Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 52 Minta Petunjuk


__ADS_3

Rere mengetuk pintu apartemennya dari balik pintu Tya membuka dan Rere mempersilahkan Riki masuk membawa Jimmy dan Rere menyerahkan Dion yang ada dalam gendongannya kepada Tya.


Sedangkan Riki masuk kedalam ruang tamu menaruh beberapa belanjaan di atas meja dan menyerahkan Jimmy kedalam gendongan Rere. Ibu yang berada disana hanya bisa memandangi putri dan pria yang datang bersamanya.


"Mas Riki saya buatkan Kopi atau teh" tawar Rere.


"Jangan repot bu Rere, saya langsung ke rumah sakit saja karena Nona Ayu dan Pak Aditya sudah menunggu saya" sahut Riki.


Tidak lama handphone Riki bergetar panggilan masuk segera dia mengangkat setelah melihat Ayu yang menelponnya dan Rere membawa Jimmy ke kamarnya untuk di baringkan di sana.


"Hallo Nona" sahut Riki.


"Sudah sampai Riki" tanya Ayu.


"iya sudah saya sekarang berada di apartemen Bu Renia dan segera ke rumah sakit sekarang" jawab Riki.


Di seberang sana Aditya ingin berbicara dengan Riki dan mengambil alih handphone Ayu dan mengganti dengan panggilan video, Segera Riki menerima panggilan tersebut.


"Riki... " Aditya tampak di seberang telepon


Aditya dapat melihat ibu inah yang berdiri tidak jauh dari Riki, Aditya sejenak menatap ibu dari wanita yang amat dia cintai. meski sudah terlihat menua tapi raut wajah bu inah yang cantik masih Aditya ingat.


Flashback


Aditya mengingat dahulu saat menjadi tetangga. Ibu inah sering membantu Mama Sherly, ntah mencuci baju atau memasak, Aditya ingat betul saat ibu inah meminta Mama Sherly untuk tidak mengatakan kepada ayah Rere jika ibu inah sering membantu Mama Sherly dengan mendapatkan upah setelah pekerjaan nya selesai.


Aditya saat itu tidak sengaja melihat mama Sherly memberi uang setelah ibu inah selesai mencuci baju keluarganya dan sering meminjam uang kepada Mama Sherly agar dapat mengirimkan uang untuk anak-anaknya di kampung.


Rere sama sekali tidak tahu keadaan sulit dari orang tuanya maka itu Aditya kadang meminta Sherly memberi uang lebih kepada ibu inah dan sering aditya meminta Papa Rian membelikan sepatu, baju dan makanan untuk Rere saat mereka tinggal bertetangga.


Flashback Selesai


"Pak Adit... Pak" Riki memanggil aditya beberapa kali karen tidak ada respon dari bosnya.


"Kak Adit" Ayu menyentuh bahu kakaknya membuat adit tersadar dari lamunan masalalu nya itu.


"Di mana Renia" ucap Adit.


"Bu Renia sedang menidurkan Jimmy" ucap Riki.


"ok... cepat kamu kemari Riki jangan terlalu lama disana, Renia harus istirahat"

__ADS_1


Adit memerintahkan itu kepada asistennya dan mendapat pukulan dari Ayu. Aditya terlihat meringis kesakitan dan membuat Ayu dan Riki tersenyum.


"Baik Pak" Sahut Riki.


"Posesif banget sih ampun deh" ucap Ayu.


Ibu inah dari arah meja makan menyuruh Riki untuk makan atau minum terlebih dahulu sebelum pulang dan terdengar oleh Aditya dan Ayu.


"Mas Riki makan dulu itu udah di siapkan ibu... Ayo mas tadi juga belum sempat makan di mall"


Rere berkata setelah keluar dari kamar dan mengajak Riki makan karena mendengar suara ibunya itu.


Rere tidak tahu jika Riki sedang menerima video call dari Aditya. Riki menjadi salah tingkah dan merasa tidak enak dengan bos nya kerena mendengar ucapan ibu inah dan juga Rere.


"Cepat kembali ke rumah sakit" Suara Aditya terdengar keras membuat Rere menoleh kearah Riki.


"Baik Pak Adit saya akan segera ke rumah sakit" sahut Riki.


Aditya menutup Panggilan Video nya dan membuat ayu tertawa lucu. Aditya terlihat kesal dengan Riki dan sekarang dengan Adiknya yang justru menertawakan dirinya yang terlihat posesif kepada Rere.


Ya bukan terlihat lagi memang Aditya sangat posesif karena itu juga dirinya berurusan dengan pihak berwajib karena pemukulan kepada Geri.


Rere menatap Riki dan dirinya sekarang mengetahui jika Riki melakukan panggilan video dengan Aditya.


Setelah berpamitan dan dirinya sudah berada di dalam mobil Riki melanjukan kearah jalanan yang menghubungkan dengan rumah sakit untuk bertemu dengan Bos nya. Riki berpikir dirinya dalam masalah.


****************


"Rere Nak, tadi pria itu siapa. diajak makan malah tidak mau?" tanya ibu inah.


"itu asistennya mas Aditya bu" sahut Rere.


"lalu anak kecil yang kamu bawa barusan itu siapa nak" tanya ibu inah kembali.


"Nama nya jimmy bu, masih ingatkan Ayu yang menjenguk ibu saat sakit. Jimmy putra dari ayu bu" jawab Rere tersenyum kepada ibu nya lalu meneguk air putih.


"Rere ibu sebenarnya ingin menanyakan banyak hal yang membuat ibu bingung sebenarnya" ibu inah menatap putrinya dengan tatapan serius.


"Masalah mas Aditya" Tebak Rere.


"iya Nak, bukanya dia putra Sherly dan Rian terus siapa pria yang ada di berita itu" selidik bu inah.

__ADS_1


"itu Pak Aries bu, Rere juga tidak tahu pastinya tapi yang Rere pahami dari cerita Ayu waktu jenguk ibu saat itu ayu mengatakan bahwa mas Aditya itu bukan putra kandung pak Rian tapi Putra kandung Pak Aries yang juga Ayah kandung Ayu" jelas Rere.


"Apa Adit anak angkat dari Bu Sherly dan Pak Rian begitu" ibu inah tanya kembali.


"Mas Aditya Putra Pak Aries dan Bu Sherly"


Ibu inah kaget dan bertambah bingung. Rere menjawab tapi tidak mengatakan tentang runtuhnya rumah tangga orang tua Aditya di karenakan perselingkuhan Mama Sherly.


"oh. Terus...."


"jangan tanya lagi bu karena Rere hanya tahu tentang itu saja"


Rere memotong ucapan ibu nya.Bu Inah menatap dengan raut wajah masih ingin bertanya tentang orang tua Adit tapi terpaksa mengangguk karena Rere seperti nya enggan untuk bercerita banyak.


"Terus gimana Permasalahan nak Adit dengan teman kamu itu" tanya bu inah


"ehhh..." Rere menatap ibunya ada yang ingin dia ceritakan.


Rere terdiam cukup lama dari arah dapur Tya membawa tiga gelas teh untuk di nikmati sambil makan malam.


Rere hanya memakan cemilan yang ada di meja, sedangkan tya dan ibu karena menunggu Rere dan dion jadi belum makan malam. keduanya terpaksa makan setelah Rere datang.


"Rere kamu ada masalah ya"


Tya memperhatikan Rere yang memakan cemila dengan tatapan kosong ntah apa yang ada dalam pikirkan adiknya itu.


"Kalo ada masalah cerita sama keluarga jangan di simpan sendiri nak" jawab ibu inah.


"kamu tetap butuh pendapat keluarga Rere jangan di hadapi sendiri, ibu sama kakak ada buat kamu" ibu inah menambahkan perkataannya dan di jawab anggukan tya.


"iya bu... Rere bingung" jawab Rere.


"Bingung kenapa" jawab ibu menghentikan makan nya.


"Mas Aditya ingin menikah dengan Rere dan Geri juga meminta hal yang sama bu" jawab Rere memainkan sendok yang ada di gelas teh nya.


"hemmm... " ibu berpikir.


"jangan terburu-buru pikirkan dengan jernih Rere, pernikahan itu sesuatu yang sangat serius kamu harus yakin dengan hati dan pilihan kamu, jangan seperti teh tya makan cinta akhirnya malah makan hati" ucap Tya sedih.


"Coba Rere sholat istiharoh minta petunjuk sama yang punya hidup, minta di tetapkan hati Rere untuk memilih salah satunya. Insyaallah Rere akan mendapat petunjuk dari ALLAH SWT" jawab ibu inah.

__ADS_1


Rere mengangguk dan tersenyum kearah ibu dan kakak nya ada rasa tenang setelah mendapatkan saran dari mereka.


__ADS_2