
"Apa yang kamu lakukan disini Sisil saya sudah memperingatkan kamu untuk menjauhi saya" Rahang Aditya mengeras tanda sangat marah.
"Kenapa Sayang... Apa kamu ingin membuang saya setelah merampas mahkota saya dan setelah pu*s dengan tub*h saya sekarang kamu membuang saya begitu saja" Ucap Sisilia yang terlihat kesal.
"Apa yang kamu katakan jangan berani kamu mengatakan itu lagi, sekarang pergilah jangan membuat saya muak dengan keberadaan kamu disini" Aditya menatap tajam sisilia
"Setelah kamu menemukan Renia kamu mengabaikan Saya Adit, kamu lupa siapa yang mendampingi kamu saat masa sulit kamu dulu Reniamu atau saya" Teriak Sisilia tidak dapat menahan emosi yang ada di hatinya.
"jangan berteriak kepada saya sisil, sekarang juga pergi dari sini"
Tatapan tajam terlihat di mata Aditya dengan tangan mencekram kedua lengan Sisil. Wanita itu nampak kesakitan, bukan hanya lengannya yang sakit tapi juga hatinya.
"Kenapa kamu tidak melihat betapa besar cinta saya kepada kamu Adit bahkan kita menghabiskan hari-hari bersama di NYC jangan lupa kita tidak pernah terpisah saat itu dan aku juga yang menjadi teman tid*r mu' Sisil menangis saat mengatakan itu.
Aditya mendorong kuat tubuh Sisilia dan berteriak untuk mengusir dari ruangannya membuat suasana menjadi gaduh sehingga mengundang perawat rumah sakit datang untuk memastikan apa yang terjadi.
Sisil masih dalam keadaan tersungkur di lantai dengan wajah mengadap kelantai. Suara tangisnya menggema di ruangan tempat aditya di rawat dan beberapa perawat membantu membangunkan Sisil.
Hati Sisil bagai di cabik dan luka sayatan yang di berikan aditya di dalam rongga hatinya membuatnya limbung dia merasa kehilangan Aditya, tubuhnya lemas dan sulit untuk memijakan kaki ke tanah meski di bantu oleh beberapa perawat tapi tubuh sisil tersungkur kembali, dirinya menangis meronta dengan apa yang dilakukan pujaannya itu.
Dirinya tidak dapat tidur semalaman dan segera mandi lalu membawa mobilnya untuk menemui Aditya karena rasa khuatir akan keadaan pujaannya tapi yang didapatkan adalah perlakuan yang menyedihkan seperti saat ini.
Apakah mencintai seorang Aditya harus sesakit ini bahkan semua dia lakukan hanya untuk mendapatkan cintanya, dia tidak rela pria yang dia cintai jatuh kepelukan wanita lain.
Hatinya bergemuruh dengan wajah yang masih menatap ke lantai, Sisil menghentikan tangisannya tiba-tiba saja otaknya memiliki rencana yang bahkan akan membuat aditya tidak akan pernah bersatu dengan rere.
Ntah kekuatan dari mana yang membuat Sisil tegar kembali, tangan nya di lepaskan dari genggaman perawat yang mencoba membantunya, Sisilia menghapus air mata yang menetes di pipi lalu berdiri dan mengangkat tangan memberi kode perawat untuk tetap diam, perlahan dia mendekati Aditya lalu tersenyum.
"Saya akan pergi tapi ada yang ingin saya
katakan"
Aditya menatap tajam kearah Sisilia sedangkan Sisilia menghadap kearah perawat dan mengatakan untuk keluar karena ada hal yang ingin dia bicarakan dengan pasien, Pada awalnya Perawat menolak malah menyuruh Sisilia untuk keluar akan tetapi setelah Aditya meminta perawat untuk memberikan waktu dirinya untuk berbincang dengan Sisilia maka Perawat itupun mengizinkan.
__ADS_1
Beberapa perawat keluar dan akan melaporkan kepada dokter dan petugas yang berjaga di rumah sakit itu. sedangkan Sisilia mendekatkan bibirnya ditelinga Aditya lalu dia duduk di ranjang aditya dan berkata
"Anak kita yang saya kandung 10 tahun yang lalu tidak pernah saya abor*i, saya melahirkan anak laki-laki kita dengan selamat" setelah mengatakan itu dia mincium pipi Aditya.
Mata Aditya membelalak dengan tatapan tajam penuh dengan kemarahan Aditya berkata dan mencekram lengan Sisilia kembali.
"Jangan membuat saya marah sisil dengan kebohongan bodohmu"
Aditya terlihat sangat emosi dan Sisilia meringis kesakitan tapi mencoba melepaskan cengkeraman tangan aditya di lengannya . Aditya melepaskan cengkraman dan Sisilia kembali tersenyum licik.
"Kamu ingat saat kamu menyuruhku melakukan abor*i saya mengatakan akan melakukannya tapi saya berbohong dan saya mencari cara untuk tetap melahirkan anak kita"
"Saya meminta tolong sahabatku yang seorang dokter untuk membuat seakan saya setuju dan telah melakukan itu dan setelah kamu mendaptkan bukti palsu itu kamu percaya. Dan bodohnya kamu tidak pernah mencari tahu lebih atas kehamilan anak kita saat itu kamu sibuk dengan dunia dan Reniamu dan Saya yang menyelamatkan anak kita dari papinya sendiri dan membawa nya ketempat aman dan jauh dari kamu dan juga keluargamu, Saya membesarkan seorang diri dan memberikan perlindungan dari Papi kandungnya" Sisilia mengatakan dengan penuh amarah dan berdiri menjauh dari Aditya.
Setelah mengatakan itu dia pergi, Aditya memanggilnya tapi diabaikan. Ayu mengetahui keributan itu dari Petugas dan perawat maka dari itu ayu langsung memasuki ruangan kakak nya dan bertemu sisil.
ayu menatap Sisil dan melihat jelas jika wanita yang mencintai kakaknya menangis dan menghapus jejak air mata menggunakan tangan lalu melangkah kaki untuk keluar ruangan tempat kakaknya dirawat.
"Apa yang terjadi dan apa yang Sisilia katakan kak" ucap Ayu.
"ini semua karena Papi kamu Ayu, dia menganggap kakak gila smpe membawa wanita sialan itu yang justru membuat kakak menjadi gila" rahang nya nampak mengeras saat mengatakan itu.
"Tenanglah kak Adit, bisa ceritakan ke Ayu tapi kakak jangan marah dan emosi seperti ini"
Adiknya berkata dengan tatapan memohon, Ayu menjadi penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi dan perkataan apa yang di ungkapkan Sisil yang membuat Aditya tersulut emosi seperti ini.
...****************...
Sedangkan Rere setelah sarapan pagi, Rere membangunkan keponakannya dan Jimmy untuk dia ajak kerumah sakit. Awalnya Dion menolak karena membayangkan kemarin dia nampak jenuh dan bosan di rumah sakit tapi karena mendengar nenek dan ibunya akan ikut ke rumah sakit dan dirinya sendiri di rumah, akhirnya Dion pun ikut.
Jimmy dan Dion menggunakan baju baru yang Rere belikan semalam. Dion menggunakan baju berwarna biru dan Jimmy berwarna putih dengan celana panjang jeans. Keduanya nampak lucu dan ganteng.
Sudah siap seluruhnya dan Rere membawa mobil ke arah rumah sakit tidak lupa dirinya mempir ke toko bunga dan buah yang ada di dekat Rumah sakit. Kemudian melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.
__ADS_1
Setelah sampai di parkir rumah sakit Rere nampak bingung mana dulu yang ingin di temui. Rere berpikir bahwa dia akan ke ruangan Aditya dan papi kandung aditya terlebih dahulu kemudian menjenguk sahabatnya yang memang di jadwalkan pulang hari ini.
Sebelum turun dari mobil Rere melakukan panggilan telpon dengan Geri untuk memberitahukan bahwa dirinya akan berkunjung ke ruangan rawat inap VVIP yang merawat Geri bersama keluarganya tentu itu membuat hati Geri berbunga dan Geri akan menunggu Rere datang.
Setelah melakukan panggilan telpon Rere keluar dari mobil dan membuka pintu untuk ibunya dan membawa bouquet bunga dan buah untuk Aditya.
setelah dirinya dan keluarga berjalan tidak jauh dari ruang ICU Rere melihat seorang wanita keluar dari ruangan Aditya dengan menangis.
Bukan hanya dirinya bahkan ibu dan tya juga melihatnya. Saat mereka saling bertemu di Koridor rumah sakit nampak Sisilia menatap sinis dan benci kearah Rere.
"Siapa Wanita itu" gumam Rere lirih
Riki yang melihat langsung menghampiri Rere dan keluarga. Riki menyapa Jimmy dengan tersenyum lalu beralih untuk mencium punggung tangan ibu inah dan tya.
"Apa boleh kita menjenguknya" Rere berujar.
Riki meminta ijin kepada pihak berwajib dan di perbolehkan lalu Rere dan keluarganya masuk ke ruangan dimana Aditya dirawat. sebenarnya Riki sangat khuatir jika Sisilia akan membuat keributan dengan Rere di sana.
Maka dari itu dia akan berjaga di dekat pintu ruangan Aditya agar Sisilia tidak lagi masuk dan membuat keributan. Lisna yang menatap Sisil keluar dari ruangan Aditya langsung menelpon saat Sisilia berlalu setelah berpapasan dengan Rere.
Lisna menyuruh sisil kembali ke ruangan Aditya. Dia sedikit marah saat melihat Sisilia keluar dari ruangan Aditya dan menyayangkan sikap sisil yang tidak menunggu kedatangan Rere.
Padahal dirinya akan menolong Sisil untuk mendapatkan Adit bahkan akan merestui hubungan dia dengan Putra sambungnya itu.
Kemudian akan menikahkan Sisil dan Adit meski sebenarnya Lisna tahu dengan jelas bahwa suaminya menyetujui pilihan Adit untuk menikahi Rere.
Tapi Lisna berkeinginan membuat keadaan menjadi kacau karena itu dia meminta Sisil kembali ke ruangan Aditya dan membuat kegaduhan.
Masalah Riki yang berjaga adalah urusan yang sangat mudah untuk Lisna. Untuk melancarkan rencananya bahkan Lisna meminta petugas memperbolehkan Sisilia untuk masuk, Lisna
mengatakan Sisilia adalah tunangan Adit.
Dirinya hanya ingin mempermalukan Aditya di depan keluarga Rere dan juga ingin membuat Rere patah hati dengan keberadaan Sisilia di sana.
__ADS_1