Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 78 Perjanjian


__ADS_3

Suara seseorang berjalan kearah ruangan VVIP rumah sakit dan terdengar pintu terbuka, Riki melangkahkan kakinya kedalam ruangan VVIP tersebut untuk menemui bos besarnya yang sedang sakit sesuai permintaan Lisna dalam panggilan telpon tadi.


"Riki kapan saya pulang tanyakan kepada dokter Willy saya sudah membaik dan jangan menyandera saya disini, saya lelah dan jenuh berada di tempat ini, saya ingin pulang karena merindukan cucu dan suasana rumah" ucap Aries.


"Menunggu pemeriksaan Dokter hari ini Pak Aries" balas Riki.


"Baiklah dan kamu selidiki Hans, apa yang dia lakukan dibelakang putri saya" Riki hanya bisa menganggukan kepala.


"Apa yang terjadi dengan Ayu dan Hans Mas" Lisna nampak terkejut dengan perkataan suaminya.


"Kita akan mengetahuinya nanti" Aries menatap Lisna dengan tatapan dingin membuat istrinya hanya diam.


"Baik Pak Aries ada lagi" jawab Riki


"Apa Aditya sudah mulai kekantor hari ini"


Tanya Aries membuat Lisna menoleh kearah suaminya, dia harus bisa menahan amarahnya supaya tidak diceraikan.


"Semalam Pak Aditya memberitahukan bahwa dia akan pergi ke kantor hari ini" balas Riki


"Katakan kepada Aditya untuk beristirahat hari ini jangan dulu kekantor saya tidak ingin dia beristirahat dahulu" sahut Aries.


"Baik Pak Aries"


Riki meminta ijin untuk meninggalkan ruangan VVIP untuk menelpon Aditya menyampaikan pesan Aries.


"Hallo ya kenapa Riki" sahut Aditya dari ujung telpon sana.


"Pak saya ingin menyampaikan pesan Pak Aries yang melarang Pak Aditya untuk pergi kekantor terlebih dahulu karena Pak Aditya butuh Bedrest" ungkap Riki.


"Jangan mencemaskan saya. Katakan pada Papi saya Baik-baik saja dan jangan khuatir dan sore ini ke rumah sakit untuk bertemu Papi. Setelah Pulang dari kantor" balas Aditya.


"Dan kamu sebaiknya istirahat dirumah karena pasti kamu butuh itu setelah kami merepotkan dan juga membuat lelah dengan banyaknya masalah akhir-akhir ini saya akan menelpon bagian personalia perusahaan dan juga Papi agar memperbolehkan kamu pulang untuk hari ini" tambah Aditya.


"Pak Aditya jangan memikirkan hal itu, saya Baik-baik saja dan hari ini saya juga akan pergi kekantor jika Pak Aditya bekerja" Balas Riki terlihat tersenyum karena masalah sahabat yang juga atasannya terselesaikan satu persatu.


"Baiklah kita bertemu diruangan saya, karena saya juga butuh bicara dengan kamu Riki" sahut Aditya.


"Baiklah Pak Adit, saya akan kembali keruangan VVIP untuk menyampaikan kepada Pak Aries jika Pak Aditya pergi bekerja hari ini" ucapnya


"ok" Panggilan telpon dimatikan oleh Aditya.


Riki melangkahkan kaki menuju ruangan dimana Aries berada dan mengetuk pintu dari arah ruangan VVIP terlihat Lisna membuka pintu dan mempersilahkan masuk.


"Ada apa Riki" Aries barkata menatap anak dari almarhum asistennya dulu.


"Pak Aditya hari ini akan pergi ke kantor dan saya ijin untuk pergi kekantor juga" ucap Riki.


"Apa Aditya sudah benar-benar sehat" sahut Aries.


"Pak Aditya akan mengunjungi Pak Aries sore ini dan mengatakan Pak Adit sudah membaik dan menyampaikan pesan Pak Aries jangan mencemaskan keadaannya" balas Riki.


"Baiklah Riki, dampingi selalu Aditya seperti Ayahmu dulu dia selalu bersama Saya. Ayahmu adalah sahabat yang paling setia semoga ALLAH memberikan tempat terbaik disisinya" balas Aries yang mengingat sahabat terbaiknya yang sudah berpulang.


"Amin.Terima Kasih Pak Aries dan saya berjanji akan selalu bersama Putra dan Putri Pak Aries akan selalu menjaga mereka" sahut Riki.


"Terima Kasih Nak, Kamu juga sudah saya anggap seperti Putra saya yang kedua jangan pernah sungkan terhadap kami berdua" Ucap Aries sambil menoleh kearah Lisna dan istrinya itu tampak tersenyum.


"Itu benar Riki, oh... ya kamu tidak pernah mengenalkan seseorang kepada kami. Apa kamu tidak memiliki kekasih Riki" ucap Lisna yang membuat Riki menoleh kearahnya.


"Saya belum memiliki kekasih Nyonya" ucap Riki.

__ADS_1


"Mulai sekarang jangan panggil saya Nyonya atau Bu Lisna cukup panggil Mami" ucap Lisna terlihat tersenyum kepada Riki.


Riki hanya diam dan berpikir sedikit aneh dengan ucapan Lisna mengapa ibu dari wanita yang dia cintai berkata seperti itu kepadanya. Padahal selama ini Lisna sangat dingin dan berjarak kepadanya. Memang tidak seperti kepada Aditya yang terlihat manis saat Aries ada didekatnya dan akan menjadi sangat menyebalkan saat suaminya tidak bersama dirinya.


Tapi kepada Riki, Lisna memang tidak menunjukan permusuhan tapi sikap dingin dan membuat jarak terhadapnya dan sang ayah dulu membuat Riki segan kepada Lisna.


Karena itu pula dulu dirinya tidak memperjuangkan cintanya kepada Ayu yang menurutnya Ayahnya seperti Bintang di atas langit sehingga Riki tidak dapat menggapai cinta Ayu.


"Ya sudah pergilah kekantor Aditya sudah menunggumu disana" ucap Lisna yang mengetahui rasa canggung Riki kepadanya.


"Baiklah Nyonya... Maksud saya Mami. Pak Aries saya berangkat kerja terlebih dahulu" ucapnya dan melangkah untuk mencium punggung tangan Aries dan Lisna.


"Hati-Hati di jalan nak" ucap Aries dan dibalas anggukan.


Setelahnya Riki melangkahkan kaki kearah pintu dan menutup kembali pintu ruangan itu dan berjalan kearah mobil untuk segera kekantor untuk menemui Aditya yang hari ini sudah mulai bekerja.


Sementara Lisna melangkah kearah Aries dirinya memeluk suami dengan penuh cinta dan sesekali menciun pipi suaminya, Aries hanya diam diperlakukan seperti itu meski hatinya sangat bersedih dan meronta apalagi mengingat Sherly yang telah tiada, Dia penyebabnya dan setiap perlakuan Lisna seperti ini, hatinya merasa selalu mengkhianati Sherly.


Tapi Aries sudah bertekat akan berdamai dengan masa lalunya dan hidupnya sekarang. Aries akan memberikan kesempatan untuk Lisna memiliki tubuh dia sepenuhnya.


Lisna adalah istrinya dan dia berhak mendapatkan dirinya meski tidak akan mendapatkan hatinya mungkin dengan seperti ini Putranya tidak akan mendapatkan perlakukan buruk dari Lisna. Sementara Lisna tersenyum bahagian dengan raut wajah yang sulit diartikan.


...****************...


Sementara Aditya berjalan kearah Lift yang ada didalam rumah milik ayahnya itu, dan saat keluar Lift dia bertemu dengan Jimmy dan meminta Aditya menepati Janjinya untuk mengantarkan keapartemen Rere. Tentu saja senyum mengembang karena ada alasan untuk menemui rere dan keluarganya. Jelas Aditya tidak menolak dan langsung menggendong keponakannya itu.


Ayu memanggil untuk makan pagi dan memandikan Jimmy terlebih dahulu tapi diabaikan oleh Aditya. tentu saja selain akan memakan waktu juga karena keadaan Jimmy ini akan menjadikan alasan untuk memasuki kediaman Rere.


"Sudahlah Ayu kakak sangat terlambat hari ini, Jimmy akan mandi dan makan disana" ucap Aditya melangkah panjang dan membawa mobil sport miliknya tanpa supir dan membuka pintu depan untuk Jimmy


"Tapi Kak, Jimmy akan merepotkan Renia nantinya" sahut Ayu.


"Dia calon kakak iparmu jadi biasakan untuk tidak sungkan dengannya" balas Aditya masuk kedalam mobil dan menggunakan kacamata hitam miliknya.


Sementara Jimmy tersenyum bahagia dan memeluk Aditya yang selalu menuruti apa keinginannya jika sedang bersamanya.


Kendaraan Mobil Sport milik Aditya melaju sedikit kencang dijalan ibukota, dan dengan waktu Dua Puluh Menit mereka sampai didepan bangunan Apartemen Renia dan Aditya segara memarkirkan mobilnya lalu melakukan sambungan telpon tidak membutuhkan waktu lama, Rere mengangkat panggilan milik Aditya


"Sayang, Mas ada di Parkiran mas naik apa Renia turun, disini Mas bawa Jimmy dia menangis ingin diantarkan keapartemen, sayang dan Jimmy belum mandi juga sarapan. Pasti akan merepotkan Sayang nantinya, Ini bagaimana" ucap Aditya langsung pada intinya dan tersenyum manis.


"Jimmy kesini Mas Adit, ya sudah Rere turun atau Mas Naik terserah Mas saja" balas Rere.


"Mas Naik boleh ya" balas Aditya dengan senyum mengembangnya.


"Baiklah Mas Rere tunggu di sini ya" sahut Rere.


"Baiklah Sayangku" ucap Aditya


Segera menutup panggilan telponnya dan membuka pintu mobil sport dan juga membawa Jimmy dalam gendongannya lalu mengunci mobil.


Setelahnya dia melangkahkan kaki menuju keLift yang akan membawa dia menemui pujaannya yang membuat tidurnya tidak nyaman karena selalu menantikan hari ini.


"Siapa Rere" ucap Ibu Inah.


"Mas Aditya Bu" sahut Rere


Nampak sibuk membereskan meja makan dan juga merapihkan kursi tamu kemudian merapihkan hijab dan juga baju yang dia kenakan.


Tentu apa yang dilakukan Rere membuat ibu inah dan Tya tersenyum, Rere tidak pernah seperi itu, wanita yan cuek sekarang terlihat sibuk dengan apa yang dia kenakan.


"Sudah Cantik anak ibu" ucap Ibu Heni tersenyum menatap Putri Cantiknya.

__ADS_1


"Bibi ada yang ngapelin pagi-pagi Dion" ucap Tya menatap Rere lalu Dion dan keponakannya itu tertawa seperti mengerti apa yang diucapkan ibunya.


"Ibu... Teteh apa sih" Rere nampak malu dan wajahnya nampak merona


"Bibi Genit... ihhhh pacarnya mau datang menjemput pantes pagi-pagi sudah mandi" ucap Dion, Rere nampak cemberut dengan godaa keluarganya.


Suara ketukan pintu terdengar dan Rere bergegas untuk membuka pintu apartemennya dan mendapati Aditya sedang menggendong Jimmy dan tersenyum kearahnya. Rere mengulurkan tangannya untuk mengambil alih gendongan Jimmy dan Aditya memindahkan Jimmy keRere.


"Jimmy minta mandi disini sayang" ucap Aditya cuek.


"Boleh tidak Jimmy mandi dirumah Mama" Jimmy membenarkan.


"Boleh Sayang" Rere mencium dan memeluk Jimmy dan mempersilahkan Aditya masuk.


"Dion ada temannya nih sayang" Teriak Rere dan Lengan Jimmy melingkar dileher Rere.


Aditya menatap dengan senyum melihat kedekatan wanita yang dia cintai dan juga keponakannya itu. Aditya berharap Rere akan menerima Putranya yang bersama Sisilia jika hasilnya demikian.


"Maaf Bu inah dan teh Tya kami jadi merepotkan, Saya membawa Jimmy karena meminta datang kemari padahal belum mandi"


Aditya memulai percakapan setelah mencium punggung tangan Bu Inah juga Tya dan dipersilahkan duduk bergabung dimeja makan.


Aditya sudah menolak tapi tetap Bu Inah memaksa. Dirinya memang belum sarapan pagi tapi tidak ada niatan makan dirumah Rere, Dirinya hanya ingin menemui kekasihnya saja.


Karena Rere juga memaksa akhirnya Aditya menurut juga. Setelah mereka selesai makan Bu Inah membawakan bekal makan siang untuk Aditya, Walaupun Aditya menolak tapi Bu inah tetap memberikan bekal makan siang ditangan Aditya.


Hati merasa tidak enak karena tujuannya hanya bertemu dan melihat Rere untuk melepaskan rindu justru mendapat perlakuan baik ini. Aditya sangat mengenal ibu dari wanita yang menepati hatinya dan berpikir calon mertuanya itu tidak pernah berubah tetap wanita baik hati dan perhatian.


Aditya berpamitan dan berucap kepada Jimmy agar tidak nakal dan merepotkan keluarga Renia dan memberikan kartu berwarna hitam Kepada Renia juga Jimmy.


Renia bingung kenapa dia diberikan kartu itu yang sudah tahu limit dari kartu yang Aditya berikan kepadanya. Rere menolak tapi Aditya tidak menanggapi malah dia pergi meninggalkan apartemen milik Rere.


"Mama Tolong simpan kartu punya Jimmy" ucap Jimmy kepada Rere.


"ya sudah, sebelum main nanti mandi dulu ya" perintah Rere dan dibalas anggukan kepala Jimmy.


Rere menyuruh Jimmy mandi sendiri didalam kamar mandi dan memberikan handuk dan baju yang telah mereka beli saat pergi kemall saat itu. Riki berucap Jika baju yang dibelikan untuk Jimmy agar disimpan diapartemen Rere karena jika Jimmy menginap ada Pakaian untuknya


...****************...


Mobil Sport Aditya sudah sampai diLobby. Aditya membuka pintu dan memberikan kunci kepada petugas gedung Tower milik perusahaan Erlangga.


Aditya melangkahkan kaki menuju tempat kerjanya berada. Karyawan yang bekerja menyapa dan memandang CEO yang bekerja hari ini, meski Mereka mengetahui jika atasannya sudah keluar tapi tidak menyangka pagi ini dia masuk.


Meski begitu banyak juga karyawan perusahaan Erlangga yang mengenal karakter Aditya yang memang tipe pekerja keras yang tidak ingin berdiam diri sebab itu kemungkinan Bos mereka memutuskan untuk masuk walaupun sore kemarin baru keluar dari rumah sakit.


Aditya tidak peduli dengan tatapan para karyawannya dan Langkah Panjang Aditya menuju Lift khusus. Pintu Lift tertutup dan Aditya mengambil handphone miliknya dan mengirimkan pesan kepada Rere jika dirinya sudah sampai di kantor dan Rere pun membalasnya dengan memberikan semangat untuk bekerja dan Rere mengatakan dirinya beserta dua keponakan akan kebutik untuk ikut Rere bekerja dibutik selama dirinya cuti.


Aditya membuka pintu ruangan CEO dan mendapati Riki berada diruanguan dan memberikan selamat datang kembali diruangan pimpinan. Riki memberikan laporan tentang pekerjaan, untuk lainnya akan di bicarakan.


Aditya hanya ingin fokus membahas pekerjaan dan apa saja yang terlewatkan olehnya selama dirinya absen dari perusahaan.


"Besok adakan rapat darurat dan undang seluruh pemegang saham juga Komisaris, dan seluruh manager Devisi" ucap Aditya dengan mata tetap berada didepan komputer.


Setelah lama bekerja Aditya menatap jam tangan yang menunjukan waktu istirahat yang akan dirinya pergunakan untuk bertemu dengan Sisilia.


Setelah Dua Puluh menit sampai Dengan langkah cepat Aditya menuju ruangan Sisilia tanpa mengetuk pintu Aditya masuk begitu saja. Dirinya Tahu jika diruangan kerja Sisilia sendiri.


"Sayang akhirnya kamu datang juga" Sisilia melangkah menemui Aditya dan ingin mencium tapi Aditya menolak.


"Katakan dimana anak itu" ucap Aditya dengan tatapan tegas dan menusuk.

__ADS_1


"Baik, Saya akan memberitahu asal ikuti perjanjian yang akan saya buat" Sisilia tersenyum dengan tatapan yang sulit dipahami lalu Sisilia memeluk Aditya yang hanya diam saja.


"Lepaskan Saya Sisilia"


__ADS_2