Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 99 Malam Indah


__ADS_3

Suara ketukan Pintu terdengar beberapa kali dan suara Zayn membangunkan dua pasang manusia yang tidak mengenakan Pakaian sehelai pun terlihat Sisillia memeluk Aditya.


Sinar Matahari menembus Kamar Pribadi Sisillia. Aditya merentangkan tangan nya untuk melemaskan otot-otot karena dirinya merasa kaku dan saat menoleh Sisillia masih tidur memeluk dirinya.


Pandangan Mata Aditya tertuju ke arah Suara pintu yang sedari tadi di ketuk oleh Zayn. Aditya mengguncang bahu Sisillia agar bangun dari tidurnya dan membuka pintu kamar.


"Bangunlah Sisil dan urus Kekacauan yang kamu buat dan jelaskan kepada Zayn tentang baju yang berserakan di ruang tamu. Anak mu pasti melihat nya"


Aditya berkata sambil beranjak dari tempat tidur nya akan tetapi tangan Sissillia melingkar di pinggan nya dan dagu di letakkan di bahu Aditya lalu dia mencium tekuk leher Adity dan berkata


"Malam yang indah Sayang, Semalam saya sudah mengirim pesan untuk membeli obat penunda kehamilan tapi kamu mengabaikan nya, semalam kita melakukannya penuh ga*rah" Sisillia tersenyum lalu mencium bahu Aditya.


"Lepaskan Saya Sisillia dan bereskan kekacauan ini dan jangan sampai kamu hamil kembali atau Saya akan sangat marah" Sahut Aditya dan melepas pelukan Sisillia.


"Baiklah sayang jangan khuatir semalam kamu tidak mengeluarkan di dalam dan hari ini saya akan membeli obat anti hamil agar memastikan semalam b*nih nya tidak tumbuh di sini tapi Sayang harus antar ya" Sisillia berkata sambil mengusap perutnya dan menatap Aditya yang berlalu begitu saja ke arah kamar mandi.


"Aaahhhh... "


Aditya memukul-mukul tembok kamar mandi dengan tubuhnya berada di bawah guyuran air shower dirinya merasa marah dan sedih di waktu yang bersamaan.


Sedangkan Sisillia hanya tersenyum mendapati Aditya yang masuk kedalam kamar mandi dengan raut wajah kesal meski dia tidak menoleh kearah Sisillia.


"Kamu Hanya Milik Saya dan juga Zayn tidak ada tempat untuk Renia di Hidup kamu Aditya"


Senyum Licik nampak di wajah Sisillia dan dirinya beranjak dari tempat tidur dan memakai Piyama Lain dan keluar dari kamar dan mendapati Zayn berdiri dengan cemberut dan melipat tangannya di perut.


"Kenapa dengan Anak Mami yang tampan ini ko pagi-pagi sudah manyun aja, sini Mami ingin Cium Zayn"


Sisillia mendekat dan menciumi pipi Zayn dengan rasa bahagia mengingat malam indah bersama Aditya dan yakin masa indah bersama Pria yang sangat di cintainya ini akan kembali dan bayangan tentang Rere akan hilang dengan di Terima nya Zayn oleh Aditya.


"Mami kenapa Banyak baju disini dan seperti nya ini baju Mami dan Papi" Ucap Zayn dengan Polosnya.


"Heemmm"


Sisillia hanya tersenyum dan memunguti Piyama yang tergeletak begitu saja.


"Sayang... Minta Papi untuk Jalan-Jalan ke taman bermain"


Sisillia membisikan di telinga Zayn dan Putra nya mengangguk dan tersenyum. Sisillia memeluk Putra nya dengan rasa bahagia.


Aditya keluar dari Kamar Sisillia sudah mengenakan Baju berkerah Putih dan Celana Jeans dengan Rambut nya yang masih basah.


"Sayang ingin di masakan apa hari ini" Ucap Sisillia yang kembali dari ruangan khusus untuk menyimpan baju kotor.


"Jangan Repot Sisillia Cepat mandi dan bersihkan sisa-sisa semalam. Saya akan keluar bersama Zayn ke Apotik membeli obat, Ambilkan Kunci Mobilmu sekarang" Sahut Aditya.


"Tapi Sayang. Kamu dan Zayn pasti lapar ya kan, Zayn" Balas Sisillia mendekati dua Prianya dan mencium Pipi Zayn dan beralih ingin mencium Aditya akan tetapi dengan cepat ditolak.


"Baiklah Sayang, Saya ambilkan terlebih dahulu Kunci Mobilnya sebentar" Ucap Sisillia


Sisillia masuk kedalam kamar pribadinya dan Aditya menggendong Zayn untuk kembali ke kamar Putranya dan mengambil Ponsel miliknya.


Aditya melihat pesan masuk dan panggilan telepon ada dari Riki ayu dan Rere juga beberapa Kolega Bisnisnya.

__ADS_1


Aditya tentu hanya tertarik membaca pesan masuk dari Rere dan mendapati kekasihnya menelpon sebanyak Lima Kali yang pertama Pukul Empat Pagi, Enam Pagi, Tujuh Pagi, Setengah Delapan Pagi dan terakhir jam Sepuluh berarti Sepuluh menit yang lalu.


Aditya membaca Pesan Masuk dari Rere dengan tangan yang satu nya menggendong Zayn yang mengalungkan kedua tangan kecilnya kedalam leher Aditya.


(Assalamu'alaikum Mas Aditya maaf mengganggu waktu tidurnya. Semalam antar Renia kenapa sampai kamar. Seharusnya bangunkan Renia) Pesan di kirim pukul 5 Pagi


(Assalamu'alaikum Mas Aditya, Maaf mengganggu Mas lagi. Ibu ingin bertemu dengan Mas Aditya Sekarang) Pesan di kirim pukul 7 Pagi


(Assalamu'alaikum Mas Adit sudah bangun belum. Mas kenapa Pesan Renia belum di balas. Mas Belum bangun tidur atau ada apa Mas. Jangan bikin Renia khuatir. Balas Mas) Pesan Dikirim pukul 9 Pagi


(Assalamu'alaikum Mas Adit ini sudah pukul Sepuluh Siang tidak mungkin Mas Aditya belum bangun tidur. Mas masih di rumah sakit atau sudah pulang bagaimana dengan keadaan Bu Ria dan bisa bales pesan Renia tidak)


Aditya mencium pipi Zayn dan menyuruh Zayn keluar dan menonton televisi karena Aditya ingin menelpon dan Putranya mengangguk lalu berlari meninggalkan Kamar Zayn dan Aditya mengunci Kamar Putranya lalu menelpon Rere.


Tiga Kali Panggilan telepon dari Aditya tapi tidak juga di respon oleh Rere. Aditya mengusap wajahnya pelan dan menyentuh tekuk leher nya dan menoleh kearah jam dinding yang menunjukan pukul Sepuluh lewat Lima belas Menit.


Tidak lama setelah Panggilan yang Keempat Rere mengangkat panggilan Telepon Aditya dan keduanya berbicara dimana Rere meminta Aditya untuk datang ke rumahnya dan menjelaskan kenapa membawa dirinya ke dalam kamar dan ibu Inah meminta penjelasan Aditya sekarang.


Aditya menyetujui untuk datang ke apartemen dan juga akan pergi ke Rumah Sakit untuk Menjenguk Ria bersama-sama.


Tanpa di ketahui oleh Aditya Sisillia berjalan dengan langkah cepat menuju kamar Zayn setelah keluar dari kamar mandi dan mendapati Putranya menonton televisi seorang diri tanpa Aditya dan saat di tanya Papi nya sedang menelpon seseorang di kamar miliknya.


Sisillia sudah menduga pasti pujaannya menelpon Rere dan dugaan nya mungkin terbukti dengan pintu kamar Putra nya terkunci dari dalam dan mendengar knop pintu kamar Zayn bergerak Aditya merasa kesal dengan ulah Sisillia yang semakin posesif terhadap dirinya.


"Sayang Buka Pintu nya, Kata nya kita ingin pergi ke Apotik" Teriak Sisilia


Deeegggggg


Detak Jantung Aditya seakan terhenti mendapati tingkah Sisillia seperti ini. Aditya sedang berbicara dengan Rere dan di ujung telepon sana sudah pasti mendengar apa yang di katakan Sisillia


"Eeehhh... Tidak tahu sayang seperti nya suara Ayu mungkin mengajak Hans atau Mami Lisna" sahut Aditya dengan nada gugup.


"Tapi seperti bukan suara Ayu atau Bu Lisna" ucap Rere.


"Sayang kamu mendengarnya melalui Handphone dan pasti suaranya tidak terdengar jelas. Ya sudah Mas juga ingin memastikan siapa dan ada apa di luar sana" sahut Aditya melangkah masuk kedalam kamar mandi supaya suara Sisillia tidak begitu jelas.


"Sayang.Mas ingin mandi terlebih dahulu sekitar pukul Sebelas atau Dua Belas Mas sudah ada di Rumah Renia" Sahut Aditya.


"Mas Aditya baru bangun tidur ya. Pantas Renia kirim pesan dan panggilan telepon tidak ada respon. Ya sudah mandi dulu Renia matikan telepon nya ya Mas" Balas Rere sambil menggelengkan kepala dan tersenyum.


"Mas semalam lelah seharian bekerja dan merayu Pujaan Mas yang ngambek lalu ke Rumah Sakit menemui Tante Ria dan Mas Pulang kerumah sekita setengah Dua belas Malam. Dan Mas semalam terbangun karena mimpi buruk sayang" ucap Aditya dengan nada sedih mengingat Rere yang tergeletak tidak bernyawa dengan berlumuran darah.


"Benarkah Mas. Rere juga terbangun pukul Tiga Pagi karena mimpi buruk. Ya sudah kita lanjut Cerita saat kita bertemu nanti" Sahut Rere dan keduanya memutuskan panggilan telepon


Aditya bergegas keluar dari kamar mandi yang ada di dalam kamar Zayn dan membuka Pintu kamar lalu menarik tangan Sisillia dengan kasar dan mendorong tubuh wanita yang semalam menghabiskan malam panjang bersamanya.


"Jangan Lakukan ini sekali lagi Sisillia, Bersikaplah seperti kamu Psikiater Pribadi bukan seorang istri. Kamu Mengerti" Aditya berkata pelan agar Putranya tidak mendengar.


"Jangan membuat ulah saat Zayn bersama dengan Kita, Jangan gunakan Putra kita sebagai alat untuk mengontrol juga menekan saya, kamu mengerti Sisillia"


Aditya melangkah dan mencekram erat kedua pipi Sisillia dengan posisi Sisillia terlentang di ranjang tidur milik Zayn dan hanya mengenakan Handuk dan Rambut nya yang masih basah.


Aditya menarik tubuh nya lalu membelakangi tubuh Sisillia dan menyuruhnya mengenakan Pakaian karena Aditya ingin mengajaknya untuk melakukan suntikan untuk penunda kehamilan atau juga membeli pil agar Sisillia tidak hamil akibat perbuatan mereka semalam.

__ADS_1


Aditya tidak ingin terjadi kesalahan untuk kedua kalinya walaupun tidak mengeluarkan di dalam t*buh Sisillia tapi untuk mengantisipasi dia akan tetap melakukan pencegahan ekstra.


"Saya Tunggu Sepuluh Menit kamu sudah harus siap"


Aditya melangkah meninggalkan Sisillia yang menangis dan mengepalkan kedua tangannya dan handuk yang melilit tubuhnya di benarkan kembali supaya lebih kencang dan dirinya beranjak dari kamar Zayn dan mengusap air matanya kembali lalu berjalan ke arah kamarnya yang melewati kedua pria yang dia cintai dan menoleh.


Aditya sedang tersenyum bersama Zayn menonton acara Kartun kesukaan Putranya dengan Posisi Zayn duduk di pangkuan Papinya dengan sesekali tangan Aditya mengusap kepala Zayn. Mendapati Pemandangan Indah itu Sissillia mengusap air matanya kembali dan tersenyum lalu masuk kedalam kamarnya. Aditya menoleh kearah Sisillia saat ibu dari Putra nya mengusap air mata yang jatuh di pipinya.


Aditya menoleh kembali ke arah Televisi dan berbincang dengan putranya untuk membahas Film Kartun yang sedang mereka tonton.


"Papi kita ke taman bermain yukkk, Kemarin kan Papi Batalin dan di ganti Jalan-Jalan ke kebun binatang, Bisa tidak jika kita perginya sekarang Papi" Bujuk Zayn dengan sedikit merengek kepada Aditya.


"Minggu depan ya sayang atau hari ini Zayn pergi bersama Mami saja karena Papi ada perlu teman Papi Masuk ke rumah sakit. Sayang harus mengerti ya, Papi bukan menolak untuk pergi bersama Jagoan Papi tapi Papi harus menjenguk teman Papi, Bolehkan sayang" Aditya menatap Putra nya yang duduk di pangkuannya.


"Baiklah Papi tidak ada Masalah tapi Papi bujuk Mami supaya tidak mengembalikan Zayn ke Panti Asuhan, Zayn ingin tinggal di sini bersama Papi dan Mami, Boleh ya Papi" Bujuk Zayn dan di balas anggukan kepala keduanya berpelukan.


Bersamaan dengan itu Sisillia datang dan berdehem dan berkata


"Kenapa Pelukan Tapi Mami Tidak di ajak"


Keduanya menoleh kearah Sisillia dan hanya Zayn yang bahagia menyambut dirinya yang sudah Rapi.


"Kita berangkat sekarang, Mana kunci mobilnya"


Sisilia memberikan kunci mobil dan Aditya menggendong Zayn yang sebenarnya bisa jalan sendiri akan tetapi karena Zayn sakit menurut Aditya Putranya tidak boleh banyak gerak karena akan mudah lelah dan berpengaruh dengan Jantungnya.


Sisillia tersenyum bahagia mendapati pemandangan luar biasa di depannya lagi dan lagi Sisilia merasa dua hari ini sangat istimewa.


Sikap Sweet Aditya sebagai Papi Zayn yang sangat baik dan sikap penyayang yang di tunjukan untuk Putranya membuat hatinya terenyuh.


Ketiga nya sampai di Bassment apartemen dan Aditya membawa Sisillia dan Putranya ke Klinik kandungan untuk berkonsultasi.


Aditya ingin Sisillia menggunakan alat untuk menunda kehamilan yang cocok dan dokter merekomendasikan untuk menggunakan alat Sp*ral.


Sisillia dengan kesal nya menyetujui keinginan Aditya bukan hanya itu Aditya juga meminta untuk Sisillia di berikan suntikan atau pil karena semalam melakukan hubungan dengan waktu yang cukup lama.


Sisillia memberitahukan kepada Dokter bahwa Prianya tidak mengeluarkan di dalam dan seharusnya tidak hamil dan di benarkan oleh Dokter kandungan tapi Aditya tetap meminta untuk pencegahan dengan itu maka Dokter tetap memberikan suntikan dan setelah nya memasang alat yang bernama sp*ral.


Sisillia merasa kesakitan dan Zayn menangis melihat ibu nya berteriak kesakitan dan Aditya hanya diam menatap datar ke arah Sisillia. Selesai memasang alat tersebut Sisillia dan Aditya keluar dari ruangan tempat Sisillia tadi memasang alat Sp*ral.


"Puas kamu Sayang"


Sisillia menatap sinis Aditya kemudian kedua nya menatap Zayn yang berjalan lebih dulu.


"Kenapa tidak dari dulu kamu memasang alat itu atau saat ab*rsi Saya menunggu di ruangan. Kamu tahu kenapa? Karena seharusnya saya tidak percaya dengan kamu Sisillia"


Aditya mengenakan kaca mata hitam nya kembali dan menghampiri Zayn.


"Sayang Papi harus pergi ke rumah sakit menjenguk teman Papi sekarang, Zayn pulang bersama Mami ya" ucap Aditya


"Tapi Papi Pulangkan Nanti" Tanya Zayn


"Nanti Malam Papi akan Pulang Sayang"

__ADS_1


Aditya mencium Pipi Zayn dan meninggalkan keduanya begitu saja. Dirinya menaiki Mobil yang sudah dia pesan dan akan membawa nya ke Apartemen Rere. Mobil melaju dan Sisillia mengikuti Aditya dari belakang.


Aditya mengetahui itu lalu menelpon Sisillia untuk jangan mengikuti dirinya Jika Sisillia masih nekat maka nanti malam Aditya tidak akan datang ke Apartemen miliknya. Tidak ingin berdebat maka dari itu Sisillia putar balik dan menuju ke Apartement miliknya.


__ADS_2