Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 161 Kabar Duka


__ADS_3

"Dia mengalami kecelakaan dan saya tidak tahu tentangnya sekarang" Sahut Riki


"Apaaaa... " Lita menutup mulutnya dan memandang ibunya yang berada disamping dirinya.


"Dia Meninggal Dunia" Sahut Aditya


Bukan hanya Lita, Riki juga menatap Aditya dan yang ditatap hanya berekspresi datar. Lita menangis dan memeluk ibunya dan berkata


"Ibu... Mas Hans meninggal dunia lalu bagaimana dengan anak yang ada dalam perut Lita"


Aditya memandangi perut Lita dengan tatapan dingin kemudian berjalan kearah UGD dan menghubungi Dokter kepala yang bernama Willy untuk menangani Ayu.


Lisna masih berada di jalan yang macet dan saat bertanya apa yang terjadi kepada drivernya yang bernama Asep.


Lisna mendapatkan jawaban dari Asep bahwa Ada kecelakaan mobil dengan Truk tapi Drivernya tidak memberitahukan bahwa itu tempat kejadian kecelakaan Hans dan Ayu, walaupun Asep tahu dari Group pesan yang di bagikan oleh Fendy dan Cahyo.


Mobil yang di kendarai oleh Lisna melewati dua jenasah dan mobil yang rusak berat. Lisna menoleh dan melihat keadaan mobilnya dan plat mobil yang rusak dia hafal itu milik menantunya.


"Berhenti Asep... Berhenti... Tidakkkk... Ayu... Hans...Tidakkkk. Anak-anakku ya Allah... Histeri" Teriak Lisna Histeris


Asep meminta majikannya untuk tenang dan dia akan memarkirkan mobil didepan karena dapat mengakibatkan macet.


"Saya minta berhenti Aseeeppp... Kamu tidak mendengarkan ucapan saya"


"Baik Nyonya di depan sana... " Asep menghentikan ucapannya saat melihat Jimmy bersama dengan baby sisternya berada didepan sedang duduk.


"Nyonya itu Jimmy dan baby sisternya tuan muda"


Lisna menatap sesuai arah telunjuk tangan Asep. Benar yang di sampaikan oleh Aditya bahwa putri dan menantunya mengalami kecelakaan tidak jauh dari rumah sakit.


"Jimmy Cucu saya... Tidak... Ya Allah... Ayu... Dua jenasah tadi anak dan menantu saya, Asep" Lisna tidak sadarkan diri didalam mobil.


"Nyonya... Nyonya..." Asep memanggil majikannya yang tidak sadarkan diri.


Asep menepikan mobilnya dan panik lalu memanggil baby sister dan Jimmy untuk masuk kedalam mobil. Asep menghubungi Joni driver yang dia kenal karena melalui dirinya Asep mendapatkan pekerjaan di keluarga Erlangga.


"Hallo ada apa kau telepon-telepon saya lagi Haaaa..."


"Bang jangan di tutup dulu. saya mau kasih tahu hal penting"


"Apa lagi yang kau perbuat Haaaa..."


"Abang buka group di aplikasi pesan tidak"


"group apalah sudah jangan ganggu aku. aku sedang off"


"Bang Tuan Hans meninggal karena kecelakaan"


"Apaaaa... Bohonglah kau"


"Benar dan sekarang saya sedang ke arah rumah sakit melewati tempat kejadian dan Nyonya Lisna melihat TKP dan disini ada Tuan Muda Jimmy bersama baby sisternya duduk di dekat trotoar sedangkan Nyonya Lisna sekarang tidak sadarkan diri didalam mobil. Bagaimana ini Bang"


"Apaaa... Hubungi tuan Riki atau tuan Adit. sudah kau lakukan itu"


"Belum saya bingung sekarang bang saya harus apa"


"Tenang dan saya akan bantu bicara dengan tuan riki. Jangan takut dan panik saya buka dulu group yang kau maksud itu"


"Terima Kasih Bang"


Panggilan telepon dimatikan dan Asep menatap baby sister dan mengatakan Nyonya Lisna pingsan dan meminta bantuan untuk memberikan minum atau wewangian untuk menyadarkan Lisna.


Asep juga meminta bantuan warga yang ada di sana. Asep memeluk dan menggendong Jimmy yang menangis sejak tadi dan bertambah sedih saat melihat omanya juga tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Omaaa... Omaaaaa... Mami dan Papi kecelakaan. Tolong Mami" Teriak Jimmy dan orang-orang yang berada di sana menjadi tahu jika wanita yang tidak sadarkan diri masih kerabat dengan korban kecelakaan yang sekarang sedang di tangani Pihak berwajib.


Sedangkan Joni menghubungi Riki, Satu kali di abaikan dan yang kedua kali Riki mengangkatnya. Joni menyampaikan apa yang di sampaikan oleh Asep tentang Lisna.


"Baik Terima kasih infonya dan saya akan memberitahukan kepada pak Adit" Sahut Riki dan panggilan di matikan.


"Pak Adit. Nyonya Lisna tidak sadarkan diri di tempat kejadian dan Jimmy berada bersama dengan Driver Nyonya Lisna tapi Drivernya dalam keadaan Panik saya takut dirinya tidak fokus berkendara"


"Suruh untuk tenang dan Pengawal yang berada di sana untuk mengantarkan Jimmy dan Mami Lisna ke rumah sakit setelahnya kamu ikut pengawal untuk membantu Proses pengangkatan Jenasah Hans yang akan di bawa dengan ambulans"


"Baik Pak Adit" Sahut Riki.


Aditya mengusap wajahnya kasar dan menaruh tangannya di tekuk leher dan menatap langit. Masalah datang bersamaan di mana Rere sakit dan dirinya belum juga menjenguk wanita yang dia cinta lalu Kecelakaan yang di alami oleh Adik Perempuan bersama dengan suaminya.


Dan Selingkuhan Hans yang hamil lalu kedatangan Papa sambungnya yang mana sudah terpisah selama 18 tahun dan sekarang Lisna juga Papi Aries yang tidak sadarkan diri karena berita mengenai kabar duka yang menimpa Adiknya.


Aditya menghembuskan nafas kasar mengingat semua yang terjadi di dalam hidupnya belum selesai dengan permasalahannya dengan sisillia dan zayn kini bertambah masalah lagi. Aditya mengusap kembali wajahnya dan duduk di dekat kursi tunggu ruang UGD.


Lita yang mengetahui Hans mengalami kecelakaan dan meninggal dunia masih menangis histeris dan sedang di tangani oleh perawat di rumah sakit.


Seharusnya dirinya pulang akan tetapi kabar duka yang di alami Hans ini membuat Lita terguncang dan menangis histeris sehingga team medis dengan permintaan Aditya membawanya ke ruang rawat inap supaya dapat ditangani karena sebelumnya Lita mengamuk dan memukuli Riki yang di anggap sebagai penyebab Hans pergi membawa Ayu dan sekarang mengalami kecelakaan.


...****************...


Berita tentang kecelakaan maut yang menewaskan Hans sampai juga di keluarga Rere, Rian, Ria dan Sisilia.


Mereka melihat melalui Sosial media dan membuat Ria merasa syok dan teringat dengan Aries yang dirinya rasa sekarang pria yang di cintainya itu sedang berduka.


Rian mengusap wajahnya dan menatap layar televisi dan menatap ponselnya. Rian ingat jika Aries mengatakan putranya itu akan kembali dari Amerika akan tetapi sampai detik ini belum juga menghubunginya padahal sudah meninggalkan kartu nama.


Rian berpikir apa karena kabar duka ini Aditya belum menghubunginya dan Rian memahami apa yang sedang terjadi didalam keluarga Erlangga.


Sisillia membaca Berita online yang ada di Ponselnya dan tersenyum teringat dengan apa yang dikatakan oleh Ayu saat mereka bertemu di rumah sakit. Perkataan kasar yang terlontar dari mulut Ayu masih terngiang sampai saat ini.


"Kamu mendapatkan balasan dari apa yang kamu katakan kepada saya Nona Besar Ayu... baru dua hari kamu meninggalkan Amerika membaws Ayah dari anak saya kini Ayah dari anak kamu di bawa Tuhan" Senyum Sisillia terukir di bibirnya.


"Baiklah Sayang, Jangan lupa jaga kesehatan dan jangan sampai melupakan luka kamu juga sayang. minum obatnya ok"


"Baiklah Terima Kasih"


"Apa Sayang sudah menemui Renia"


"Belum, Saya masih di rumah sakit awalnya di rawat atas permintaan Papi dan Ayu tapi sekarang saya memutuskan untuk tidak di rawat karena saya sudah membaik. Saya belum menjenguk Renia karena masih harus mengurus Ayu"


"Baiklah sayang saya mengerti dan terus jaga kesehatan kamu ya... "


"Ok... Bagaimana keadaan Zayn"


"Dia terus menanyakan kamu dan merindukan kamu. Selalu berharap Papinya menemani bermain game bersama"


"Saya akan meneleponnya nanti tapi saya harus mematikan telepon karena Dokter yang menangani Ayu sudah keluar dari ruangan UGD"


"Baiklah I love you" Sahut Lisna dan telepon dimatikan oleh Aditya


Tya membaca Berita online dan mendekati Bankar Rere di mana Cantika dan geri sedang duduk di depan Rere.


Mereka berdua menguatkan Rere untuk tetap optimis melawan penyakitnya dan Cantika meminta maaf sebelumnya karena sempat berkata kasar dan merahasiakan apa yang dia ketahui tentang Aditya dan Rere memafkan dirinya.


Sedangkan Geri masih menyimpan rahasia tentang dirinya yang pernah bertemu dengan Sisillia saat wanita yang bersama Aditya selama 18 tahun itu menemuinya di rumah dengan niat untuk bekerja sama dengan Geri dan memisahkan Aditya dan Rere.


...****************...


Di ruangan rawat inap Rere, Rafli sudah tidak ada karena Rafli memang hanya berniat mengantarkan Tya dan menjenguk Rere kemudian akan menemui Aries untuk membahas sesuatu yang berkaitan dengan perceraian putrinya.

__ADS_1


Dan Rafli sudah berpamitan kepada keluarga Rere untuk pergi kerumah sakit untuk menemui keluarga Erlangga dan Rere mengucapkan terima kasih sudah bersedia mengantarkan Tya dan mengunjungi dirinya.


Setelah Kepergian Rafli


Tiba-tiba Tya melangkah dan mengatakan berita duka dari berita yang dia baca membuat orang-orang yang ada di ruangan rawat inap Rere terkejut dan terdiam terutama Rere.


Di ruangan hanya ada 4 orang yang terdiam membisu mendengarkan berita yang di bacakan oleh Tya


Sedangkan kakaknya yang bernama Ali berada di luar ruangan sedang menghubungi Abbas kakak pertamanya dan memberitahu apa yang terjadi dengan Adiknya dan menyuruh Abbas untuk datang ke rumah sakit untuk membantu menjaga Rere di rumah sakit.


...****************...


Sekelompok orang yang sebelumnya mendapatkan perintah untuk menghabisi nyawa Riki seperti sebuah kecelakaan hanya terdiam dan berkata


"Tuan Hans sudah tiada lalu misi kita untuk menghabisi Orang ini bagaimana"


"Kita Batalkan saja. Siapa yang akan membayar kita nanti setelah Tuan Hans tiada"


"Tapi Tuan Hans sudah membayar DP ke kita"


"Anggap saja orang ini di tolong oleh Allah karena niat Tuan Hans menghabisi nyawa seseorang sekarang dirinya yang mendahului orang itu"


"Kasihan dia... istrinya pasti akan menikah dengan selingkuhannya sedangkan dia meninggal"


Kelompok Preman itu menggelengkan kepala dan menghembuskan nafas kasar. Karena niat menghabisi orang lain batal yang ada justru Bosnya yang telah tiada.


...****************...


Ria selesai meeting dan mengetahui Berita tentang kecelakaan Putri Aries dari sekertarisnya Ria segera menuju ke rumah sakit Rere untuk berbicara dengan Putri angkatnya mengenai apa yang terjadi kepada Ayu karena dia tahu bahwa Rere dan Ayu adalah teman.


Orang Tua Hans yang berada di luar negeri yang mana sedang memback-up Hans untuk mengurus Bisnis dengan Clien dan sekarang berada di Jerman mengetahui tentang kecelakaan yang merenggut putranya dari Asisten Hans.


Alexander orang tua Hans merasa terpukul karena baru tadi menelpon Putranya dan memarahi Hans karena Skandalnya dengan Lita dan meminta Hans memperbaiki hubungan rumah tangganya dengan Ayu dan sekarang putranya telah tiada. Alexander bingung bagaimanan harus mengatakan kepada istrinya.


Mengatakan kematian anak satu-satunya kepada ibu yang melahirkan Hans sungguh sulit tapi dirinya harus mengungkapkan apa yang terjadi karena memang harus segera pulang untuk memakamkan Putranya.


Dengan Pelan Alexander memberitahu jika Hans mengalami kecelakaan bersama Ayu dan Hans menjadi korban meninggal di tempat sedangkan Ayu Kritis dan sekarang dirawat dirumah sakit.


Istrinya merasa Syok dan menjerit histeris sampai tidak sadarkan diri membuat Alexander juga menangis. Dirinya merasa menyesal karena memaksa Hans untuk mendatangi Ayu guna meminta maaf dan memohon untuk Ayu agar memperbaiki rumah tangganya bersama Hans.


Dan saat mereka sedang menuju ke arah Mansion dari rumah sakit terjadi kecelakaan dan putranya tiada mengingatnya merasa sangat sakit.


Alexander memeluk istrinya yang tidak sadarkan diri. Pengawal dan pelayan membantu Alexander untuk membawa Lisna ke dalam kamar dan memanggil dokter untuk memeriksa keadaan istrinya.


Setelah sadarkan diri Alexander akan kembali ke indonesia untuk melihat jenasah Putranya untuk yang terakhir kali.


...****************...


Pengawal yang membawa Lisna dan Jimmy datang ke rumah sakit. kemudian Lisna bawa ke ruangan rawat inap yang sama dengan Aries dan Jimmy digendong oleh Riki dan Aditya masuk ke ruang UGD setelah pemeriksaan Adiknya selesai.


Aditya menggenggam erat adiknya dan meminta untuk bangun karena masih ada Jimny yang masih membutuhkan Ayu.


Riki sebenarnya ingin masuk dan bertemu dengan wanita yang dia cintai untuk memastikan kondisi Ayu tapi melihat Aditya mendahuluinya sehingga Riki mengurungkan niat dan memilih bersama dengan Jimmy yang terlihat Syok melihat orang tuanya menjadi korban kecelakaan.


Riki membawa Jimny ke Dokter untuk memeriksakan keadaan Putra dari Ayu dan Jimmy mendapatkan obat penenang dan Riki menunggu Jimmy yang dirawat diruangan anak karena mengalami syok karena peristiwa yang baru saja dialami.


"Uncle... Papi dibawa orang-orang keluar dari mobil dan ditutup dengan Kain dan sampai Jimmy meninggalkan tempat itu Papi tidak bergerak. Papi kenapa Uncle" Tangis Jimmy


Riki terdiam dan dirinya hanya memeluk Jimmy dan mengusap lengan dan punggung jimmy pelan.


"Jimny... Jimny harus ikhlas ya... Papi Hans sudah tenang di sisi Allah. Tugas Jimny sekarang berdoa semoga Papi diberikan tempat terbaik oleh Allah dan juga doakan Mami Ayu yang sedang berada diruang UGD, Ok Anak Kuat"


"Jimny tidak mengerti Uncle"

__ADS_1


Riki kembali memeluk Putra dari wanita yang dia cintai lalu mengusap air matanya. Riki berkeinginan menjadi Ayah sambung dari Riki tapi tidak berpikir Ayu menjadi janda karena kematian Hans. tapo ini sudah takdir dari Allah.


"Ya Allah selamatkan Ayu... Saya mohon" gumam Riki pelan


__ADS_2