Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 68 Apa Hubungannya


__ADS_3

Rere duduk di antara Aditya juga Aries, Sebelumnya Aditya memperkenalkan Rere kepada Aries. Adit mengatakan kepada Papi nya bahwa Rere wanita yang selama ini dia cari.


Rere kekasih yang sangat dia cintai dan juga Sahabat kecilnya, Rere juga sangat dekat dengan Sherly karena Sherly menginginkan anak perempuan.


Sherly memiliki dua anak dan keduanya laki-laki, yang mana anak kedua nya meninggal karena sakit saat usianya balita. Rere sangat dekat dengan Sherly dan juga dimanja, Rian juga menyayangi Rere seperti putrinya sendiri, Sering pasangan suami istri itu mengajak Rere kecil ke taman hiburan bersama Aditya.


Aries yang mendengarkan cerita tentang kehidupan anak dan wanita yang di cintai nya itu hanya terdiam rasa sedih dan sakit menyelimuti hatinya apalagi melihat Aditya tertawa lepas bersama Rere wanita spesial putranya yang akhirnya bertemu kembali setelah Delapan Belas tahun terpisah, menambah penyesalan dirinya yang dulu hadir dan merusak kehidupan indah mereka.


Tapi Aries merasa memang ini jalan takdir untuk dijalani oleh Putra dan dirinya, Aries tersenyum saat melihat Aditya mencubit pipi Rere dan di balas pukulan kecil di bahu Putranya, Dia melihat kebahagian dan tawa lepas Aditya yang belum pernah dia lihat sebelumnya.


Kebahagian Putra saya bersama orang-orang di masalalu nya dan saya menghancurkan kehidupan mereka saat itu tapi saya berterima kasih kepada Tuhan karena telah mengembalikan cahaya yang menjadi hidup Aditya. Meski Rian dan Sherly sudah tidak ada tapi Rere membawa kembali senyum yang saya rampas Delapan Belas tahun yang Lalu, Papi Janji Nak kamu akan mendapatkan kebahagian kamu kembali apapun akan Papi lakukan demi menebus Kesalahan Papi di masa lalu.


Aries bermonolog di dalam hati tanpa terasa air matanya menetes tetapi bibirnya tersenyum, tidak ingin Putra dan wanita yang spesial di mata putranya mengetahui dirinya bersedih, Aries menoleh kearah sisi yang lain dan mengusap air matanya sendiri dengan punggung tangan dan menoleh kembali ke arah Aditya yang terus bercanda dengan Rere.


Sedangkan Riki hanya menatap sendu Adit dan Rere dengan bayangan dia juga ingin bisa melakukan hal yang sama dengan Ayu wanita yang dia cintai sejak masih Remaja, didalam hatinya ada juga rasa menyesal mengapa dia tidak memperjuangkan Ayu dulu, mengingat Hans suami Ayu ternyata berselingkuh dan perih membayangkan betapa hancurnya Ayu saat mengetahui itu semua. Riki ikut tersenyum melihat Rere memukuli pelan dada dan lengan Aditya yang membuatnya Rere nampak kesal dengan candaan Aditya.


"Rere mau pulang aja. males sama mas Aditya" ucap Rere cemberut dan memalingkan wajahnya kearah lain.


Aditya tidak marah atas apa yang di ucapkan wanitanya justru memilki idea untuk membuat Rere tambah kesal dan juga cemberut karena tingkah seperti ini yang Aditya Rindukan, sifat manja dan merajuk Rere sangat lucu dan menggemaskan dimata Aditya.


"Chubby ku sayang, mas gemes tahu lihat Renia cemberut seperti itu pengen gigit" ucap Aditya sambil mencubit pipi Rere.


'ihhh... apaan sih mas Aditya ga jelas, siapa kali yang chubby" Rere membalas cubitan Aditya di lengan.


"Hahahaha... "


Aditya tertawan dan merentangkan tangannya ingin memeluk Rere tapi justru di tepis dan Rere berdiri menjauh dan menjulurkan lidahnya.


Aries tersenyum melihat tingkah dua orang dewasa yang masih terlihat seperti anak kecil. Aries mulai mengerti mengapa putranya sangat mencintai Rere yang jika di lihat sifat nya tidak jauh berbeda dengan Sherly wanita yang dia cintai yang juga adalah Mama Aditya. Aries tersenyum pilu mengingat Sherly, hatinya jadi merindukan wanita yang pergi meninggalkan dia juga putranya dengan cara bunuh diri. Sherly sama seperti Rere meski terlihat mandiri tapi sebenarnya manja dan rapuh dalam hatinya.


"Maaf Pak Aries, Pak Aditya dan Bu Renia, saya ingin undur diri karena ingin mencari Bu Ria... " ucap Riki.

__ADS_1


Degggg


Aries mendengar nama itu jadi teringat wanita yang pernah dia sakiti dulu, dan hari ini dia bertemu kembali dengannya. Aries menatap sedih kearah Riki lalu mengangguk. Aditya juga menoleh dan mengijinkan Riki mencari Ria sedangkan Rere terdiam karena tingkah Aditya jadi dia melupakan Tente Ria yang tadi bersamanya. Rere menoleh ke arah Riki dan Berkata


"Mas Riki Terima kasih. Tolong kabari saya jika sudah menemukan Bu Ria, atau saya ikut bersama Mas Riki untuk mencari Bu Ria" ucap Rere membuat Aditya mengangkat sebelah alisnya.


"Sebaiknya Bu Rere di sini saja, Saya yang akan mencarinya"


Riki tersenyum dan melihat Aditya yang nampak tidak senang dengan apa yang di ucapka Rere.


Sebernarnya Riki ingin menghindar dari apa yang dia lihat antara Rere dan Aditya yang membuatnya merindukan sosok Ayu dan berharap bisa bercanda dengan wanita itu seperti yang di lakukan bosnya. Mencari Ria hanyalah alasan dirinya nya saja.


"Riki secepatnya kamu cari Ria dan beritahukan saya segera jika sudah menemukannya" ketiga orang yang berada di ruangan itu menoleh ke arah Aries.


Rere menoleh kearah Aditya dan hanya di balas gelengan kepala. Aditya menatap Aries dan mengingat apa yang di katakan Aries kepada nya tentang sahabat Mama nya yang juga mencintai Aries,


"Apakah dia Tante Ria" Aditya menoleh kearah Aries dan di balas anggukan kepala Papinya.


"Riki segera temukan Tante Ria katakan Saya ingin bertemu setelah keluar dari rumah sakit, Dan tolong tanyakan dokter kapan saya bisa pulang, saya capek berada di ruangan ini saya rasa saya sudah sembuh karena sudah dapat obat penawar rasa sakitnya" menatap Rere dan tersenyum. Membuat wanita itu Salah Tingkah.


Aditya membelai kepala Rere yang tertutup hijab dengan lembut dan berbisik


"Mas cinta Renia, Mas juga Kangen Renia" tentu membuat Renia salah tingkah dan malu.


Apalagi Aries menatap kearah dirinya yang juga tersenyum. Sedangkan Riki melangkahkan kaki ke arah pintu untuk segera meninggalkan ruangan VVIP dimana Atasan nya itu dirawat. Riki tidak ingin melihat adegan romantis seperti itu, setelah keluar ruangan dirinya menggelengkan kepala lalu tersenyum dan melangkah menjauhi ruangan VVIP itu.


...****************...


"Papi dan Kak Adit di rawat tapi Mas Hans masih belum bisa di hubungi" ucap Ayu lirih di dalam kamar nya.


"Saat pertama Papi di larikan di rumah sakit saya sudah menghubungi Mas Hans dia bilang ada pertemuan bisnis di surabaya tapi ini sudah tiga hari dan tidak ada kabar, Papi juga menanyakan Mas Hans yang belum datang menjenguk" Ayu berkata lirih dan berjalan kearah kiri dan kanan dengan tangan yang terus memainkan handphone miliknya.

__ADS_1


Ayu berhenti dan melangkahkan kakinya ke arah jendela yang ada di dalam kamarnya. Pandangannya kosong memikirkan suaminya yang tiga hari tidak ada kabar.


"Apa yang Mas Hans lakukan di belakang saya" gumamnya pelan.


Sedangkan Jimmy memandang Mami yang nampak sedang bingung memikirkan Papi Hans karena sedari tadi Mami hanya mondar mandir dan berbicara sendiri dan menyebutkan nama Papinya.


Jimmy ingin mengatakan apa yang dia lihat saat dirinya berada di dalam Mall bersama Rere dan Dion tapi asisten Riki melarangnya untuk mengatakan apa yang dia lihat kepada Mami nya.


Jimmy menjadi bingung, kenapa asisten Riki melarang dirinya berkata apa yang dilihat saat bertemu dengan Papi Hans kepada Mami nya sendiri.


Jimmy yang tidak tidur dari tadi hanya memandangi Mami nya yang tampak bingung dan sedih memutuskan untuk turun dari ranjang dan menghampiri Ayu lalu menarik baju yang di gunakan Ayu pelan dan saat Ayu menoleh, kedua tangan Jimmy di rentangkan untuk dapat di peluk Ayu.


"Mom" ucap Jimmy


"iya sayang nya mommy" sambil memeluk Jimmy.


"Don't sad please mom" ucap Jimmy membuat Ayu mengerutkan dahinya.


"mommy tidak sedih sayangku" ucap Ayu.


"Papi pasti pulang mungkin dia sibuk" hibur Jimmy yang mengatakan untuk menghibur Mami nya.


Ayu tersenyum dan menciumi putra satu-satunya itu yang memang untuk saat ini Ayu belum ingin menambahkan anak karena ingin fokus mengasuh dan merawat Putranya.


Ayu berpikir mungkin usia Jimmy Delapan atau Sepuluh tahun, dia baru akan menambahkan momongan kembali dan inginnya melakukan program bayi perempuan supaya memiliki sepasang Putra dan Putri. Ayu juga sudah pernah mengutarakan itu kepada suaminya dan Hans menyetujui apapun yang Ayu inginkan.


"Thanks my son your very nice"


Ayu mencium pucuk kepala Jimmy dengan penuh kasih dan cinta, Jimmy juga mencium lembut pipi lalu memeluk Mami nya.


Dan terus memberikan dukungan agar Mami nya tidak sedih memikirkan Papinya yang selama Empat hari belum pulang.

__ADS_1


__ADS_2