Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 58 Rencana Gagal


__ADS_3

Ayu mendampingi Papi Aries di samping Dokter Doni yang menangani saat ini. Sebelumnya Perawat di minta untuk menghubungi Dokter Kepala tentang kondisi Aries.


Dan Dokter kepala berjalan di koridor rumah sakit bersama dengan dua wanita dan menjadi perhatian orang-orang yang berada di sana.


Setelah mendekati Ruang ICU Nampak Pihak Berwajb menatap dan menghentikan Dokter Kepala untuk menanyakan perihal Sisilia yang berjalan bersamanya.


Dokter menjelaskan bahwa Siislia adalah Calon menantu dari Lisna dan Aries yang mana pemilik rumah Sakit ini lalu Lisna menjamin tidak ada keributan karena suaminya sudah sadarkan diri dan Lisna mengajak Sisilia untuk menemui Suaminya bukan Aditya.


Tidak ingin ikut campur lebih dalam maka pihak berwajib mempersilahkan hanya saja sesuai arahan atasannya, yang akan mengunjungi Aditya harus di batasi.


Lisna dan Sisilia berjalan memasuki ruangan Aries bersama Dokter Willy. Tidak jauh dari sana Riki yang duduk bersama Dion dan Jimmy hanya bisa memandangi mereka dengan menggelengkan kepala lalu kembali berbincang dengan kedua anak kecil itu.


Ayu yang melihat keberadaan Sisilia Nampak tidak senang dan menghampiri Maminya dan mengatakan


“Mami kenapa orang ini mami bawa kembali kemari jangan membuat keributan mami, apa yang ingin mami rencanakan sebenarnya” Ayu mengatakan itu disamping Dokter Willy.


Dokter yang ingin mengecek keadaan Aries menatap ayu dengan bingung tapi dirinya mengabaikan dan melangkah untuk mendekat kearah Aries. Dan mengecek keadaan nya. Sedangkan Lisna hanya diam dan berlalu dari hadapan Ayu menuju kearah suaminya.


Dokter Doni melarang ketiga nya untuk mendekat karena dokter akan melakukan pengecekan kondisi keseluruhan Aries dan untuk kenyamanan pasien karena itu ketiga nya keluar dari ruang Aries dan menunggu hasil pemeriksaan dokter.


...****************...


Rere ingin meminta ijin kepada Aditya untuk menjenguk Aries tapi dirinya tidak ada keberanian selain belum mengenal Papi Kandung Adit juga karena mengingat apa yang dilakukan Lisna kepada nya.


Dirinya tidak bercerita tentang perlakuan kasar Lisna kepada Aditya karena tidak ingin hubungan kekasih masa lalunya dengan orang tua sambungnya menjadi tidak baik bahkan Rere tidak bercerita kepada ibu dan kakaknya.


Rere ragu untuk mengunjungi Aries karena takut adanya penolakan dari Lisna dan membuat keributan yang justru membuat Aries tidak nyaman.


"Sayang kita mengunjungi Papi bersama, kita tunggu ayu terlebih dahulu karena rencananya Mas Aditya dan Ayu ingin berkonsultasi dengan lawyer tentang kasus yang mas jalani dan mas ingin juga menjenguk papi untuk memperkenalkan kamu kepada papi tapi ayu ingin mas Adit dirawat di ruangan lain sampai sembuh karena pihak berwajib ingin membawa mas kembali”


“Memang nya mas akan kembali hari ini” Rere menanyakan itu dengan raut sedih dan menggenggam jari jemari Aditya.


“iya karena mas sudah lebih baik hanya kadang sedikit pusing” sahut Aditya.


“Jika belum sembuh total jangan dulu kembali kesana Nak Adit minta di rawat dulu pasti di perbolehkan yang penting ada ijin jelasnya mungkin seperti itu” sahut Ibu Inah.


“Iya bu, Ayu yang akan mengurus itu bersama lawyer kami” kata Aditya.


“Lawyer itu apa Rere” Tanya ibu inah polos.

__ADS_1


“Pengacara Bu” Jawab Rere dan Aditya juga Tya hanya tersenyum.


“Oh Pengacara…” ucap ibu inah kembali dan menatap Tya.


“Pengacara bisa urus perceraian juga tidak Nak Aditya” Tanya ibu setelah menatap Tya Putrinya dan mengalihkan tatapan ke Aditya dan Rere.


“Perceraian Siapa Bu” Tanya Aditya dengan memandang Tya yang mencubit ibu Inah.


“Tya Saudara Renia" ucap Bu Inah


"ibu tidak suka dengan suaminya dan inginnya mereka pisah saja” ibu inah menambahkan.


“Pisah…” Tanya Aditya kembali.


“Iya… Suaminya Selingkuh ibu tidak ingin memiliki Menantu yang suka berselingkuh dan menyakiti Putri ibu, meski ibu miskin tapi ibu tidak akan membiarkan anak-anak ibu sedih apalagi sampai di sakiti sama pasangannya” Ibu Inah mendadak menangis.


“Jika Nanti Nak Aditya atau siapapun yang menikah dengan Renia dan ternyata nanti menyakiti putri ibu, pada saat itu juga ibu akan bawa pulang Renia" ucap Ibu Inah membuat Aditya terbatuk mendengarnya.


Tya merasa tidak enak hati dengan Aditya, dan menegur ibu nya yang membuka permasalahan rumah tangga dia kepada orang lain, Tya merasa malu dan juga tidak nyaman jika Kekasih adiknya mengetahui apa yang ada dalam permasalah rumah tangganya.


Sedangkan Aditya mendengarkan penuturan dari orang tua rere merasa khuatir mengingat perkataan sisilia tentang anak yang di kandung wanita yang pernah menemaninya selama dirinya di NYC.


Aditya merasa sesak dengan keadaan ini, Dia ingin segera menikahi rere agar tidak ada yang menghalanginya lagi untuk bersama dengan Rere wanita yang paling penting dalam hidupnya yang selama ini dia cari dan akhirnya bisa bertemu kembali.


Jika sudah seperti ini bagaimana cara nya dia menyelesaikan permasalahan yang akan di timbulkan oleh Sisilia dan jika yang di katakanan Sisilia benar dirinya harus menemukan keberadaan anaknya itu.


Aditya ingin jujur kepada Renia setelah menikah karena jika dirinya jujur sebelum menikah Aditya yakin Rere dan keluarganya akan menolak lamaran dirinya dan akan memilih Geri, Aditya tahu dengan jelas bahwa Geri juga menyukai dan ingin menikahi Pujaan Hati nya itu.


Dan apa yang dikatakan oleh bu Inah membuat dirinya sulit bernafas, hatinya merasa sesak dan ketakutan akan kehilangan Rere mengglayuti pikiran nya. Keringat mulai Nampak di tubuh Aditya dan dirinya menahan tubuhnya agar tidak bergetar dan tidak merespon atas ketakutannya itu.


Rere menyadari perubahan yang terjadi pada Aditya, dengan lembut dia mengusap punggung dan rambut Aditya lalu menggenggam tangan Aditya. Lalu berbisik di telinga Aditya


“Apa yang terjadi mas”


Aditya tidak ingin membuat Rere panik dan keluarga rere ketakutan. Segera Aditya meminta Rere memberikan obat penenang yang berada di atas nakas dekat ranjang Aditya. Rere menuruti dan membantu Aditya meminum obatnya dan memberikan segelas Air kepada Aditya.


...****************...


Sedangkan di luar ruangan ICU terlihat Ayu menghampiri Dokter Willy untuk menanyakan tentang keadaan Papiny setelah Dokter Willy keluar dari ruangan Aries.

__ADS_1


"Dokter Willy bagaimana keadaan Papi saya" tanya Ayu.


"Pak Aries keadaan nya sudah membaik dan tadi dia menanyakan tentang Putranya, Saya sarankan nanti berbicara yang ringan saja supaya pikiran pak Aries tidak terbebani" ucap Dokter Willy.


"Untuk selanjutnya saya akan memindahkan Pak Aries keruang rawat inap karena masa kritis nya sudah terlewati, dan tadi Pak Aries meminta untuk di rawat satu ruangan dengan putranya, meski saya menyarankan terpisah tapi Pak Aries tetap menolak" tambah Dokter Willy.


"Iya Dokter Willy, saya sedang berkordinasi dengan lawyer saya untuk mengurus keperluan dan apa saja yang mesti dilakukan agar kakak saya bisa dirawat sampai benar-benar sembuh meski kakak saya merasa sedikit membaik tapi saya rasa kakak masih membutuhkan perawatan disini" ucap Ayu.


"Dan Dokter yang menangani kakak kemarin juga menanyakan apakah akan di rawat atau dikembalikan untuk melanjutkan proses huk*mnya" tambah Ayu.


"ya sebaiknya di tanyakan terlebih dahulu untuk prosesnya seperti apa karena memang Aditya perlu penyembuhan total" ucap Dokter.


Tengah berbincang dengan dokter sayup-sayup, Ayu mendengar Sisilia meminta ijin kepada Lisna untuk menemui Aditya dengan cepat ayu berkata


"Tunggu, maaf Sisil kamu tidak boleh menemui kak Adit" Ucap Ayu tegas.


"Atas dasar apa kamu melarang saya menemui calon suami saya sendiri, Ayu" ucap Sisilia dan dokter hanya mengamati yang sedang terjadi.


Lisna menatap Dokter Willy lalu menghampiri Ayu dan Sisilia, dia menghentikan perdebatan mereka. Lisna tidak ingin dokter kepala itu mengetahui apa yang terjadi, bahwa memang putri nya yang melarang Sisilia untuk menemui Putra sambungnya.


Dia tidak ingin Dokter kepala membatalkan keinginan Lisna untuk memecat kedua keamanan rumah sakit yang sudah mempermalukan dirinya tadi. Walau sebenarnya Dokter sedikit mengerti apa yang terjadi.


"Tante Saya ingin menemui Calon Suami saya sekarang"


Sisilia tidak ingin Rere dan keluarganya berlama-lama berada di dekat Aditya yang justru akan membuatnya jauh dari Aditya.


"Tenanglah" Lisna mencubit lengan Sisilia.


"Kenapa kamu masih berada disini sedangkan saya memerintahkan keamanan rumah sakit untuk mengusir kamu Sisilia, keberadaan kamu mengganggu kak Aditya yang butuh istirahat dan membutuhkan waktu untuk pemulihan" ucap ayu yang jelas terdengar oleh dokter kepala.


Dokter kepala hanya diam karena tidak tahu apa yang harus dilakukan di satu sisi benar apa yang dikatakan oleh Ayu dan sisi lain Lisna adalah istri pemilik rumah sakit ini, bisa-bisa dirinya yang akan dipindahkan atau di turunkan dari jabatan dokter kepala mengingat apa yang terjadi di ruangannya, Lisna dengan lantang meminta dirinya untuk memecat keamanan rumah sakit yang hanya menjalankan permintaan dari Ayu untuk mengamankan Sisilia.


"Bu Lisna dan Nona Sisilia mohon maaf, sebaiknya memang Pak Aditya di berikan waktu untuk beristirahat, jika dia mendengar keributan dikhuatirkan akan membuat keadaan nya bertambah parah apalagi depresi yang di alami selama ini dan juga saat ini pak Aries sedang sakit saya khuatir berdampak pada jantungnya" ucap dokter pada akhirnya untuk melerai perdebatan di antara mereka.


Lisna mengerti dan dia tidak ingin suaminya mengetahui rencana dan juga apa yang terjadi saat ini yang akan berdampak pada jantung suami nya, untuk itu Lisna menarik Sisilia untuk menjauhi mereka dan menyuruhnya pulang.


"Rencana Kita Gagal tapi saya akan terus mendukung kamu untuk bersatu dengan aditya. tapi sekarang bukan waktu yang tepat jadi pulanglah, saya akan mencari cara yang tepat untuk kalian agar segera menikah"


Sisilia mengerti dan dengan menatap kesal ayu dia menyetujui apa yang dikatakan oleh Lisna dan dirinya tidak ingin lagi mencari keributan. Untuk masalah Renia, dia akan mencari cara untuk menjauhkan dari Aditya.

__ADS_1


Tanpa Lisna sebenarnya Sisilia juga bisa mendapatkan Aditya karena dia memiliki kartu As yang sangat mematikan. memikirkannya saja membuat Sisil tersenyum penuh kemenangan.


Sisilia melangkah dengan menatap tajam Ayu dan berlalu dari tempatnya menuju Parkir dan akan kembali pulang untuk beristirahat dari hari yang menjengkelkan ini dan dirinya akan kembali untuk mendapatkan Cinta Aditya.


__ADS_2