas petunjuk ini, Saya berpikir tidak mungkin Mas Aditya Setia dengan Perasaannya Selama Delapan Belas Tahun berpisah dengan Saya lalu menjalani hidup masing-masing. Apalagi dia Pernah hidup di Negara yang memang bebas dalam hal apapun dan saat itu Mas Aditya tidak sendiri. Saya harus mencari tahu” gumam Rere memutuskan dan beranjak dari tidurnya.
Rere memutuskan akan mencari tahu hubungan Aditya dan juga Sisillia, Rere menunggu Aditya selama ini tapi dirinya juga harus siap dengan apapun yang akan terjadi.
Rere selalu ingat jika pemilik hidup yang akan memberikan Takdir terindah untuk dirinya. Rere menarik nafas panjang dan memutuskan untuk menutup kedua matanya dengan bantal.
Sedang di dalam kamar Aditya merasa kesal dan marah karena Rere belum menerima panggilan telepon ataupun Video dan Aditya merasa wanita yang dia cintai mulai curiga dengan dirinya dan sisillia.
Apalagi Sisillia menunjukan sikap permusuhan dengan Rere. Aditya juga merasa kesal dengan apa yang dikatakan oleh Sisilia di ruang kerja milik Papinya itu dia meminta Aditya menikahinya bahkan bersedia menjadi istri kedua secara siri yang terpenting untuk Sisilia, Pria itu menikahinya.
Seingat Aditya Sisillia bukan wanita pembangkang dan kesalahan yang diperbuat Sisillia hanya mempertahankan kehamilanya itu saja selain itu Sisillia selalu patuh apa yang diinginkan oleh Aditya meski wanita itu Lima Tahun Lebih tua dari dirinya, tapi Aditya diperlakukan seperti seorang raja yang setiap perkataan dan perbuatannya selalu dituruti oleh Sisillia.
Kesalahan Sisillia satu tapi dampaknya sangat besar mengingat itu Aditya menghembuskan nafas kasar dan bayangan Kehilangan Rere jelas Nampak di pelupuk mata.
Hari ini saja Rere merasa curiga dan dirinya berubah menjadi dingin dan cuek bagaimana jika Rere mengetahui fakta Aditya mengkhianati Janjinya dulu saat remaja yang akan selalu bersama Rere dan tidak akan berpindah kelain hati
Flasback
“Sayang, Mas belikan ini untuk hadiah karena Renia menerima mas menjadi Kekasih” Senyum Aditya Manis dan memberikan satu kotak berwarna Hitam.
“Apa ini Mas” Sahut Rere Nampak bingung dan salah tingkah.
“Buka Saja Sayang” Ucap Aditya
__ADS_1
Rere membuka Kotak berwarna hitam itu dan melihatnya yang ternyata Cincin Emas dengan design simple.
Aditya mengambilnya lalu memakaikan cincin itu di jari manis Rere dan Aditya memiringkan kepalanya saat ingin mencium, Aditya mendapat penolakan dengan telapan tangan rere menjadi pembatas antara bibir Rere dengan bibirnya.
Aditya hanya dapat mencium telapak tangan wanita yang resmi menjadi kekasihnya saat itu. Mereka terlihat canggung dan salah tingkah terutama Aditya yang merasa tidak sopan karena ingin mencium tanpa ijin dari wanitanya.
“Mas Jangan dulu, Kita tunggu nanti sama-sama Dewasa dan kita menikah kita akan melakukannya di malam pengantin, Maaf ya” Ucap Rere dan Pria yang saat itu menjadi kekasihnya hanya diam.
“Mas Aditya kecewa ya, Maafin Rere tapi Rere tidak ingin melakukannya dulu tanpa menikah. Jika Ayah dan Ibu tahu Renia akan di hukum kita masih sekolah dan belum saat nya seperti itu” ucap Rere dan Aditya Masih diam.
“Mas… Kenapa diam apa Mas Marah karena Renia tidak ingin dicium Mas Aditya, Jangan diam mas Bilang” Rere memaksa Aditya untuk mengatakan sesuatu karena kekasihnya itu hanya diam.
“Ya sudah Rere kembalikan Cincinnya dan Renia mau pulang, Mas Aditya hanya menginginkan Renia jadi kekasih karena ingin seperti itu aja. Ya… Sudah sana cari perempuan yang mau mas cium tapi maaf Renia tidak ingin dan tidak akan sebelum Renia Menikah” ucap Rere dengan cemberut dan beranjak dari tempat duduknya sekarang, yang mana mereka berada di taman bunga.
“Sayang, Renia. Maafkan Mas. Jangan Marah ya. Mas Janji akan setia menunggu kita dewasa dan kita menikah baru Mas akan cium Renia dan sebelum itu tiba mas akan Setia hanya dengan Renia, tidak ingin menyentuh atau memiliki kekasih lain. Mas Sayang dan Cinta Renia tapi Peluk Bolehkan”
Aditya Merentangkan kedua tangannya dan Rere Nampak mengangguk dan kearah Aditya, keduanya berpelukan dan Aditya mengusap rambut Renia yang panjang karena saat itu belum memutuskan untuk menggunakan hijab.
Flasback Selesai
“Auuhhhhhh”
Aditya Nampak kesal dan mengacak-acak rambutnya sendiri diatas ranjang tidurnya yang mana sampai waktu menunjukan pukul Dua Pagi dirinya belum juga tidur masih memikirkan hubungannya dengan Rere yang akan mengalami kendala besar karena kesalahannya di masa lalu.
“Saya Harus segera membawa Sisilia ke amerika jika tidak dia akan menjadi penghalang hubungan saya dengan Renia” gumam Aditya Pelan.
Begitu juga dengan Rere yang mengingat hari dimana Aditya berjanji akan setia dan hanya akan mencintai dirinya.
Rere berbicara sendiri dengan wajah yang masih ditutup bantal mencoba tidur tapi tetap tidak bisa. Bayangan Sisilia dan Aditya masih mengganggu pikirannya bahkan lamaran Geri tidak bisa menggantikan agar mengusik pikirannya.
...****************...
“Hallo Rere” tersambung panggilan telepon
“Hallo juga Tika, ada apa nih....” sahut Rere
“Bisa ketemu hari ini tidak”
“Ketemu… Hari ini. Dimana?” Rere mengerutkan dahinya.
“gw ada dibawah ditempat Parkir, gw naik keatas atau tunggu lu turun. Masih cuti apa udah mulai masuk kerja. Gw antar ke kantor kalo hari ini lu udah aktif kerja”
“Eeehhh… Gw Senin aktif kerjanya dan hari ini otw ke Butik, kita ketemu dibawah aja kali ya, ini gw ada di lift” balas Rere.
“Ya udah gw antar ke Butik pake Mobil gw aja kali ya. Sekalian gw mampir buat lihat usaha lu, siapa tahu kita bisa kerja sama, ya kan… Hahaha”
Cantika mulai bisa mengontrol diri dan bersikap wajar kembali dan tidak ingin menampakan rasa cemburunya dengan kedekatan Rere dan Geri.
Beberapa Menit Renia melangkahkan kaki meninggalkan Lobby Apartement. Terlihat Cantika melambaikan tangan saat melihat renia keluar dari lobby dan Rere mendekat kearahnya lalu tersenyum.
“Rere apa kabar… sibuk banget kayanya jarang ketemu kita ya, terakhir dirumah sakit waktu jenguk Geri” Cantika mulai basa-basi.
__ADS_1
“iya… bukan gw yang sibuk tapi lu, Tika. Lu tambah sukses aja nih bisnisnya” ucap Rere senyum
“oh, ya tadi lu bilang mau ada yang di omongin ke gw apaan, penting banget kayanya sampe pagi-pagi udah datang ke apartemen gw. ya Allah jam Tujuh loh ini. Hahaha…” sambung Rere sambil menatap kearah jam yang ada di pergelangan tangannya.
“Ya udah kita omongin dibutik lu atau di mobil dan sekarang lu ikut mobil gw ya" Cantika berkata dengan merapatkan kedua telapak tangannya di dada.
“Yaelah gitu banget ya udah ayo… tapi baliknya lu anter gw. Soalnya tahu sendiri gw ga bawa mobil dan gw males, pesan mobil online buat pulang kesini"
“Ya gw tahu lu pelit. Hahaha…” ejek Cantika yang dibalas dengan rere mendorong punggung cantika pelan dan keduanya tertawa.
Mereka menuju mobil milik Cantika yang membawanya ke Butik milik Rere. Sesampainya di Butik Cantika melihat dengan seksama dan serius produk yang dijual Rere dan memberikan masukan dan nasehat untuk bisnis sahabatnya.
Tentu Rere mencatat dengan serius karena menurut Rere Cantika adalah Pembisnis Muda Wanita yang sukses dan selain Ria, Cantika juga mentor dalam berbisnis.
Sering kali mereka datang bersama ke Butik Rere hanya untuk mereview produk yang di jual Rere dan memberikan masukan apa yang kurang dan harus diperbaiki. Dan untuk Laporan keuangan juga Cantika banyak membantu Renia.
Cantika wanita Karier yang sepengetahuan Rere wanita itu belum menikah maka setiap ibunya bertanya kapan menikah Rere selalu memberikan contoh Cantika yang hebat dengan kariernya dan masih sendiri, biarkan jodoh Tuhan yang menetukan Pria mana yang baik untuk dijadikan suami dan ayah dari anaknya. Jangan terlalu dikhawatirkan menurut Rere yang terpenting mental dan financial wanita harus kuat terlebih dahulu baru memikirkan menikah.
“Rere boleh kita bicara diruangan lu sekarang”
Raut wajah Cantika Nampak berubah dan rere menganggukan kepala lalu memberikan catatan masukan untuk Butiknya dari Cantika kepada Karyawannya dan minta untuk dikerjakan jika ada yang kurang paham bisa ditanyakan seperti itu perintah Rere dan kini keduanya berjalan kearah ruangan kerja milik Rere.
“Udah Cantik Sukses lagi ya, keduanya juga baik” Kasir memulai ghibahnya.
“Sayang Perawan Tua ya. Hihihi….”ucap karyawan rere lainnya.
“ihhh… Kamu bener-bener ga sopan, Bella. Kalo Bu Rere dan temennya dengar gimana” kasir dan karyawan pria memukul karyawan wanita yang bernama Bella itu.
“ihhhh… kalian sakit tahu. Main pukul kepala orang” sahut bella yang Nampak memajukan mulutnya protes kepada kedua rekan kerjanya yang meninggalkan bella sendiri.
DiRuang kerja Rere dan Cantika duduk berdampingan dengan meneguk teh Hangat yang karyawan Rere sajikan untuk mereka. Cantika mengatur nafasnya karena ingin mengatakan hal penting kepada rere ini tentang Isi Hati dirinya kepada Geri.
Sahabatnya harus mengetahui fakta sebenarnya dimana sejak lama bahkan saat mereka masih bersekolah Tingkat Pertama dirinya sudah menyukai Geri dan samapai hari ini. Rere memperhatikan sahabat yang sudah lama berteman dengan dirinya ini seakan ragu dan takut untuk bercerita.
“Kenapa Lu, perasaan ga jelas banget, tadi pengen ngobrol sampe datang ke apartemen gw pagi banget sekarang kaya orang linglung gini, Lu ada masalah sama perusahan lu. Apa lu mau ngajuin kredit, nanti gw bantu yang penting syarat-syarat nya ada. Nanti gw follow up keteam yang menangani itu” ucap Rere.
“Gw Cinta Geri Rere”
“HA………” Rere terkejut dan menutup mulutnya menggunakan kedua tangan.
“Apa” Rere terlihat syok.
“Maaf Rere. Gw lama suka sama Geri sejak kita satu kelas di Sekolah Tingkat Pertama, dan saat itu gw tahu lu sahabatan dengan Geri. Maka nya gw ngajak temenan sama lu. Saat lu pergi baru tahu ternyata Geri juga naksir sama lu" Jelas Tika
"Geri bukan hanya nganggep lu temen. Saat lu pindah sekolah Geri banyak diemnya dan berubah, ga kaya pas ada lu. Dia kelihatan ceria dan aktif, gw lihat dia hanya diam di perpustakaan” Tika Menambahkan.
“Pas gw tanya kenapa. Geri hanya diam lalu pergi tapi dibuku yang dia bawa ini jatuh” Cantika menujukan Foto Rere yang sedang tersenyum ditaman bunga depan rumahnya.
“Tika” Rere mengusap bahu Cantika yang Nampak menangis.
“Gw berusaha menjauh dari Geri dan mengubur perasaan gw, tapi sama kaya lu yang ga bisa melupakan Mas Aditya, gw juga ga bisa hilangin perasaan gw ke Geri, Tolong gw harus bagaimana Rere, dan kemarin Bu Sri telpon gw katanya Geri memaksa ingin melamar lu"
__ADS_1
"Rere jelasin apa gw harus kubur perasaan gw yang dari dulu ke Geri atau harus perjuangin padahal gw tahu hati geri bukan buat gw” Cantika mengguncang kedua bahu Rere yang tidak menjawab.