
Rere terdiam perkataan Hans teringang ditelinganya. Ntah apa maksud yang dikatakan oleh Hans dengan menyebut dirinya Pelakor yang merebuat seorang Pria dari wanita lain.
"Bukankah Pelakor hanya untuk wanita yang menjalin hubungan dengan suami orang. Dan Wenny mengatakan bertemu Mas Aditya di Rumah Sakit dan Mas Riki juga membenarkan tapi berkata Mas Aditya belum menikah dan tadi sempat menyuruh untuk menanyakan ke Mas Aditya kenapa dirinya yang menjemput wanita dan seorang anak ke rumah sakit... ooohhhh"
Rere menjadi lemas dan mundur kebelakang dan punggungnya menabrak dinding setelah dirinya berbicara sendiri.
Meski menjadi Pusat perhatian orang yang ada disana Rere tidak peduli. Air matanya mengalir dengan deras dan tubuh Rere bergetar lalu dirinya luruh keatas Lantai.
"Mas Aditya... Mas Kenapa seperti ini... Renia Sedih Mas" Rere menangis dan memeluk kedua kakinya dan menutup wajahnya dengan lutut.
Ayu memberikan minum kepada bu inah dan membuatnya tenang, dirinya meminta maaf karena ada kesalahpahaman yang terjadi diantara dirinya juga suaminya yang menyeret nama Riki dan juga Rere.
Bu Inah menanyakan apakah Putrinya akan mendapatkan masalah dengan pemberitaan viral seperti dua minggu yang lalu dan Ayu memastikan itu tidak akan pernah terjadi. Ayu akan menjamin nama baik untuk Rere dan Riki. Bu Inah mengangguk dan Ayu menyuruh bu Inah untuk masuk kedalam kamar agar lebih tenang dan jangan memikirkan apa yang baru saja terjadi.
Setelah menenangkan ibu Inah, Ayu melangkahkan kaki ke arah luar dan mendapati Rere yang sedang menangis. Ayu melangkah mendekati Rere dan mengusap punggung temannya itu dan meminta maaf dengan apa yang terjadi juga keributan yang dilakukan oleh suaminya.
Rere mendongakkan kepalanya dan menatap Ayu dan keduanya berpelukan. Rere sangat hancur dengan apa yang dikatakan oleh Hans. Ayu meminta maaf atas apa yang dikatakan oleh Suaminya.
Ayu tahu apa yang Hans katakan kepada Rere dan Riki karena dirinya mendengar dari balik pintu. Sedangkan Riki dan Hans dibawa ke Pos Keamanan yang ada didepan Apartement.
"Lepaskan Si*lan Kamu belum tahu siapa saya Haaa... Saya Putra Alexander dan juga Menantu Erlangga. Kamu akan sangat menyesal melakukan ini kepada saya. dan saya pastikan apartemen kamu akan segera di tutup karena menjadi tempat M*sum dan perselingkuhan"
"Maaf Pak tolong jangan bicara seperti itu ini tuduhan yang sangat serius dan sebaiknya Bapak-bapak ini pulang karena sekarang sudah malam dan penghuni apartemen ingin beristirahat. Jika ada masalah dibicarakan baik-baik dan jangan membawa apartemen ini" ucap salah satu dari pihak keamanan kepada Hans.
"Wow... Kurang ajar sekali kamu ya... Beraninya mengusir saya seperti ini. Saya akan tutup Apartemen ini dan membuat kalian ini kehilangan pekerjaan. Kita lihat besok"
Hans menunjuk pihak keamanan satu persatu dan menatap Riki lalu meninggalkan komplek Apartement sederhana tempat Rere tinggal.
Hans melangkahkan kaki menuju kearah mobil dan memukul Setir dengan keras dan berteriak hatinya sangat kesal dan mengingat apa yang dikatakan oleh Lisna didalam telepon tadi
Flasback
"Hallo Hans. Dimana kamu sekarang" Tanya Lisna diseberang telepon.
"Sedang mencari Ayu Mami ditempat yang biasa Ayu temui tapi tidak ada disini" Ucap Hans terdengar Fruetasi saat menjawab Mertuanya.
"Sekarang kamu pergi ke apartement Renia yang ada di jakarta barat. Mami tidak tahu tepatnya dimana tapi mami akan tanyakan kepada Driver siapa tahu ada yang punya alamat Apartement Renia" jelas Lisna.
"Untuk apa Hans ke Apartement kekasih Kak Aditya. Apa Ayu berada disana Mami"
"Iya tadi Mami dengar sendiri saat Riki memberitahukan Mas Aries Jika Ayu berada di Apartement Renia"
"Apa... Riki... Maksud Mami istri Hans bersama Riki disana"
"Iya... dan Aries tadi memberitahukan Mami jika kamu terbukti berselingkuh maka Mas Aries sendiri yang akan mengambil Ayu dan akan menjodohkannya dengan Riki"
__ADS_1
"Apaaaa...." Teriak Hans penuh amarah.
"Maksudnya apa Mami" Sambung Hans yang masih terkejut dengan apa yang disampaikan oleh Lisna kepada Hans.
"Ayu akan menceraikan kamu dan akan menikah dengan Riki" ucap Lisna.
"Mami juga sangat kecewa akan apa yang kamu lakukan tapi Mami juga tidak akan menerima Riki menjadi menantu Mami karena itu Mami memutuskan untuk memaafkan kesalahan kamu dan meminta kamu untuk memperbaiki hubungan kamu dengan Ayu dan Mami Lakukan hanya demi Jimmy Cucu Mami. Tapi jika kamu nanti membuat kecewa Putri Mami satu-satunya. Maka Mami tidak akan pernah lagi mendukung dan berdiri dibelakang kamu. Mengerti Kamu Hans Jadi Tolong jangan kecewakan Mami kembali nantinya" Lisna menjelaskan apa yang da di hatinya.
"Baiklah Mami dan Terima Kasih untuk mau memberi dukungan kepada Hans tapi harus Mami tahu jika Hans tidak berselingkuh dengan wanita manapun ini hanya karangan Riki dan dia menjebak Hans karena ingin mendapatkan Ayu dan menginginkan menjadi menantu di Keluarga Erlangga" ucap Hans dengan Kesal.
"Baiklah. Mami akan berada dibelakang kamu Hans ini sekali lagi demi Jimmy. Mami tidak ingin dia kehilangan Salah satu orang tuanya dan merasakan kehancuran keluarga kecilnya. Mami Minta berhati-hatilah dalam bertindak karena kamu seorang Pemimpin Perusahaan Alexander Group dan juga menantu Erlangga Group banyak yang ingin menghancurkan kamu Hans"
"Baiklah Mami. Sekali lagi Terima Kasih. Hans akan langsung ke arah jakarta barat dan tolong kirim lokasi pastinya"
"ok Hans"
Panggilan Telepon dimatikan oleh Hans dan melajukan Mobilnya kearah jakarta barat dengan amarah yang memuncak. Beberapa kali dirinya memukul Setir.
Sedangkan Lisna memanggil beberapa supir untuk menghadapnya didalam mansion dan menanyakan alamat rumah Rere dan tidak ada satupun yang tahu, Salah satu Driver ada yang pernah mengantarkan Ayu ke Apartemen Rere akan tetapi hari ini sedang off dan saat dihubungi tidak aktif. Lisna merasa kesal lalu salah satu di antara mereka mengatakan bahwa Driver perusahaan berkata bahwa hari ini akan menjemput Riki di Bandara.
Mendengar itu Lisna tersenyum dan menyuruhnya untuk menghubungi Driver kantor untuk menanyakan lokasi tepatnya dimana. Driver yang bernama Asep mengangguk dan menghubungi driver kantor yang adalah temannya yang membawa Asep bekerja di keluarga Erlangga.
Awalnya teman Asep itu bertanya untuk apa dan Asep mengatakan bahwa Bu Lisna ingin tahu keberadaan Lokasi Apartemen Bu Rere yang mereka tahu adalah kekasih Tuan Mudanya yang juga CEO di Perusahaan Erlangga Group.
Asep meminta agar dikirimkan segera karena menurut Lisna Jika Nona Muda mereka berada disana karena itu Driver kantor yang bernama Joni mengirimkan Lokasi tepat dimana Apartemen Rere berada.
Mendapatkan Lokasi itu Hans tanpa pikir panjang segera meluncur dengan membawa mobilnya untuk menemui Ayu dan menyuruhnya Pulang dan Jika ada Riki dia akan membuat pelajaran kepada asisten keluarga Erlangga itu.
Flasback Selesai
"Ternyata Benar Riki berada disana. S*alan Si Tua Aries itu ingin mendekatkan Putrinya kepada Pelayan keluarga mereka. Kalian pikir bisa begitu saja menyingkirkan saya dan menggantikan Posisi Saya dengan Pelayan Si*lan itu" Tatapannya mengarah ke Gedung Apartemen Rere dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
Joni yang menatap dari arah mobilnya merasa gemetar dan menelpon Asep dan dengan nada marah menyalahkan Asep yang menjebak dirinya. Asep tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Joni.
"Tunggu dulu apa maksudnya Bang Jon. Pelan-Pelan jangan dulu emosi biar saya tahu maksud Bang Jon Apa"
"Ehhh... S*alan kau ya... Ingat kau, aku yang bawa kerja di Keluarga Erlangga karena Kau tetangga aku dan kasihan dengan Mamak Kau yang sudah tua tapi apa yang kau ingin lakuka kepada aku Haaaa... Kau ingin menjebak abangmu ini Asep"
"Tentu tidak abang saya juga mengucapkan banyak Terima Kasih karena Abang, Asep bisa bekerja dan mendapatkan gaji yang lumayan dan juga bisa bantu ibu tapi kenapa abang marah dengan Asep memangnya apa yang terjadi Bang. Saya jadi ikut takut. Apalagi sekarang Abang Marah. Apa Pak Hans sudah sampai disana"
"iya... Dasar kamu mulut ember seharusnya jangan libatkan aku. kamu tahu tidak jika Pak Hans dan Pak Riki berkelahi disini dan Pak Hans mengamuk dan tadi dibawa ke Pos Keamanan dan sekarang dia sudah pulang. Tapi Bukan itu masalahnya yang jadi masalah bagaimana Jika Pak Aditya tahu dan Pak Riki mengadu kepada Pak Aditya. ini Apartemen Calon istri Pak Aditya dan yang memberitahukan Lokasinya Abang. Perasaan Abang tidak enak dasar kau Bo*oh harusnya tidak membawa-bawa Abang. Si*lan kau Asep" Teriak Joni dengan nada kasar dan tinggi.
"Saya tidak tahu akan terjadi seperti ini karena Nyonya Lisna meminta alamat Bu Renia dan disini Nyonya juga terlihat marah"
"Bodoh Kau anak kecil seharusnya kau diam saja dan pura-pura tidak tahu jangan ikut campur dengan urusan orang kaya. Bagaimana sekarang nasib Abang dan juga Kau. Pak Aditya akan marah jika tahu kejadian ini kau tahu Pak Aditya itu sangat mencintai BU Renia. Saya yakin Pak Hans membuat keributan didalam sana. Bagaimana ini Asep" Joni berteriak sekali lagi dan merasa pusing karena ulah Asep yang meminta dirinya share lokasi Apartemen Rere dan bo*ohnya dia menurut dengan kemauan Asep.
__ADS_1
Dari kejauhan Joni melihat Riki melangkahkan kakinya kearah Mobil dan Joni mematikan Teleponnya dan Asep beberapa kali meneleponnya kembali dan karena takut Joni mematikan Ponselnya. Riki masuk dan menutup dengan keras pintu Mobilnya dengan wajah kesal meminta untuk mengantarkan dirinya pulang.
Dan sepanjang jalan hanya diam dengan menatap Jalanan di luar jendela Mobil. Joni bertanya akan ke Mansion Tuan Besarnya atau kearah Apartemen milik Riki dan dijawab
"Apartemen Saya Saja"
"Baik Pak Riki"
Beberapa kali Joni menatap ke arah spion dalam mobilnya dan memperhatikan Raut Wajah Riki yang terlihat sangat Marah dan kesal membuat Joni sangat takut dan dalam hatinya ingin segera bertemu dengan Asep untuk memberikan pelajaran kepadanya.
...****************...
Didalam Kamar Rere terus menangis dengan menutup wajahnya dengan bantal membuat Ayu merasa bersalah dirinya menjadi sangat bersalah karena semua kejadian karena ulahnya dan juga Ayu tahu rahasia terbesar Kakaknya yang hampir dibuka oleh suaminya yang juga tahu. Jika kakaknya sudah memiliki Anak dari wanita lain.
Rere tidur dengan Posisi membelakangi tubuh Ayu. Rere menangis dengan menutup wajahnya didalam hatinya dia berkata jika dia salah mencintai seorang Pria dan untuk apa menunggu seorang Pembohong untuk datang menikahinya.
Rere yakin Ayu dan Riki sengaja berbohong untuk menutupi apa yang terjadi dan rahasia yang dimiliki oleh kekasih masa lalunya itu. Ayu menatap dan berkata Lirih
"Rere maafkan saya bukan saya tidak ingin mengatakan yang sebenarnya tapi sebaiknya Kak Aditya yang menjelaskan apa yang menjadi rahasianya sendiri" ucap Ayu membuat Rere menoleh kearahnya.
"Apakah semua yang saya takutkan dan saya curigai semuanya benar Ayu. Saya mohon jawab Ayu" Rere menangis.
"Kita mencintai Pria yang Salah Rere" sahut Ayu dengan menutup wajahnya menggunakan telapak tangannya sendiri.
"Apaaaa... " Rere menangis mendapat jawaban dari Ayu hatinya sangat Sakit dan menatap kearah langit-langit kamarnya.
"Mas... Aditya kenapa Mas Jahat dengan Renia. Kenapa Mas mendekati Renia Jika akhirnya Mas Aditya menyakiti Renia... Seharusnya Renia hanya mengenang Mas Aditya sebagai Pria Baik yang Renia Cintai... Mas Aditya... Mas... Renia Sedih... Ya Allah kenapa jadi begini. Ayu...."
Renia bingung hatinya sakit dan Ayu memeluknya mereka menangis bersama dari depan Kamar Bu Inah mendengar apa yang di katakan oleh Kedua wanita yang berada di dalam kamar walaupun samar-samar.
"Apa yang sebenarnya Terjadi dan kenapa Renia menangis. Ya Allah Lindungilah Putri saya dari orang-orang yang berniat jahat kepadanya" Bu Inah menangis dan kembali ke kamarnya.
...****************...
Didalam Mobil Riki menelpon Aditya untuk melaporkan apa yang terjadi dirinya tidak ingin jika Bosnya akan menyalahkan dirinya nantinya. karena tidak memberitahukan kabar tentang apa yang dilakukan oleh Hans kepada wanita yang dia cintai itu
Di seberang sana Aditya sudah membeli Ponsel baru karena Ponsel yang lamanya hancur dan untuk nomor masih menggunakan nomor lamanya karena banyak nomor penting didalam sana.
Riki menelpon di waktu yang tepat karena Aditya sedang tidak sibuk, dirinya juga menunggu laporan Riki mengenai Rere dengan menaruh Ponselnya di dekat Laptop yang mana disana dirinya sedang mengecek Laporan keuangan yang di berikan para Staff Keuangan kepada dirinya.
Suara Ponsel berdering dan segera Aditya mengambil Ponselnya saat melihat nama penelponnya lalu Aditya segera mengangkatnya
"Ada apa Riki"
"Pak Saya ada kabar buruk tentang Nona Renia"
__ADS_1
"Apa Kenapa dengan Renia... Katakan" Aditya berteriak dengan suara Cemas.
Riki menceritakan dari awal sampai Hans datang dan mengatakan apa yang membuat Rere terlihat terpukul dan terluka. Rahang Aditya mengeras mendengarkan Apa yang dikatakan Asistennya itu dan Joni yang mendengarkan merasa ngeri dan berkeringat membayangkan Murkanya Aditya. Joni menahan ketakutannya agar tidak mengundang kecurigaan Riki.