Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 15 Kunjungan mendadak


__ADS_3

Suara adzan subuh bergema di kota jakarta membangunkan seorang wanita dari tidur nya,


Masih mengantuk wanita itu mencoba bangun dari tidur nya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri dan juga berwudhu lalu kemudian berpakaian bersih lalu menjalankan ibadah shalat subuh.


Setelah itu menuju ke dapur membuat nasi goreng telur dan sosis goreng untuk sarapan. Untuk bekal Rere sengaja tidak membawa nya karena hari ini akan sibuk dengan kedatangan kepala Direksi dan pertemuan dengan perusahaan Erlangga.


Setelah sarapan Rere menyapu dan mengepel. Tidak lupa belanjaan semalam di rapih kan kedalam dapur untuk makanan yang basah sudah Rere bereskan malam setelah aditya pulang dari apartemen nya. setelah selesai mandi Rere memakai pakaian kerja dan menggunakan make-up tipis.


Hari ini Rere harus menyiapkan diri untuk menyambut Kepala Direksi bank tempat nya bekerja dan bertemu Aditya di perusahaan Erlangga, Rere berharap tidak ada kendala untuk hari ini.


Rere sudah siap pergi ke kantor, saat dirinya melangkah menuju parkir, Aditya menghampiri Rere menggunakan mobil sport nya yang berwarna Biru. Pintu Mobil terbuka ke atas dan dari arah pengemudi Adit tersenyum manis dan menyuruh nya masuk, dia tidak ingin Rere terlambat bekerja dan membawa mobil nya sendiri.


Tanpa berdebat Rere menurut apa yang di inginkan Aditya selain hati nya berbunga karena rindu dengan kekasih masa lalu nya itu, Rere juga ingin segera sampai kantor karena ingin mempersiapkan diri untuk ke kantor Aditya, padahal yang ingin di temui ada di samping nya.


"Bunga untuk mu sayang" kali ini bouquet mawar merah yang di berikan Aditya.


"Hhhmm... Terima Kasih" senyum manis untuk pagi Aditya yang indah.


"Hari ini jadi kan" Aditya mengawali pembincaraan tentang pertemuan dengan pihak bank.


"Apa"


"Ke kantor ku pukul 10" jawab Adit tersenyum


"iya" jawab Rere singkat.


"sayang minggu depan kamu ada waktu kosong"


"minggu depan tanggal 14 ini"


"iya" jawab Adit


Rere sejenak berpikir dan mengingat permintaan Geri sahabat nya untuk pergi bersama ke pantai.


Rere sudah menyetujui untuk pergi bersama Geri.


"Hhhmm... memang mau ada rencana?" tanya rere


"iya minggu depan aku ingin mengontrol proyek pembangunan hotel aku di bali, kalo kamu ada waktu aku ingin mengajak mu, sayang" jelas aditya.


"hhhmm... aku ingin pulang menemui ibu ku" Rere tersenyum.


"oh... berarti kamu ga bisa sayang" tatapan kecewa jelas tampak di wajah Adit.


"maaf, kamu marah ya" Rere menoleh ke arah aditya


"tidak sayang" jawab aditya

__ADS_1


"sekali lagi aku minta maaf kalo pun harus menemani kamu ke Bali aku harus ambil cuti di hari jumat dan senin lalu untuk itu aku harus ijin ke atasan aku jauh sebelum nya dan seperti nya teman aku sudah banyak yang mengajukan cuti"


"Baiklah sayang ku itu tidak masalah, tapi aku akan merindukan mu karena akan berjauhan dengan mu kembali" senyum aditya


"Berangkat kapan dan sampai kapan" tanya Rere.


"Jumat malam dan sampai jakarta senin pagi. Aku ambil hari weekend karena jam kerja ku padat satu minggu ini, banyak pertemuan dengan para investor asing" jelas Aditya.


"Baiklah hanya dua hari"


"hanya dua hari itu menurut mu sayang, bagiku seperti dua tahun"


"hhhmm... gombal banget sih" Rere tertawa dan membuat Aditya senang dan dia pun ikut tertawa. dan tidak terasa mobil sport Aditya sudah sampai lobby gedung tempat Rere bekerja. Padahal Aditya sedikit pelan mengendarai mobil sport nya itu.


"Sudah sampai Terima Kasih sudah menjemput pagi ini, saya selalu merepotkan" ujar Rere.


"Apapun untuk mu sayang ku, aku akan mengganti waktu yang hilang dulu, Renia aku selalu mencintai mu selamanya sayangku" jawab Aditya sambil memegang tangan Rere.


Rere menarik tangan nya dan terlihat gugup tapi ada rasa bahagia di dalam hati nya, dia menatap kekasih lama nya yang belum dapat Rere lupakan. lalu tersenyum dan pamit untuk pergi bekerja. Aditya memahami atas reaksi rere dan tidak mempermasalahkan nya. Aditya justru sangat bahagian melihat senyum malu Rere.


Rere melambaikan tangan nya dan Aditya membalas lalu mobil sport nya melaju ke jalanan utama ibukota.


Rere melangkah menuju lift yang membawa nya ke lantai 4 untuk masuk ke ruang kerja nya lalu menuju ke kursi dan meletakan tas di meja dan mencium bunga yang ada di tangan nya. Rere meminta Office Boy untuk menyiapkan vas yang nanti nya akan dia simpan untuk bunga mawar pemberian Aditya.


"Bu Rere sudah datang" tegur pak Edo sontak Rere yang tadi nya tersenyum manis berubah serius dan salah tingkah.


Pak Edo hanya tersenyum melihat Rere dan bunga yang di tangan nya, dan mengingat kan untuk persiapan ke kantor Erlangga


...****************...


"Pak Aditya, Kira-kira pertemuan dengan pihak bank berapa lama" tanya Riki


"karena investor dari China mr, chen meminta bertemu Pak Adit dan mr. chen ingin pertemuan sambil makan siang" lanjut Riki


"saya kurang tahu tapi nanti saya tanya ke Rere. Saya ingin bertemu dengan pihak bank jika melewati waktu yang di tentukan kamu bisa menggantikan saya untuk pertemuan dengan investor mr. chen itu"


"Mereka ingin bertemu langsung dengan pak Adit"


"ok, tapi saya usahakan tidak terlambat"


"Baik Pak"


Aditya berhenti di lobby perusahaan dan memberikan kunci ke petugas yang akan memarkirkan mobil sport nya. lalu Adit melangkah ke arah Lift khusus untuk sampai ke lantai 29 kantor nya.


Pintu Lift terbuka dan di sambut oleh assisten Riki dan kedua nya menuju ke ruangan CEO. sesampainya di sana kedua nya duduk dan membahas masalah kantor dan proyek yang sedang dikerjakan.


...****************...

__ADS_1


Sementara Pak Edo di dampingi Rere dan beberapa staff Operasional sedang menyambut Pak Bambang Direksi Bank*** tempat Rere bekerja tepatnya pukul 9 pagi.


Mereka menuju ke ruangan meeting di lantai 4. Di sana mereka membahas beberapa masalah yang menjadi kendala dan Target Pencapaian dalam setahun. Setelah 30 menit Pembahasan Pak Bambang menyempatkan diri untuk melakukan sidak hal ini di lakukan untuk melihat kerja staff apakah sudah sesuai SOP kerja atau belum dan melihat keadaan kebersihan bank. Setelah cukup Pak Bambang memberikan visi yang harus di lakukan oleh staff bawahan Pak Edo lalu kemudian menuju Perusahaan Erlangga.


Handphone Rere bergetar dan tanpa menunggu lama Rere meminta ijin kepada Pak Edo untuk mengangkat telepon karena Aditya menghubungi nya lalu Pak Edo mempersilahkan.


"Hallo assalamu'alaikum"


" Hallo sayang Walaikumsalam, jadi ke sini saya tunggu di ruangan meeting yang sama seperti saat kamu kesini, nanti asisten Riki akan menjemput di lobby"


"ya baik Terima Kasih saya ke sana sekarang"


"take care baby" ucap Aditya


"Rere Pertemuan dengan Pak Aditya sudah ok kita kesana ya" tanya Pak Edo.


"kita sudah di tunggu Pak Riki"


"ya sudah kita berangkat saya akan sampaikan ke Pak Bambang"


Terlihat Pak Bambang dan Pak Edo berbincang lalu menuju ke arah Rere dan mengajak Rere dan team yang lain untuk menuju ke perusahaan Erlangga.


Pak Edo dan Pak Bambang dalam satu Mobil sedangkan Rere dan team yang lain menggunakan mobil kantor yang lain.


Ya ALLAH kunjungan mendadak bikin panik untung Aditya bisa untuk di temui, Kalo ga bakal masalah besar.


Dalam hati Rere terus menggurutu, Pak Edo seakan memanfaatkan kedekatan Rere dan CEO Erlangga membuat nya sedikit kesal dengan atasan nya itu. Jika mengingat perangai nya akhir-akhir ini Rere merasa ingin marah tapi tidak berani mengingat dia atasan nya Rere.


Suara Handphone berbunyi dan saat di lihat bukan Aditya tapi Geri, Rere pun mengangkat Telepon dari Geri.


"Kenapa pesan aku ga di baca ga di bales sok sibuk banget sih lu" Geri marah.


"Hari ini aku emang sibuk ada kunjungan Direksi ke Kantor, aku juga belum sempet buka pesan dari siapa pun, kenapa sih lu emosi aja" ketus Rere


"oh, sorry cantik abis kesel dari semalem pesan sama panggilan ga di angkat"


'ya aku tidur awal dan berangkat kerja ga sempat buka handphone baru buka sekarang"


"oh ya udah nanti aku tlp lagi ya cantik, maaf ganggu kerja nya, jangan lupa makan dan istirahat. jangan telalu capek sama kerjaan inget kesehatan"


"iya ihhh bawel banget sok perhatian lagi" ketus Rere


"yeeeee... gitu aja terus kalo deket gw cium lu ya"


"jangan ngaco gw jitak nanti, udah lah gw tutup ya"


"ya ok cantik tetap semangat kerja nya dan jaga kesehatan" ucap Geri

__ADS_1


"iya,, makasih" panggilan di akhiri.


Teman satu mobil hanya diam tidak berani bertanya kepada Rere karena memang bukan urusan mereka meski dalam hati ingin tahu siapa yang menelpon, apakah CEO Erlangga, kenapa bahasa nya sangat informal dan sedikit santai dan berani, mereka berpikir apakah bener gosip yang beredar di kantor jika Rere menjadi kekasih CEO Erlangga.


__ADS_2