
"Saya seorang wanita Mas... Meskipun belum menjadi seorang ibu tapi saya bisa merasakan kesedihan Sisillia yang jauh dari putranya"
"Dia menitipkan Zayn ke panti asuhan dan memilih mengejar cinta saya dan kamu bilang dia merasakan kesedihan. itu omong kosong sayang. Dia bukan kamu. Kamu tidak mengenal dia. Dia hanya mencintai dirinya sendiri. Sisillia melahirkan Zayn bukan karena mencintai anaknya tapi ingin menjadikan Zayn alat memisahkan kita dan mengikat saya agar selalu bersamanya. Percayalah Sayang dia sudah terbiasa tanpa Zayn. Saya lebih tenang anak saya dirawat oleh kamu dan keluarga kamu bukan mami kandungnya"
"Ya sudah lebih baik kita berdoa demi kesembuhan anak kita mas"
Rere menghentikan perdebatan dengan suaminya sambil tersenyum dan Aditya mencium kepala Rere.
Tanpa terasa langkah mereka sudah sampai di ruangan ICU. Arsyila menghampiri Rere dan menarik tangan kakaknya dan Aditya hanya menatap keduanya yang berlalu.
"Ada apa Arsyila" Tanya Rere yang cemas dengan apa yang dilakukan oleh Adiknya itu.
Arsyila menceritakan apa yang terjadi dengan rasa takut menanyakan bagaimana jika Zayn meninggal dan Aditya bisa menuntut Dion keponakan dan juga keluarganya . Arsyila takut dan meneteskan air mata. Lalu Rere menenangkan adiknya supaya tidak memikirkan hal yang buruk.
Sedangkan Aditya bertanya keadaan putranya dengan raut wajah panik dan cemas kepada Rafli dan Ali. Keduanya menjelaskan dan disini Ali meminta maaf atas nama keponakannya
"Aditya... Dion benar-benar tidak tahu jika apa yang dilakukannya akan membahayakan dan mendapatkan dampak seperti ini. Ini hanya keributan anak kecil. Maafkan keluarga kami" Ucap Ali dengan sepenuh hati.
Aditya terdiam dan hanya mengusap wajahnya pelan dan menaruh tangannya di keningnya merasa menyesal karena kejadian ini juga salahnya yang tidak bisa mengontrol diri saat siang tadi dan meninggalkan anaknya sendiri.
"Mas... " Aditya menatap Rere yang berlari kedalam pelukan Aditya.
"Semoga Zayn baik-baik saja ya dan jangan marah dengan Dion pasti dia tidak tahu jika Zayn mengidap kelainan di jantungnya. Dia mendorong tidak sengaja"
"Tenanglah sayang... kita berdoa kepada Allah. Mas tidak marah dengan Dion"
Arsyila juga meminta maaf karena tidak bisa menjaga keduanya tadi. Aditya hanya menganggukan kepala.
"Saya mengerti ini hanya pertengkaran anak kecil dan semoga Zayn baik-baik saja" Sahut Aditya.
__ADS_1
"Amin" jawab Rere dan Arsyila.
Tya menghubungi Rafli yang berada di rumah sakit dan menanyakan keadaan Zayn. Tya sangat mencemaskan keponakan sambungnya itu karena dia tidak ingin terjadi apapun dengan Zayn dan akan berdampak kepada Putranya juga.
...****************...
Sementara Ria yang menemani Ayu dan Riki meminta ijin untuk pulang karena ini sudah sangat larut malam dan besok dirinya harus bekerja sudah beberapa hari tidak masuk ke kantor.
Ayu mengucapkan Terima kasih kepada mantan kekasih dari Papinya itu dan mereka berpelukan. Ria mencoba memberikan kekuatan dan semangat agar putri dari mantan kekasihnya itu bisa menerima kenyataan hidup dan berdamai juga bisa kembali ceria dan hubungannya kembali membaik dengan kakak tirinya.
"Nak, Bukan Tante ingin menggurui atau memperngaruhi kamu tapi percayalah Papi kamu pasti akan sangat sedih jika putra dan putrinya berselisih dan tidak bisa berdamai. Aries akan sangat kecewa. kamu tahu nak, kenapa papi kamu mempertahankan pernikahannya walaupun tanpa cinta itu hanya demi kamu, Aries mengorbankan cinta dan hatinya hanya demi Ayu tetap memiliki orang tua yang untuh. Bahkan selama ini tante yakin papi kamu sangat menderita dengan keadaan yang terjadi dengan Aditya dan juga Sherly lalu merasa bersalah dengan kamu dan mami kamu juga"
"cukup tante saya tidak ingin membicarakan ini lagi"
"ya sudah baiklah maafkan tante, lebih baik kamu istirahat dan tante pulang. besok tante akan kembali lagi ok" Ayu mengangguk dan saat Riki ingin mengantarkan Ria.
Mantan kekasih Aries itu menolak dan meminta ijin untuk segera pulang dan akan memesan taxi online dan Riki akan mengantarkan Ria sampai di depan lobby saat akan membuka pintu masuk Lisna dan pengacaranya yang bernama Wisnu datang membuat semua yang berada di ruangan menatap ke arah lisna dengan terkejut.
"Mami... Mami sudah kembali"
"Ayu... Putri Mami... Maafkan mami sudah meninggalkan kamu sendiri di rumah sakit ini"
Ria yang tadinya ingin keluar dia memgurungkan niatnya jadi dirinya hanya memandang Riki dan yang di pandang hanya menganggukan kepala. Ria terdiam didekat Riki. Kemudian Wisnu mendekati Ayu dan menyampaikan rasa empati dan duka yang mendalam atas kondisi situasi yang sedang di alami oleh keluarga Erlangga.
"Pak Wisnu tolong sampaikan ucapan Terima kasih saya kepada Aditya yang telah memaafkan dan membebaskan saya dari masalah ini juga kapada Pak Wisnu dan Pak Rafli yang telah membantu saya menyelesaikan kasus ini"
"Itu sudah tugas kami sebagai pengacara keluarga Erlangga yang memang harus membantu dan nanti saya akan sampaikan kepada tuan Aditya apa yang disampaikan bu lisna. Saya juga ingin menyampaikan pesan dari Tuan Aditya yang mana dirinya ingin menyerahkan kepemimpinan Perusahaan Erlangga kepada Ayu dan tuan Aditya ingin mundur dari CEO Erlangga Group. Senin depan pak Aditya akan memberikan surat pengunduran diri pada RUPS"
"kenapa Aditya ingin menyerahkan perusahaan kepada Ayu sedangkan dirinya diberi amanat oleh Mas Aries untuk mengurus perusahaan keluarganya dan Keadaan putri saya juga sedang sakit" Lisna menoleh kearah Riki.
__ADS_1
"Saya sudah tidak ingin mempermasalahkan siapa yang akan menjalankan perusahaan Erlangga group, Saya tidak ada lagi keinginan untuk merampas hak Aditya sebagai putra Mas Aries. Saya hanya ingin meminta Aditya menjaga Ayu itu saja dan Riki bisa bekerja bersama dengan Aditya seperti sebelumnya untuk menjalankan bisnis Mas Aries. Jika Aditya meninggalkan perusahaan. Maka mendiang Mas Aries akan tambah membenci saya dan saya khuatir keadaan perusahaan tambah tidak stabil. Riki Nak bicarakan ini dengan Aditya. Dia tidak ingin bertemu dengan Mami. Saya akan memberikan surat kuasa untuk Aditya memimpin perusahaan bersama Riki" sambungnya.
"Mami... Apa mami tidak membenci kakak lagi" Tanya Ayu dan Lisna menggelengkan kepala.
"Kamu dan Aditya adalah anak dari Mas Aries mami tidak akan membedakan kalian. Ini salah mami andaikan dulu mami menerima kakak kamu dan tidak memusuhi Aditya mungkin Mas Aries tidak semarah itu kepada mami dan andaikan mami dan opa tidak menyuruh seseorang untuk melakukan pelecehan kepada Sherly mungkin mami Aditya tidak akan bunuh diri dan papi kamu tidak akan terkena serangan jantung dan menghembuskan nafas karena kejujuran mami tentang fakta ini" Lisna menangis dan memohon maaf kepada Ayu karena melakukan kejahatan kepada kakak tirinya dan Sherly.
"Apa... Mami sedang berbohong kepada Ayu benarkan Mami"
"Tidak nak Mami melakukan kejahatan itu dan bukan hanya itu mami juga bekerja sama dengan Sisillia untuk memberikan obat yang berbahaya untuk Aditya agar dia depresi berat dan tidak bisa mengontrol diri jika sedang mengingat trauma kematian Sherly"
"Apa... Mami... apa itu yang membuat kakak membuat tuntutan kepada Mami. Banyak kejahatan yang mami lakukan kepada kak Aditya. Ayu kira mami hanya melakukan satu kesalahan. Kenapa mami sejahat itu kepada kak Aditya. Dan Apa mami bekerja sama dengan Sisilia dalam menyembunyikan Zayn" Lisna mengangguk dan menangis memohon maaf kepada Ayu.
"Mami Jahat... Ayu hari ini marah dengan kak Aditya karena memenjarakan mami tapi ternyata mami memang pantas mendapatkannya. Mami Kenapa mami melakukan itu, Ayu tidak ingin bertemu dengan mami lagi...Riki tolong bawa mami pulang dari sini. Saya sangat kecewa dengan Mami... Riki"
Ayu menangis histeris dan Riki mendekat untuk mengenangkan Ayu dengan memeluknya dan Ria menarik Lisna agar menahan diri dan memberikan waktu kepada Ayu untuk menerima keadaan yang sangat menyakitkan Putrinya.
Ria mengajak dirinya untuk meninggalkan ruangan Ayu dan Wisnu juga mengikuti Lisna dan Ayu. Riki mencium dan meminta Ayu tenang dengan terus memeluk wanita yang dia cintai.
"Saya malu dengan kak Aditya... Saya jahat hari ini pasti kak Aditya sangat terluka makanya kak Aditya tidak mengunjungi Ayu hari ini"
"Kamu salah sayang. Pak Aditya sedang memeriksa Bu Renia yang hari ini keadaannya down kembali dan tuan muda Zayn yang dilarikan ke ruang ICU karena sakit"
"Apa... Riki saya ingin mendampingi kak Aditya, Dia butuh saya. Antarkan saya kesana saya mohon"
"Sayang tenangkan diri karena Keadaan kamu belum stabil. Tuan Aditya akan memahami ini, Percayalah"
Sementara di luar Ria mencoba menenangkan Ria yang terus menangis dan merasa bersalah atas apa yang dirinya lakukan. Ria mencoba menguatkan Lisna dan menghilangkan rasa kesalnya kepada istri dari mantan kekasihnya itu yang pernah menampar dirinya. Dengan rasa bersalah Lisna mengatakan dengan sepenuh hati kepada Ria
"Nyonya Ria saya juga meminta maaf atas apa yang pernah saya lakukan kepada anda dan Terima kasih sudah mendampingi anak dan menantu saya selama saya tidak ada di samping mereka"
__ADS_1
"Jangan pikirkan itu, Saya melakukan ini semua karena saya sudah berjanji dengan Mas Aries akan mendampingi anak-anaknya"