
Rere bangun dari tidurnya sekitar pukul 2 malam memang rere ingin melakukan sholat istiharoh sesuai arahan ibunya tadi saat makan malam.
Rere mengambil wudhu lalu menggunakan mukena dan melakukan gerakan sholat istiharoh setelah selesai dirinya berdoa kepada Allah SWT atas apa yang mengganjal di hati nya.
Siapa pilihan yang memang tuhan persiapkan untuk dirinya di antara Dua Pilihan Pria yang sama-sama mencintai dan meminta Rere untuk menjadi istrinya.
Dia tidak ingin gagal dalam pernikahan dan membuat anaknya kehilangan salah satu di antara orangtuanya.
Rere meminta Petunjuk dari Allah atas pilihan jodoh untuk nya apakah kekasih masa lalu nya atau sahabatnya.
Rere mengangkat tangan dan berdoa dengan kusyuk kepada ALLAH dengan air mata yang deras menetes di pipi.
Rere meminta rasa sedih atas kehilangan ayahnya dan di beri kedamaian saat menerima takdir Allah atas apa yang menimpa hidupnya setelah ayah nya meninggal sampai hari ini.
Rasa ikhlas dalam menjalani hidup ini yang Rere inginkan sebelum dia mantap untuk memutuskan menikah.
kesedihan, kekecewaan dan penderitaan juga ketakutan dalam menjalani hidup agar di gantikan rasa keikhlasan dan juga kedamaian.
Cukup lama Rere berdoa dan bayangan-bayangan masa sulitnya yang membuat dirinya trauma akan kehilangan seseorang seperti kehilangan ayahnya menggelayuti pikiran.
Bayangan ibunya menggendong arsyila saat menatap janazah ayahnya dan bully teman sekolah silih berganti lalu perjuangan dirinya yang harus bekerja keras di usia 17 tahun di pabrik kemudian minimarket hanya untuk membiayai kuliahnya kemudian perjuangan dirinya yang harus pindah ke ibukota saat usia 22 tahun karena harus mengikuti jobfa*r untuk mencari pekerjaan yang lebih baik dan akhirnya mendapatkan pekerjaan dan menetap di jakart*.
Bertahan hidup di ibukota dengan uang seadanya dan harus menahan lapar dan harus bekerja part time untuk tambahan mencari uang untuk membantu menyekolahkan adiknya dan memberi ibu inah uang untuk bertahan hidup di kampung.
Dirinya sangat takut anaknya akan mengalami hal yang sama dengan dirinya. Rere menangis terisak dan bersujud cukup lama dengan deraian air mata Rere meminta di beri kesembuhan dari rasa sedih dalam menjalani hidup di masa lalu.
Rere berdoa jika memang di berikan jodoh di dunia berilah jodoh yang benar-benar dia adalah belahan jiwa Rere dan meminta di permudahkan dalam ekonomi. Jika badai datang setelah pernikahan Rere meminta di kuatkan hatinya.
__ADS_1
Rere meminta petunjuk siapa di antara Dua Pria yang datang di usia nya yang sudah dewasa ini, Diantara mereka berdua yang memang Allah siapkan untuknya, melewati masa tua bersama dan menghabiskan sisa hidup dengannya sampai ke syurga nya ALLAH.
Setelah dirinya cukup tenang dan kuat Rere mengangkat kembali kepala dan bahunya untuk duduk tegak dan melanjutkan dzikir dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad.
Doa Rere penjatkan dan hati merasa sejuk tanpa beban.
Dua jam Rere berdoa di sepertigaan malam untuk meminta petunjuk atas pilihan hidupnya. Rere merasakan ketenangan dan kedamaian. Rere mengusap air matanya menyudahi shalot istiharohnya lalu dirinya beranjak ke dalam kamar mandi untuk mandi dan membersihkan diri, setelahnya memakai pakaian. Terdengar sayup-sayup suara adzan subuh.
Rere beranjak untuk membangunkan ibu dan tya lalu dia kembali melakukan sholat subuh berjamaah dengan ibu dan Tya.
Rutinitas pagi tidak berubah meski ibu nya berada di apartemen miliknya setiap pagi memang Rere bangun saat sholat subuh hanya pagi ini berbeda dirinya bangun pukul 2 pagi untuk sholat istiharoh.
kemudian dia memasak membantu ibu di dapur sedangkan Tya menyapu lalu mengepel apartemen Rere. setelah selesai rutinitas pagi. ketiganya duduk di atas meja untuk makan.
"Ibu, Teh Tya kita jenguk Mas Aditya dan Geri ya" ucap Rere menatap keduanya setelah makan selesai.
"Memang nya teman kamu sudah membaik dan dokter sudah memperbolehkan dia pulang Rere" tanya ibu inah.
"Geri bilang dia sudah membaik dan bosan di rumah sakit" sahut Rere singkat kemudian dirinya meminun air putih yang berada di meja makan.
...****************...
Di rumah sakit Sisilia berlari dari parkir ke arah ruang ICU, mendapatkan kabar dari Lisna semalam membuatnya sedih dan tidak bisa tidur. Ingin hati menemui Aditya pria yang sangat dia cintai tapi waktu yang menunjukan pukul setengah dua belas malam.
Dirinya mengurungkan niat untuk menjenguk tengah malam tapi dia akan menemui Aditya pagi hari dan benar saja pukul Enam pagi dirinya sudah berada di parkir rumah sakit untuk memarkirkan mobilnya.
Sisilia merasa sesak didada jika belum bertemu Aditya dari kejauhan nampak petugas berwajib berjaga di depan ruangan ICU, segera dia meminta ijin untuk menemui Aditya dan saat berbincang dengan petugas, Riki keluar dari ruangan
__ADS_1
"Riki di mana Aditya" tanya Sisilia cepat menghampiri asisten Aditya itu.
"hemmm... "
Riki berpikir dari mana Sisilia mengetahui Atasan nya di rawat dan bagaimana jika Rere kemari.
"Riki kamu mendengar saya" ucap Sisilia sekali lagi.
"Ada di dalam"
Riki menunjuk keberadaan Aditya dengan tangan kanan dan Sisilia langsung memasuki ruangan ICU.
Dari tempat yang tidak jauh dari tempat Riki dan Sisilia berdiri, Lisna menatap mereka dengan tersenyum dengan raut wajah yang sulit untuk di artikan dan terlihat kebencian dari sana.
Tanpa sengaja mata Riki melihat keberadaan Lisna yang sedang tersenyum Licik ke arah tempatnya berdiri. Apa yang dia pikirkan benar jika ibu dari wanita yang dia cintai adalah orang yang memberikan informasi kepada Sisilia.
Riki mengerti rasa tidak suka Lisna kepada Aditya dan yang dikatakan ayahnya tentang Ayu bagaikan Langit yang tidak dapat dia gapai ternyata benar. Nampak Lisna sangat membenci Anak sambungnya dan tidak menutup kemungkinan jika dulu Riki memperjuangkan Ayu pasti dia akan mendapatkan pertentangan sama seperti nasib Mama Sherly dan Rere sekarang.
Hans adalah Pria kaya yang tidak sebanding dengan dirinya baik dari Ekonomi, Pendidikan bahkan status Sosialnya. Tapi bagaimana Perasaan Mami Lisna jika mengetahui anaknya mendapatkan perlakuan seperti dirinya dari suami yang ternyata berselingkuh di belakang mereka. Riki mencoba menghubungkan perasaannya dengan apa yang semalam dia lihat tentang menantu pilihan Lisna itu.
...****************...
"Adit... " Sisilia memeluk Aditya tanpa melihat keberadaan Ayu yang berdiri tidak jauh dari kakak nya itu.
"Apa yang kamu lakukan Sisil dan kenapa kamu berada disini" Aditya mencoba melepaskan pelukan Sisilia.
Ayu hanya menatap dingin terlihat jelas raut tidak suka dengan sosok Sisilia. Sedangkan Aditya menoleh kearah pintu dirinya khuatir Rere akan tiba-tiba masuk kedalam ruangannya dan melihat apa yang Sisilia lakukan kepadanya.
__ADS_1
Mata aditya beralih memandang Ayu dan memberika kode yang dapat dimengerti dan di pahami oleh Ayu. Dia mengangguk dan berlalu dari ruangan Aditya dan Sisilia menoleh kebelakang melihat Ayu meninggalkan ruangan Kakaknya saat ini.