Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 83 Perdebatan


__ADS_3

"Sayang jangan marah maafkan mas Adit, ya sudah kita ke Mansion Papi sekarang" Aditya tersenyum setelah mengatakannya.


Rere terlihat mengabaikan Aditya, dirinya masih mengingat siapa sebenarnya wanita yang memandangi dirinya dengan sorot mata yang penuh kebencian dan sinis tadi.


Memang Rere sudah mendapatkan jawaban yang dia tanyakan kepada Aditya, wanita itu adalah Psikiater Pribadi Aditya saat dirinya remaja atau mungkin saat peristiwa meninggalnya Mama Sherly seperti yang dikatakan ayu kepadanya bahwa Aditya mengalami Depresi dan Trauma yang sangat besar maka dari itu dia mendapatkan pendampingan secara psikis dan mental oleh orang yang ahli dibidangnya yang membantu Aditya untuk keluar dari perasaan dan keadaan berat itu.


Tapi kenapa wanita itu menunjukan rasa permusuhan dan benci kepada saya. Apa perasaan saya saja atau mungkin memang raur wajahnya seperti itu. Jika Rere dekat dengan dia mungkin dia baik.


Rere bermonolog didalam hati dengan wajahnya menoleh kearah kaca samping dan tatapanya kosong menatap apa yang ada dipluar kaca mobil mewah milik Aditya.


Sedangkan Aditya merasakan perasaan yang tidak bisa dijelaskan beberapa kali dirinya menoleh kearah samping dengan hanya diam dan memandangi Rere dan fokus kembali kearah jalan depan dan menatap kembali kearah Rere yang tetap diam tidak terlibat percakapan baik dengan Aditya maupun Dion.


Walaupun beberapa kali Dion bertanya kepadanya tapi Renia seperti tidak mendengarnya sehingga Aditya harus menjawab beberapa kali pertanyaan yang terabaikan oleh Rere.


"Sayang... Sayang... " ucap Aditya beberapa kali dan harus menyentuh lengan Rere dan membuat terperengah lalu menoleh kearah Aditya.


"Mas... Siapa nama wanita itu" ucap Rere.


membuat Aditya terlihat tidak nyaman dan merasa Rere sudah mulai curiga dan apa itu yang dia pikirkan sehingga hanya diam saja sepanjang jalan arah ke kediaman papinya.


"wanita yang mana Sayang" balas Aditya terlihat gugup.


"Psikiater Pribadi Mas Aditya" sahut Rere penuh selidik.


"Sisilia. Sayang. kenapa kamu menanyakan dia" Aditya mencoba terlihat santai dengan pertanyaan Rere kepadanya.


"Apa dia sudah menikah Mas" sahut Rere.


"Kenapa kamu menanyakan dia sayang" balas Aditya.


"Jawab Saja" Rere sedikit menekan nada bicaranya.


"Belum" jawab Aditya singkat.


"ok... " Rere nampak tersenyum dengan wajah yang sulit diartikan oleh Aditya.


"Sayang... Kenapa kamu menanyakan tentang Sisilia" ucap Aditya.


"Tidak hanya bertanya" ucap Rere dan tersenyum tapi senyuman Rere ini membuat resah Aditya.


Aditya fokus kembali mengemudikan mobilnya sampai kearah depan mansion milik Aries dan saat pintu gerbang terbuka. Dion nampak membuka lebar mulut dan juga matanya.


"Bibi ini istana ya... " celoteh Dion dan membuat Rere dan Aditya tertawa.


"ini rumah milik Opa. Paman dan Jimmy juga tinggal disini" balas Rere.


"Apa Dion juga mau tinggal di istana ini" ucap Aditya mengusap pucuk kepala Dion


"Memangnya Boleh Paman" sahut Dion.


"Boleh dong, makanya suruh Bibi Rere untuk cepet nikah sama Paman nanti kita tinggal disini atau kita buat istana yang lebih besar dari ini" ucap Aditya.


Kedua matanya menatap Rere yang hanya diam saja tanpa merespon tentu saja apa yang dilakukan Rere itu membuat hati Aditya merasa cemas.


"Sayang... kamu kenapa, diam saja. biasanya kalo Mas bilang sesuatu kamu cubit atau pukul Mas. Renia jangan bikin Mas takut dan merasa bingung" ucap Aditya menggenggam tangan Rere.


"Rere tidak ada masalah dan baik-baik saja. kita turun Mas dan menemui kedua orang tua Mas" sahut Rere dan tersenyum.


Aditya menghela nafas panjang dan melepaskan seat belt dan membuka pintu mobil dan Rere turun tanpa Aditya membukakan pintunya. Aditya hanya menoleh dan terdiam saat Rere mendekati Riki.


"Riki jangan antarkan Mobil saya ke apartemen biar saya pulang dengan mobil saya sendiri setelah bertemu dengan Pak Aries"


Aditya yang berdiri tepat dibelakangnya hanya terdiam. dan bermonolog didalam hati


Ada Apa dengan Renia. Apa dia curiga hubungan saya dengan Sisilia.

__ADS_1


"Sayang tunggu"


setelah membatin Aditya mencegah Rere masuk kedalam untuk menanyakan ada apa dengan dirinya.


"Sayang Jika Marah sama Mas katakan saja jangan diam seperti ini"


Aditya jelas tahu karakter kekasihnya itu karena memang seperti itu sejak kecil jika marah, Rere akan diam. Jika masih bisa mengomel berarti keadaan masih baik-baik saja.


"Tidak ada Mas, Saya ingin bertemu dengan Pak Aries setelah itu saya ingin pulang dan membawa mobil saya sendiri jadi jangan antarkan saya pulang" tepis Rere saat tangan Aditya ada dilengannya.


"Renia" Nada Aditya tinggi membuat renia menghentikan langkahnya.


Rere hafal jika Aditya menyebut namanya tandanya dia kesal, Riki menundukan kepala dan mundur kebelakang untuk menjauhi keduanya.


Sedangkan dibalik kaca ruang tamu berdiri dua wanita yang berbeda usia dengan senyuman penuh kemenangan.


Mereka yakin Aditya dan Rere terlibat perdebatan saat Sisilia menelponnya tadi dan apa yang Sisilia lakukan saat di rumah sakit itu dapat Rere pahami.


"Ada Mas" Renia berkata pelan.


"Berikan kuncinya kepada Mas biar Mas antarkan pulang nanti menggunakan mobil Rere jika tidak ingin diantarkan menggunakan mobil Mas" tangan Aditya mengadahkan menunggu kunci yang di berikan Rere kepada dirinya.


"Mas... Jangan memaksa Rere, mengertilah. Ayo kita temui Pak Aries. Rere juga ingin menemui Dina sahabat Rere. Ada urusan pekerjaan yang harus kami selesaikan" jawab Rere dan berbalik menuju pintu rumah mansion milik Aries.


"Dina atau Geri" Teriak Aditya.


"Keduanya" sahut Rere tanpa menoleh


Aditya mengusap wajahnya dan menyugarkan rambut kebelakang dan menatap Rere yang mengetuk pintu lalu dari arah dalam membuka pintunya.


"Selamat Datang Renia" sapa Sisilia ramah.


Aditya menatap tajam Sisilia yang ada dipikirannya saat ini Dia ingin menarik Sisilia menjauh dari Rere dan memberikan hukuman untuk Sisilia karena berani bertingkah didepan wanita yang dia cintai.


"Terima Kasih Sisilia" ucap Rere pelan dan juga ramah. Sisilia menatap Aditya dengan tatapan yang tidak biasa dan dapat Rere lihat.


Rere menatap tanpa kata dan menoleh kearah Ayu terlihat ayu tersenyum kepada Rere dan berkata


"Rere ini Mas Hans suami saya dia baru pulang dari Jogjakarta untuk meninjau bisnis kami disana" ucap Ayu yang dibalas anggukan oleh Rere.


"Dan Mas ini Renia dia kekasih Kakak Aditya yang selama ini dicari, Cinta mereka seperti Adam dan Hawa yang saling mencari walau harus melewati pergantian tahun yang cukup lama dan akhirnya Tuhan menemukan mereka" jelas Ayu yang nampak bangga dengan kakaknya yang terlihat setia


"Salam kenal Renia, Saya Hans Adik Ipar Kak Adit. Semoga kita bisa menjadi keluarga ya" ucap Hans sepenuh hati dan hanya dibalas senyuman oleh Rere. Suara batuk terdengar dari arah Sisilia dan menarik perhatian orang yang ada disana.


"Terima Kasih Hans, Sayang kita masuk. Ayu Papih dimana" ucap Aditya mengalihkan perhatian semuanya dari ulah Sisilia. Lalu Aditya menatap sengit sisil dan Lisna.


"Diatas biar saya panggilkan Papi" sahut Ayu.


Dari arah Lift nampak Aries dipapah oleh Jimny keluar dari Lift. Semua orang bisa melihat Aries berjalan dengan Jimmy.


Rere menatap Hans dan beralih ke Jimny, dia mengingat jelas Hans yang bersama wanita lain saat dirinya berada di tempat permainan anak dan Jimmy menunjuk dua pasang kekasih yang sedang berpelukan dan menuju eskalator yang ada didalam Mall.


Rere diam dan Aditya dapat menangkap kecemasan dari Rere. Aditya menggenggam tangan Rere erat membuat Rere menoleh kearahnya.


"Mama... Dion mana. Sudah Pulang ya" tanya Jimny.


"Ada Sayang di luar" Rere menoleh kearah Jimmy


"Tidak ikut masuk. Apa Dion masih Takut dengan Oma Lisna" ucap Jimny


"Sayang... kenapa harus takut sama Oma. Memang Jimny pernah lihat Oma Jahat"


Lisna memprotes ucapan Jimmy. Hans menatap dengan mengerutkan dahinya


"Hayo... Semua duduk. Jimmy ajak Dion masuk dan bermain ditempat bermain kalian" sahut Ayu.

__ADS_1


"Renia. Terima Kasih Kak sudah menjenguk Papi dari rumah sakit sampai kemari" ucap Aries setelah mereka semua duduk diSofa yang ada di mansion mewah Aries.


"Jangan sungkan Papi, Sebenarnya saya ingin ikut menjemput sampai kerumah tapi maaf atas insiden dirumah sakit dan saya juga meminta maaf atas apa yang diucapkan Dion kepada Bu Lisna" ucap Rere sepenuh hati.


"Harusnya kami terutama istri saya yang meminta maaf" Aries menatap tajam istrinya yang dapat diartikan oleh Lisna.


"Renia saya minta maaf atas apa yang saya perbuat saat kamu ingin menjenguk Aditya, Saat itu saya panik. Benar apa yang kamu katakan, Suami saya masuk rumah sakit setelah mendengar kabar Putra Kesayangannya masuk ICU dan tentu saja sebagai istri saya merasa cemas dan takut terjadi sesuatu dengan suami saya Papi dari putri saya yang juga opa dari cucu saya" Jelas Lisna terlihat kesal dan terpaksa. Aries melihatnya hanya menggelengkan kepala.


"Jangan diungkit bu, yang sudah berlalu biarlah berlalu, Saya mengerti akan hal itu" senyum Rere terpancar.


"Jangan sentuh wanita saya lagi, Jika itu terjadi lagi kamu akan lihat akibatnya" sahut Aditya sengit.


"Mas... " Rere menenangkan Aditya.


Sisilia hanya menatap keduanya dengan raut wajah kesal dan Rere menangkap tatapan benci yang Sisilia berikan kepadanya.


Hans merasa dirinya pusing berada diantara keluarga yang menurut Hans tidak ada kehangatan dan terlihat penuh konflik. Dirinya bukan hanya sekali mendapati anggota keluarga Ayu saling debat dan serang.


Sejujurnya Hans tidak nyaman tinggal bersama keluarga istrinya, jika dilihat bangunannya sangat indah dan nyaman tapi di dalamnya tidak ada kedamaian.


Sering Hans meminta pindah kerumah pribadi atau apartemen miliknya akan tetapi Ayu menolak dan itu membuat Hans kesal dengan sifat Ayu yang masih manja pada orang tuanya yang tidak menginginkan mandiri setelah menikah.


Hans mengusap pelan wajahnya saat mengingat perdebatan dirinya dengan Ayu setiap dia ingin membawa keluarga kecilnya kerumah milik pribadi Hans.


"Tadi dari mana kalian lama sekali sampai ke mansion nya" tanya Ayu mengalihkan situasi.


"Mas Aditya mengajak kami ke Kebun Binatang" jawab Rere.


Dan menoleh kearah Aditya dan nampak keduanya tersenyum. Sisilia nampak tidak senang dengan perkataan Rere.


(Hebat Kamu Sayang menghabiskan waktu menjaga keponakan Renia tapi tidak ada waktu untuk anak kamu sendiri, Justru kamu ingin membunuh Putra Kandungmu sendiri)


Rere melihat Sisilia sedang mengetik sebuah pesan ntah untuk siapa pesannya


Setelah Sisilia meremas ponselnya. suara ponsel Aditya berbunyi dan tentu saja mendapatkan perhatian dari semuanya. Tapi Aditya enggan untuk melihat ataupun membalas pesan yang masuk kedalam ponselnya.


Rere menampakan wajah yang sulit untuk diartikan oleh Aditya saat dirinya menoleh kearah Rere.


"Rere kamu bekerja dimana bisnis atau?" tanya Hans


"Saya hanya Staff Bank biasa Pak Hans" ucap Rere.


"Panggil Hans saja" ucap Hans yang dibalas deheman kasar Aditya.


Semua orang menoleh kearah dirinya. Hans mengerti lalu Hans diam. Ayu tertawa dan berkata


"Parah banget jealous, masa sama cowok beristri masih aja di dehemin gitu. Sorry ya kak Suami Ayu itu Setia orangnya" Ayu tertawa dan menjulurkan lidahnya mengejek Aditya.


Hans merasa canggung begitupun dengan Rere tapi Aditya mengabaikan perkataan Ayu dan menatap tajam Keduanya


"Semoga itu benar Ayu dan sampai kamu menyakiti atau menduakan Ayu, kamu akan saya cari sampai ke lubang semut, kamu mengerti Hans" Aditya membenarkan posisi duduknya dan menjorok kedepan manatap tajam.


Hans melihat sorot mata Aditya yang tidak biasa dan mengerikan membuat dirinya salah tingkah dan memeluk erat Ayu yang juga memeluknya.


"Tentu saja kak Adit, Mana mungkin saya menyakiti Ayu wanita yang paling saya cintai dan juga Mami dari Putra saya"


Hans nampak mencium puncuk kepala Ayu dan mengeratkan pelukannya. Sedangkan Aries nampak tersenyum bangga mendengarkan ucapan putranya yang sangat menyayangi Adiknya. Karena itu terlihat dari kedekatan keduanya.


Ayu tahu kakaknya sangat terganggu dengan pertanyaan suaminya untuk Rere, Karena itu dia mengalihkan pembicaraan ke hal lainnya.


Mereka berbincang kembali sampai Rere memutuskan untuk kembali pulang karena hari sudah hampir gelap dan Tya menelpon menanyakan Dion.


"Saya harus pulang, Saya bersyukur Papi Aries sudah sehat kembali begitu juga dengan Mas Aditya dan alhamdulillah masalah juga sudah selesai. Semoga tidak ada lagi hal buruk yang terjadi setelah ini" ucap Rere.


"Terima Kasih Sayang" ucap Aditya mengecup jari jemari Rere membuat Sisilia harus membuang pandangannya kearah lain.

__ADS_1


"Terima Kasih Nak. Papi bahagia mendengarnya. Semoga hubungan kalian berdua langgeng ya. ingat masalah pasti ada tapi Papi mohon teruslah berpegangan tangan jangan saling melepaskan. Karena sekali renggang pegangan tangan kalian, Orang Lain akan datang untuk merusak hubungan kalian, ini juga tidak hanya untuk Aditya dan Renia tapi juga untuk Ayu dan Hans" sahut Aries


Aries mengingat kembali kisah cintanya dengan Sherly yang memang seperti yang dia katakan sebagai nasehat atau pesan untuk anak-anaknya. Lisna merasa suaminya menyindir dirinya yang memang sebagai orang yang hadir dan merusak hubungan Aries dan Sherly saat mereka sedang mengalami masalah saat itu.


__ADS_2