
"Sayang... " Ucap Aditya dengan memeluk istrinya yang sedang bersedih.
"Mas lepasin... Renia ingin pulang" Rere beranjak dari duduknya dan hendak melangkah tapi suaminya menarik lengan Rere membuat tubuhnya menabrak dada bidang Suaminya.
"Renia Sayang... Mas akan jelaskan dengarkan Mas Ok" Tatapan Tajam menatap Rere yang ditatap membuang pandangannya kearah lain.
Aditya menarik pinggang Renia dan membimbing wajah renia agar menatapnya.
"Sisillia sudah menikah dengan Bryan sayang dan mas mengaku salah, Mas juga tidak bisa mengulang mass lalu itu semua sudah terjadi sayang, Mas tidak akan membela diri mas. Renia sayang boleh marah boleh memukul mas tapi jangan mendiamkan Mas seperti ini. Sayang... Mas sudah pernah mengatakan ini sebelumnya. Sayang... Mas tidak ingin Renia mendiamkan Mas"
Rere menepis tangan Aditya yang ada di dagunya dan pergi sambil menangis dan Aditya berlari untuk mengejar istrinya.
"Sayan... Sayang Renia... Sayang... Berhenti" Teriak Aditya tapi tidak diabaikan oleh Rere yang justru berlari ke arah lobby dan menatap taxi kemudian dirinya berlari ke arah taxi dan masuk lalu menyuruh untuk ke apartment miliknya.
"Renia Sayang... " Aditya memukul angin karena melihat istrinya meninggalkan dirinya di rumah sakit.
Aditya menyentuh tekuk lehernya dan mengela nafas panjang kemudia mengusap wajahnya plan. Aditya lalu mengarahkan kakinya ke arah mobil sportnya dan mengikuti Taxi yang Rere naiki.
Aditya tidak ingin mendekati atau menghentikan taxi Rere karena khuatir akan terjadi kecelakaan jadi dengan tenang mengikuti Rere dari belakang sampai akhirnya mobil yang di naiki Rere masuk ke apartment miliknya yang sederhana.
Setelah membayar uang taxi Rere melangkah kaki kaki cepat ke arah Lobby apartment dan menuju ke Lift. Rere bergegas memasuki gedung Apartment setelah melihat mobil sport Suaminya.
Aditya memarkirkan mobilnya begitu saja dia tidak peduli dengan mobil sports mikiknya yabg terpenting sekarang adalah menenangkan istrinya yang sedang cemburu dan merajuk menurut Aditya.
Aditya memasuki lobby apartment Rere dan menuju Lift untuk mengantarkan Aditya ke lantai dimana unit apartment Rere berada.
...****************...
Rere mengetuk keras pintu Apartment miliknya dan terdengar suara knop pintu terbuka dan tanpa mengatakan apapun setelah melihat Tya yang membuka pintunya.
Tya hanya menoleh ke arah Rere yang terlihat menangis dan berjalan cepat menuju kamar dan mengunci kamarnya kemudian menuju ke ranjang tempat dia tidur dan menarik selimut lalu menangis kembali.
Rere mengingat kembali perkataan qnak sambungnya Jika Aditya dan Sisllia pernah tinggal serumah dengan putra sambungnya dan sepertinya bahagia dengan bermain game bertiga karena zayn menceritakan itu terlihat senang dan rasa ingin kembali mengulang kebersamaan antara mereka bertiga terlihat dari ucapan Zayn.
__ADS_1
"Seharunya Saya tidak pernah hadir di kehidupan mas Aditya"
...****************...
Sedangkan Aditya menatap Tya lalu berjalan ke arah pintu kamar Rere bersamaan dengan itu Dion keluar dari kamar yang berada disamping Kamar Rere dan saat melihat Aditya berjalan tergesah membuat Dion takut karena dirinya menganggap bersalah atas sakit yang sekarang di rasakan oleh Zayn.
"Paman Aditya Maafkan Dion sungguh Dion tidak tahu Jika Zayn sakit"
Mendengarkan apa yang di katakan oleh Dion membuat Aditya menoleh ke arah Dion keponakan istrinya itu lalu tersenyum dan mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu kamar istrinya
"Dion tidak apa sayang... Jangan takut Paman tidak akan Marah kepada Dion. Ok" Aditya berjongkok saat mengatakan itu kepada keponakan istrinya itu lalu mencium pick kepala Dion dan meminta Rere untuk membuka pintu.
"Sayang... Hayo buka pintunya... Sayang" Teriak Aditya
"Dion kesini Nak. Bunga juga sebaiknya kita bermain di bawah lobby sambil bunga menunggu kedatangan Papi Rafli. Mau ya nak" Dion Menurut apa yang di katakan oleh ibunya dan Bunga juga menginkuti keduanya untuk keluar pintu untuk menuju ke lantai bawah sambil menunggu kedatangan dari Rafli untuk menjemput Putrinya
...****************...
Sedangkan didepan Kamar Rere Aditya mengetuk pintu dengan keras dan Sedikit berteriak agar Rere membuka pintu kamarnya.
Rere multi terprovokasi Marah dengan Utah Suaminya dan membuka pintu lalu menangis didepan Aditya.
"Renia capek mas dan Renia ingin sendiri. Pergilah Mas"
"Sayang dengerkan mas"
Rere yang hendak menutup pintu terhalang oleh kaki Aditya. Lalu suami renia itu mendorong cepat pintu kamar Rere dan tentu menarik Rere saat akan terjatuh.
"Dengarkan Mas... Sayang. Itu tidak seperti yang Renia tahu dan ini sudah terjadi Mas juga tidak akan membela diri asal jangan mengacuhkan mas seperti ini... Sayang"
"Mas Renia capek Mas... pergilah Renia ingin sendiri"
Aditya masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu kamar Milik Rere. Kemudian memeluk istrinya dengan erat.
__ADS_1
Sedangkan Rere melawan dan mendorong tubuh Suaminya tapi tidak mampu karena Aditya memiliki tubuh yang sangat kekar yang ada justru dirinya merasa sakit saat melepaskan diri.
"Mas jahat dengan Renia. Selama ini Renia menunggu kedatangan Mas Aditya tapi dengan jahatnya Mas Aditya bermesraan dengan wanita lain bahkan sampai tinggal bersama di Amerika dan menghasilkan anak dari hubungan kalian. Hebat kamu Mas puas kamu lakukan ini kepada Saya Mas"
"Sayang Maafkan Mas... Cukup Renia sayang bukan hanya Renia yang sedih tapi mas juga merasakan sedih dan bersalah"
Aditya memeluk Rere erat dan mengusap rambut milik istrinya dan menenangkan dan menggendong ala bridal menuju ranjang tempat tidur Rere dan dirinya multi membuka Pakaian miliknya dan Rere terlihat kesal dan bertambah marah dengan sikap suaminya.
"Saya tidak mau di sentuh mas Aditya pulanglah Hafffttt..."
Aditya menutup mulut Rere dengan mulutnya kemudian tangannya mempercepatkan memainkan gundukan ranum dan menghisap dua buah ranum Milik istrinya dengan bergantian kanan dan kirinya.
Rere menarik rambut suaminya pelan agar melepaskan pelukan mereka. tapi Aditya tidak peduli. Rere Ntah tahu ataupun lupa Jika Aditya terbiasa melakukan s*x. Jika menahan amarah yang sangat besar seperti saat ini. Dengan sangat kasar Aditya mengh*jami inti Milik Rere.
"Mas... Jangan lakukan ini... Renia sakit Mas" Suara berat terlontar dari mulut istrinya tapi Aditya tetap mengabaikan teriakan dan tangisan Rere.
Di Apartment Rere dalam keadaan kosong Ali dan Arsyila meminta ijin telat karena sedang ad keperluan di Mall. Mereka berdua kakak dan Adik sedang bersama dengan Rafli makan sore.
Dan Abbas sudah ijin pulang kampung karena sudah mengetahui keadaan adiknya Rere dan dirinya akan pulang karena harus menunggu ibunya yang saat ini berada di kampung sendiri.
Meski tahu keponakan sambungnya masuk rumah sakit tapi Abbas berpikir Jika dirinya bersama dengan ibunya datang kembali ke jakarta akan menjenguk Zayn keponakan sambungnya.
Jadi di Apartment yang ada saat ini hanya Rere karena tadi Tya dan kedua anak kecil keluar untuk menunggu Rafli di lobby apartment.
"Mas pelan... pelan renia sakit"
Rere memukul-mukul lengan dan bahu Aditya karena merasa sakit dihujami dengan keras sambil meninggalkan tanda-tanda cinta Aditya.
...****************...
Sedangkan di Apartment Luca Dan Lita kini duduk sepasang suami istri yang berduaan di dalam pribadi Milik Luca dengan Prianya memeluk Lita dan sesekali menenggelamkan wajahnya di leher Lita.
Sejak Permintaan s*x pertama oleh Lita mereka sudah melakukan sebanyak 6 kali, Meski dengan sangat perlahan.
__ADS_1
"Tuan Luca Saya hanya ingin memberikan kehidupan yang layak untuk anak Saya kemudian Saya tidak ingin setelah Tuan Luca menjalankan pernikahan kita lalu setelahnya Pernikahan berakhir setelah hasil Test DNA sudah keluar"