
Asep datang ke Bar dan mendapati Menantu Erlangga tempat dirinya bekerja tidak sadarkan diri. Asep berbicara dengan Bartender yang berdiri di dekat Hans.
Asep mendekat dan meminta penjelasan tentang apa yang terjadi dengan Hans. Bartender itu menjelaskan dari awal Hans datang sampai akhirnya Pria itu tidak sadarkan diri.
Setelah dirinya mengerti sekarang Hans dibantu oleh beberapa pegawai Bar membawa tubuh Hans yang tidak sadarkan diri karena pengaruh alkohol untuk masuk kedalam Mobil.
Dan setelah semua selesai Asep berjabat tangan dan untuk Pembayaran semua sudah selesai yang di lakukan oleh Hans sebelum dirinya memesan Minumannya yang seluruhnya sudah di bayar olehnya.
Asep membawa Hans ke Mansion Erlangga dan setelah sampai Asep meminta rekan lainnya untuk membantu untuk membawa Hans untuk kearah Pintu masuk kedalam Mansion.
Asep menelpon Lisna untuk memberitahu apa yang terjadi kepada menantunya dan beberapa kali menelpon Ayu tidak di jawab karena Ponsel Ayu saat ini masih dalam genggaman Rere.
Lisna keluar dari Mansion saat mendengar suara mobil datang dan dirinya tahu jika itu adalah Asep yang membawa menantunya yang sedang mabuk, Karena Asep sebelumnya telah mengabari Lisna.
"Bawa ke Kamarnya lewat lift ke lantai 2" Perintah Lisna kepada driver dan keamanan yang membantu mengangkat menantunya itu.
"Ada dimana Ayu sekarang Asep"
"Saya tidak tahu Nyonya saya di telepon Tuan Aditya untuk menjemput Tuan Hans yang berada di Bar saat itu"
"Aditya" Lisna berkata pelan
"Benar Nyonya" Ucap Asep sambil mengangkat Hans yang sekarang mereka berada di dalam Lift yang mana Lisna ikut didalam Lift tersebut.
...****************...
Rere meringkuk dengan menahan sedih yang ada di hatinya sedangkan Ayu juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Rere. Keduanya tidur saling membelakangi dan juga menangis.
Tidak ada yang berkata keduanya sibuk dengan pemikiran dan kesedihannya sendiri. Rere mengingat apa yang terjadi selama hampir tiga minggu ini dari bertemu dengan Aditya saat di Perusahaan Erlangga sampai kenyataan Pahit tentang issue Aditya memiliki seorang Putra yang Ntah dengan perempuan mana.
Sedangkan Ayu mengingat tentang Pernyataan Cinta yang di ucapkan Hans saat mereka masih mengenyam pendidikan di Berlin. Perhatian juga kasih sayang Hans kepada dirinya sampai Akhirnya Mereka memutuskan untuk menikah dan tinggal di Berlin untuk mendukung Suaminya yang menjalankan bisnis keluarga di Berlin.
Mami Hans berkewarganegaraan Jerman dan mereka memiliki tempat tinggal di sana. Hans dan Ayu menempati kediaman Orang Tua Hans dan juga kadang tinggal di Rumah yang di beli oleh Hans.
Jika Weekend Keluarga kecil Ayu akan tinggal di rumah pribadi Hans di sebuah tanah yang juga dijadikan peternakan dan disana juga ada kuda yang sering di jadikan olahraga oleh Ayu dan Hans untuk mengisi weekend mereka saat Hans Libur Kerja.
Hans sangat mencintai Ayu begitu juga sebaliknya, Tidak pernah Hans mengangkat tangannya kepada Ayu,istrinya tapi Malam ini Hans menjadi Sosok yang sangat berbeda.
Ayu tidak lagi mengenal Sosok Hans yang sekarang, Suaminya menjadi seorang Tempramental dan berselingkuh. Ayu berpikir apa karena suaminya sekarang sudah menjadi CEO dari Perusahan milik Keluarganya sehingga menjadi berubah. Apa ada Pengaruh dari Selingkuhan Hans yang dia pernah lihat saat di Mall.
Ayu dan Rere merasa lelah dengan apa yang terjadi saat ini dengan memeluk bantal Keduanya tertidur saat jam dinding menunjukan pukul 1 malam.
__ADS_1
...****************...
Riki sudah selesai mandi dan juga makan, dirinya duduk di depan televisi matanya belum juga mengantuk dirinya teringat dengan apa yang dilakukan oleh Hans Kepada Wanita yang dia cintai saat berada di kediaman Rere.
Siapa yang kasih tahu alamat Apartemen Bu Renia kepada Hans. Apa Ayu yang mengatakannya.
Riki sedang berpikir sendiri didalam Apartemennya dan terdengar suara Ponsel miliknya berbunyi saat dilihat Aditya yang menelponnya.
Aditya sebelumnya juga menelpon Riki akan tetapi tidak ada respon karena Riki mandi dan juga makan. Saat semua sudah selesai baru Riki merespon untuk Panggilan Aditya yang keenam.
"Hallo Pak Aditya, Ada yang bisa saya bantu"
"Riki... Besok temui Renia saat jam makan siang dan yakinkan Renia Jika saya setia dengan Renia dan apa yang dia dengar hanya issue dan semua tidak benar sama sekali"
"Baiklah Pak Besok saya juga ingin menyelesaikan permasalahan saya dengan Nona Ayu"
"Heeemmm... Riki. Apa kamu masih mencintai Ayu" Tanya Aditya mendadak dan tanpa basa-basi.
Riki hanya diam tidak menjawab pertanyaan dari Aditya. Dirinya ditanya kembali oleh Aditya tapi hasilnya masih diam.
"Meski kamu diam tapi saya tahu kamu masih memendam perasaan yang sama kepada Adik Saya dan harus kamu tahu Riki. Saya akan mendukung kamu apapun itu Saya berada di belakang kamu"
"Terima Kasih Pak Adit. Saya ragu dengan apa yang akan saya lakukan. Saya tidak ingin menjadi orang yang seperti memanfaatkan situasi. Jika mereka masih bisa mempertahankan hubungan. Saya akan sangat mendukung, Saya akan kubur perasaan saya kepada Ayu seperti yang selama ini saya lakukan" Aditya mendengar hembusan nafas berat dari balik Ponselnya.
"Baiklah. Saya mendukung langkah yang akan kamu ambil Riki dan Saya Percayakan Ayu kepada kamu. Saya bukan Pria yang baik dan bukan juga kakak yang baik bahkan saya juga bukan Ayah dan anak yang baik untuk keluarga juga orang-orang yang mencintai Saya selama ini. Tapi saya yakin kamu Pria yang baik dan karena itu saya tidak bisa memberikan saran apapun kepada kamu. Saya hanya bisa menitipkan Ayu, Jika Hans tidak dapat memberikan kebahagian maka bahagiakanlah Ayu. Saya yakin Papi juga akan setuju jika kamu menggantikan Hans dan nantinya kamu bisa menyayangi Jimmy seperti putra kamu sendiri"
"Terima Kasih Pak" Hanya ucapan itu yang ada dalam pikirannya sehingga dia sampaikan kepada Aditya
Keduanya menutup Panggilan Telepon dan Aditya duduk kembali dengan tatapannya menatap layar Laptop dengan tatapan kosong. Hatinya begitu sedih dan juga tidak tenang mendengar tangisan Rere sungguh menyayat hati dan juga mengganggu Pikirannya. Aditya menyandarkan kepala dan tubuhnya di badan kursi yang ada di belakangnya, air matanya menetes merasa sangat bersalah dengan apa yang terjadi kepada Rere.
Aditya tidak bisa juga menyalahkan Sisilia karena antara dirinya dengan Sisilia hubungan terlarang itu sudah terjalin cukup lama ada perasaan nyaman juga terbiasa yang dirinya rasakan saat menjalin hubungan dengan Sisillia.
Meski dia tidak mencintai Sisillia akan tetapi terbiasanya mereka bisa membuat Aditya melakukan hubungan tanpa cinta dengan Psikiater Pribadinya itu dan diakui olehnya itu adalah kesalahan Aditya terbesar di dalam hidupnya.
Hati dan Pikirannya hanya untuk Renia akan tetapi tubuhnya menerima Sisillia dan dari hubungan itu lahir Zayn yang keadaannya tidak baik-baik saja.
Dan untuk saat ini Aditya ingin menemui Rere dan menenangkan kekasihnya itu akan tetapi Aditya tidak bisa meninggalkan begitu saja Sisillia dan Zayn di NYC.
Aditya bingung dan tidak tahu harus bagaimana dirinya hanya bisa mengusap wajah dan menarik rambutnya sendiri dengan kesal. lalu menutup wajahnya dengan kedua lengannya di atas meja kerjanya.
...****************...
__ADS_1
Hans sudah berada di dalam kamarnya yang ada di Mansion milik Aries dirinya tidak sadarkan diri setelah beberapa Driver juga keamanan yang bekerja di Mansion Aries membawa tubuh Hans.
Lisna menyuruh Pelayan Mansion membawakan air lemon dan diminta untuk di minumkan ke Hans, Setelah meminum itu Hans memuntahkan apa yang ada di perutnya. Lisna hanya menggelengkan kepala lalu menyuruh Pelayan untuk membersihkannya dan Hans menutup matanya kembali.
Setelah semuanya selesai Lisna dan yang lainnya keluar dari kamar pribadi Hans dan Ayu karena waktu sudah menunjukan pukul 2 dini hari maka Lisna memutuskan untuk tidur di kamarnya bersama Aries. Dia membaringkan tubuhnya dan Aries menutup matanya karena pengaruh obat yang dia minum yang membuat dirinya tertidur.
Lisna mencium Pipi Aries dan memeluk tubuh suaminya lalu tertidur. Aries merasakan sentuhan yang di lakukan oleh Lisna dia terbangun dan menatap lekat Lisna dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
Aries menatap langit-langit kamar dirinya mengingat senyum Sherly yang dirinya buat kecewa dan bayangan Ria terbesit didalam pikirannya. Aries teringat mantan kekasihnya yang dia juga sakiti hatinya.
Aries ingin bertemu dan meminta maaf atas kesalahan masa lalunya dan sampai saat ini dirinya belum mendapatkan kabar dari Riki maupun Aditya tentang keadaan Ria setelah pertemuan mereka di rumah sakit saat dirinya dirawat bersama Aditya dalam satu ruangan rawat inap.
Aries menutup matanya kembali untuk tidur dan akan meminta alamat kediaman dari mantan kekasihnya itu kepada Riki ataupun Aditya.
...****************...
Matahari bersinar cerah di hari Kamis tapi dua wanita yang sedang duduk di meja makan tidak terlihat bersemangat untuk menyambut hari ini keduanya terdiam sedangkan Dion dan Jimmy berebut Roti yang di hidangkan oleh Bu Inah.
Bu Inah tersenyum menatap dua anak kecil yang sedang berdebat untuk memperebutkan makanan, Bu Inah menatap Ayu dan Rere yang makan tanpa mengeluarkan kata meski mendengar perdebatan antara Dion juga Jimmy.
"Kalian berdua tenangkan diri. Apa yang terjadi semalam sebaiknya di bicarakan dengan kepala dingin. Rere Jelaskan kepada Suami Nak Ayu bahwa apa yang dia lihat tidak seperti yang dia pikirkan. Bantu Nak Ayu untuk menyelesaikan masalahnya ya... Sebentar lagi kalian akan menjadi ipar maka dari itu kalian harus saling membantu jika diantara kalian ada masalah nantinya, Ya Nak" Bu Inah berkata sambil menoleh kearah Rere juga Ayu.
Mereka berdua saling pandang dan mengangguk. Tentu keduanya tidak ingin Bu Inah banyak pikiran atau jatuh sakit bila mengetahui apa yang sebenarnya terjadi kepada keduanya.
"Ayu Saya pergi kerja ya. Sebaiknya kamu tetap disini dulu. Benar kata ibu, Sebaiknya Saya Bantu kamu menyelesaikan kesalahpahaman yang semalam terjadi. Saya akan berbicara dengan Mas Hans, Suami kamu untuk meluruskan kesalahpahaman ini supaya suami kamu tidak berpikiran macam-macam tentang kalian berdua. Boleh Saya minta no. Handphonenya" Rere berkata setelah selesai makan.
"Rere sebaiknya jangan temui dia, biarkan saja dia salah paham. Saya sudah putuskan ingin bercerai dengan Hans dan setelah makan pagi saya dan Jimmy akan pergi dari Apartemen ini. Terima Kasih sudah memberikan kami tempat dan maaf atas kejadian semalam saya sungguh tidak enak hati kepada kamu dan ibu Inah"
Perkataan Ayu tentu saja membuat Rere dam Bu Inah terkejut dan mereka berdua saling pandang. Sedangkan Jimmy hanya menatap ibunya sambil memakan potongan Roti yang diberika bu Inah untuk menghentikan pertengkaran antara Dion dan Jimmy karena berebut Roti.
"Ayu... Jangan mengambil keputusan saat marah. Oh... Nanti sebaiknya kita makan siang bersama saya akan pulang dan saya harap kamu tetap disini, Saya tidak ingin terjadi apapun dengan kamu. Saat ini kamu sedang sedih dan kasihan dengan Jimmy Jika kamu harus membawanya pergi. Jika kamu pergi dari apartemen kami lalu pulang ke Mansion kamu, Saya ijinkan tapi jika kamu pergi tanpa arah lebih baik jangan dan kamu juga jangan memikirkan lagi kejadian semalam, ini hanya salah paham. "
"Saya juga minta maaf karena seharusnya semalam saya tidak sibuk dengan perasaan dan permasalahan tentang mas Aditya. Seharusnya saya bantu kamu keluar dari masalah ini. yang harusnya minta minta maaf itu saya Ayu. Tolong tetaplah di apartemen Saya jangan pergi kemana pun sekalian tunggu ibu saya beliau sendiri di Apartemen benarkan Bu" Bu Inah hanya menganggukan kepala lalu tersenyum kearah Rere dan Ayu.
Rere berpamitan kepada semuanya dan keluar dari pintu unit apartemennya menuju kearah Lift dan setelah Lift terbuka dirinya melangkahkan kaki menuju pintu Lobby dan keluar kearah Mobilnya.
Rere mengendarai mobilnya menuju ke kantor dan di perjalananan Rere mendapatkan panggilan telepon dari Riki, dirinya menepikan Mobil lalu mengangkat telepon dari Riki yang mana Riki meminta untuk bertemu saat makan siang dan meminta Rere untuk mengajak Ayu ada hal penting yang ingin dirinya sampaikan juga selesaikan dengan Ayu dan Rere berpikir sejenak lalu berkata
"Kenapa Tidak Mas Riki langsung untuk menghubungi Ayu. memang Siang ini Saya akan pulang untuk makan siang di rumah tapi sebaiknya mas Riki jangan ke apartemen Rere terlebih dahulu. Maaf bukan Rere melarang atau bagaimana tapi keadaan semalam masih terasa dan Rere tidak mau mengundang masalah baru"
"Saya tahu Bu Renia tapi saya sangat ingin bertemu dengan Bu Renia dan Nona Ayu. Tolonglah Saya Bu Renia. Bisa ajak Ayu untuk bertemu dengan saya di Mall dekat dengan apartemen Bu Renia jika saya tidak di ijinkan untuk ke apartemen Bu Renia"
__ADS_1
"Baiklah saya akan menghubungi Ayu supaya siang ini dia bisa ikut makan siang bersama kita tapi saya tidak bisa memastikan dia bersedia atau tidak"