
"Nak... Mempelai Prianya sudah datang"
Rere terdiam dan menatap Ayu. Calon Adiknya menyerahkan semua keputusan kepada Rere. Apakah ingin melanjutkan ke akad nikah atau membatalkannya.
Riki meminta ijin untuk membawa Ayu keruang akad. Ayu menolak dan akan tetap berada di dalam kamar dan meminta ijin kepada Rere.
Ayu malu harus memperlihatkan keadaan dirinya. Rere meminta Riki membawa kursi roda tapi Ayu menolak lalu menangis. Riki tidak ingin memaksa begitu juga dengan Rere.
"Ayu kamu tidak apa-apa ditinggal sendiri disini" Ayu mengangguk dan Rere melangkahkan kaki dengan digandeng oleh Dina berada disisi kanan dan Cantika disisi kiri.
"Riki pergilah jangan mengundang fitnah dengan kamu berada didalam kamar pengantin bersama saya" Ucap Ayu.
"Nak... Tante akan jaga Ayu Pergilah kamu harus menemani Aditya" Ucap Ria dan Riki menganggukan kepala.
Ayu menatap mantan kekasih Papinya yang telah diceritakan oleh Riki dan sebagian kisahnya dia tahu dari Aditya juga Aries.
"Nak... Kamu Baik-baik saja bukan" Ayu mengangguk.
"Apa kamu tidak ingin melihat kakak kamu menikah Ayu" yang ditanya hanya menggelengkan kepala.
"Nak... Kamu pasti akan kuat tante yakin. Jangan hilang semangat"
"Terima Kasih Tante"
Dari dalam kamar Ayu mendengarkan ijab kabul yang diucapkan Aditya dengan satu tarikan nafas dan yang menikahkan mereka adalah abbas kakak pertama Rere.
"Alhamdulillah... Terima Kasih sayang" Aditya menggengam tangan Rere lalu mencium bibir Rere setelah sah menikah membuat para tamu undangan bertepuk tangan.
Geri serasa sesak nafas, dirinya hanya bisa menundukan kepala dan Cantika dengan sabar menggenggam tangan Geri erat dan Bu Sri dan pak yanto yang juga datang meneteskan air mata sudah pasti merasakan apa yang dirasakan oleh putranya.
"Nak... Lepaskan Renia dengan ikhlas dia sudah bahagia dengan pilihannya dan kamu harus mulai membuka hati untuk Cantika" Bisik Pak Yanto ditelinga putranya.
...****************...
Aries tersenyum melihat Putranya menikah bersama dengan Rere wanita yang juga dekat dengan keluarga mereka saat masih di jogja.
"Sherly Putra kita sudah menikah sayang" gumam Rian dengan pelan lalu meneteskan air mata.
Rian memeluk Zayn yang terlihat tidak suka dengan keadaan ini. Rian menasehati dengan pelan cucunya agar mau menerima Rere sebagai istri Papinya.
"Opa... Kenapa Papi menikah dengan tante Rere bukan dengan Mami"
"Sayang Hati tidak bisa dipaksa. Jika Zayn tidak suka coklat tapi dipaksa sama opa untuk makan coklat apa Zayn mau nak" Zayn menggelengkan kepala.
"Begitu juga dengan papi kamu... Dia menyukai Tante Renia jadi sebagai anak baik Zayn, cucu Opa harus mendoakan papa yang terbaik ya"
"kenapa Mami tidak datang ke pernikahan papi. Apa Pami dilarang datang opa"
"Tentu saja tidak karena Mami Zayn juga akan menikah dengan Om Bryan. Itu yang opa tahu"
"Om Bryan... itu tidak mungkin opa karena Zayn tahu Mami sangat sayang dengan papi. Setiap tidur bersama dengan Zayn, Mami selalu menangisi Papi"
"Sudah ya sayang kita dekati Mami dan tante Rere."
"Zayn tidak mau"
"Cucu Opa harus nice dan tidak boleh bersikap seperti ini. Hayo sayang berikan selamat untuk Papi dan Tante Renia"
Akhirnya Zayn ikut untuk mendatangi dan memberikan selamat kepada Papi dan wanita yang baru satu kali bertemu dan sekarang sudah menjadi Mami sambungnya. Rere memeluk dan memcium Zayn begitu juga dengan Aditya. Meski Zayn terlihat cemberut.
"Renia beruntung banget ya dinikahi pria kota tampan dan juga kaya. Meski Perawan Tua nasibnya bagus ya"
"Ihhh... Itukan Pria yang viral di berita yang punya anak sama perempuan lain tanpa nikah. Katanya putus juga karena Rere"
"Namanya juga hampir ekspied jadi pasangan orang juga main rebut aja. Maklum Perawan Tua jadi gatel" ucap tetangga rere yang datang.
"Hussttt... kalian kalau ngomongin orang jangan keras-keras kalo keluarganya denger terus kalian dilaporin ke Polisi baru tahu rasa"
Ucapan Tamu yang berada di meja tidak jauh dari tempat duduk keluarga Geri dan tentu sahabat Rere mendengarnya.
Cantika mengenggam tangan Geri dengan erat lalu berbisik agar Geri tenang karena tidak boleh membuat keributan dipernikahan Rere.
Geri menganggukan kepala. Acara Resepsi pernikahan berlangsung sampai sore para tamu banyak yang datang. Membuat keluarga Rere juga Aditya merasa tidak menyangka padahal acara sederhana tapi yang datang banyak. Rere bahkan tidak mengundang banyak orang.
"Sayang yang datang banyak sekali"
"Namanya juga menikah di kampung mas. Banyak orang yang ingin memberikan selamat atau mungkin karena, Penasaran suami Rere seperti apa. Ya kan perawan tua di kampung ini sudah sold out"
__ADS_1
Rere tersenyum membuat Aditya mencubit hidung Rere pelan dan memprotes ucapan Rere.
Pegawai di Butik Rere juga sebagian datang untuk memberikan selamat meski hanya perwakilan. Di butik Rere juga terdengar ricuh dengan berita pernikahan Rere yang terkesan mendadak.
...****************...
Setelah Pukul 3 sore Rere merasa sangat lelah dan Aditya tahu tentang itu. Maka Aditya meminta menghentikan acara sampai pukul 4 sore.
Rere di gandeng kedalam kamar dan disana Aditya melihat Bu Ria sedang duduk didekat Ayu dan Riki duduk didepan kamar pribadi Rere.
Ayu merentangkan tangannya saat melihat kakak tirinya tirinya ada didepan pintu.
"Selamat untuk kalian berdua" Aditya juga menyambut dan tidak lupa berkata Terima kasih.
...****************...
Setelah pukul 8 malam sahabat dan keluarga Rere banyak yang pamit undur diri begitu juga dengan Dina dan Geri.
Rere mengucapkan Terima kasih untuk sahabatnya yang datang. begitu juga dengan Dina dan Budi.
Pukul 7 Malam Pak Edo perwakilan kantor datang bersama Rina dan Tomi memberika hadiah pernikahan dan ikut pulang bersama dengan Dina.
Setelah berpamitan semua merasa sangat lelah begitu juga dengan Aditya dan Rere keduanya kini berada didalam kamar.
Ayu menginap dikediaman Bu Inah dan tidur bersama dengan Tya sedangkan Riki dan Rafli menginap dikediaman Ali yang tidak jauh dari kediaman bu Inah.
...****************...
Didalam kamar Rere yang sudah mandi dan mengenakan baju lingerie miliknya berwarna Pink dengan rambut yang terurai
Rere sedang mengeringkan rambutnya selesai keramas dan dari pintu yang terbuka Aditya masuk kedalam kamar melihat Rere yang tidak mengenakan hijab.
Terlihat sangat Cantik membuat Aditya tidak berkata apapun mulutnya menganga menatap Rere.
"Sayang... " Aditya juga baru selesai mandi.
Aditya mendekati Rere dan membuat Rere hanya tersenyum dan menunduk.
"Kamu Cantik Sekali sayang. Mas beruntung menikahi Renia" Aditya menangis dan memeluk istrinya.
Aditya menyentuh rambut Renia yang wangi lalu dia mencium kepala Rere dan turun ke dahi dan mata juga bibir dilanjutkan ke leher dan meninggalkan tanda cinta disana.
Rere menjerit pelan karena merasa sakit lalu memukul pelan lengan kekar suaminya.
"Sudah menjadi istri masih galak saja sayang"
"Sakit... kenapa Leher Renia digigit"
Aditya terkekeh dan memeluk istrinya dan mencium bibir Rere kembali. Istrinya menolak tapi Aditya memeluk Rere sehingga tangannya terkunci dan tidak lagi bisa melawan.
Mereka berciuman selama 15 menit Setelahnya Aditya menarik bibirnya agar memberi kesempatan kepada Rere untuk bernafas.
"Mas... Cinta Renia. Jangan Ragukan itu sayang"
Renia tidak menjawab karena hatinya berdebar kencang mengingat malam ini malam pertama dirinya tidur dengan suaminya dan sahabatnya Dina menakutinya dengan berkata
("Malam pertama itu sakit tahu Bu Renia, Besok paginya kita tidak bisa jalan")
"Ada apa Sayang" Rere hanya menggelengkan kepala dan berjalan kearah ranjang dan menutup tubuhnya dengan selimut dan menutup matanya
Aditya mengerutkan dahinya dan berpikir masalah sisillia belum selesai. Apa karena itu Rere bersikap seperti itu.
"Sayang... Apa masih marah dengan Mas Aditya"
Rere tidak menjawab dan selimutnya di tarik sampai menutupi kepalanya.
"Sayang"
Rere lebih baik pura-pura tidur saja. Aditya mencium Lengan Rere lalu memasukan tangannya kearah dua buah d*da dan memainkan tangannya disana.
Aditya tahu Rere belum tidur dan untuk Rere dia tetap pura-pura tidur sedangkan dirinya menggigit bibir bawahnya dari balik selimut.
"Mas... " Suara Rere terdengar berat
"Ya Sayang... kamu belum tidur "
"Lepaskan tangan mas dari... "
__ADS_1
"Tapi mas tidak mau sayang... "
Saat Rere membuka selimutnya Aditya langsung mencium bibir Rere dengan tidak melepaskan tanganya.
Aditya membuka pakaianya juga pakaian Rere. Lalu Aditya menyatukan inti mereka berdua. Rere meremas rambut Aditya dan saat ingin menjerit segera Aditya membungkam dengan bibirnya.
Ini pengalaman pertama untuk Rere mereka melakukan dengan penuh semangat. Aditya tidak percaya Rere ternyata lebih mengg*da dan bisa me*uaskan dirinya dari pada sisillia
"Sayang ini nik*at sekali Terima kasih sayang"
"Mas... Sakit"
"Ini karena pertama untuk kamu sayang. Tapi setelahnya tidak akan sakit"
Melakukan dengan wanita yang di cintai membuat Aditya merasa terbang dan sangat bersemangat. Meski Rere meminta berhenti tapi Aditya tidak peduli sampai akhirnya ben*h -ben*h cinta Aditya keluar didalam rahim wanita yang dia cintai itu.
"Mas..." Teriak Rere dan dirinya menutup mulutnya sendiri dengan tangannya juga dengan menggigit bahu Aditya.
Setelah Tiga Jam kegiatan berhenti. Aditya membawa Rere kedalam dekapannya dan Rere menoleh kearah selimut yang penuh dengan darah.
"Mas Renia mengeluarkan darah. Artinya Renia bukan Perawan Tua lagi" Aditya mengangguk dan tersenyum kearah Rere lalu mereka tertawa bersamaan
"Mas... Apa Renia bisa bertahan sampai Renia hamil dan memiliki anak. Mas Renia ingin tetap hidup karena ingin mengandung anak mas Aditya dan merawat putra kita sampai mereka tumbuh besar"
"Jangan bersedih sayang Allah akan mengabulkannya, Kita akan lewati semua berdua ya. Mas Yakin Allah akan menyembuhkan kamu sayang... "
Rere menatap ke arah Aditya dan memeluk suaminya itu lalu Aditya membaringkan Rere kembali lalu mengulangi apa yang dilakukan tadi meski Rere protes tapi pada akhirnya dirinya juga setuju.
Ntah kapan dirinya akan tetep hidup setiap detiknya sangat berharga dengan kebersamaan dirinya dengan Aditya adalah harapannya.
...****************...
Setelah pulang dari acara pernikahan Rere. Riki mengantarkan Cantika pulang ke rumah tunangannya itu.
Lalu bersama dengan kedua orang tuanya dia pulang kekediamanya kemudian mengurung diri didalam kamar.
Geri berdiri didepan jendela yang ada didalam kamarnya air matanya terus menetes mengingat malam ini malam pertama untuk Rere dan Aditya.
Dirinya menegak kembali minuman yang berakohol untuk menghilangkan rasa sedih.
"Rere gw udah berusaha tapi ini terlalu sakit. Gw ga bisa Rere" Tubuh Geri luruh keatas lantai lalu dia memeluk kakinya dan menangis.
...****************...
Aditya memeluk istrinya yang sedang tidur dan terdengar suara adzan dari masjid dekat rumah Rere. istrinya terbangun dan menoleh kearah Aditya.
Pria tampan yang sejak dulu mengisi ingatannya. Penantian yang sangat lama akhirnya dirinya bisa bersama dengannya secara utuh bahkan mereka berdua telah menghabiskan malam pertama.
Sekarang dirinya seorang istri, Menikah diusia dewasa membuatnya banyak mendapatkan hinaan dan bullyan dengan status perawan tua.
Semua terbayarkan dengan tetap sabar menjalani hidupnya yang sulit dengan bekerja keras untuk merubah nasib dan membantu ibu untuk membesarkan adiknya karena ketiga kakaknya telah menikah.
Memperbaiki Ekonomi keluarga, menyelesaikan pendidikan, belajar bisnis sambil menunggu kekasihnya datang. Hanya keyakinan bahwa suatu saat nanti Aditya akan kembali bersama dengannya.
Dan Malam yang panjang ini mengakhiri penantian Rere untuk kekasihnya. Tuhan membawa Aditya Kembali kepadanya. Tanpa terasa Rere meneteskan air mata sambil menatap suaminya yang masih tidur. Rere membelai pipi Aditya lalu mencium bibir suaminya.
"Mas... Mau tiap pagi dibangunkan Sayang seperti ini"
Ternyata Aditya sudah bangun saat mendengar suara tangis Rere tapi dirinya masih diam saat tangan halus Rere membelai pipinya dengan lembut.
"Mas... Aditya sudah bangun" Tanya Rere dan Aditya hanya bisa menganggukan kepala lalu tersenyum.
"Sayang.... Terima kasih sudah mau menerima mas Aditya dan malam ini sangat indah untuk Mas, akhirnya Mas bisa bersama dengan kamu sayang" Rere tersenyum meski air matanya menetes.
"Terima Kasih sudah memaksa Renia menikah Mas. Renia jadi merasa sangat bahagia setelah menjadi istri Mas Aditya"
Aditya mengecup kening istrinya dan membawanya dalam pelukan lalu keduanya berciu*an
"Kita sholat subuh yukkk Mas" Ucap Renia yang menarik tubuhnya setelah berc*uman.
"iya... sayang kita mandi berdua yaaa... "
"Tidak bisa Mas... disini kamar mandinya berada diluar kamar dan letaknya dekat dapur pasti disana banyak orang. Sebaiknya Mas Aditya Mandi terlebih dahulu nanti setelah selesai Rere menyusul. Mas Aditya jadi imam sholat Renia ya... sudah lama kita tidak sholat bersama sejak Renia pergi dari jogja"
Aditya tersenyum dan menganggukan kepala lalu menuruti apa yang dikatakan istrinya itu. Setelah Mandi dan rapih. Renia bergantian mandi dan Aditya menunggu untuk sholat bersama dengan istrinya untuk yang pertama kali.
Rere sudah mandi dan berwudhu lalu mengambil mukena dan sajadah dan Aditya memimpin Sholat subuh dengan makmumnya adalah Renia yang sekarang menjadi istri sahnya.
__ADS_1