Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 146 Renia Sakit.


__ADS_3

Lisna marah mendengarkan suaminya meminta maaf kepada wanita yang dianggap sebagai perebut suaminya.


"Kembali kerumah dan tunggu saya disana Lisna"


"Mas... Aries" Protes Lisna


"Pulanglah Lisna" Teriak Aries membuat Lisna sakit hati dan memutuskan untuk pulang kerumah dan meninggalkan suaminya dengan Ria.


"Sekali lagi Saya minta maaf Lisna" Ucap Aries dengan wajah sedih dan tidak enak hati.


"Sudahlah tidak apa. Saya mengerti. Saya juga akan marah jika berada diposisi istri kamu Mas" Ucap Ria sambil tersenyum dengan terpaksa.


"Kita sebaiknya pergi ke makam Sherly sekarang"


Mendengar perkataan dari Ria, Aries menganggukan kepala lalu keduanya masuk kedalam mobil dan Driver pribadinya membawa keduanya ke makam Sheryl karena sebelumnya sudah diberitahukan oleh Aries.


Dari kejauhan Lisna melihat suaminya meninggalkan rumah dan meminta Asep untuk mengikuti mereka dari belakang.


Mobil berhenti di Sebuah tempat Pemakaman yang dia tahu itu tempat Sherly beristirahat untuk selamanya setelah dipindahkan dari semarang.


Aries dan Ria berjalan bersamaan dengan sebelumnya membeli bunga Lili berwarna putih kesukaan Sherly. Aries mengusap lembut makam wanita yang paling dia cintai seumur hidupnya.


Air mata keduanya menetes menatap makam Sherly. Hati Ria sangat terluka melihat betapa cintanya Aries kepada Sherly sampai makamnya pun Aries cium dan usap. Bahkan Aries menemui dirinya untuk meminta maaf atas nama Sahabatnya itu.


Aries menangis karena dia bahagia bisa membawa Sahabat dari wanita yang dia cinta kemakamnya. Aries berharap Sheryl bisa memaafkan kesalahan dirinya yang membuat wanita ini mengakhiri hidupnya sendiri.


Ria mendekat ke pemakanan Aries dan menaburkan bunga mawar lalu menyiram air yang ada di botol kemudian menyisakan setengahnya untuk tempat bunga Lili berwarna putih untuk dia simpan disisi makam Sherly.


"Sayang... Mas Bawa Sahabat kamu dan dia memaafkan kita, sayang. Maka beristirahatlah dengan tenang disana. Untuk Putra kita. Mas Janji akan memberikan dia kebahagiaan yang pernah Mas Hancurkan. Mas akan kembalikan Aditya kepada Rian dan menyatukan Aditya dengan wanita yang dia cintai yaitu Renia. Mas... Akan mencari Papa yang selalu dia rindukan sebelum mas menyusul kamu Sayang"


Aries menangis tidak dapat menahan sedihnya setiap mengunjungi wanita yang sangat dia cintai.


"Tenangkan diri Mas. Saya yakin Lisna sekarang bahagia melihat kita disini dan Saya juga akan membantu Permasalahan Aditya dengan Renia. Meski ini sulit Saya akan membujuk Renia agar mau memaafkan Aditya" Lisan berkata sambil mengusa pelan punggung Aries


"Terima Kasih Ria" ucap Aries yang dibalas anggukan kepala.


Betapa Hancurnya Lisna melihat pemandangan apa yang terjadi didepannya adegan yang sangat menyakitkan untuknya, Lisna sangat ingin mengamuk disana tapi dia mengurungkan niatnya karena masih mengkhawatirkan kondisi suaminya yang memiliki riwayat sakit jantung.


Lisna hanya bisa menahan kekesalan juga kekecewaan kepada suaminya dan melangkahkan kaki meninggalkan pemakaman Sherly wanita yang paling dia benci.


Pintu Mobil dibuka lalu dia masuk dan menutup kembali pintu mobilnya dengan kasar dan meminta Asep untuk meninggalkan tempat Pemakanan yang hanya membuat hatinya terluka


...****************...


Sedangkan Rere didalam ruangan kerjanya tampak tidak bersemangat dan sesekali membuka pemberitaan tentang kondisi terkini Aditya yang diberitakan masih kritis.


Dina saat tadi pagi ingin mendekatinya untuk memberikan semangat tapi Rere menolak dan meminta sahabatnya itu untuk meninggalkan dirinya sendiri diruang kerjanya.


Rere bekerja dengan hati yang sangat sakit dan terluka tanpa henti menangis. Beberapa dari bawahannya meminta tanda tangan untuk beberapa berkas. Mereka melihat air mata Rere masih menetes dipipi.


Rekan kerjanya tidak ada yang berani bertanya, Bahkan Pak Edo menyuruhnya untuk pulang dan memberinya ijin sakit juga ditolak oleh Rere padahal jelas terlihat kondisi Rere sedang tidak baik-baik saja.


Bahkan saat makan Siang pun dia diabaikan. Rere hanya pergi ke mushola yang ada dikantor tempatnya bekerja untuk Sholat setelahnya dirinya kembali keruangan kerja dan kembali menangis.


Rere beberapa kali mengecek Pemberita tentang Aditya dan Fakta tentang Zayn Putranya juga terbuka dimedia sosial yang mana Putra Aditya dibesarkan disebuah Panti Asuhan dan sontak Rere menjadi Syok dan menangis kembali dengan berita terbaru yang dia dapatkan.


Fakta bahwa Aditya dan Sherly pernah hidup bersama tanpa Pernikahan selama tinggal di Amerika juga Rere ketahui dari Berita online lalu hubungan tersebut masih terjalin sampai saat ini.


Rere benar-benar tidak bisa menahan kesedihannya kemudian tubuhnya jatuh kelantai saat dirinya ingin berdiri untuk mengambil air.


Saat Dina masuk ingin berbicara dengan Rere dengan membawa Berkas ditangannya agar rekan kerjanya tidak curiga bahwa Dina bukan membahas pekerjaan akan tetapi masalah pribadi Rere.


Saat membuka pintu Dina kaget dan berteriak meminta rekan kerjanya untuk menolong Rere. Kemudian Dina meminta dipanggilkan ambulans karena tubuh sahabatnya itu dingin dan wajahnya sangat pucat.


Pak Edo ikut melihat apa yang terjadi dan segera meminta diambilkan kotak P3K untuk sementara sampai petugas ambulans datang.

__ADS_1


20 Menit Petugas ambulans datang dan membawa Rere didampingi oleh Dina dan didalam ambulans Dina menelpon Cindy sahabatnya yang berprofesi seorang Dokter.


...****************...


Ayu dan Riki sudah dalam penerbangan menuju ke Amerika setelah keributan yang dilakukan oleh bawahan Hans yang memaksa untuk ikut bersamanya akan tetapi Riki memukul bawahan Hans dan meminta pihak keamanan untuk mengamankan mereka.


Ayu marah kepada Hans didalam telepon dan meminta suaminya untuk tidak lagi berbicara ataupun mendekati dirinya kembali. Ayu mengatakan segera menghubungi Pengacara untuk mengurus perceraian mereka.


"Ayu Apa yang kamu lakukan... Kita bisa bicarakan ini baik-baik. Saya minta maaf karena tadi berbicara sembarangan mengenai Putra Kita. Tolonglah maafkan Saya, Benar-benar saya ingin memperbaiki semuanya, Sayang. Jangan lakukan itu dan jangan pergi bersama Riki tunggu, Saya akan menjemput kamu ke Bandara"


"Semua sudah sangat terlambat, Jangan lagi menjelaskan dan berusaha memperbaiki apapun, Saya sudah lelah Hans, Lakukan apapun yang ingin kamu lakukan, Saya Mundur"


Setelah mengatakan itu Riki yang menggendong Jimmy mengulurkan Tangannya untuk menggandeng Ayu menuju Pesawat Pribadi milik Keluarga Erlangga dan bertolak ke Amerika


Tiga Puluh Menit setelah keberangkatan Ayu dan Riki, Hans datang ke bandara dan Orang suruhan Hans yang sedang berurusan dengan Petugas Keamanan meminta Hans untuk menolong mereka melalui sambungan Telepon.


"Aaarrhhh... Riki Sia*an kamu. Tidak akan Saya biarkan kamu mengambil Ayu dari sisiku"


Kemudian dirinya menemui Orang Suruhannya yang sedang berada di ruangan khusus keamanan Bandara. Hans menyelesaikan semua dengan jaminan dirinya dan memberitahukan bahwa istrinya pergi dengan Asisten keluarganya dan tanpa ijin darinya sehingga menyuruh beberapa orang untuk mencegah kepergiannya.


Pihak Keamanan memahami apa yang dijelaskan oleh Hans karena itu dia membebaskan orang-orang suruhan Hans untuk pulang dan Masalah di Bandara selesai meski banyak yang mengabadikan mereka kedalam video.


...****************...


Rere segera dibawa ke ruangan ICU dan Dina dilarang untuk menemani diruangan. Dina merasa bingung apa yang harus dia lakukan dan nomor keluarga Rere yang bisa dihubungi juga dia tidak tahu.


"Geri... Oh ya. Gw lupa" ucap Dina dan segera menghubungi Geri tidak lama Geri menerima panggilan teleponnya.


"Hallo"


"Selamat Siang Pak Geri"


"Siang. Maaf ini dengan Siapa"


"iya... Ada apa mba" ucap Geri dengan hati yang tidak menentu dan berdebar mendengar nama Rere disebut.


"Maaf Pak Geri sebelumnya terpaksa, Saya Hubungi nomor Pak Geri karena nomor keluarga Bu Rere saya tidak tahu"


"iya Mba Dina Ada apa. Rere Baik-baik Saja bukan?"


"Rere masuk rumah sakit Pak tadi dia tidak sadarkan diri"


"Apa... Segera Kasih Tahu Rumah Sakit mana saya akan Segera datang kesana"


"Baik Pak Akan Saya Share Lock Rumah Sakitnya"


"Terima Kasih Mba Dina"


Geri Berlari dengan tangan yang mendial nomor HRD dan mengatakan dirinya ijin keluar karena kekasihnya Sakit dan meminta surat ijin untuk bisa pulang di jam kerja.


HRD memberikan surat ijin untuk diberikan kepada Pihak Keamanan dan Reception yang bertugas menjaga keluar masuknya Karyawan Perusahaan.


Geri segera membawa Mobilnya Melaju kearah Rumah sakit yang sudah diberitahu oleh Dina. Geri merasa cemas dengan keadaan Rere yang sedang tidak Baik-baik saja.


"Sayang... Lu Kenapa" Geri meneteskan air mata.


"Sesakit inikah Lu Rere sampai keadaan ini membuat lu down. Padahal kehidupan yang Lu lalui selama ini lebih sakit dari apa yang sekarang sedang Lu jalani. Sebesar inikah rasa cinta Lu untuk Pria Brengs*k yang mengkhianati Lu itu"


Sedangkan di Rumah Sakit Cindy menghampiri Dina setelah ditelepon agar dia datang untuk menemani Dina sampai Geri datang.


"Bagaiaman keadaan Rere"


"Belum ada Dokter yang keluar"


"Dia Pingsan tadi"

__ADS_1


"iya... Bukan hanya pingsan saja hidungnya juga mengeluarkan darah. gw takut dia kebentur lantai terus mengakibatkan pendarahan otak soalnya Rere tidak sadarkan diri dilantai, saat gw datang keruangan kerja Rere"


"Tenanglah kita akan tahu kondisi Rere Setelah Dokter datang untuk menemui kita"


"Gw harus hubungi keluarganya tapi gw ga tahu nomor telepon keluarganya dan ibunya Rere memiliki Penyakit Jantung, Gw takut salah nanti kalo ngabarin tentang keadaan Rere sekarang"


"Tenanglah Dina kita berdoa saja semoga sakitnya Rere hanya karena Syok dan Sedih karena pemberitaan ini saja"


"iya... Semoga dia Baik-baik saja"


Dina mengangkat telepon dari Pak Edo yang menanyakan keadaan Rere. Dina memberitahukan bahwa Dokter untuk sementara masih menangani Rere didalam ruangan ICU.


Pak Edo meminta Dina tetap berada disana dan memberikan ijin Pulang lebih awal juga meminta Dina untuk menghubungi Keluarga Rere.


Setelah Panggilan dari Pak Edo dimatikan, Terlihat Geri berlari kearah ruang ICU dia mengenal Dina, Karena pernah mendatangi Pernikahan sahabat dari wanita yang dia cintai itu.


"Mba Dina Bagaimana Keadaan Rere"


"Dokter masih berada didalam Pak"


"Bagaiaman ini bisa terjadi"


Dina menceritakan apa yang dia tahu kepada Geri. Mendengar kabar tentang Rere yang sempat mengeluarkan darah dari hidungnya membuat Geri mundur kebelakang untuk bersandar ke dinding rumah sakit.


Geri menatap langit-langit yang berada di atas kepalanya lalu menutup mata, Hati Geri sangat sakit dan merasa bersalah karena pernah menyakiti hati Rere saat wanitanya itu menjenguk Geri dan meninggalkan Rere saat wanitanya sedang terpuruk dengan melamar Cantika karena terbawa oleh amarah dan kekecewaannya kepada Pilihan Rere.


Dokter keluar dan menanyakan keluarganya. Geri berkata jika dia sahabat Rere dan bertanya keadaan Rere.


"Pak, Maaf Saya butuh keluarga dari pasien untuk meminta persetujuan penanganan secara intensif, kami akan melakukan penanganan dengan CT Scan dan ada beberapa test darah yang ingin kami teliti untuk mengetahui lebih detail keadaan Bu Rere"


"Saya akan menghubungi saudara Rere sekarang. Ambil tindakan secepatnya saya yang akan bertanggung jawab penuh yang terpenting keadaan Pasien membaik"


"Tetap kami butuh ijin dari keluarganya Pak"


"Baiklah tunggu sebentar"


Geri mencari kontak Tya karena sebelumnya dia menyimpan kontak saudara dari Rere saat akan mengirimkan Game untuk Dion melalui bantuan ekspedisi sehingga membutuhkan nomor Tya untuk mengkonfirmasikan apakah barang sudah diterima atau belum.


Panggilan tersambung dan Geri memberitahu apa yang terjadi dengan Rere sekarang. Tya mengatakan dirinya sedang berada dijalan bersama dengan Adik Rere yang bernama Arsyila dan juga Ali kakak Rere nomor dua.


Mereka mengetahui berita mengenai apa yang terjadi dengan Rere juga Aditya dimedia sosial juga berita ditelevisi dan di kampung tempat tinggal keluarga Rere beritanya menjadi viral dan heboh.


Dan sekarang Tya dibuat kaget dengan apa yang dikatakan oleh Geri tentang Adiknya. Setelah panggilan telepon ditutup Tya memberitahukan kepada Kakak dan Adiknya mengenai keadaan Rere.


Ali Kaget dan meminta Driver Online untuk segera kerumah sakit setelah mendengarkan apa yang dikatakan oleh Tya. Arsyila kaget dan menangis, Tya meminta adiknya untuk tenang.


"Ya Allah Rere kamu pasti sedih mendengarkan berita tentang Aditya, Ya Allah Kenapa keluarga kami tidak hentinya diberikan cobaan" Tya mengucap lalu ditegur oleh Ali.


Kemudian Tya berucap istighfar dan meminta ampun atas apa yang dia ucapkan barusan. Ali meminta kedua adiknya tetap berpositif thinking atas apa yang menimpa keluarganya dan percaya akan bisa dilewati.


Kedua Adiknya menangguk dan terlihat Tya dan Arsyila saling berpelukan untuk menguatkan satu sama lainya dan Ali kembali menoleh kearah jalanan yang ada di depannya.


...****************...


Sementara Ria sudah sampai didalam rumahnya dan Aries berkata akan langsung pulang tidak mampir kerumah Ria karena ingin menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi antara hubungan dirinya dengan Ria. Istrinya harus mengerti apa yang dia pikirkan tidak seperti yang terjadi.


Ria mengangguk dan Aries mengucapkan Terima Kasih atas kesediaanya Ria untuk mengunjungi Makam Sherly juga telah memaafkan dirinya juga kekasihnya yang telah tiada itu.


Dari arah pintu Desi berlari kearah Ria dan berkata dengan Histeris.


"Ria... Ria kemarilah ada berita di televisi Nak Aditya mencoba bunuh diri dengan menembakan dirinya sendiri saat ini sedang kritis di Amerika"


"Apa..."


Aries keluar dari dalam Mobilnya mendengar apa yang dikatakan oleh Desi. Aries menatap mantan kekasihnya begitu juga dengan Ria

__ADS_1


__ADS_2