Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 29 Fakta Yang Terungkap


__ADS_3

"Maaf saya panggil siapa mba Diah atau mba Ayu" tanya Rere canggung.


"Ayu saja karena usia kita sama" sambil tersenyum kembali


"Baik jika begitu, eehhh...Ayu tahu saya di rumah sakit ini dari siapa"


Rere bertanya karena seingat nya tidak ada yang di beritahu tentang ini termasuk Riki yang sebelum nya bertanya dan juga sahabat nya Geri, Dina dan Cantika.


"Saya mencari tahu sebelum nya dan di bantu asisten Riki, dia yang mengantarkan saya kemari" ujar nya.


"oh ok" sahut Rere sambil tersenyum


"Apakah Bu Rere keberatan"


"Tidak, dan panggil Rere saja" jawab Rere mengingatkan sambil tersenyum


Mendengar itu Ayu lega dan dia akan menjelaskan apa yang Aditya alami dan meminta nya untuk menjenguk dan membantu agar keluarga Geri mau memaafkan dan mencabut permasalahan yang sedang bergulir saat ini.


"Bu Rere"


"Maksud saya Rere" memperbaiki ucapan nya.


"Aditya kakak ku mengalami prolonged grief Disorder yang mengakibatkan Depresi berat akibat kematian mama nya yaitu tante Sherly" Ayu mengawali cerita nya.


"Mama Sherly mengakhiri hidup nya... "


Rere terkejut dan menutup mulut menggunakan kedua tangan nya sangat tidak percaya, wanita cantik yang lembut dan penyayang melakukan hal seperti itu.


"Ya Rere, tante Sherly mengakhiri hidup nya 18 tahun lalu karena kecewa dengan Papi ku yang juga ternyata papi kandung Aditya" Ayu menunduk sejenak sebelum meneruskan cerita nya.


"Kakak ku menjadi saksi kematian mama nya dengan cara gantung diri, itu yang membuat nya Trauma cukup parah dan mengakibatkan prolonged grief Disorder bahkan trauma berkepanjangan sehingga kakak mengalami depresi berat. Selama ini dia tidak lepas dari obat penenang. Terkadang tidak dapat mengontrol emosi nya sendiri" Ayu mencoba menjelaskan.


"Dia kehilangan Keluarga nya dan juga kamu Rere, Papa yang dia kira papa kandung ternyata hanya papa sambung nya dan pergi setelah bercerai dengan tante Sherly tidak tahu kemana kami sudah mencari hanya untuk kak Aditya tapi tidak juga bertemu dan Papi membawa kakak pergi ke Amerika agar menjauhi kenangan tentang masa lalu bersama Tante Sherly dan suami nya juga kenangan bersama kamu tapi tidak ada hasil nya kakak ku masih hidup penuh kesedihan.


Meski tinggal di Amerika kak Aditya selalu mencari kabar dan keberadaan kamu dan papa sambung nya, selama 18 tahun sampai hari ini dia hanya mengingat mu dan berharap bertemu kembali dengan mu, maka dari itu sebagai adik aku datang memohon kepada kamu temui kakak ku dan bantu dia untuk keluar dari masa sulit nya" tambah nya dengan air mata yang mulai menetes.


Rere yang sedari tadi mendengarkan sangat kaget dan tentu saja syok. dia merasa sangat sedih dan mengingat kembali terakhir bertemu dengan Aditya tatapan sendu penuh harap seakan berkata jangan pergi.

__ADS_1


"Harapan kami hanya ingin melihat Kak Adit keluar dari masa sulit nya, kami sudah membawa kan pendamping psikiater untuk kakak tapi tidak banyak perubahan, dan laporan dari asisten Riki akhir-akhir ini kakak terlihat ceria dan itu karena bertemu dengan mu, bahkan pagi ini aku datang ke kantor dan apartemen tinggal kakak obat-obat kakak tidak lagi disentuh.


"Rere harapan Papi dan aku sebagai keluarga kak Adit, sekali lagi memohon bisa kah kamu mendampingi kakak ku, aku dengar jika kamu belum menikah"


Ayu menatap lekat Rere wanita yang amat di cintai kakak nya itu dan menatap nya sendu seakan memohon untuk diri nya agar tidak pergi karena kejadian yang menimpa kakak nya.


Ayu berharap Rere bisa mendampingi Aditya di masa sulit ini. Jika Rere pergi ayu takut kakak nya akan sangat terpuruk seperti saat melihat Mama Sherly mengakhiri hidup nya 18 tahun yang lalu.


Rere tidak berkata apapun dia hanya sedih dengan semua permasalahan yang datang di waktu yang sama, Keadaan sahabat nya Geri, Perceraian Tya saudara perempuan nya dan Berita yang tersebar tentang diri nya di tambah Fakta yang mengejutkan yang terkuak tentang Aditya kekasih di masa lalu nya yang tiap kali memandang nya selalu membuat diri nya berpikir keras ada apa dengan Aditya dan kesedihan apa yang tersimpan di mata nya.


Rere menutup mata nya lalu menangis sendu suara tangisan pilu menjadi pusat perhatian orang di sekitar nya dan wanita yang menjadi lawan bicara nya pun ikut menangis tanpa suara dan mengusap lengan Rere yang menjadi kekasih hati dari kakak nya mencoba menguatkan dan yakin Rere sangat sedih mendengar hal ini.


Mungkin ALLAH membuat ku tetap sendiri karena mas Aditya yang sangat menderita tanpa aku karena orang tua nya sudah pergi meninggalkan nya, ALLAH ingin aku mengetahui ini supaya bisa menghibur dan memberi nya kekuatan. ALLAH membuat aku menjadi perawan tua agar bisa bertemu dengan kamu mas dan bisa berdamai dengan keadaan ini takdir yang seakan membawaku jauh dari kebahagian. Aku harus menerima jalan hidup ku dan aku berharap kamu juga bisa berdamai dengan hidup mu, mas Adit.


Kamu sangat menderita harus nya aku tahu atau mencari tahu tapi aku sibuk dengan keadaan keluarga ku dan hidup ku yang juga tidak baik-baik saja setelah ayah ku pergi mas, maafkan aku mas Aditya harus kamu tahu aku juga selalu mengingat mu tidak sedikit pun aku melupakan kamu mas, dan Pertemuan pertama kita seharusnya lebih peka dan bisa membaca kesedihan yang ada di mata mu mas.


Rere bermonolog dalam hati dan pikiran sambil terus menangis dengan suara tangisan terdengar. Dan tak jauh dari sana terlihat Tya menatap sang adik yang sedang berbicara dengan teman nya.


Mungkin adik nya merasa sedih karena Aset yang berupa sawah hasil kerja keras nya selama ini di jual tanpa ijin oleh Tya dan keluarga nya. Itu yang ada dalam pikiran saudara perempuan rere. Air mata Tya mengalir lalu melangkah pergi dari cafe rumah sakit tempat ibu nya di rawat.


Tya ingin menjelaskan mengenai penjualan tanah sawah milik Rere tapi di urungkan karena melihat Rere menangis bersama teman nya di sana. Langkah kaki melangkah panjang menuju ke kamar rawat inap anggrek tempat Bu Inah di rawat.


Sedangkan Di suatu ruangan sempit yang pengap dan di penuhi Enam orang di tambah diri nya berada berhempitan, ruangan yang di kelilingi oleh besi dengan tembok sebagai pembatas.


Aditya berdiri menggunakan Kemeja putih dengan lengan yang di lipat dan tangan memegang pembatas besi untuk memisahkan satu ruangan dengan ruangan yang lain. Tatapan nya mengarah ke langit ruangan, dia memikirkan belahan jiwa nya yang menatap benci dan kecewa dengan apa yang dia lakukan kepada pria yang berada satu mobil dengan Rere.


"Renia... Sayangku" Mata nya memerah dengan tatapan sendu, semalaman Aditya tidak dapat menutup mata nya walau hanya sekejap, bukan memikirkan nasib atau posisi di perusahaan yang sedang di goyah oleh para pemegang saham tapi Aditya hanya diam memikirkan Rere, bagaimana jika Rere tidak menginginkan nya lagi dan lebih memilih pria itu.


"Pak Adit, ada kunjungan dari keluarga" panggil salah satu petugas yang menghampiri dan membuka pintu ruangan tahanan untuk Aditya keluar.


"Apakah Perempuan" Sontak Adit mengalihkan pandangan nya ke arah petugas, berharap pujaan nya datang untuk menjenguk. Aditya sangat merindukan mata indah wanita tercantik yang ada di hati dan pikiran nya itu.


"Bukan pak, seperti nya orang tua pak Adit" sahut petugas tersebut memberitahukan.


Tanpa membalas lagi Aditya melangkahkan kaki nya keluar ruangan sempit itu untuk menemui papi nya. Pintu pembatas antara ruangan tempat Adit berada dan ruangan besuk di buka di sana Adit melihat ayah nya mendongak menatap putra yang paling di sayang nya itu, bergegas Aries berdiri dan melangkahkan kaki nya agar dapat mendekat untuk memeluk putra yang sedang mengalami masalah besar itu.


Aries memeluk putra nya dan menangis meratapi dan menyesali apa yang dia lakukan terhadap Sherly dan anak nya waktu dulu, andai bisa di rubah maka dia memilih mengikhlaskan Sherly bahagia dengan Rian mungkin Putra nya tidak mengalami penderitaan hidup yang mengakibatkan depresi berat dan berada di tempat ini.

__ADS_1


Aries tidak dapat menggantikan tempat Rian di hati putra nya sebagai Ayah yang paling di cintai, walaupun memiliki darah yang sama tapi ada tembok besar yang membatasi diri nya dengan putra nya itu.


"Sudahlah kendalikan diri papi, Adit baik-baik saja di sini" lalu melepaskan pelukan papi Aries dan duduk di kursi besuk yang sudah di siapkan


"Nak, Maafkan Papi... " Aries masih berdiri dan menatap putra kesayangan nya itu. Adit hanya melirik sekilas lalu mengarahkan pandangan nya ke depan.


"Ayah janji akan menemukan Papa mu, nak sebelum papi tutup usia" ucap Aries.


Aditya menatap lekat sang Papi tanpa sepatah kata pun dan Aries pun menatap putra nya lalu melangkah untuk duduk berhadapan dengan sang putra.


"Papi akan menemui Renia dan mengembalikan hidup mu yang hancur karena papi" tambah nya dengan menatap sendu dan air mata masih mengalir di pipi pria paruh baya itu.


"Papi.... " ucapan nya terhenti lalu menunduk.


"iya... putra ku" Tangan nya menyentuh bahu putra nya lalu tersenyum di sela tangis nya.


"Renia membenciku seperti Papa Rian membenci Mama Sherly" lalu tangan nya meremas rambut nya sendiri dengan kasar dan memukul keras meja yang ada di sana dan kembali meremas rambut nya sendiri.


"Tenanglah nak, Renia akan menjenguk dan memaafkan mu nak, Papi akan membawa Renia kesini" Aries menghalangi Aditya untuk meremas kepalanya dan memeluk nya dengan air mata yang mengalir.


"Renia...... Renia...." Teriakan Aditya menjadi Histeris lalu petugas datang dan menghentikan aksi Aditya lalu meminta ijin kepada Aries untuk di bawa kembali ke ruangan nya.


"Tunggu sebentar pak" Aries mencegah petugas membawa putra nya "Beri saya waktu sedikit lagi, jangan kuatir anak saya baik-baik saja" tambahnya.


"Aditya putra ku Papi berjanji akan membawa renia kemari untuk menjenguk dan akan melamar Renia untuk mu nak, kamu sudah menemukan wanita yang sejak dulu kamu cintai, Papi tidak akan membuat mu kehilangan lagi cukup mama yang pergi nak, kamu percaya dengan papi. Setelah kasus kamu selesai papi akan temui orang tua Renia" Ucap Aries dengan menyentuh kedua bahu putra nya dengan ucapan yang sangat meyakinkan.


Aditya hanya diam dan melangkah keluar dari ruangan besuk lalu petugas membawa nya kembali keruangan yang sempit dan pengap itu, sesampainya di ruangan itu aditya melangkah untuk masuk dan bersandar ke dinding yang ada di ruangan lalu tubuh nya luruh kebawah dan menutup wajahnya dengan kedua lengan yang memeluk kedua kaki nya.


Rasa sakit dan ketakutan kehilangan seseorang dalam hidup nya membuat aditya menjadi emosional dan tidak dapat terkontrol, tubuh nya gemetar menahan amarah dan kesedihan nya.


"Lihat anak orang kaya itu, dia kenapa dari semalam aneh sekali seperti orang yang kehilangan kekasih nya" tanya salah satu penghuni ruangan yang sama dengan Adit.


"Mungkin istri nya selingkuh dan meninggalkan dia dengan pergi bersama pria lain lalu dia marah dan mengejar mereka lalu membunuh kedua nya maka dia menyesal berada di sini" jawab salah satu nya.


"Padahal anak orang kaya banyak uang kenapa menghancurkan masa depan hanya karena wanita murahan" ucap yang lain bersautan.


Dengan mengepalkan tangan aditya yang sedang menahan emosi pun semakin tidak tertahan, Ada dorongan dari dalam tubuh nya yang ingin memberikan pelajaran untuk mereka karena terlalu banyak bicara.

__ADS_1


Apalagi kata murahan yang di lontarkan penghuni ruangan yang sama dengan nya, menurut pemikiran aditya di tunjukan untuk Renia yang di anggap oleh banyak orang sebagai pemicu Aditya melakukan tindakan pemukulan kepada Geri.


__ADS_2