Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 173 Tetap Cinta


__ADS_3

"Pak Rafli Bagaimana keadaan Mami Lisna" Tanya Rere dan ekspresi Aditya yang tampak dingin kemudian dirinya duduk didekat Abbas setelah dipersilahkan duduk oleh Bu Inah.


Rafli juga duduk kembali. Rere menatap Tya dan yang ditatap salah tingkah. Rafli menyampaikan kondisi kesehatan Lisna yang sempat drop selama proses hukum yang sedang dijalani olehnya.


Aditya terlihat tidak peduli dirinya terlihat enggan untuk mendengarkan tentang apa yang dialami mami sambungnya itu. Rere menatap Aditya yang terlihat memalingkan wajah kearah lain.


"Pak Rafli bagaimana dengan proses perceraian teh tya" Rere mengalihkan pembicaraan.


"Minggu depan sidang Bu Rere"


"oh... begitu" Rere tersenyum dan mendadak keadaan menjadi hening.


"Nak, Aditya... Pak Rian sekarang tinggal dimana. Bagaimana kalian bisa bertemu" Bu Inah memecah suasana hening dengan pertama bertanya.


"Papa tinggal dipuncak Bu... untuk sementara Papa menginap di hotel"


Aditya menjelaskan pertemuan pertama dengan Rian setelah 18 tahun berpisah dan semua yang ada diruangan itu mendengarkan apa yang diceritakan oleh Aditya.


Setelah menceritakan tentang Rian. Aditya mengutarakan keinginannya untuk melamar Rere dan Bu Inah menjawab


"Nak, Ibu serahkan keputusan ini semua kepada Rere Jika Rere berkenan menerima lamaran Nak Adit. Ibu pasti setuju tapi sebaliknya jika Rere atau semua anak ibu tidak menerima lamaran dari siapapun ya ibu tidak bisa memaksakan anak ibu.


"Rere menyetujuinya Bu" Ucap Aditya yang memotong ucapan Bu Inah saat akan bertanya kepada Rere.


Bu Inah hanya menatap Rere dan Aditya bergantian


"Ya sudah jika ini kesepakatan kalian lalu ibu tanya bagaimana dengan berita yang ada di televisi tentang Nak Adit. Ibu tidak ingin Rere dipermainkan hatinya jika Nak Aditya masih memiliki urusan dengan wanita yang ada ada dalam berita itu selesaikan terlebih dahulu. Menikah sekali seumur hidup Nak"


"Sebelum melangkah harus benar-benar matang. Jangan sampai nanti setelah kalian menikah masa lalu siapapun diantara anak-anak ibu dan menantu atau calon menantu ibu ada yang belum selesai ibu minat selesaikan dahulu sehingga nanti tidak merusak rumah tangga kalian. Cukup Tya ini yang pertama dan terakhir mengurus perceraian jangan ada lagi Tya, Rere, Arsyila, Abbas dan Ali"


"Ibu hanya berpesan itu saja untuk kalian. Ibu ingin sebelum menutup mata menyusul ayah kalian. Ibu ingin melihat anak-anak ibu bahagia dengan pasangannya masing-masing dan rukun dalam rumah tangga seperti ibu dan ayah kalian, Meski secara Ekonomi ayah kamu tidak mampu mencukupi kebutuhan rumah tangga tapi ayah kamu tidak pernah menyakiti ibu atau berkhianat"


"Nak Adit. kamu mengerti maksud ibu bukan dan juga nak Rafli"


Mendengar ibunya bertanya kepada Rafli. Rere bertanya kenapa bertanya dengan rafki. ada apa sebenarnya dan Ibunya hanya diam.


"Teteh selalu saja ketinggalan berita. Teh Tya dilamar sama pak Rafli teh" sahut Arsyila yang menjawab sambil makan dan matanya masih menonton drama Korea.


"Husssttt... Arsyila tidak sopan" Sahut Bu Inah.


"Ohhh... " Rere hanya tersenyum sambil menatap Tya. Begitu juga dengan Aditya yang tersenyum menatap Rafli dan beralih kearah Tya.


"Apa teteh Terima Pak Rafli" Rere tanya dan tatapan Aditya beralih kearah kekasihnya lalu tersenyum.


"Teteh belum resmi cerai Rere dan apa kata tetangga di kampung nanti baru cerai sudan nikah Mas... " Ucap Tya dengan menatap Rere lalu beralih kearah Rafli.


"Kita akan tinggal di jakarta bukan disana dan Saya akan menunggu Tya seperti yang sebelumnya saya ucapkan. Saya akan Taaruf. Jika Tya siap tahun depan kita nikah jika belum siap tahun depan lagi kita bisa nikah. Benarkan Bu... " Rafli minta dukungan ibu inah.


"Akang abbas dan akan Ali saya serius ingin melamar tya, saya tidak ada niat main-main. Saya duda anak satu dan tya janda anak satu. istri saya meninggal saat melahirkan putri saya setelahnya saya belum ada niatan untuk menikah. Saya fokus kepada putri saya dan pekerjaan saya sampai akhirnya Tya datang. Saya bukan ingin memaksa Tya cerai jika Tya ingin memperbaiki pernikahannya setelah mediasi dari pengadilan agama saya akan Terima keputusan tya"


"Ya... Saya percaya sebagai seorang kakak saya sebenarnya setuju dengan niat baik Pak Rafli apalagi saya lihat keseriusan pak Rafli tapi sama dengan ibu saya serahkan kepada tya adik saya karena dia yang nanti menjalankannya" Sahut Ali


"Hanya saja sebagai kakak kamu Tya, Akang cuma bisa kasih nasihat Pernikahan dengan siapapun Jika dari diri kamunya sendiri belum bisa menerima kekurangan dan kesalahan pasangan kamu dengan siapapun nanti menikah pasti akan berpisah. Menikah itu tidak hanya tentang cinta tapi juga bagaimana kita sebagai pasangan menerima kekurangan juga kesalahan yang dilakukan sama pasangan kita"


"Akang Percaya Pak Rafli orang yang baik tapi terlebih dahulu kamu harus mendekatkan Dion dengan Rafli begitu juga sebaliknya, Pak Rafli juga harus mendekatkan anak dari mendiang istri pertama kepada Tya. Karena Kita sebagai orang tua yang paling penting itu anak... Bukan begitu ya Pak. Maaf sebelumnya jika saya salah atau menyinggung "


"Menurut saya meski kita cinta mati kepada seseorang Jika anak kita nanti disia-siakan lebih baik jangan. Jangan memaksa apapun apalagi bertentangan dengan kebahagian anak dan calon pasangan kita nanti. Karena Pernikahan yang Toxic itu tidak enak dalam menjalaninya karena menikah itu seumur hidup. "


Rafli menganggukan kepala setuju dengan Ali dan Aditya saling menatap dengan Rere saat Ali memberikan nasihat. Aditya hanya diam dan wajahnya terlihat datar.


Lalu Pembicaraan berlanjut dengan para pria yang membahas seputar bola dan juga pekerjaan Alu dan abbas.

__ADS_1


Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 7 malam. Rafli menumpang mandi Begitu juga dengan Aditya dan mereka semua sholat berjamaah dengan Abbas sebagai imam. Dilanjutkan dengan makan malam bersama.


Flashback


Saat obrolan para pria diruang tamu Aditya menyinggung niatnya setelah menikahi Rere akan membawa Rere ke Inggris dan kedua kakaknya termasuk Rafli memahami apa maksudnya dan kedua kakak Rere menganggukan kepala.


Aditya mengajak seluruh saudara Rere untuk bertemu di Apartemen miliknya besok sore termasuk Tya dan Arsyila dan untuk Bu Inah akan diajak jalan oleh Ria untuk berkeliling jakarta


Padahal sebenarnya untuk Menghindari pertanyaan seputar apa yang terjadi kenapa anak-anaknya bu inah pergi bersama aditya dan juga agar bu inah tidak sendiri didalam rumah.


Aditya dan Rafli diterima dengan baik dikeluarga Rere. Saat para pria mengobrol Rere dan Tya membantu ibunya sedangkan Arsyila didalam kamar bersama dengan Dion.


Dion tidak setuju dan ngambek saat tahu ibunya ingin menikah lagi dengan Rafli sehingga dirinya tidak keluar dari dalam kamar. Rafli menghampiri Tya disela acara ngobrol santai dan meminta Dion keluar karena ingin mengajak ke Mansion Aditya untuk acara Doa atas kematian Aries dan pulangnya akan mampir ke Mall untuk membeli mainan. Tya menatap ibunya dan dijawab anggukan.


"Biarkan Dion dekat dengan Rafli. Mungkin karena belum dekat jadi Dion bersikap seperti itu. Tapi ibu yakin Nak Rafli sangat baik. Dia akan menyayangi Putra kamu nantinya" Bu Inah mengatakan itu setelah Rafli pergi dari dapur.


Rere hanya diam tidak ingin ikut campur jika tidak dimintai pendapatnya mengenai apa yang sedang terjadi dalam hidup Tya.


Flashback Selesai


Aditya Pamit dan kedua kakak Renia disuruh Bu Inah untuk ikut acara doa dikediaman Aditya dan Rafli juga ikut dengan mengajak Dion.


Tya memaksa anaknya untuk ikut dan akhirnya Dion menuruti keinginan ibunya. Saat Keluar kamar Rere memeluk keponakannya dan menciumi Dion dan berkata


"Ya Allah Gantengnya keponakan bibi ini... " Dion dicubit dan melirik kesal dan menggerutu.


"Dasar Bibi Lebay... Ga malu sama pacarnya kali" semua orang ketawa mendengarnya termasuk Aditya dan Rere.


"Mau Paman balas tidak Dion" Rere mencubit lengan Aditya dan cemberut.


"Duhhhh... Ternyata teteh bisa romatis juga ya teh Tya" Sahut Arsyila.


Aditya terkekeh mendengar apa yang dikatakan Arsyila


"Namanya Arsyila Sayang" Aditya mengangguk


"Kenalan dulu sama Nak Aditya. Arsyila. Dulu saat di jogja kamu belum lahir. Nak Aditya ini tetangga rumah ibu, ayah dan Teteh saat tinggal di sana Nak"


"Mereka berdua berjarak 13 Tahun, Nak Aditya. Rere belum menikah karena menanggung hidup kami berdua, Nak"


"Udah dong bu... Jangan mulai. Lagian mereka sudah pamit kalo ibu teruskan kapan mereka berangkat kerumah mas Aditya" Sahut Rere sambil mendorong kakaknya Ali dan abbas untuk keluar dari apartemen dan menarik Aditya.


"Heeemmm..." Sahut Aditya tersenyum.


"Jadi kita diusir nih Rere" Gerutu Abbas.


"Terus pulangnya nanti antar lagi ya Aditya. Rafli kalo tidak nanti Akang bisa jadi gelandang karena tidak tahu jalan" Oceh Abbas lagi.


"Kalo nyasar ya pulang kampung aja" jawab Ali sambil berjalan mendahului yang lainnya.


"Menginap disana saja kang" Sahut Aditya.


"Ya Gimana nanti aja ya... " sahut Abbas.


"Kang hati-hati dijalan. nanti kalo mau pulang Rere jemput. Kalo ga dianter mereka jadi jangan khuatir kang" Sahut Rere terkekeh dengan tindakannya sendiri.


"Akang Abbas dan Ali akan menginap di Mansion Mas... Sayang. Jangan menunggu mereka. Kamu harus istirahat ya. Jangan begadang ok... Sayang" Rere menganggukan kepala.


Lalu Aditya menyusul keempatnya dan memasuki Lift lalu Rere menutup pintu apartemennya saat diparkir Ali ikut mobil Rafli bersama Dion sedangkan Abbas ikut mobil Aditya


Abbas berdetak kagum saat menaiki mobil Aditya dan sepanjang jalan menanyakan ini dan itu. Dengan Sabar Aditya menjawab apa yang ditanyakan oleh Abbas.

__ADS_1


Sampai akhirnya mereka sampai di Mansion Aditya. Abbas dan Ali berdecak kagum dan mengedarkan pandangannya.


"Idih Uwa kampungan sekali seperti tidak pernah lihat rumah mewah saja"


"Memang Tidak pernah Dion, Ini baru pertama kali."


"MasyaAllah Calonnya Renia kaya sekali Ali" Bisik Abbas dan Ali hanya melengos kesal dengan tingkah kakak pertamanya itu.


Aditya mengajak semua keluarga Rere termasuk Rafli untuk masuk kedalam Mansion miliknya dan disana sudah ada Rian juga Ria yang sudah menunggu dan menggantikan Aditya untuk menerima para tamu yang berpartisipasi memanjatkan Doa untuk Aries.


...****************...


Ayu dirumah sakit menangis histeris saat kedua kakinya tidak dapat digerakan. Riki menenangkan juga kedua orang tua Hans yang juga ikut memeluk Ayu dan mengusap kepala Ayu.


Sejak Sore Ayu terus menangis dan menanyakan Hans. Ketiganya belum memberitahukan kenyataan yang sebenarnya.


"Mami... Papi dimana Hans... Dia menolong Ayu. Hans memeluk Ayu saat kecelakaan. Hans melepaskan seat belt dan memeluk Ayu saat itu. Mami... Papi Dimana Hans. Apa dia juga di rawat. Ayu ingin meminta maaf mami... Papi... Riki antarkan saya menemui Hans" Ayu terus menangis dan mengulangi kalimatnya sejak sore.


Perasaan Ayu tidak enak. Apalagi setelah Dokter memberitahukan bahwa syaraf kakinya rusak.


"Ayu merasa kalian menyembunyikan sesuatu. Jika Ayu saja seperti ini bagaimana Hans yang menjadi perisai Ayu saat itu"


"Riki Tolonglah katakan sesuatu saya ingin tahu jangan kalian diam.. "


"Ayu... Tenanglah kamu harus tenagkan diri kamu demi kesembuhan kamu. Jimmy masih membutuhkan kamu"


"Hans... Sudah Tiada saat kecelakaan terjadi" Teriak Riki sudah tidak tahan dengan sikap Ayu.


"Rikiiii"


Plaaakk


"Lancang sekali kamu ikut campur dengan masalah keluarga kami. Apa kamu bahagia Ayu menjadi janda sekarang. Berani sekali kamu mengatakan itu" Ucap Laurane dengan sangat kesal sampai menampar Riki


"Apa maksud kamu Riki" Tanya Ayu.


Laurane dipeluk oleh Alexander dan suaminya berusaha untuk menenangkan istrinya. Sedangkan Ayu menangis Histeris merasa bersalah karena mengingat kecelakaan terjadi karena kesalahan dirinya yang meminta untuk berhenti dan terus memukuli lengan Hans dan sampai Hans tidak bisa menahan keseimbangan mobilnya dan bertepatan dengan itu Truk yang berlawanan arah berada tepat didepannya.


"Hanssss... Tidak... Maafkan Saya Hans" Teriak Ayu Histeris dan Riki memeluknya erat.


Alexander mengajak istrinya untuk keluar karena istrinya juga ikut menangis histeris. Saat kedua orang tua Hans keluar dari ruangan intensif Luca hanya manatap dan Alexander mengajak Luca untuk pulang dan istrinya digendong menuju mobil. Laurane sangat sedih dan terus menangis dalam pelukan suaminya.


"Riki saya bersalah dengan Hans... Dia menolong saya jika dia tidak menjadi perisai saat itu saya mungkin sudah meninggal bersama dengannya"


"Sayang ini sudah takdir tenanglah. Hidup rezeki dan maut sudah diatur oleh Allah kita hanya menjalankan saja"


"Dimana Mami dan Papi. Apakah Papi masih dirawat saat ini"


Deeeggg


Hati Riki berdegub kencang mendengar apa yang ditanyakan oleh Ayu. Bagaimana caranya dia menjelaskan kepada Ayu tentang apa yang terjadi dengan Kedua orang tuanya.


"Sayang tenanglah Jika kamu tidak tenang kamu akan semakin Drop dan ingatlah Jimmy masih membutuhkan kamu"


"Riki... Saya sekarang hanya wanita cacat apa kamu masih menerima saya, Kamu boleh meninggalkan saya dan menikah dengan wanita yang lebih baik dan sempurna dari saya"


"Apa yang kamu katakan Sayang. Saya menunggu kamu selama ini dan Allah telah membuat kamu mendekat. Lalu kenapa saya harus menjauhi kamu sayang"


"Saya sangat mencintai kamu apapun keadaan kamu sekarang sayang. Saya tetap mencintai kamu selamanya Ayu"


"Terima Kasih Riki"

__ADS_1


"Kita akan tetap menikah sesuai rencana kita" Ayu menganggukan kepala.


__ADS_2