Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 181 Kebohongan Bryan


__ADS_3

Suara Pesan masuk dari Ponsel Aditya dan Rere menoleh dan suaminya tampak mengabaikan.


"Dari siapa mas"


"Ntahlah sayang biarkan saja. Nanti setelah sampai kerumah sakit Mas Cek"


Jika begitu Rere hanya bisa menganggukan kepala dan setuju saja tanpa berkomentar apapun.


Setelah Berbincang santai dimeja makan saat berada direst Area tadi seluruhnya kembali kemobil Untuk kemakam Aries dan Sherly.


Sesampainya dimakam Ayu tampak sangat terpukul dan menangis tersedu sambil memeluk makam Aries yang masih baru dengan bunga berada diatasnya.


"Papi... Kenapa papi pergi saat Ayu masih dalam keadaan kritis. Harusnya papi berjuang seperti biasa, Papi hebat, kuat dan bisa melalu sakit papi selama ini. Papi harus tahu Jika Ayu sekarang sendiri ... Semua meninggalkan Ayu kenapa papi tidak membawa serta Ayu saat kritis kenapa Papi menyusul Hans sendiri. Papi harusnya mengajak Ayu pergi" Tangis Ayu yang kemudian dipeluk oleh Aditya tanpa mengucapkan apapun


"Papi... Putra kesayangan papi sekarang menikahi Renia dan mereka bahagia, Papi harusnya lihat itu. Kenapa Papi pergi sebelum melihat kakak menikah. Apa Papi sudah tidak sabar ingin bersama dengan kekasih Papi... Semua orang Bahagia hanya Ayu dan Mami yang menderita disini. Kami berdua terlihat jahat tanpa kalian sadari Ayu dan Mami selama ini yang paling menderita karena cinta Papi kepada wanita lain. Papi... Jahat" Teriak Ayu yang berada dipelukan kakaknya


"Cukup Ayu... Apa yang kamu katakan" Teriak Aditya nampak emosi dan menarik Ayu yang berada dalam pelukannya


Rere segera menghampiri Aditya juga dengan Riki yang menarik Ayu yang menangis ke dalam pelukannya.


"Memang Wanita ini yang merusak keluarga kami. Mami kamu kakak. Dia merebut Papi dari kami dan sejak awal kalian hadir dan mengacaukan segalanya" Teriak Ayu yang menunjuk Aditya dengan Histeris.


"Ayu... " Ucap Riki pelan.


Aditya memperlihatkan wajah tidak suka dan mata memerah lalu rahangnya mengeras. Rere bingung kenapa Adik iparnya tiba-tiba nampak emosi dan meluapkan perasaannya saat berada dimakam papinya.


Ria menghentikan ucapan Ayu dan mengusap air mata Ayu dan meminta Aditya menerima apa yang diucapkan oleh Adiknya karena luapan kekecewaan yang pasti dipendamnya selama ini.


Aditya mendongak menatap langit dengan tangan diatas kepala. Zayn merasa bingung dengan yang terjadi Rere segera memeluk putra dari suaminya dan menenangkan Zayn lalu Rere membawa anak sambungnya ke mobil untuk dititipkan kepada kedua kakaknya juga Adiknya.


Sedangkan Rian berusaha menenangkan Aditya yang terlihat sedang menahan amarah. Ayu tetap berteriak dengan mengupat dan memaki Sherly. Aditya menatap Adiknya yang dipeluk dengan erat oleh Riki dan menggendongnya kearah mobil karena mendadak tidak sadarkan diri.


Rere berlari kecil dan bertemu dengan Riki yang terlihat panik dengan keadaan Ayu yang tidak sadarkan diri. Rere lalu berlari kearah Aditya dan Ria ikut masuk kemobil Riki.


Rian menyusul Riki dan Ria sedangkan Aditya tetap diam sendiri dengan telapak tangan berada ditekuk lehernya dan menatap kemakam kedua orang tuanya.


"Mas..." Rere berlari kecil dan menatap kekasihnya.


"Sayang... " ucap Aditya sambil merentangkan tanganya untuk memeluk istrinya. Rere berlari dan Keduanya berpelukan. Rere berusaha menenangkan Suaminya.


"Mas kita kembali kemobil Rere takut Zayn sendirian karena Riki pasti membawa Ayu kerumah sakit dan Zayn disana sama siapa"


Aditya setuju dengan istrinya dan melangkahkan kaki menuju mobil setelah tenang yang sebelumnya berhenti sejenak kepusaran makam Papi dan mamanya dan berkata


"Papi tenanglah disana, Ayu hanya sedih dengan keadaannya sekarang dan jika dirinya sudah membaik Aditya akan membawa Putri kesayangan Papi datang kembali kesini"


Rere tersenyum bangga mendengar suaminya lalu dia memeluk dan mencium leher suaminya dengan sedikit menjinjit karena suaminya lebih tinggi darinya. Aditya menoleh dan tersenyum kepada istrinya


"Rere bangga punya suami mas Aditya. Ya sudah kita kerumah sakit untuk ambil hasil testnya"


Aditya menganggukan kepala dan keduanya berjalan dengan sesekali Aditya menoleh kemakam mamanya yang telah tiada.


Setelah sampai dimobil ternyata Zayn bersama Ali. Aditya melajukan mobilnya kearah rumah sakit setelah istrinya duduk dan dirinya masuk kedalam mobil dan untuk mengambil hasil test kakak dan Adik Rere.


Sedangkan Riki mengantarkan Ayu keruang rawat inap rumah sakit yang sama dengan rumah sakit tempat test untuk keluarga Rere dilakukan karena rumah sakit itu milik Erlangga Group.


...****************...

__ADS_1


Sedangkan di Kantor kepolisian Bryan berusaha menenangkan Sisillia dan meminta dirinya menyetujui kesepakatan yang diminta Aditya untuk kebebasan Lisna dan Sisillia.


"Saya tidak akan pernah mau..." Teriak Sisillia.


"Jika seperti ini kamu akan membuat putra kamu meninggal Sisillia"


"Apa maksudnya"


"Apa kamu ingat keadaan kesehatan Zayn. Dia memiliki Penyakit Jantung. Apa kamu egois dengan membiarkan putra kamu tinggal bersama kamu sedangkan kamu sekarang saja ijin praktek kamu sudah dicabut dari mana kamu akan membiayai pengobat anakmu yang sangat mahal belum lagi Jika dia tahu kamu dipenjara apa dia akan menerimanya bagaimana jika anak kamu syok lalu berdampak kepada kesehatan jantungnya. kamu justru akan kehilangan dirinya untuk selamanya tapi jika dia tetap hidup kamu bisa melihat anak kamu dari jarak jauh meski tuan Aditya melarang kalian bertemu"


Sisillia menangis dalam pelukan Bryan meratapi hidupnya dan Bryan mengatakan jika dirinya akan menikahi Sisillia atas permintaan Aditya. Tentu membuat Sisillia kaget dan menolak dan ini sangat melukai perasaannya. Bryan terpaksa berbohong supaya Sisillia mau menurutinya.


Jika mengatakan dirinya yang menginginkannya dan sebelumnya sudah meminta ijin kepada Aditya, Dirinya takut Sisillia akan menolak. Tanpa Bryan ketahui bahwa Sisillia menaruh dendam yang sangat besar kepada Aditya dan Renia yang dianggapnya sudah merusak hidupnya.


"Apa kamu bersedia dengan wanita yang kehilangan Rahimnya Bryan" ucap Sisillia yang tahu kenyataannya dari Bryan.


karena saat dirinya dilarikan kerumah sakit Bryan mengatakan bahwa rahimnya diangkat bahkan Aditya tidak mengetahui.


Karena takut Kehilangan Pria yang dicintainya maka Sisillia menutupi kenyataannya dan meminta Bryan tidak mengatakan kepada Aditya tentu saja Bryan melakukan itu karena itu adalah bagian kebohongan Bryan


"Tentu Saya bersedia. Selalu ada keajaiban untuk itu" Sahut Bryan yang mengingat kebohongannya kepada Sisillia tentang rahim Sisillia dengan tujuan Sisillian menjauhi Aditya tapi ternyata Sisillia dibawa oleh Aditya ke Amerika untuk pengobatan.


Awalnya Bryan mengatakan hanya agar Sisillia berhenti berharap kepada Aditya setelah kebohongan tentang rahimnya yang saat itu sebenarnya hanya mengangkat alat Spir*l.


Untuk mencegah kehamilam atas paksaan Aditya yang tidak ingin Sisillia hamil lagi setelah melakukan hubungan terlarang dengannya.


Tanpa sepengetahuan Aditya dan Sisillia. Bryan yang tahu jika Aditya bermalam di Apartemen Sisillia sebelum bertemu dengan Renia untuk menjenguk Ria saat sakit.


Bryan meninta dokter untuk memberikan suntikan anti hamil kepada Sisillia dan meminta itu atas nama Aditya dan memang Aditya tidak menginginkan Sisillia hamil kembali yang justru akan merusak hubungan dirinya dengan Rere.


Meski alat Spir*l dilepaskan kecil kemungkinan Sisillia hamil meski Aditya mengeluarkan banyak ben*h saat itu ditambahkan Sisillia mengeluarkan darah karena Luka dirahim Sisillia akibat Aditya yang begitu kasar saat berhub*ngan ran*ang dengan Sisillia.


"Sisillia kita mulai dari awal di Australia ya. Saya yakin kita akan bahagia dengan anak ataupun tanpa anak. Saya yakin suatu saat nanti Zayn akan mencari kamu dan Tuan Aditya mengijinkan kalian bertemu"


"Apa kita harus menikah tanpa cinta. Kamu tahu dari dulu saya sangat mencintai Aditya. Dia rumah, sahabat dan cinta untuk saya"


"Berjalannya waktu kamu akan menerima kenyataaan Jika Tuan Aditya hanya mencintai Bu Renia"


Sisillia menangis kembali dalam pelukan Bryan. Dan Setelah berbicara berdua akhirnya Sisillia Setuju untuk menandatangani surat kesepakatan dan bersedia menikah dengan Bryan dan pindah ke Australia itu yang semua orang tahu.


Setelah menandatangani ini Tatapan sulit diartikan terlihat dari wajah Sisillia dan Rafli sekali lagi menatap wajah Sisillia.


Setelah urusan dikepolisian selesai Rafli menjemput Putrinya dan Dion dari Sekolahan untuk membawa ke Apartemen Rere.


Sedangkan Aditya telah sampai dirumah sakit dan sudah mendapatkan hasil test dari keluarga Rere dan disana hasil yang cocok hanya Arsyila.


Aditya merasa sangat bahagia karena dari ketiga saudara Rere yang gagal menurut Dokter masih ada Arsyila yang cocok tapi tidak untuk Rere yang justru menangis dan menolak untuk dilakukan Transplantasi sumsum tulang untuk penyembuhan dirinya karena tidak ingin adiknya merasa sakit karenanya Rere menolak dan hanya menginginkan kemoterapi saja.


"Sayang apa yang kamu katakan ini harapan kamu untuk sembuh" Ucap Aditya tampak kesal.


"Mas Aditya... Arsyila seperti anak bagi Renia karena usia kami yang terpaut jauh 13 tahun dan dari bayi Renia bantu besarkan. Renia tidak tega harus meminta Arsyila melakukan transplantasi sumsum tulang untuk Renia"


"Bu Renia Transplantasi aman dan tidak sakit meski ada efek sampingnya sesuai dengan kondisi pendonor. Untuk kasus Bu Renia karena masih di stadium awal jadi kita bisa coba kemoterapi jika sembuh Transplantasi bisa tidak dilakukan dan semoga saja Bu Renia sehat dengan cara Kemoterapi tapi jika tidak ada perkembangan maka Bu Renia harus bersedia dilakukan Transplantasi sumsum tulang belakang" Jelas Dokter.


"Sayang... Kamu mengatakan jika keluarga kamu masih membutuhkan kamu maka berjuang jangan putus asa atau ragu itu semua demi mereka. Mas yakin Arsyila akan setuju dengan ini. Dia sangat menyayangi kamu begitu juga keluarga yang lain. Jangan menutup harapan dengan ketakutan kamu yang berlebih sayang"


Rere menangis dan Aditya memeluk Rere lalu membelai punggung Rere dan ikut meneteskan air mata bayangan kehilangan istrinya sangat menakutkan baginya. Karena itu dia akan berjuang keras untuk menyembuhkan Rere dari Leukimia.

__ADS_1


"Mas saat kemo nanti Renia rambut rontok dan apa mas akan tetap cinta dengan Renia"


Aditya menarik tubuh kekasihnya lalu membingkai wajah Rere dan berkata


"Apapun Keadaan kamu Mas tetap cinta sayang"


Kemudian Rere memeluk kembali Aditya dan menangis terharu mendengar ucapan suaminya yang sangat dia cintai dalam hatinya mengucapkan rasa syukur karena menikah dengan pria yang sangat dia cintai dan juga mencintai dirinya.


"Terima Kasih Mas. Renia cinta mas Aditya selamanya"


"Mas juga sangat mencintai Renia"


Jika bukan didepan Dokter Aditya ingin sekali membawa Rere kebankar yang ada disampingnya.


Karena itu dia menarik tubuh Rere dan mengajaknya pulang dan sebelumnya Aditya berterima kasih kepada Dokter yang menangani Rere.


Aditya merasa tubuhnya memanas dan saat keluar dari ruangan Dokter dirinya bergegas untuk menemui keluarga yang lain untuk memberitahu hasilnya dan mengatakan apa yang terjadi didalam.


Renia menangis saat melihat Arsyila dan Adiknya menenangkan Rere dan berkata


"Teteh kita lakukan apa yang dokter sarankan jangan memikirkan yang belum terjadi. Kita harus Optimis dan Positif thinking dengan takdir yang belum kita jalanin. Seperti itu yang teteh ajarkan kepada Arsyila"


"Tapi Teteh tidak tega jika nanti Arsyila sakit karena Teteh" Rere menangis dalam pelukan Adiknya.


Sementara Aditya yang tubuhnya telah menegang karena pelukan istrinya tadi harus menahan dan tahu kondisi karena memang situasinya sedang sedih.


Keadaan sakit yang dialami Rere juga harus dihadapinya dengan sabar tidak boleh gerusak gerusuk dan naf*u akan s*x harus bisa dia tahan karena istrinya sakit dan Aditya tidak akan pernah mau lagi melakukan dengan wanita selain istrinya meski itu Sisillia.


Aditya berusaha menahan diri agar tidak menyakiti Rere yang sedang berjuang dengan sakit kankernya. Bagaimanapun dia harus bisa menahan desakan tubuhnya yang menginginkan untuk dip*askan karena terbiasa dengan Sisillia seperti itu.


Rian melihat Aditya cemas, dan seperti menahan sesuatu dan terlihat tidak tenang. Papanya mendekati Aditya dan menanyakan apa yang terjadi Aditya hanya menggelengkan kepala.


"Kamu jangan takut Nak. Renia istri kamu akan sembuh"


"InsyaAllah Papi. Doakan Istri Aditya dan Saya akan berjuang dengan keras untuk kesembuhan Renia"


Setelah Semua bisa menenangkan Renia. Aditya mendekati Renia dan memeluk istrinya dengan mencium pipi Rere lalu berbisik


"Sayang kita ikhtiar agar kamu sembuh dan kamu harus tetap percaya jika Allah akan membantu kamu keluar dari penyakit ini. Kita berjuang bersama-sama ya Sayang" Rere mengangguk.


"Sayang Tolong Mas... Mau tidak"


Renia menatap suaminya yang terlihat tatapannya sulit diartikan


"Kenapa Mas Sakit" Rere memeriksa dahi suaminya dan menatap dengan cemas lalu Aditya berbisik


"Mas sudah tidak tahan sayang... jangan lupa kita pengantin baru dan tadi sayang peluk mas diruangan dokter tidak sengaja menyenggol senjata mas"


Rere menarik tubuhnya dan melotot dengan kesal. kearah suaminya dan mencubit perut Aditya.


"Kalian kenapa"


Keluarga yang berada didekat mereka tampak ikut cemas dengan keadaan Aditya yang terlihat berkeringat dan seperti menahan sakit.


"Kamu Sakit Nak" Ucap Ria dan Aditya menganggukan kepala.


Aditya tidak tahan lagi dan meminta Papanya untuk mengantarkan mereka semua ke Apartemen Rere dan akan menelepon Riki untuk membantu mengantarkan keluarga Rere.

__ADS_1


Semua orang hanya menganga mulutnya saat Aditya menggendong ala bridal istrinya dengan berjalan tergesah.


__ADS_2