
"Mas... iihhh apaan sih malu banyak dilihatin orang" Rere memukul lengan suaminya dengan pelan.
"Ya Allah Aditya... " Ucap Bu Ria sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Arsyila menutup mata Zayn dan tertawa merasa konyol dengan tingkah kakak iparnya.
"Kita nangis bombay karena istrinya sakit. Suaminya malah tidak jelas banget sih... Hahaha..." Arsyila berkata sambil tertawa
"Huuusssttt Kamu Masih kecil" Sahut Ria yang mencubit pipi Arsyila dan semuanya tertawa sedangkan Zayn merasa bingung.
...****************...
Aditya sampai didalam mobil dan Renia marah dengan tingkah suaminya. Nanti dirinya harus bersikap apa saat bertemu dengan keluarganya. Malu sudah pasti, Apalagi Adik dan anak sambungnya melihat Semua.
Aditya mengabaikan omelan istrinya dan menaruh telunjuknya ke mulut dan menelepon Riki untuk meminta agar mengantarkan keluarga Renia. Mendapatkan Perintah dari atasnya Riki Ingin protes tapi menahan diri.
Aditya belum bertemu dengan Adiknya setelah apa yang terjadi dimakam hari ini. Aditya berpikir mereka berdua harus menenangkan pikiran terlebih dahulu.
Kemudian Aditya melajukan mobilnya kearah Hotel yang ada didekat rumah sakit.
"Kenapa kita kesini Mas"
"Anak-anak kita meminta agar dikembangkan biakan sayang"
"Ihhh Mas Aditya ternyata mes*m"
"Sayang... Kita sudah resmi suami istri apalagi"
"Renia tidak suka seperti ini... Nanti jika Renia tidak ada dan saat melakukan pengobatan, Mas akan melakukan dengan wanita lain"
"Sayang cukup... Mas hanya akan melakukan dengan kamu setelah menikah dan memang mas akui s*x mas tinggi tapi tidak seperti yang Sayang pikirkan dan Renia sekarang resmi istri Mas jadi harus bantu Mas dan itu ibadah sayang"
Renia melipatkan tangannya dan hanya melirik kesal kepada apa yang diucapkan oleh Aditya lalu tanpa terasa air matanya mengalir.
"Mas... Minta maaf sayang jangan menangis lagi. Jika Renia menolak kita akan pergi dari sini mas akan membatalkannya. Tapi jangan menangis dan jangan berpikir buruk tentang Mas. Renia sayang, Mas berjanji akan melakukan hanya dengan Renia"
Rere tidak menjawab dan saat Aditya ingin melajukan mobilnya meninggalkan jotel. Rere sempat melirik kearah Aditya yang terlihat mengusap wajahnya yang terlihat menahan sakit dan juga nampak cemas lalu tanpa sengaja melihat milik Aditya yang menegang. Saat mobil bergerak Rere meminta untuk tetap ke Hotel. Aditya menoleh dan Rere berkata
"Kita Honeymoon disini ya Mas"
Seakan dirinya mendapatkan harta karun tentu Aditya tersenyum lebar dan mengucapkan Terima kasih tentu saja Aditya merasa sangat bahagia.
Kemudian dirinya membawa mobil ke bassmen dan terlihat sepi disana Rere mengusap Wajah Aditya yang penuh keringat dan suaminya itu bersandar di kursi pengemudi. Aditya mengatur nafasnya yang tersengal karena belaian Istrinya. Sebenarnya Rere hanya berniat mengusap keringat Aditya tapi suaminya justru memejamkan mata dan Rere merasa aneh dengan sikap suaminya.
"Sayang... Mas sudah tidak tahan kita disini dulu nanti lanjut dikamar hotel ya"
"Tapi Mas nanti kalo ada yang lihat kita bagaimana" Ucap Rere takut
"Kamu jangan takut... Lihat disana sayang"
Terlihat logo Parkir VVIP dan itu milik CEO dan Rere tidak tahu jika Hotel dekat rumah sakit itu milik Erlangga Group. Sebab itu tempat Parkir terlihat Sepi.
Aditya tentu membuka pakaian miliknya dan meminta Rere juga melakukan hal yang sama lalu duduk dipangkuannya. Rere yang masih awam tentu bingung dan sesuai arahan suaminya dirinya hanya bisa pasrah.
Aditya mendongakan kepala saat inti miliknya menyatu dengan milik istrinya. Rere menutup mulutnya menggunakan tangan.
Dan Rere yang masih polos hanya bisa mengikuti arahan dan perintah suaminya. Sekitar 30 Menit tanpa terasa mereka melakukan itu di Basement Parkir khusus CEO dan Renia yang sudah tidak mengenakan apapun harus mengikuti apa yang diinginkan suaminya.
Rasa sakit akibat semalam juga masih dirasakan Rere dan disela kegiatannya Rere mengatakan apa ada cctv atau orang lain yang melihat.
Aditya menjawab jika dirinya sudah mematikan cctv ditempat parkir mobilnya. Dan dirinya tidak peduli jika ada yang melihatnya.
__ADS_1
"Mas sering melakukan ini dengan Sisillia"
"Tidak"
"Bohong"
"Jika Mas marah akan melakukan bukan karena keinginan mas atau cinta, itu hanya untuk melampiaskan amarah mas saja sayang dan sekarang Mas melakukan dengan Renia karena mas mau dan juga karena cinta"
Rere hanya diam tapi dia meneteskan air matanya dengan kejujuran menyakitkan yang didengarnya. Suaminya pernah melakukan ini dengan wanita lain dan itu sangat menyakitkan.
Walaupun diakhir kalimatnya mengatakan cinta kepada dirinya tetap tidak bisa menahan rasa sedihnya. Pria yang dicintainya ternyata pernah berbuat dengan wanita lain.
"Mas bersumpah hanya melakukan itu dengan Sisillia dan dalam keadaan marah sayang. Setelah Mas berkonsultasi dengannya. Maafkan Mas Sayang... Mas sangat menyesal"
Rere hanya terdiam dengan sesekali memukul lengan Aditya dan mere*as rambut suaminya saat merasakan sesuatu yang aneh yang datang dari tubuhnya.
Disisi lain dia marah tapi disisi lain ada sesuatu yang membuatnya ingin terbang. Dia merasa bingung dengan dirinya. Apa yang dirasakannya ini belum pernah dia rasakan.
Rere menggigit bibir bawahnya dan Aditya menyandarkan tubuhnya dengan suara des*han Rere membuat Aditya sangat bersemangat memainkan bagian tubuh Rere yang berada di dada istrinya. Aditya memejamkan matanya menik*ati kegiatan dengan istrinya.
Tanpa mereka sadari Ada wanita yang sedang menatapnya disebuah Mobil hitam bersama dengan Pria. Ya... dia adalah Sisillia dan Bryan yang baru bebas dari penjara dan mengikuti Aditya yang keluar dari rumah sakit dan melihat Aditya menggendong tubuh Rere.
"Kamu lihat Tuan Aditya sangat bahagia. Meski kita tidak bisa melihat kegiatan mereka didalam sana tapi melihat keadaan mobilnya kita orang dewasa tahu bahwa Tuan Aditya sedang Honeymoon dengan istrinya"
"Diam dan jalankan Mobilnya Cepat. Saya ingin pulang ke Apartemen saya. Kamu membawa koper saya bukan"
Bryan hanya menganggukan kepala dan diotak Sissillia dia mengingat senjata api yang dia bungkus dan masukan kedalam koper yang dililitkan dengan kain dan ditaruh ditempat yang aman.
Jadi saat pemeriksaan di bandara aman itu yang ada dalam pikiran Sisisllia sekarang ini. Dengan wajah yang sulit untuk diartikan Sisilia menatap kearah depan tanpa berkata apapun.
...****************...
Tya sudah membagikan kepada tetangga apartemen lalu beberapa toko dan kantor yang ada disekitar gedung apartemen Rere dan Jika berminat bisa dipesan sesuai list menu harian yang tya buat.
Melihat semangat dari wanita yang dia dekati membuat Rafli merasa bahagia dan memuji masakan dan minumannya enak lalu meminta Tya untuk membuka Akun Media Sosial sebagai alat untuk Promosi dan menyewa ruko disekitar tempat tinggalnya.
"Iya Pak Rafli niat seperti itu ada dan Rere yang akan menjadi mentor tapi dia sedang sakit sekarang dan sibuk dengan masalah cintanya jadi ya nanti jika ada waktu senggang saya tanyakan lagi. untuk sementara seperti ini saja dulu"
"Jika saya bantu apa Tya tidak keberatan"
"Pak Rafli sudah banyak membantu saya dan keluarga saya jadi saya merasa sangat tidak enak hati"
"Jangan Panggil pak bisa mulain sekarang panggil Mas atau jika boleh sayang" Rafli tersenyum saat mengatakannya dan Tya tersipu malu.
Diruang tamu yang juga ruang televisi Dion dan bunga sedang bermain game online dan Terdengar oleh mereka suara gaduh dari luar dan terdengar ketukan pintu. Tya meminta ijin untuk membuka pintu dan Rafli mengijinkan dan saat dibuka ada saudaranya sudah kembali.
Untuk Rian dan Riki tidak ikut mampir karena untuk Rian ingin kembali ke Hotel dan tentu saja untuk Riiki kembali ke Rumah sakit untuk menemani Ayu yang sedang terpuruk atas kematian Papi dan kepergian Putranya.
Ayu hanya ditemani oleh Ria dirumah sakit. Dan Zayn tentu saja ikut pulang ke Apartemen Rere bersama dengan Arsyila.
"Haiii... Bocil lihat siapa yang datang"
"Ohhh... Kak Zayn. Sini mau ikut main game tidak. Soalnya main game sama cewe males banget kalah mulu terus ngomel lagi kalo kalah"
"Boleh saya juga suka game. Di Amerika Papi belikan Game tapi sayang tidak sempat saya bawa ke jakarta karena kami pulang mendadak sekali"
"Memang kamu tinggal di Amerika"
"Hanya kurang dari 1 minggu Papi bilang saya akan bersekolah dan sudah daftar juga sudah mulai belajar tapi kami disuruh pulang kembali"
"Memang kenapa pulang ke jakarta kembali" Tanya Bunga.
__ADS_1
"Saya tidak tahu" sahut Zayn dan orang Dewasa yang ada disana hanya menyimak apa yang dikatakan oleh anak-anak yang sedang main game"
"Memangnya Kakak Zayn sebelum tinggal di Amerika tinggal dimana" Tanya Dion sambil menyerahkan stik permainan yang tadinya dipegang oleh Bunga.
"Panti Asuhan"
"Haaaaaahhhh... Panti Asuhan. Panti asuhan mana. Bukankah Panti Asuhan itu tempat anak-anak yang tidak memiliki orang tua.Saya juga tidak memiliki mami tinggalnya sama Papi sama Oma tidak tinggal dipanti asuhan" Sahut bunga.
"Kenapa kalian banyak tanya" Zayn merasa kesal dengan kedua anak kecil yang menurutnya cerewet dan zayn melemparkan stik permainannya kelantai dan membuatnya pecah.
Tentu saja Dion merasa marah dan kesal karena gamenya itu adalah hadiah dari Geri. Dion mendorong Zayn tepat didadanya dengan keras sampe Zayn tersungkur keatas lantai.
Tya berteriak marah kepada Dion saat melihat Zayn kesakitan tepat dibagian jantungnya semuanya panik dan dengan cepat Rafli meminta untuk dibukakan pintu dan Rafli berlari menolong Zayn karena dia tahu bahwa putra dari Aditya ini memiliki kelainan pada jantungnya.
Semua Panik dan Dion merasa takut dan menangis. Ali dan Arsyila ikut menyusul Rafli sedangkan Tya menelpon Rere dan Aditya tapi mereka tidak bisa dihubungi.
...****************...
Aditya memang mematikan panggilan telepon karena tidak ingin diganggu oleh siapapun saat ini. Karena Saat selesai kegiatannya didalam mobil Aditya dan Rere yang sudah mengenakan pakaian lengkap dengan cepat Aditya menggendong Rere untuk menuju Lift khusus kearah Penthouse miliknya yang berada diatas Hotel.
Rere baru mengetahui bahwa Gedung yang dia datangi ini milik Aditya karena suaminya itu memiliki akses khusus untuk ke Lift dan ke unit Penthouse yang ada diatas hotel.
"Jadi ini milik Mas Aditya" Suaminya hanya tersenyum.
Dan disana Aditya begitu b*as melakukan hubungan dengan istrinya di ranjang sampai Rere harus menjerit dan merasakan sensasi aneh. Dirinya seakan lupa jika dia sedang sakit begitu juga dengan Aditya.
Rere membiarkan saja suaminya melakukan apapun yang ingin dilakukan karena usianya tidak ada yang tahu mungkin ini akan menjadi kenangan terindah untuk dirinya juga suaminya.
Setelah Tiga jam melakukan olahraga siang sampai sore dan berhenti untuk mandi dan sholat setelahnya Aditya meminta untuk mengulang kembali sampai malam. Dirinya seperti seseorang yang lapar dan diberikan makanan.
Tentu Rere merasa sangat lemas dan lelah apalagi, Dirinya sedang sakit. Rere meminta waktu istirahat dari pukul 6 sore sampai saat waktu menujukan pukul 8 malam dan Aditya menyetujui dan setelah selesai sholat maghrib dan isya juga makan malam Rere ingin tidur tapi Aditya memeluk kembali da Rere sekali lagi pasrah.
"Mas... aktifkan dulu Ponselnya khuatir ada sesuatu yang penting kita lihat ada yang menghubungi kita tidak ini sudah malam. Kita berci*ta dari siang sampai sore"
Rere membingkai suaminya dengan harapan suaminya mengecek ponsel dan dia bisa berbaring sebentar untuk istirahat.
"Apa ini alasan sayang" Rere menggeleng.
"Ya sudah Mas buka ponsel kamu siapkan diri diranj*ng ya"
"Renia juga ingin lihat pesan dan panggilan masuk nanti orang kantor ada perlu sesuatu dengan Renia tapi Ponsel tidak aktif bagaimana? atau keluarga kita telepon ada hal penting Mas"
"Ya Ok sayang ku"
Aditya setuju dengan yang dikatakan Rere. Dirinya hanya mengenakan celana Pendek dan Rere mengenakan lingerie berwarna pink.
Aditya membuka ponsel dengan memberikan kode istrinya untuk membuka pakaiannya. Rere hanya kesal tapi menurutinya saja. Dan tanpa sengaja Rere menatap cermin yang ada didepannya.
Rere sangat terkejut dengan apa yang terjadi disana tubuhnya dipenuhi tanda merah karena ulah suaminya. Rere menatap Aditya yang terlihat serius menatap Ponsel miliknya lalu menjauhi ruangan kamar dan membuka video yang dikirimkan oleh seseorang yang dia suruh untuk mengawasi Sisilia.
Aditya mendengarkan suaranya menggunakan headset agar Rere tidak curiga di Balkon dengan keadaan pintu terkunci dari luar.
Dari Video kemarahan Sisilia sampai video Sisilia dan Bryan yang mengikuti dirinya dari rumah sakit sampai hotel dan menyaksikan kegiatannya di Bassment bersama Rere.
"Jika kalian berani menyentuh Istri Saya tidak akan pernah saya maafkan" gumam Aditya pelan.
Lalu membalas pesan kepada orang yang mengirimkan dirinya video.
Kemudian Aditya kembali kedalam kamar. tanpa melihat pesan teks dan pesan suara dari Tya maupun Rafli.
Aditya sudah tidak sabar untuk melakukan kegiatan ranja*gnya bersama istri, Dan saat Rere ingin membuka Pesan dari kakaknya. Aditya dengan cepat memeluknya dari belakang dan Ponselnya terjatuh.
__ADS_1