
Riki sampai dirumah sakit dan segera melangkahkan kakinya untuk menuju ruangan intensif tempat Aditya sekarang berada.
Riki mengetuk pintu lalu masuk dan menatap Sisilia yang tertidur didekat Aditya yang masih menutup matanya dengan selang infus yang berada di tangan kanannya serta alat-alat medis yang menancap ditubuh Aditya.
Sisilia menunggu Aditya sejak Aditya dilarikan ke rumah sakit sampai saat ini setia berada disamping pria yang dia cintai itu. Riki tidak enak hati membangunkan Sisillia karena itu dirinya memilih untuk keluar dan mencari tempat yang nyaman untuk dirinya duduk untuk memberi kabar kepada Ayu jika dirinya kini sudah sampai di rumah sakit.
Ayu yang sudah membersihkan diri tidur didekat Jimmy sambil membelai kepala Putranya sambil menangis. Hatinya sedih karena harus memutuskan hubungan Pernikahan dengan Hans dan Putranya tidak memiliki Keluarga yang utuh kembali nantinya.
Ponsel milik ayu bergetar dan segera dia mengambil Ponselnya yang berada di nakas lalu melihat pesan dari Riki. Segera Ayu membaca Pesan yang dikirimkan Riki kepadanya.
(Sayang... Saya sudah sampai tapi masih belum bisa bertemu dengan Pak Aditya karena ada Nona Sisillia yang berada disamping Pak Adit dan dia tidur)
(ok... sebaiknya kamu pulang kesini. Besok pagi kita akan jenguk kak Aditya sama-sama)
(Baiklah Sayangku I Love You. Saya juga Kangen masih pengen dipeluk sama kamu. Sayang... Saya pulang ke Penthouse kamu boleh)
(iya... saya tunggu disini sekarang)
(i love you so much)
Pesan terakhir hanya diread tanpa dibalas. Riki hanya mengela nafas kasar dan beranjak dari duduknya dan menuju ke mobil yang akan mengantarkan dirinya ke Penthouse milik Ayu.
...****************...
Sesampainya dipintu Penthouse milik Ayu sekitar pukul 1 dini hari. Riki menelpon meminta wanitanya untuk membukakan pintu karena dirinya tidak memiliki Akses untuk membuka pintu begitu juga dengan Hans.
Penthouse milik Ayu hanya menggunakan fingerprint Ayu saja. Karena memang jarang didatangi dan setahun yang lalu Ayu berniat akan memberikan akses kepada Hans saat liburan di tahun ini tapi nyatanya Prahara pernikahan menghampiri mereka.
Dan Ayu bahkan belum merealisasikan niatnya itu. Hanya mengingat itu membuat hati Ayu sakit kembali. Sebelum membuka akses pintu Ayu mengusap air mata yang menetes dipipinya.
"Sayang... " ucap Riki
Lalu memeluk Ayu lalu menggendong Ayu masuk ke dalam kamar yang menjadi saksi mereka melepaskan hasr*t bercinta.
Ayu tersenyum dan membingakai wajah Riki lalu keduanya berciuman dan Riki membawa tubuh Ayu ke dalam pelukannya.
"Sayang... Katakan bahwa ini mimpi" Ucap Riki dengan membelai pipi Ayu dengan Lembut.
"Ini Bukan mimpi" Ayu mencium bib*r Riki dan keduanya tertawa bersama.
Riki meminta Ayu untuk mengulangi apa yang mereka lakukan sebelum Riki menjenguk Aditya. Mata Ayu membelalak dan memukul pelan lengan Riki dan berkata
"Iiiihhh... Kamu ya... Saya belum jadi istri saja sudah dibuat lemas. Bagaimana Jika kita menikah nanti... Hahahaha..." Ayu menggelengkan kepala setelah mengatakan itu.
"Apa kamu tidak menyukainya sayang"
"Saya suka tapi kamu tidak akan pernah berhenti sampai pagi, Saya yakin itu dan besok kita berdua akan mengantuk saat menjenguk Kak Adit" sahut Ayu dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Riki.
"Satu kali saja sayang. Kali ini saya janji hanya satu kali" Ayu menggeleng dan Riki menjadi kesal.
"Besok Pagi saya kasih jatah sekali sebelum ke rumah sakit buat jenguk kak Aditya ya"
Ayu menatap Riki yang nampak kecewa tapi harus menerima. Karena Ayu berkata demikian maka tidak bisa memprotesnya.
"Kamu menyukainya Riki"
__ADS_1
"Saya baru pertama merasakan, terlebih dengan wanita yang paling saya cintai"
"Bagaiaman rasanya" Goda Ayu dengan membelai wajah Riki.
"Kamu menggoda Saya, sayang tapi melarang saya menyentuhmu. Kamu benar-benar jahat Sayang"
"Tunggu Besok sekarang kita tidur"
"Ayu... "
"Hemmm" Ayu hanya berdehem karena matanya mengantuk dan tubuhnya lelah.
Apalagi Perjalanan jakarta New York membutuhkan waktu sekitar 11 Jam tapi Riki mengajaknya berbicara sedari tadi.
"Saya tidak sabar untuk menunggu kamu menjadi janda. Saya ingin kamu mengandung Anak-anak saya dan kita akan menjadi keluarga yang harmonis dengan Jimmy yang akan menjadi kakak yang baik buat anak-anak kita nanti. Apa Saya salah berharap dan bermimpi seperti itu sayang"
Ayu mendongakan kepalanya lalu tersenyum dan membelai pipi Riki dan berkata
"Tidak Sayang. Tapi kamu harus menunggu Perceraian Saya selesai dan pemberitaan tentang kita juga mereda"
"Saya tidak peduli dikatakan perebut istri orang, Saya dulu pernah menyerah untuk mendapatkan kamu sayang, mengubur harapan untuk menikahi kamu dan sekarang saya melihat Hans menghancurkan Hati juga cinta kamu. Maka bukan salah saya jika sekarang saya mengambil kembali milik saya, yang saya berikan kepada Hans. Dia tidak bersyukur memiliki kamu. Saya tidak mau menunggu. Selesai masa idah kita menikah Ayu. Papi Aries dan Pak Aditya juga setuju. Mereka sudah memberikan saya dukungan untuk itu hanya tinggal mendapatkan persetujuan dari kamu saja Sayang"
Setelah mengatakan itu Riki mencium Ayu dan melupakan penolakan Ayu untuk tidak menyentuhnya. Riki melepaskan pakaiannya dan juga lingerie mini yang berwarna putih milik Ayu.
Ayu hanya pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Riki. Ayu merasa sangat lelah karena harus mel*yani Riki beberapa kali sampai pukul 4 pagi baru Riki berhenti dan tidur dengan memeluk Ayu.
...****************...
Flasback
Di Rumah sakit, Ria tidak dapat bertemu dengan Aries karena Lisna sudah membawa Aries ke Rumah Sakit milik Erlangga Group.
Aries tersenyum kearah Ria dan wanita itu hanya bisa mengangguk saja. Lisna menatap Ria dengan rasa jengkel. Ria hanya bisa melihat Aries yang didorong dengan bangkar dan semakin menjauh dari hadapannya.
Kemudian Ria melangkahkan kakinya ke dalam ruangan ICU dan meminta Geri untuk mengantarkan keluarga Rere ke aparteme Rere.
Dirinya yang akan menjaga Rere untuk sementara bersama dengan Ali yang dia sudah tahu bahwa pria yang membelanya tadi adalah saudara laki-laki dari Rere.
"Baiklah Bu Ria. Saya titip Rere setelah saya antarkan Teh Tya dan Arsyila nanti saya langsung kemari. Jika saya sudah sampai Bu Ria bisa pulang karena sekarang sudah larut malam"
"Baiklah Nak Terima Kasih"
"Saya yang harusnya berterima kasih karena bu Ria mau menunggu Rere"
Mendengarkan ucapan Geri, Ria hanya bisa tersenyum dan mengangguk. Setelah Geri keluar ruangan ICU Ria masih menatap pintu dan berguman pelan
"Pria yang baik dan tulus, Sayangnya Cinta Rere tidak untuk pria ini"
Kemudian Ria menoleh ke arah Rere dan membelai kepala Rere dengan lembut. Air matanya mengalir saat mengingat cerita dan semangat Rere. Saat dirinya pertama berkenalan dengan petugas Bank yang dia temui beberapa tahun yang lalu.
Gadis yang memiliki semangat tinggi untuk membantu perekonomian dan menjadi tulang punggung ternyata gadis ini adalah cinta sejati dari pria yang adalah anak dari sahabatnya yang hamil dengan Mantan Kekasihnya sendiri. Lisna menggelengkan kepala dan berkata pelan
"Dunia ini sempit ya Nak, kamu harus semangat seperti dulu saat sebelum bertemu dengan Aditya. Kamu harus bertahan meski bukan untuk diri kamu sendiri tapi lakukan ini demi keluarga kamu yang masih butuh bantuan kamu. Ibu, Adik, Kakak semua orang yang kamu sayang menginginkan kamu tetap semangat melawan sakit kamu, ya. Nak. Ibu akan bantu pengobatan kamu sebisa ibu. Jadi tetap semangat dan tetaplah Hidup Anakku. Renia... Kamu sudah ibu anggap Putri ibu sendiri. Tanpa kamu ibu hanya Wanita Tua yang sendiri setelah mengenal Renia ibu seperti memiliki seorang Putri. Renia berjuanglah Nak demi ibumu ini"
Setelah mengatakan itu tangis Ria pecah dan di dekatnya berdiri Ali yang mendengarkan ucapan Ria yang membuat Ali bersedih lalu meninggalkan ruangan ICU tempat Adiknya di rawat dan setelah duduk di kursi tunggu yang berada di luar Ali menangis tersedu-sedu mengingat kemalangan Adiknya yang harus menanggung kehidupan keluarganya.
__ADS_1
Padahal itu seharusnya menjadi tanggung jawabnya sebagai anak laki-laki di keluarganya akan tetapi alasan Ekonomi juga karena dirinya sudah menikah sehingga Fokusnya hanya untuk keluarga kecilnya.
"Rere maafin akang, mungkin kamu sakit seperti ini karena kamu lelah kerja untuk ibu dan Arsyila"
...****************...
Geri mengantarkan Kedua Saudara perempuan Rere dan setelahnya akan kembali ke rumah sakit untuk menemani Ali menjaga Rere di Rumah sakit dan Geri menghubungi kedua orang tuanya dan berkata tidak pulang karena dirinya ada di rumah sakit untuk menemani Rere yang sedang di rawat di ruangan ICU.
Kedua orang tua Geri bingung harus berkata apa dengan Cantika yang saat ini sedang bertamu di kediaman Geri padahal waktu sudah menunjukan pukul 10 malam.
"Apa itu Geri bu" Tanya Cantika
"Iya Nak. Tapi Geri tidak pulang katanya..." Bu Sri ragu untuk mengatakannya.
"Apa Bu... Apakah Geri bersama Rere. Pasti Geri sedang menghibur Rere yang sekarang sedang sedih, benarkan Bu... Geri hanya mempermainkan hati Cantika Bu... Seharusnya Cantika tidak menerima Geri terlalu cepat" Cantika menangis meski belum mengetahui apa yang sebenernya terjadi.
"Cantika, Nak. tadi Geri bilang Rere masuk rumah sakit, Nak" sahut Bu Sri dengan mengusap bahu Cantika pelan.
"Apa Bu... Rere masuk rumah sakit" Cantika terkejut dan mengusap air matanya.
Tatapan Cantika menjadi kosong ada yang dia pikirkan tapi orang tua Geri tidak tahu apa yang dipikirkan oleh wanita yang mencintai putranya itu.
Tidak lama Cantika pamit untuk pulang dengan langkah gontai dirinya berjalan kearah Mobil yang terparkir di halaman rumah Geri.
Bu Sri dan Pak Yanto hanya saling pandang dan mengantarkan Calon menantunya sampai didepan mobilnya dan meminta Cantika untuk berhati-hati dan Cantika hanya menganggukan pelan.
Kemudian mobil melaju ke arah rumahnya. Dirinya tidak ingin menelpon Geri walaupun hatinya kecewa dan juga sedih diwaktu yang bersamaan dirinya juga mengkhawatirkan keadaan sahabatnya yang di kabarkan sakit.
Sementara Geri yang telah mengantarkan kedua Saudara Perempuan Rere ke gedung Apartemen sederhana milik Rere, Segera melajukan kembali Mobil Sport mewah miliknya ke arah Rumah Sakit tempat Rere dirawat.
Meski Tya memintanya untuk mampir ke unit apartemen Rere tapi Geri menolak dan kedua saudara Rere mengucapkan Terima Kasih.
Flasback Selesai
Geri tidak tidur semalaman hanya duduk dan menatap sahabat sekaligus cinta pertamanya ini yang mana sejak ditemukan tidak sadarkan diri sampai pagi ini Rere belum juga sadarkan.
"Rere jangan bikin gw panik pleaee, Bangun ya. Lu mau sama Aditya gw bakal setuju bahkan gw bakal singkirin Sisilia jika wanita itu terus ganggu kebahagian lu. Tapi lu bangun Rere. Gw hancur lihat lu kaya gini" bisiknya pelan di dekat telinga Rere.
...****************...
Sedangkan di sebuah rumah mini yang dikelilingi bunga Lili berwarna putih juga mawar dan anggrek keluar dari balik pintu seorang Pria Paruh Baya yang masih terlihat tampan meski rambutnya sudah memutih.
Pria Paruh baya yang menghabiskan waktu merawat taman bunganya sendiri dan diselingi dengan melukis untuk menghabiskan sisa hidupnya yang sepi tanpa istri dan anak.
Pria itu membawa sebuah koper dan mengenakan kacamata hitam lalu mengunci kembali pintu rumahnya dan melangkahkan kakinya menuju sebuah mobil sederhana dan menaruh kopernya didalam Mobil dan sebelum melanjukan mobilnya dia menghampiri hamparan bunga lili berwarna putih dan memetik beberapa dan mengikat dengan sebuah ikatan yang berasal dari kain.
"Maafkan saya karena harus memetik sebagian dari kalian karena saya akan memberikannya kepada seorang wanita yang sangat menyukai bunga Lili dia kekasih hati saya yang tidak pernah benar-benar mencintai saya. Walaupun demikian saya tetap mencintai dirinya sampai saat ini. Sekali lagi saya minta maaf"
Kemudian Pria Paruh Baya itu mendekati mobilnya dan menaruh Bunga Lili dalam mobil di dekat kursi pengemudi, dan Mobil dia kendari sendiri menuju jakarta karena ingin menemui Aries di Perusahaan milik Pria itu yang alamatnya dia dapatkan dari internet.
Tapi Sebelum dirinya menuju ke Perusahaan Erlangga Group, Pria itu mengunjungi makam mantan istrinya. Langkahnya berat saat harus melangkah ke tempat peristirahatan terakhir Sherly.
Dan Saat dirinya sudah sampai di depan Makam dengan memeluk Bunga Lili, Air mata Rian menetes merasa sangat sakit. Dia menghampiri makan Sherly dan menatap Bunga Lili yang berada di dalam Botol yang berisi air. Bunga Lili yang masih segar dan wangi.
"Aries baru datang menemui kamu Sherly. Bahkan sampai kamu tiada juga kalian masih berselingkuh" Kemudian Rian tertawa pelan dan mengusap Makam Sherly.
__ADS_1
"Sherly kenapa kamu dulu tidak memberikan hak asuh putra kamu kepada Saya, Jika kamu memilih mengakhiri hidupmu. Apa karena ingin menyerahkan Aditya kepada Ayah kandungnya. Apakah kehidupan Saya tidak layak untuk Putramu" Rian tersenyum pilu.
"Kamu pasti tahu kehidupan Putramu menderita bersama Ayah kandungnya. Mungkin kamu sekarang sedang menangisi putra kamu didalam Makam ini. Tapi kamu tidak perlu risau karena saya akan mengambil kembali Aditya dari Aries karena dia tidak dapat membahagiakan Putra Kamu Sherly"