Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 44 Panik


__ADS_3

Petugas yang lain berlarian ke arah ruang isolasi, Lalu menanyakan apa yang terjadi dengan tahanan yang berada di sana. Petugas yang membawa piring makanan yang akan di berikan untuk aditya menjelaskan apa yang terjadi, saat dirinya membuka pintu terlihat pria yang berada di sana sudah tergeletak dengan posisi terlentang setelah dia cek denyut jantung dan nadi melemah.


Mereka tahu siapa pria itu, bukan pria sembarangan karena itu segera di ambil tindakan dan keluarga pria itu segera di hubungi, Mereka tidak ingin disalahkan.


Yang menerima adalah Aries mendengar putra nya di larikan ke rumah sakit membuat jantungnya merasa sakit dan sesak. Saat itu Aries berada di perusahaan Erlangga untuk menggantikan putra nya.


Perlahan dia membuka dasi dan kancing baju berusaha memberikan ruang untuk bernafas agar tidak sesak, lalu meminun air putih yang berada di atas meja. Aries harus tetap tenang tidak akan terjadi sesuatu kepada putra nya dan dirinya akan tetap tenang dan kuat.


Aries meraih handphone lalu menghubungi Putrinya untuk memberitahu keadaan Aditya akan tetapi handphone terjatuh. Kemudian Aries menekan tombol yang menghubungkan ruangan CEO dengan ruangan asisten Riki dengan menekan tombol Riki dapat mengetahui jika diri nya di butuhkan.


Riki bergegas ke ruangan CEO dan mengetuk pintu tanpa adanya sahutan Riki membuka pintu dan mendapati Aries sedang memegangi dada nya dengan bersandar di kursi pimpinan.


"Pak Aries... " Riki berlari dan mencoba memastikan apa yang terjadi dan memastikan keadaan bos besar nya itu.


"R I K I... " suara terbata dan menunjuk ke arah handphone nya yang jatuh di sana sambungan dengan putri nya belum terputus.


Riki dapat mendengar suara Ayu yang terus memanggil Papi nya tapi tidak ada jawaban.


"Hallo... panggilkan Ambulans segera" Teriak Riki di ujung Telpon kantor yang dia gunakan untuk menghubungi sekertaris Perusahaan Erlangga.


Suara Riki terdengar membuat ayu panik dan berdiri dari tempat duduk nya yang berada di tepi kolam renang yang sedang asyik mengamati putra nya bermain sepeda.


"Riki apa yang terjadi... apa itu tentang Papi" Ayu berteriak.


Riki tidak menjawab meski handphone milik Aries berada di tangan nya, segera Tiga petugas keamanan perusahaan Erlangga masuk ke ruangan CEO dan membantu Aries untuk membopong Aries yang tidak sadarkan diri untuk ke lantai bawah sambil menunggu Ambulans datang.


****************

__ADS_1


Rere duduk di taman rumah sakit bersama Geri dan Dion. Rere mengurungkan diri untuk pulang karena Geri melarangnya dan memohon agar Rere tetep di rumah sakit untuk sementara menemani dia.


"Bibi... kata nya mau ke Mall ko kita masih di sini terus" bibir Dion terlihat cemberut dan melirik sinis bibi nya.


Rere dan Geri tersenyum, Geri menarik tangan Dion untuk duduk di pangkuan nya dan membelai rambut Dion dengan lembut, hati nya sangat bahagia dengan situasi saat ini. Geri membayangkan jika Dion adalah putra nya bersama Rere.


"Nanti ya ke mall nya om nya masih kangen ama bibi Rere" Geri tersenyum ke arah Dion dan Rere memukul lengan nya.


"owwhhh... Sakit sayang" Geri menggoda Rere sedangkan yang di goda hanya memanyunkan mulut nya.


"Dion... kita ke Mall bareng om ya nanti om juga ajak ke kebun binatang mau ga" ucap Geri.


"om Geri kan masih sakit" tanya Dion.


"Tunggu om sembuh" jawab Geri.


Bukan menjawab tapi Geri malah membisikan sesuatu ke arah Dion dan membuat keponakan Rere itu tertawa. Rere melihat nya hanya tersenyum.


"Ayooo ngomongin apa sih bisik-bisik" tanya Rere.


"Rahasia cowok ya ga Dion" jawab Geri.


"iya Rahasia cowok" Dion menjawab sambil mengangguk dan membuat Rere menatap sinis dengan mengerutkan Dahi.


Dari kejauhan nampak Mobil ambulans membawa seorang Pasien menuju ruang IGD. Saat Rere ingin melihat siapa yang mereka bawa, sayang nya Pasien tidak terlihat oleh Rere karena beberapa petugas berjaga dan menghalangi pandangan Rere.


Ada Perasaan aneh yang di rasakan Rere, mendadak hati nya tidak tenang dan berdegub kencang. Rere menyentuh dada nya dan perasaan sedih mendadak dia rasakan.

__ADS_1


Meski suara tawa Dion dan Geri terdengar jelas. Geri menggelitik perut Dion membuat keponakan Rere merasa geli dan itu membuat Geri merasa terhibur. Geri melihat ke arah Rere yang memandangi ambulans sedari tadi dan mengabaikan panggilan Geri.


"Rere... Sayang" Geri menepuk bahu sahabatnya membuat Rere menoleh ke arah nya dan tersenyum.


"kenapa ngeliatin ambulans terus takut ya?" ucap Geri yang di balas senyuman Rere.


"Namanya juga rumah sakit pasti banyak ambulans yang membawa orang sakit sayang" Geri membelai kepala Rere yang tertutup hijab.


Rere mencoba menjauhkan kepala nya karena tidak nyaman jika di lihat orang. Tapi mana mungkin orang tahu jika mereka belum menikah.


Apalagi ada Dion di sana pasti orang melihat mereka adalah keluarga yang harmonis. Tampak dari sudut mata orang-orang yang memandangi nya tersenyum penuh arti.


"Sadar ga re, Banyak orang mandangin kita mereka pikir kita pasangan suami istri yang romantis dan sudah memiliki putra 1"


Geri tersenyum ke arah Rere dari yang dia tunjukan, Geri bukan lagi sekedar seorang teman tapi Pria yang memperjuangkan cintanya.


Hal itu jelas terlihat dari tatapan Geri dan bahasa tubuh nya, Rere memahami itu dan membuat Rere canggung apa yang harus dia lakukan.


Saat ini Rere seperti bukan berinteraksi dengan sahabat nya tapi dengan seseorang yang sedang ingin mendekati nya dengan cinta.


Tanpa mereka sadari Orang Tua Geri dan Cantika memandangi dari kejauhan, Bu Sri menoleh ke arah Cantika yang terlihat menangis.


Dan saat bu Sri menyentuh lengan wanita itu, Cantika menolak dan berpamitan kepada kedua orang tua Geri dan bergegas pergi ke arah parkir melajukan mobilnya untuk pulang.


Bu Sri hanya bisa menghela nafas panjang. Sebenarnya Bu Sri senang dengan tawa dan senyum Geri saat berinteraksi dengan Rere juga keponakannya tapi saat mengingat Berita Viral tentang Rere Bu Sri menjadi tidak senang dan berharap menantu nya bukan Rere tapi Cantika.


Apalagi saat melihat tangisan Cantika hati Bu Sri menjadi sedih dan kasihan dengan wanita itu, Menurut nya Rere hanya wanita munafik yang berlindung di balik hijab yang menutupi sifat nya dengan terlihat lembut dan baik di balik wajah cantik nya dan menyembunyikan banyak hal yang tidak sesuai dengan apa yang di lihatnya.

__ADS_1


Bu Sri Berpikir apa yang terjadi kepada putra nya karena Rere dan wanita itu sering membawa pria ke apartemen dan Orang tua Geri Percaya karena ibu Sri melihat berita bohong. Bu Sri tidak mengetahui tentang hubungan Rere dan Aditya yang sesungguhnya.


__ADS_2