
Aditya keluar dari ruang kerja sang ayah dan melewati Mami sambung nya tanpa menatap dan menyapa Mami Lisna.
"Kakak ada apa, Apa ada masalah" sapa Ayu
"Tidak ada kakak ingin pulang besok masih kerja" sambil menyium keponakan Laki-laki nya dan mencium adik tiri nya yang meski berbeda ibu tapi Adit tidak mempermasalahkan nya, dia sangat menyayangi Ayu, saat pertama Papi Aries mengajak nya ke rumah utama, Adit hanya dekat dengan sang Adik, selain dia tidak memiliki adik sehingga ada rasa bahagia yang dia rasakan saat memiliki seorang adik perempuan yaitu Ayu, Aditya selalu mengingat Rere yang manja dan selalu menempel kepada nya.
Semua rasa rindu kepada Rere selalu aditya cerita kan kepada sang adik. saat terpuruk kehilangan mama Sherly hanya berdiam dan mengunci diri di dalam kamar. Papi Aries sangat sedih dengan keadaan itu dan di pahami oleh Ayu yang saat itu berusia 14 tahun.
Flasback
Setelah sedikit tenang suasana hati Adit, dia keluar ke taman belakang dan di sana sang papi mengajak Ayu untuk berkenalan dan menyuruh putri nya untuk menemani sang kakak Tiri.
Berjalan nya waktu Aditya mulai menerima Papi Aries meski dalam hati nya selalu merindukan sosok Papa Rian yang dia kenal sebagai orang tua tapi nyata nya hanya Papa Sambung itu karena Mama Sherly yang tidak jujur dari awal.
Dan mengulangi kebodohan nya dengan berselingkuh dengan Papi Aries di belakang Papa Rian setelah 16 Tahun menikah saat kedua nya tidak sengaja bertemu kembali, itu yang merusak keluarga bahagia Aditya.
Sedangkan hubungan dengan Mami sambung nya tidak baik bahkan kacau. Bayangan perselingkuhan dan pengkhianatan suami nya selalu jelas terlihat saat melihat sosok Aditya.
Sering terjadi perdebatan antara kedua nya saat Papi Aries tidak berada di rumah dan yang menengahi adalah Sang adik yaitu Ayu. Sang adik kecewa dengan Sang Papi tapi kesedihan dan rasa terpuruk Aditya yang membuat Sang adik merasa iba dan menerima Aditya sebagai Putra Papi nya.
Ayu sering melihat aditya memukuli kepala nya sendiri dan menangis histeris di dalam kamar lalu merusak semua yang ada di dalam kamar, Aditya sangat depresi atas kematian Mama Sherly dan apa yang menimpa hidup nya.
Sang ayah membawakan seorang Psikiater untuk menangani masalah aditya, dan jika ada waktu Ayu selalu menemani sang kakak bertemu dengan Psikiater.
Bahkan setelah lulus Sekolah Tingkat Atas Aditya harus di dampingi psikiater sampai belajar ke Universita di Amerika pun Psikiater mengikuti dan mendampingi karena di tunjuk oleh Papi Rian.
Flasback Selesai
"Hati-hati di jalan kak Aditya sering-sering jenguk Ayu" senyum Ayu menatap sang kakak
"kapan kamu pulang ke Jerman dek"
"Mas Hans di tunjuk sebagai CEO perusahaan ayah nya jadi Ayu akan pindah ke Jakarta mulai hari ini"
"Kenapa tidak memberitahu kakak" Adit mengerutkan dahi nya.
"Untuk Suprise niat nya besok mau ke apartemen kakak atau ke perusahaan, tapi aku yang kena suprise tenyata kakak ku tercinta yang datang kemari" Ayu memeluk kembali kakak tersayang nya yang dia miliki.
"Ayu Kakak Pulang dulu nanti kakak mampir lagi" Aditya bergegas keluar saat Lisna menatap tajam ke arah Aditya dan tidak lama sang Papi keluar dari ruang kerja lalu turun ke arah tangga.
Papi melihat kakak adik berpelukan dan tidak lama aditya pergi melangkah ke arah pintu, Aries hanya melihat punggung Putra nya yang berlalu dari Rumah Utama. Hati Aries sakit melihat anak nya belum juga menerima seutuh nya Aries sebagai Papi nya.
...****************...
Matahari pagi sudah menyapa saat Rere ingin menuju ke mobil, Aditya membunyikan klakson mobil Sport yang biasa menjemput Rere.
Tak lama berhenti mobil di depan Rere sehingga Rere mengurungkan niat untuk membuka pintu mobil nya. Aditya melepas kacamata hitam nya, duduk di tempat pengemudi, nampak senyum manis aditya terlihat.
__ADS_1
"Sayang, aku antar ya"
"Aku berangkat sendiri saja Mas, sering merepotkan jadi ga enak" Rere menatap kekasih masa lalu nya itu.
Aditya keluar dari pintu mobil di sisi pengemudi, pintu mobil terbuka ke atas lalu Aditya melangkah kaki ke arah rere.
"Sayang, apa aku harus menikahi kamu besok, aku sudah tidak tahan dengan basa-basi ini, dan lagi kita sudah sama-sama dewasa, setelah kamu resmi menjadi istri ku kamu tidak akan merasa canggung kepada ku" ucap Aditya
Sontak mata Rere mebelalak dan tangan nya memukul lengan aditya. yang di pukul hanya diam dengan tatapan datar.
"Naik atau aku cium kamu di sini"
"Dasar suka maksa dan menyebalkan" lalu melangkah untuk menaiki mobil sport Adit di samping kursi pengemudi.
Aditya tersenyum dan menutup pintu mobil nya lalu menggunakan kacamata hitam nya kembali yang sebelum nya ada di atas kepala.
Mobil Sport melaju ke jalanan ibu kota, Rere hanya diam bukan karena marah tapi dia merasa sakit sekujur tubuh nya merasa seperti remuk, kepala rasa nya pecah, besok dia akan mengajukan cuti atau ijin sakit untuk hari ini dia tetap masuk karena ada pekerjaan yang harus di kerjakan karena dateline.
Rere tipe wanita yang pekerjaan kerasa meski sakit jika ada kerjaan mendesak atau dia masih bisa tahan dia akan tetap bekerja. Rere sangat bersyukur kepada ALLAH karena di beri pekerjaan di bank karena menurut nya, pekerjaan ini membuat dia dan keluarga berubah dalam hal ekonomi.
Dari pekerjaan ini juga Rere mampu melanjutkan pendidikan Magister dan PHD juga membantu ibu inah membesarkan dan menyekolahkan adik nya juga. Rere menjadi ibu dan ayah untuk adik perempuan nya yang bernama arsyila.
Rere Biasa bekerja keras mencari pekerjaan tambahan apa saja di kerjakan yang penting halal dan di bantu oleh Geri kadang Rere menjual pakaian dan hijab di area taman kota saat care free day.
"Renia sayang" panggilan aditya membuyarkan lamunan Rere lalu menoleh ke arah aditya.
"Sayang kamu marah sama aku" Aditya menepikan mobil ke sisi kiri.
"Tidak mas dan kenapa berhenti, nanti kita terlambat"
Saat Aditya hendak menyentuh tangannya dan Rere menolak. Aditya diam sejenak menatap lekat sang pujaan hati.
"Sayang aku ingin menemui ibu inah, aku ingin meminta mu sebagai istri ku"
Sontak Rere kaget dan membenarkan posisi duduk nya yang tadi nya bersandar di kursi mobil sekarang tegap dan menghadap Aditya.
"Apa mas, Kita baru ketemu. Kita memang sudah saling kenal di masalalu saat kita masih kecil tapi sekarang kita sosok baru di usia yang dewasa ini pasti banyak yang berubah"
"Renia sayang... "
"Mas menikah untuk sekali seumur hidup aku ingin menua bersama suami ku tanpa ada konflik dan drama maka dari itu aku harus serius tentang hal ini aku tidak ingin ada yang belum selesai dalam hidup masing-masing" Renia memotong.
"Renia kamu tidak percaya pada ku sayang atau kamu menyukai Geri teman kamu itu"
Tatapan Rere menajam karena bukan itu maksud nya dia hanya ingin mengenal suami nya luar dan dalam tidak ingin ada kebohongan.
"Geri sahabat ku" ucap Rere
__ADS_1
Aditya tersenyum dan menggenggam tangan Rere.
"Sayang aku mencari mu dari dulu saat aku kembali saat itu dan aku tahu kamu sudah pindah bersama orang tua mu, hati ku hancur setelah kamu pergi banyak yang berubah dari ku"
Rere menatap aditya tajam ini yang ingin Rere tahu, tentang hidup aditya setelah Rere pergi. Tatapan mata Aditya setiap menatap Rere jelas terlihat kesedihan di bola mata nya.
"Aku akan menceritakan semua kepada mu nanti sayang ku pasti aku akan ceritakan yang pasti aku mencari mu karena aku ingin menjalani sisa hidup ku bersama mu dan menua hingga bersama mu dan ajal mejemput" Tangan aditya menggenggam erat Rere.
Mata Rere berkaca-kaca tanpa sadar meneteskan air mata dan menunduk. Ada rasa sakit bahagia dan lega dengan ucapan Aditya, mimpi ini yang dia tunggu sampai usia nya matang.
Banyak Pria yang menyatakan cinta saat di kampus, di tempat kerja bahkan sahabat nya Geri pun menyatakan perasaan sayang dan cinta tapi hati Rere menunggu pria yang ada di depan nya untuk mengatakan pernyataan yang baru dia dengar.
Tanpa terasa Aditya pun menangis saat melihat air mata Rere menetes ada kesedihan dan kebahagiaan terbesit dalam hati nya karena akhir nya dia menemukan cinta yang tidak dapat dia lupakan. Banyak wanita sukses dan kaya mendekati akan tetapi Aditya tetap mencari Rere.
Rere adalah bagian terpenting dalam hidup nya seperti hal nya mama Sherly. Dua wanita yang paling Aditya cintai dalam hidup nya.
"Kamu sakit sayang, tangan kamu panas" Tangan aditya mengusap air mata Rere dan memastikan kening Rere dan ternyata memang panas
"Kamu bisa ijin sayang, kamu demam. kamu kelelahan, saya antar ke rumah sakit sekarang"
Aditya menjalankan kembali mobil sport nya.
"Jangan mas aku baik-baik aja, aku udah minum obat sakit kepala tadi, hari ini aku harus menyelesaikan pekerjaan yang urgent" jawab Rere
"Sayang ku jangan seperti ini kamu sakit sayang jangan buat aku panik, kamu harus istirahat hari ini, ok sayangku" Tatapan penuh cinta kepada Rere .
"Jika belum sembuh siang nanti pasti ijin, jangan khuatir pasti aku baik saja mas" Rere mengatakan sambil tersenyum manis.
"Kamu keras kepala sayangku" Tangan Adit membelai hijab Rere dengan lembut.
Rere menyandarkan kembali kepala nya di kursi mobil, sementara Adit terus membelai kepala Rere dengan lembut.
"Mas mau mampir ke apotek dulu ya" ujar Aditya
"Nanti Rere terlambat kerja mas, uang kehadiran nya nanti kepotong" jawab Rere lalu memejamkan mata nya.
"Mas antar sampai kantor nanti mas mampir ke apotek dan menitipkan obat ke security, kamu bisa ambil"
"iya mas lagian aku udah bawa obat"
Tangan aditya mencubit hidung mungil Rere. Aditya tersenyum terlihat jelas kebahagian di raut wajah aditya dan hati nya aditya sangat bersyukur atas pertemuan kembali dengan Rere wanita yang sangat di cintai nya.
"Renia sayang mas mencintai kamu dari dulu sekarang dan sampai maut memisahkan, mas ingin menua bersamamu" ucap nya sambil menoleh ke arah Rere dan wanita nya pun menoleh ke arah Aditya.
Kedua nya tersenyum dan aditya menggenggam tangan Rere kuat.
"kita berdoa ya mas, semoga pertemuan kita kembali ini adalah jawaban dari doa-doa kita untuk jodoh ke depan" Rere menatap aditya lalu tersenyum.
__ADS_1