
Setelah semua siap Rere memesan mobil melalui online terlebih dahulu untuk kedua kakak nya dan juga Arsyila. sementara ibu dan Tya satu mobil dengan nya.
Mobil yang di pesan datang, ketiga saudara Rere segera naik lalu mobil menjauh dari lobby rumah sakit kemudian Rere mengikuti dari belakang.
Rere akan singgah terlebih dahulu ke rumah ibu untuk mengemasi keperluan ibu, Tya dan Dion.
Setelah sampai ke rumah sebagian tetangga datang untuk memberikan dukungan dan doa atas apa yang terjadi di keluarga bu inah dan juga menjenguk bu inah yang pulang dari rumah sakit,.
Sebagian dari mereka belum sempat menjenguk ke rumah sakit jadi saat melihat mobil Rere melintas, tetangga datang untuk menjenguk.
Bu inah dan tetangga berada di ruang tamu, sedangkan Rere ijin keluar sebentar ada yang ingin Rere lakukan, saat melihat Rere tetangga banyak yang saling lirik dan berbisik.
Rere melihat yang di lakukan tetangga nya dan mengerti, mereka sedang membahas issue yang sedang viral tentang diri nya.
Rere sangat peka atas hal itu, dia menatap mereka sejenak lalu kembali menatap ibu untuk berpamitan dan mencium punggung tangan ibu setelah nya ijin meninggalkan ruang tamu.
"Rere, Hati-hati di jalan nak jam berapa kita ke Jakarta" ibu bertanya.
"Jam 5 Sore Bu, Rere keluar sebentar, assalamu'alaikum" Rere menutup pintu rumahnya.
Tetangga melirik bu inah, sebenarnya ingin menanyakan perihal issue yang sedang viral tapi merasa tidak enak hati karena bu inah baru pulang dari rumah sakit mereka khuatir bu inah down kembali dan mereka akan di salah kah. mereka hanya bisa saling lirik dengan isi kepala penuh pertanyaan.
...****************...
Rere kini berjalan menuju ke makam ayah membawa air mineral di tangan nya. Perlahan Rere menghampiri makam pria pertama yang sangat Rere kagumi dan cintai, seorang pria pekerja keras walaupun sakit tetap bekerja demi istri dan anak nya.
Rere mengusap makam ayah nya lalu meneteskan air mata mengingat apa yang telah dia lalui dan apa yang terjadi selepas ayah nya pergi.
Sejenak Rere mengangkat tangan dan membaca ayat-ayat suci untuk mendoakan ayah nya yang telah tiada.
Setelah selesai berdoa Rere menyiramkan air mineral yang berada di botol ke arah makam ayah dan mengusap nisan ayah, sudah satu tahun Rere belum mendatangi makam ayah nya.
Bukan hanya tubuh ayah yang mereka kubur tapi juga kebahagian, kenangan, cinta dan juga dunia Rere mereka kubur dengan tanah.
Rere bermonolog di dalam hati mengingat kepedihan yang dia rasakan setelah ayah nya pergi. kemiskinan dan kehidupan berat yang di lalui untuk melewati nya Rere harus bekerja keras dan menebalkan hati dan telinga untuk bisa terus berjalan.
Flasback
"assalamu'alaikum bu inah" ketukan pintu terdengar.
Rere yang berada di dalam kamar, beranjak dari duduk nya dan menaruh pensil yang dia gunakan untuk mengerjakan tugas yang di berikan oleh guru, perlahan berjalan ke arah pintu, dia ingin membuka pintu rumah yang di ketuk oleh seseorang.
"walaikumsalam"
__ADS_1
Ibu berjalan dari arah dapur bergegas untuk membuka dan melihat siapa yang mengetuk pintu rumah nya.
"ehhh... bu jenab silahkan masuk" bu inah menyambut tamu nya.
"tidak perlu bu, saya hanya ingin memberikan sumbangan anak yatim untuk Renia dan Arsyila" jawab Bu Jenab.
"oh... ya ALLAH. Terima Kasih banyak bu jenab, semoga di beri rezeki yang melimpah" Bu inah berucap dengan mengambil 2 amplop yang di berikan kepada nya.
Rere dari balik kamar melihat dengan air mata yang mengalir deras. Hati nya perih melihat senyuman ibu yang amat dia sayangi.
Rere berpikir bahwa penderitaan hidup nya bersama ibu dan Arsyila adalah jalan untuk orang yang beruntung dalam hal materi untuk mendapat kan jalan menuju surga.
"ya ALLAH, mengapa kehidupan kami yang malang menjadi sumber pahala untuk mereka, hanya dengan memberikan uang mereka mendapatkan jalan menuju surga mu" Air mata Rere mengalir dan menutup kembali pintu kamar.
Tubuh Rere lemas dan luruh ke bawah melihat senyuman bahagia ibu yang mendapatkan uang sumbangan untuk mengganti ayah yang telah pergi.
"ya ALLAH mengapa harus ayah Rere yang di panggil dari milyaran ayah di dunia"
Rere menangis lalu menutup mulut dengan tangan nya sendiri. Rere tidak ingin ibu mendengar tangisan nya. Sebelum ini Rere belum pernah merasa sedih tentang hidup ataupun uang.
Hidup nya penuh dengan tawa dan kebahagian walau hidup Rere sederhana, kedua orang tua nya tidak pernah memperlihatkan permasalah hidup di hadapan Rere.
Setelah ayah tiada dunia Rere berubah serasa langit runtuh di atas kepala nya, berjalan di antara badai kehidupan membuat luka yang sulit dijelaskan dan dimengerti oleh orang yang tidak merasakan.
Tidak ada Ayah, Aditya dan Geri pria yang selalu ada untuk nya. Rere harus beradaptasi dengan lingkungan yang baru dengan orang-orang yang sebelum nya dia tidak mengenal nya meskipun mereka keluarga tapi Rere merasa asing.
Kehidupan sulit dan rasa kehilangan membuat Rere hidup seperti di dalam neraka, apa ini yang nama nya neraka dunia, Rere sering berpikir seperti itu.
Apalagi gaya hidup Hedon teman- teman nya di sekolah dan bullyan yang Rere dapatkan karena penampilan yang bebeda, Pakaian Putih Abu adalah pakaian yang harus di gunakan tapi karena tidak memiliki uang Rere hanya memiliki satu pakaian di gunakan dari Senin sampai kamis selama Tiga Tahun bersekolah di Sekolah tingkat atas.
Rere ingat pakaian nya bukan berwarna putih abu tetapi Cream abu. itu yang membuat diri nya sering mendapatkan bullyan selama bersekolah belum lagi sepatu yang berlubang sehingga kaus kaki yang di gunakan terlihat.
Rere menahan malu dan sedih dengan keadaan yang belum pernah dia rasakan sebelum nya. diri nya Belum siap atas kehilangan ayahnya di tambah harus mendapatkan beban hidup yang berat.
Belum lagi setiap hari Rabu setelah selesai pelajaran sekolah, diri nya harus berbesar hati melangkahkan kaki ke gerbang sekolah dan hanya bisa melihat teman-teman sekelas nya menuju ke lab komputer untuk menerima tambahan belajar tentang cara mengoperasikan komputer saat itu.
Dengan langkah berat Rere hanya bisa menoleh dengan perasaan sedih ke arah lab komputer dan berkata dalam hati,
mengapa hanya aku yang berbeda di antara teman yang lain.
Rere tidak bisa menangis saat itu dan juga tidak ingin mengeluh karena ini jalan hidup yang harus diterima nya.
Hanya karena tidak mempu membayar biaya ekstra sebesar 100 ribu untuk bisa mengikuti pelajaran tentang komputer. Rere harus pulang lebih awal di bandingkan teman yang lain. Rere ingat dari teman setingkat dengan diri nya hanya Rere saja yang tidak mengikuti jam pelajaran itu.
__ADS_1
Rere terus berusaha menerima takdir yang di tuliskan untuk nya dia ingin menjalani hidup dengan ikhlas. Sepanjang jalan menuju arah kerumah nya Rere terus meneteskan air mata.
Ya ALLAH, Jika takdir hidup ku sesulit ini maka aku coba untuk menerima nya dengan ikhlas tapi berilah takdir yang bahagia untuk anak-anak ku kelak jangan sampai mereka merasakan hidup seperti ku
Rere bermonolog di dalam hati dengan terus melangkahkan kaki menyusuri jalan pulang, senyum dan tawa teman-teman sekolah nya selalu membayangi langkah Rere, betapa bahagia nya mereka. Rere mengusap air mata yang jatuh ke pipi lalu menghentikan langkah nya dan memandang langit lalu menyentuh dada nya.
"ya ALLAH ikhlas kan hati ku, kuatkan kaki ini dan berilah kesabaran disetiap langkah hidup ku, tetaplah bersama ku dan lindungi aku dari keputus asaaan dan keras nya hidup" Rere menutup mata nya lalu mengusap kembali air mata yang menetes di pipi lalu melanjutkan langkah nya kembali.
Rere mengingat masa sulit di usia remaja saat ayah nya pergi untuk selama nya. Rere melanjutkan sekolah karena mendapatkan beasiswa.
Padahal sebelum nya Rere sempat berhenti sekolah setelah ayah nya meninggal selama satu minggu karena faktor biaya beruntung pihak sekolah memanggil Rere untuk tetap sekolah dan membantu memberikan program beasiswa saat itu.
Flasback Selesai
"Ayah Rere datang, hari ini ibu pulang dari rumah sakit, dan hari ini Rere ingin membawa ibu ke apartemen Rere. Ayah jangan khuatir ibu akan Baik-baik saja di sana dan Rere akan selalu bersama kakak dan adek, kami akan saling menguatkan dan terus menjalani takdir hidup kami" Rere menunduk dan mencium nisan ayah
Lalu berdiri dan melangkahkan kaki untuk kembali ke rumah ibu.
...****************...
Ria melajukan mobil nya untuk mengikuti Aries setelah mobil yang membawa Aries dan Ayu pergi. Dia ingin mengetahui di mana Aries sekarang tinggal dan bagaimana keadaan rumah tangga nya.
Ria tahu jika Aditya putra Sherly dan Aries dari Breaking News tentang kematian Sherly, Ria merasa kaget dan tidak percaya atas berita yang dia lihat di televisi saat kematian Sherly.
Saat itu issue yang beredar memberitahukan bahwa sahabatnya adalah simpanan Aries dan setelah 14 tahun kematian Sherly, diri nya bertemu dengan Aditya saat mengikuti pertemuan yang di adakan para pengusaha di salah satu kota di Jawa Timur. Ria mengenali Aditya dari nama dan perusahaan yang di wakili nya.
Dari sana Ria dekat dengan Aditya karena menjalin beberapa kerjasama juga dengan perusahaan yang di pimpin Aditya.
Tetapi Aditya tidak pernah tahu masa lalu wanita yang di panggil nya tante itu. Dia nyaman bersama Ria karena memiliki kesedihan yang sama karena kehilangan cinta.
Ria sering mendengarkan kisah Aditya begitu pun sebaliknya, Karena Ria tidak memiliki seorang anak maka Ria menganggap Aditya adalah anak nya karena ibu Adit adalah Sahabat nya.
Ria menganggap bahwa Sherly mengambil kekasih hati nya tapi Sherly sahabat nya juga memberika Putra untuk nya.
Seorang anak laki-laki yang malang yang memiliki hati lembut walaupun terlihat dari luar memiliki segalanya, tampak dingin dan memiliki karakter yang keras tapi di hati nya memiliki luka yang membuat jiwa nya rapuh.
Aditya adalah anak ku yang di berikan Tuhan melalu Rahim sahabat ku Sherly. Dia meninggalkan Aditya untuk menemani masa sendiri ku di usia Senja.
Ria bermonolog di dalam hati dengan air mata yang terus mengalir dan tatapan fokus mengikuti mobil yang ada di depan nya.
Kendaraan yang membawa bagian dari hati nya itu berhenti di sebuah rumah besar dan mewah milik keluarga Erlangga.
Terlihat seorang wanita yang dia kenali adalah istri Aries, wajah Lisna tidak banyak berubah masih terlihat cantik meski dengan usia 56 Tahun.
__ADS_1
Ria kaget melihat ekspresi Aries yang hanya berlalu dari Lisna tanpa ada nya pelukan atau ciuman mesra layak nya suami istri yang berbahagia.
Apa karena usia yang sudah tidak muda lagi jadi tidak menganggap semua itu penting. Cukup lama Ria memandangi potret keluarga Aries dari kejauhan.