Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 87 Mendukung Cantika


__ADS_3

Ini sangat mengejutkan untuk Rere, Perasaan Geri nyatanya sudah ada kepada dirinya sejak masih Remaja sama seperti hubungan dirinya dengan Aditya, Begitu juga dengan Cantika sahabatnya ini mencintai Geri tenyata juga dari dulu.


Itu artinya hanya rere yang tidak menyadari perasaan kedua sahabatnya yang terjebak cinta segitiga.


Memang Geri sering mengatakan Jika dia menyukai Rere sejak Dulu saat Mereka masih kecil tapi Rere pikir itu hanya candaan mengingat Geri yang memang lucu dan terlihat tidak serius.


Ruang kerja Rere didalam Butik mendadak Hening dan sunyi tidak ada lagi kata-kata yang terdengar dari Cantika ataupun jawaban dari Rere.


Keduanya sibuk berada dalam pikirannya masing-masing. Hanya sesekali Rere mendengar suara isakan tangis Cantika sahabatnya.


“Rere kenapa lu diem, Lu marah sama apa yang gw ungkapin tentang perasaan gw ke Geri atau lu juga memiliki perasaan yang sama dengan apa yang geri rasakan ke lu" Cantika menghela nafas panjang dan membuangnya secara kasar.


"Jika seperti itu gw akan mundur dan mengalah demi kebahagian lu berdua, hanya saja gw minta tolong bahagiain Geri karena perasaan dia tulus ke lu sama seperti perasaan lu ke Mas Aditya dan Perasaan Gw ke Geri” Tangis Cantika menggema diruangan itu.


Sementara Bella Karyawan Butik memasang telinganya lebar dan menempelkannya di pintu ruang kerja Rere.


Kedua temannya memukul punggung Bella secara keras dan membuat Bella menjerit. Kasir Butik yang hari ini bertugas bernama Nia segera menutup mulut Bella dengan Kedua Tangannya.


“iiihhh… Kalian apaan sih ga jelas banget. Bikin kaget aja” Bella berkata setelah tangan Nia terlepas dari mulutnya dan beralih untuk menarik lengan Bella dengan Kasar.


“Gila Lu ya nguping kayanya pengen dipecat sama Bu Rere Ha…” Nia berbisik Pelan dan bella menggelengkan kepalanya.


Bella menjadi gemetar dan takut saat kedua temanya itu menunjukan arah kamera CCTV yang ada disudut butik milik Rere yang langsung terhubung didalam monitor yang ada diruangan kerja Rere dan juga terhubung didalam Handphone Pribadi Rere.


Di dalam ruangan Rere hanya menatap dan menggeleng pelan saat melihat monitor yang ada, Menampilkan tingkah Bella yang memang dia tahu gadis berusia Dua Puluh Tahun itu terlihat selalu ingin tahu dengan urusan orang lain dan juga centil Jika ada pelanngan yang datang ke Butiknya.


Tidak peduli ada wanita yang digandeng atau tidak. Jika Pria itu turun dari mobil, Karyawan satu ini menggodanya.


Jika Rere mengetahui atau sedang berkunjung di Butiknya, Rere sering menegurnya dan Bella hanya tersenyum.


Rere menoleh kembali ke arah Sahabatnya ini yang sedang bersedih karena merasa patah hati karena mencintai Geri yang justru memcintai dirinya. Rere mengatur nafasnya pelan lalu berkata


“Cantika Sejujurnya Bu Sri Benar dan baru semalam Geri datang untuk mngutarakan niat untuk melamar gw tapi belum gw jawab karena menikah menurut gw hal yang paling serius karena nantinya ada Anak yang walaupun lahir dari Rahim gw tapi dia memiliki kehidupan dan pemikiran yang mandiri dan akan memiliki Takdirnya sendiri" Rere terdiam sejenak.


"Gw sebagai ibunya ingin mempersiapkan yang terbaik untuk anak gw agar dia kelak bisa menyambut takdir lebih mudah insyaallah" Rere menatap langit ruangannya setelah berkata dan Cantika menatap erat Rere.


"Seorang Anak tidak bisa memilih siapa ibu dan ayahnya tapi Seorang ibu Bisa memilihkan Ayah yang tepat untuk Anak-Anaknya dan mempersiapkan materi untuk mereka jika takdir pernikahan tidak sesuai harapan kita” Rere ingin menjelaskan pemikirannya tentang pernikahan.


“Geri sangat baik dan gw mengerti perasaannya ke Gw dan Ya. gw syok mendengar apa yang ada dalam isi hati lu, tentang perasaan lu ke Geri, dan Thanks udah berbagi. Sebelum gw memutuskan. Apa yang lu ungkapan ini menjadi bahan pertimbangan buat gw” sambung Rere.


“Ya atas apa yang lu tanyakan, gw juga bingung gimana gw menjawabnya, Tika. Karena perasaan ga bisa dipaksaain, Gw hanya berharap lu ngelakuin apa yang hati lu inginkan. Maksud gw Misal hati lu ingin berjuang ya lakuin itu tapi jika hati lu merasa lelah, Ya. lepaskan" Rere menghela nafas lagi.


"Jangan mengorbankan hati lu demi orang lain, yang justru nantinya lu mungkin saja akan menyalahkan orang lain atas pilihan hidup lu sendiri. Tapi yang harus lu tahu. Gw mendukung sepenuhnya Perasaan lu ke Geri” ucapan Rere terlihat menggantung di hati dan pikiran Cantika.


Sahabatnya menegerutkan Dahinya dan mengusap air matanya lalu menatap lekat Rere dan berkata.


“Gw ga ngerti maksud lu. Rere”


“Gw mendukung lu sama Geri. Mungkin bukan gw yang bisa buat geri bahagia tapi justru lu. Kadang menikahi orang yang mencintai kita jauh lebih baik daripada menikah dengan orang yang kita cintai. Gw sahabat kalian berdua tapi dibandingkan sama lu, Geri lebih dekat segalanya dengan Gw. Ada ruang tersendiri dihati gw buat Geri dan itu bukan Cinta. Bukan gw harapan Geri buat bahagia akan tetapi lu Tika. Justru Gw merasa Happy itu artinya bisa nitip Geri ke lu dan insyaallah akan bantu lu untuk bisa bersama Geri” ucap Rere tulus dan disambut dengan senyuman Cantika.


"Tapi Cinta Geri besar sama lu, Rere" Cantika mengusap kembali air matanya dan menatap Rere lekat.


"Lu yang kasih tahu ge barusan lebih baik menikah dengan orang yang mencintai kita dibanding menikah dengan orang yang kita cintai bukankah seharusnya lu menerima Lamaran Geri karena dia tulus mencintai lu dan ada ruang tersendiri dihati lu untuk Geri, Jika Geri sama gw apa dia bisa bahagia sedang hatinya sama lu dan apa nanti gw juga bisa bahagia dengan itu Rere" Cantika berkata dan menyentuh tangan Rere.


"Ya ini kisah cinta yang sangat rumit" Rere tersenyum getir.


"Diantara kita bertiga akan ada yang terluka mungkin harus berkorban atau di korbankan" Rere diam.

__ADS_1


"Gw yakin dengan perasaan gw untuk melanjutkan kisah gw sama mas Aditya" Rere menunduk


Degggg


"Rere... " Cantika menatap lekat Sahabatnya ini. Dia mengerti apa yang Sahabatnya katakan ini.


"Tolong Bahagiakan Geri, Pasti dia sangat terluka dengan keputusan gw ini Cantika. Sembuhkan hatinya dan buat dia mendapatkan Cinta yang tidak bisa gw kasih Buat dia. Geri berhak Bahagia dan Gw Nitip Sahabat terbaik gw ya Tika"


Keduanya menangis bersama di ruangan minimalis yang sering Rere jadikan tempat untuk menghabiskan waktu luangnya mengecek dan mereview bisnisnya dan setiap akhir bulan selalu dibuat untuk membagi gaji atau reward kepada karyawan terbaik dari Butiknya.


Sedangkan di luar Butik tampak Pria tampan Tinggi dengan dada bidang mengenakan Jas rapih dengan menggunakan dasi juga kacamata hitam masuk kedalam Butik.


Seorang Pria berjalan dan mendorong pintu untuk masuk ke butik dan saat itu tidak didampingi oleh siapapun. Ini jam istirahat dan Arief yang sedang berjaga di hari jumat mengetuk pintu kerja rere bersamaan dengan Pria tampan yang masuk kedalam butik.


“Selamat Siang”


“Selamat Siang” sahut Bella Nampak Genit membuat Aditya risih dan menoleh kearah pintu yang bertuliskan *Hanya Staff yang Boleh Masuk*. Dan melihat seorang Pria berdiri dan mengetuk ruangan itu. Lalu menoleh kearah Kasir dan berkata


“Bisa panggilkan Bu Renia” ucap Aditya


“Bu Renia sedang bersama temannya Pak” ucap Bella mendengar itu Geri menoleh kearah Bella.


Bersamaan itu Pintu staff terbuka dan segera karyawan pria masuk kedalam ruangan kerja Rere dan berkata


“Bu Renia saya ijin Sholat Jumat ya”


“Ok Arief sampai jam berapa pulangnya sekalian Beli Makan siang buat kita semua dan untuk menu terserah Kalian aja kita berdua ikut. Yang berjaga ada tiga kan hari ini atau ada lagi yang masuk?” Renia bertanya.


“iya Bu Tiga Orang untuk yang lainnya ada di gudang lagi banyak pesan lewat online bu yang mampir ke butik jarang, sekarang semua jamannya belanja lewat e-commers” Arief menatap Cantika yang Nampak matanya sembab begitu juga dengan Bosnya.


“Baik Bu Rere nanti saya mampir buat pesan dulu, Nasi plus ayam panggang tempat biasa aja ya bu” sahut Arief dan di jawab anggukan lalu Arief membuka pintu ruangan kerja dan melangkah kearah sahabat-sahabat kerja nya.


“Ehhh… kita dibeliin makan sama Bu Rere ini uangnya, Baik Banget ya Bos kita. Gw mah betah punya Bos Cantik dan Baik kaya Bu Renia” Aditya mendengarkan antara kesal dan bangga.


“Iya Tapi sayang Perawan Tua. Ha…..ooppssttt”


Bella mengatakan sekali lagi dan parahnya di depan Aditya membuat Aditya menatap tajam Bella bersamaan itu pukulan mendarat dikepala Bella dari Nia dan pukulan Lengan dari Arief.


“Ya… Keceplosan Duhhh…”


Bella memukul-mukul mulutnya menatap Aditya dengan rasa takut karena tatapan yang sangat tajam.


Bella lupa Pria didepannya datang untuk mencari Bosnya yang dia belum sempat panggilkan karena melihat Arief keluar dari Ruangan Kerja Rere lalu menghampiri mereka.


Suara Gebrakan Meja keras. Ketiga Karyawan Renia sampai mengangkat bahunya dan memegangi dadanya karena kaget dengan apa yang dilakukan oleh Aditya.


Dari luar Pria yang tidak kalah tampannya datang masuk kedalam Butik milik Rere dan menghampiri atasannya dan mendengar Aditya Berkata


“Kamu lancang sekali berkata kasar dengan Atasan kamu yang sudah baik memberi pekerjaan juga memberikan makan siang” Teriak Aditya.


“M… Maaf Pak” Sahut Bella Nampak takut.


“Panggilkan Renia Sekarang apa kamu tidak mendengarkan permintaan saya tadi. Kenapa Pekerja Renia hanya banyak bicara dan berkumpul disini”


Aditya Nampak kesal lalu membuka kacamatanya menaruh dengan kasar diatas meja kasir.


Sebelum Bella melangkah untuk memanggil Rere, Pintu terbuka dan Nampak Rere keluar ingin mengetrahui, Keribuatan apa yang terjadi di area butiknya.

__ADS_1


Rere mengkhuatirkan jika keributan itu karena komplen Pelanggan ternyata yang datang adalah Pria yang sejak pagi hari tidak bisa berkonsentrasi karena tidak mendapatkan respon dari Rere meski sudah mengirimkan Pesan dan Panggilan tapi tidak juga dijawab.


Rere melihat dengan Jelas Pria itu nampak kesal dan Marah terlihat tatapannya tajam dan raut wajahnya yang merah padam.


Flasback


Riki mencari tahu kebaradaan Rere dan mengetahui dari bawahannya bahwa wanita yang dicintai atasannya itu berada di Butik dan dirinya segara memberitahukan kepada Atasannya.


Tanpa pikir panjang saat Aditya tahu keberadaan Rere setelah meeting berakhir saat jam makan siang dia menemui Rere selain rindu juga ingin menghabiskan Makan Siang berdua dengan Pujaannya.


Flashback Selesai


“Sayang… Renia” Ucap Aditya yang membuat ketiga karyawan Rere membelalakan mata karena kaget.


Cantika ikut keluar dari ruang kerja renia dan melihat dua pria tampan yang berdiri berdekatan dimana Riki mematung tidak bersuara lalu Aditya memandangi Renia lekat dan ketiga karyawan saling lirik dan saling sikut.


"Ada Apa ini" ucap Rere.


Bella menunduk hatinya benar-benar kacau, dia gemetar dan rasa takut akan nasibnya setelah ini. Begitu juga dengan dua rekan kerjanya. Mereka menunduk tidak berani menjawab.


"Arief Kenapa masih berdiri di sana dan Cepat Pesan makan sebelum kamu pergi Sholat Jumat" Rere mengerutkan dahinya bingung apa yang terjadi sebenarnya.


"Mas Aditya dan Mas Riki juga sebaiknya ikut Arief Sholat sebentar lagi dimulai. kenapa berdiri disini bukan pergi sholat Jumat"


Rere Mengomel dan cemberut dengan kelakuan Dua Pria yang malah menemui dirinya bukan pergi ke Masjid untuk Sholat Jumat.


"Sayang... " sahut Aditya.


"ya... bicaranya setelah Sholat Jumat sana Mas Pergi sama Arief, ini belum adzan masih ada waktu" Aditya dan Riki saling menoleh dan menatap satu sama lain.


"Ya sudah, Sayang Mas pergi sholat Jumat dulu. Sayang jangan kemana-mana atau jangan pulang dulu. Ok Sayang" Aditya melangkah dan membelai lembut kekasihnya yang dibalas anggukan.


"Tersenyumlah Sayang, Mas Kangen. Biar Mas Semangat" bisik Aditya dan Rere mencubit perutnya pelan.


"Ya sudah sana pergi" Rere tersenyum dan Aditya nampak membalas dengan senyum yang sangat manis.


Bella mencubit lengan Nia terlihat cemas dan ingin menangis Sedangkan Nia hanya mengangkat kedua bahunya dan menggeleng.


"Ya sudah ayo kita berangkat Riki dan kamu ikut saya" ucap Aditya saat membalikan badannya Melangkahkan kaki menuju pintu keluar.


"Arief Beli Makannya tambah Tujuh orang ya" Rere berkata sebelum ketiganya keluar pintu.


"Eh... Mas Arief tidak usah saya ingin pulang sebaiknya beli Enam saja. ok" sahut Cantika kepada Arief karyawan Butik milik Rere.


"Lah... " Rere menjawab.


"Please banget gw mesti kekantor ada janji sama pemasok batik dari jogja" balas Ayu.


"Nanti lu lihat Batiknya kalo ok lu bisa ambil buat stock disini" ucap Cantika.


"Gw mau kenalin lu ke mas Aditya dan Mas Riki" Jawab Rere.


"oh... iya momentnya ga pas banget lain kali aja kali. Mas-mas nya juga mesti sholat jumat juga" Cantika menatap Aditya yang juga menatap dia.


Sebenarnya mereka bertiga saling mengenal saat mencari keberadaan Rere, Riki dan Aditya mendatangi Cantika hanya untuk mencari wanita yang sangat Aditya cintai.


"Baiklah" Rere tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2