Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 9 Berjuang


__ADS_3

Ibu Inah masuk ke dalam kamar ketika Rere sedang terlelap. Putri Kecil yang di besar kan nya dengan penuh kasih sayang walaupun kehidupan yang di jalanan sangat sulit dan malang, Kini Putri kesayangan nya itu sudah tumbuh menjadi wanita cantik dan sukses.


Renia Azahra putri yang cantik dan sukses berusia 32 tahun belum menikah bahkan tidak pernah membawa pria untuk di kenalkan kepada nya. hati ibu mana yang tak sedih dengan keadaan putri cantik seperti itu, berpendidikan tinggi dan memiliki jabatan dan pekerjaan yang bagus tapi menurut sang ibu memiliki nasib hidup berat dan juga menyedihkan.


Saat usia nya masih 14 tahun harus sudah di tinggalkan sang ayah dan sempat berhenti sekolah selama 1 minggu karena tidak memiliki biaya, untung pihak sekolah memberikan biasiswa untuk Rere melanjutkan pendidikan nya di Sekolah Tingkat Atas itu. Sehingga tidak putus sekolah. Rere gadis yang sangat penurut dan pintar.


Sepulang sekolah membantu ibu membawa cucian milik tetangga ke sungai dekat rumah untuk di cuci dan setelah di setrika ibu akan di beri upah sebesar 20 ribu setelah itu membuat gorengan untuk di jual keliling setiap sore. Rere tidak pernah mengeluh bahkan menangis di depan ibu, sekolah selalu berjalan kaki berangkat dan pulang, uang di berikan ibu selalu di simpan, jika sudah banyak di gunakan untuk keperluan sekolah atau membantu ibu jika membutuhkan uang mendesak.


Tanpa terasa ibu menangis dan memeluk Rere yang sedang tidur tanpa mengucapkan satu kata pun Rere terbangun dan membalas pelukan sang ibu. meski hati nya sedih tapi Rere tidak pernah menunjukan itu kepada sang ibu, kesedihan nya selalu dia pendam hanya untuk diri nya saja. Rere tahu kemana arah kesedihan sangat ibu ini, pasti karena status yang sampai detik ini belum menikah.


Sering Ibu bersikap seperti itu setelah mendengar gunjingan dan celaan dari tetangga tentang Rere.


Dan kali ini Rere yakin itu juga yang membuat ibu rindu dan meminta Arsyila mengirim pesan supaya Rere pulang.


Rere tersenyum dan mengusap air mata yang menempel di pipi ibu yang meskipun kulit sudah menampakan usia yang sudah tidak muda lagi tapi Ibu masih terlihat cantik.


"Kapan Menikah neng, umur kamu sudah lebih dari 30 tahun, tetangga banyak yang menyebut kamu perawan tua neng, tunggu apa lagi, ibu mau lihat kamu menikah"


"iya bu, pasti nikah. ibu harus sabar menikah itu bukan untuk becanda atau berburu dengan usia. Walaupun telat menikah tapi harus tetap bahagia. Bukan cepat tapi Tepat bu" sambil mencium pipi ibu dan tersenyum.


"ibu khuatir saat kamu menikah ibu sudah tidak ada di dunia, ibu takut tidak bisa melihat kamu menikah neng, menikahlah neng kemarin ibu lihat bu Euis tetangga desa, dulu saat muda selalu menolak pria yang ingin menikahi nya dan sekarang dia belum menikah sampai rambut tumbuh uban, dia sudah rentan tapi ALLAH memberikan umur panjang dan bu Euis hidup dari sumbangan tetangga dan bantuan pemerintah " tangis ibu sambil memeluk Rere.


Rere mengerti dan membiarkan ibu mengeluarkan apa yang di rasakan dan di inginkan hatinya.


...****************...


Rere andai kamu tahu sebenarnya hari dimana aku ingin menjemput mu pulang adalah hari aku ingin melamar mu dan mengajak mu menikah apalagi dengan usia kita yang sudah sama-sama dewasa.


Pikiran geri berkata dan kembali mengingat kejadian yang membuat nya sedih dan hancur. Geri tahu renia tidak pernah membawa pria datang ke apartemen dan juga ke rumah orang tua di kampung walaupun itu geri. yang terjadi geri selalu memaksa dan dengan berani datang ke apartemen dan selalu kena omel Rere.


Tapi malam itu Geri melihat Rere tersenyum manis dan mengantarkan seorang pria sampai ke parkir dan menunggu mobil pria itu sampai ke jalan ibu kota. dan selama tiga hari diam-diam Geri memata-matai Rere dengan datang ke apartemen Rere sebelum pergi bekerja dan saat Rere pulang dari kantor, Geri diam - diam menemui rere baik di apartemen atau kantor.


Dan di luar dugaan Geri melihat seorang pria datang menjemput wanita pujaan nya itu. ternyata Rere tidak membawa mobil karena pria itu menjemput Rere setiap hari dan yang membuat nya marah dan sedih Rere menerima bouquet bunga yang di berikan pria itu dengan senyum yang sangat manis sehingga kecantikan Rere nampak terlihat.


Geri sengaja cuti 1 minggu dari tempat nya bekerja berniat ingin menyatakan keseriusan nya dan mengajak menikah lalu setiap hari mengantar jemput Rere ke kantor setelah menyatakan perasaan nya dan tepat hari sabtu Geri akan datang ke rumah orang tua Rere di kampung .


Geri tahu Rere menghubungi nya tapi dia tidak ingin mengangkat dan membiarkan hp nya berdering cukup lama. Geri sejak malam itu mengurung diri di dalam kamar keluar hanya untuk mengisi perut lalu kembali ke kamar nya hanya melamun memikirkan Rere dan nasib percintaan nya.

__ADS_1


Geri merasa sangat terluka dan kalah sebelum bersaing saat tahu ternyata pria yang menjadi saingan nya itu adalah seorang enterpreneur sukses, Seorang CEO perusahaan besar yang terkenal, dia tahu pria itu karena photo nya terpampang di majalah bisnis yang pernah geri baca dan wajah nya muncul di program bisnis di TV.


"Rere gw nunggu lu dan doa ku yang paling serius adalaha menikah dengan mu"


Geri berdiri di balkon kamar dan menatap langit senja mengingat awal pertemuan nya dengan Rere setelah mereka berpisah 10 tahun.


Wanita yang sangat di cintai setelah ibu yang melahirkan nya. Geri bermimpi suatu saat mereka menikah dan membesarkan anak mereka bersama-sama. Dan menua bersama.


Apakah ini menjadi hal yang sulit Tuhan.


Geri masih menatap langit senja yang berwarna merah seakan mengerti kesedihannya saat ini. Berulang kali geri menatap photo Rere yang ada di galeri hp milik nya, geri tersenyum mata nya berkaca-kaca lalu menatap langit senja kembali.


Flashback


Geri menyukai Rere sejak usia remaja, dia mengenal Rere, mereka berdua bersekolah di sekolah yang sama, rasa sayang berbeda yang geri rasakan tumbuh saat usia geri 14 tahun dan Rere berusia 13 tahun. ingin rasa nya geri menyatakan perasaan suka nya itu tapi dia malu dan merasa masih kecil.


Selama 1 tahun geri mulai menunjukkan perhatian lebih dari biasa nya. Saat ulang tahun Rere Geri ingin mengutarakan perasaan yang ada di hati, sudah mempersiapkan kata-kata romantis dan hadiah kecil untuk sang pujaan. Cinta Remaja Geri adalah Rere.


Akan tetapi saat akan mengutarakan isi hati nya, Rere memotong ucapan geri dan tersenyum manis lalu memperlihatkan sebuah cincin yang ada di jari manis.


"tebak ini dari siapa"


Sekilas Rere memanyunkan bibir nya dan cemberut.


"Bukan Geri, ini dari Aditya. Dia nembak gw tadi"


lalu senyum manis dengan ekspresi malu-malu.


"Apa, Terus lu Terima"


Rere hanya menggangguk sebagai tanda jawaban untuk sahabat nya Geri dan menutup wajah nya dengan kedua tangan. Sontak Geri kaget seperti di sambar petir. Dia meminta bertemu Rere di taman kota karena ingin mengatakan cinta tapi nyata nya wanita yang di cintai Geri sudah menerima cinta pria lain. tangan mengepal dan raut wajah nya berubah sedih.


"lu, kenapa geri"


"ga, gw mendadak pusing, gw mau pulang ya Rere"


"lah lu ngapain ngajak gw kemari"

__ADS_1


"Tadi nya gw mau ajak lu jalan-jalan tapi lu lama datang nya telat mulu sih lu, sampai kepala gw pusing nungguin lu" ketus Geri


"Ya, udah ok lagian telat cuma 10 menit aja masa bikin kepala lu pusing"


Rere dan Geri pulang kerumah masing-masing, tentu saja geri patah hati karena tidak sesuai rencana yang dia rancang dan untuk Rere tentu saja dia bahagia dengan batal nya acara dengan geri itu akan membuat nya senang karena bisa menghabiskan waktu dengan pujaan hati nya siapa lagi kalo bukan Aditya.


Sesampai nya di Rumah, Aditya bukan mengajak jalan tapi malah pamit karena di ajak mama nya yang aditya sendiri belum tahu akan kemana, Aditya hanya berkata dia akan pulang dan mengajak rere menghabiskan waktu seperti pasangan muda lain nya jalan ke mall atau pergi ke pantai menggunakan motor kesayangan aditya.


Flasback Selesai


"Neng, Makan dulu yuk ibu sudah memasak tongseng cumi kesukaan kamu, hayu sini neng"


"iya ma" jawab Rere singkat.


"kapan kamu mau balik lagi ke Jakarta re, hari ini atau besok"


"iya besok dong ma, kalo hari ini Rere masih capek, baru juga datang. masa mau pergi lagi"


"begitu, ya udah besok sore aja pulang nya neng jangan pagi, nanti mama masakin banyak makanan untuk kamu bawa ke apartemen"


"ya mama"


Setelah makan Rere kembali ke kamar untuk rebahan dan ada panggilan masuk ke HP. Rere langsung mengambil hp lalu mengangkat panggilan itu.


"kenapa lu tlp gw kangen ya, nelponin terus. Sorry ga ke angkat gw sibuk cantik"


"yeeeee,,, pd banget sih lu. tapi ya emang kangen sih. abis nya lu main pergi aja malam itu gw ga enak di tambah susah banget di hubungi, udah pasti lu marah ke gw karena lu main pulang aja, ya kan. lu kan dari dulu emang nyebelin dan suka ngambek" ujar rere.


"alah bilang aja lu kangen sama gw dan takut kehilangan gw. ya kan ngaku aja deh lu, sekarang gw ke apartemen lu ya re gw laper"


"terserah lu aja. sekarang gw lagi di rumah nyokap gw, dan jangan ke apartemen gw"


"gw nyusul ke sana ya" Geri berkata sambil tersenyum penuh arti.


"ga usah ngapain coba" kita ketemu di jakarta aja besok, udah dulu ya gw ada perlu" tanpa persetujuan dari Geri tlp langsung di tutup.


"ihhhh,,, malah di tutup dasar Rere"

__ADS_1


Setelah berpikir dan mengenang masa lalu geri memutuskan untuk menghubungi Rere karena dia sangat menyayangi Rere dan takut kehilangan Rere kembali, Geri akan berjuang demi cinta nya. Dan siapapun nanti yang akan di pilih Rere, Geri akan mencoba menerima nya.


__ADS_2