
Aditya mengusap wajah nya pelan dan berbisik kepada Riki pelan dengan mencondongkan wajah nya ke arah Aditya
"Jangan Ada yang tahu tentang Zayn, Hanya kita berlima yang tahu selain itu jangan sampai bocor apalagi sampai ke telinga Renia, kamu mengerti" Riki menganggukan kepala nya tanda memahami perintah dari Atasanya itu.
"Saya sudah memberitahukan kepada Dokter Willy dan beliau berkata akan mengurus hari senin saat Tuan Zayn mendatangi rumah sakit" Aditya mengangguk mengerti dengan penjelasan Riki.
Aditya berpikir setelah Rere menikah dengan nya, Wanita nya itu akan menerima Zayn karena Aditya tahu dengan jelas hati dari Pujaannya yang walaupun terlihat keras kepala tapi hati nya sangat lembut terlebih dengan anak-anak. Aditya akan menjelaskan semua setelah menikah halaman tentang Zayn dan Sisilia dan untuk saat ini lebih baik dia simpan.
Riki memberikan kode kepada Aditya saat melihat Rere berjalan kearah nya dan Keduanya terdiam tidak lagi membahas tentang Zayn dan Sisillia. Rere tersenyum kepada kedua nya dan mengatakan kepada Aditya
“Mas Aditya… Pulang dari rumah sakit Renia di jemput Cantika, Bolehkan Renia pergi dengan Cantika dan Geri”
Aditya menaikan Sebelah Alis nya dan menatap Tajam kearah Rere mendengar nama Geri di sebut oleh kekasihnya dan Riki mengerti lalu dirinya beranjak dari tempat duduk nya dan berpindah untuk berdiri dan menyandarkan ke dinding samping pintu masuk ruangan ICU dan diri nya membuka Ponsel lalu mendapati pesan yang sangat membuat nya terkejut dan dengan serius membaca pesan dan juga photo yang di kirimkan oleh bawahan nya yang di berikan tugas untuk memata-matai Hans suami dari Ayu.
(Pak Riki, wanita yang menjadi Selingkuhan dari Pak Hans di berikan Apartemen Mewah di daerah Jakarta Selatan)
Pesan di kirim bersamaan dengan Photo Hans di dalam Mobil yang sedang Memasuki Apartemen dengan berciuman dan saling memeluk.
(Tetap Awasi Mereka dan Laporkan Perkembangan terbaru kepada Saya)
(Baik Pak Riki)
Riki menatap Rere dan Aditya yang terlihat berdebat, mereka sering terlihat berdebat dan terkadang Romatis juga terlihat Saling diam lalu baik Aditya maupun Rere nampak emosional.
“Mas, Kenapa Mesti marah, mereka Sahabat Renia dan saat bertemu dengan Geri juga ada Cantika, Kita sudah membahasa nya dan kenapa Mas tidak percaya, Mas melarang Renia curiga dengan Sisillia tapi mas sendiri selalu berpikiran buruk tentang Renia dan Geri” Ucap Rere dengan memajukan mulut nya dan wajah nya Nampak kesal.
“Sayang, Mas tidak Curiga dengan Renia, Mas hanya ingin ikut bersama Renia. Kenapa di Larang. sayang, Mas Jadi tidak mengerti” Balas Aditya yang kemudian menyentuh Tangan Rere.
“Renia sudah katakan tadi Ada yang ingin Renia bicarakan dengan Geri dan Cantika” Rere Nampak sangat Kesal dan Riki masih menatap kedua nya dan menggelengkan kepala lalu menatap Ponsel nya kembali.
“Jika Mas Tidak di ijinkan ikut, Mas juga tidak akan memperbolehkan Renia Pergi. Mengerti. Sayang”
Aditya meantap dengan Tajam dan Rere memukul pelan lengan Aditya lalu menyandarkan tubuh nya ke bahu kursi dan menekuk tangan nya di atas perut dan menatap sinis Aditya.
“Pokoknya Mas tidak ijinkan dan jangan membantah”
Aditya terlihat sangat Posesif dan Protektif terhadap Renia dan wanita nya Nampak kesal.
“Mas, Memang nya tidak ada urusan, bukan nya kemarin Mas sibuk ketemu kolega bisnis mas yang ada di Bali memang nya mereka sudah pulang, Mas Tidak bertemu dengan nya lagi padahal kemarin Mas Riki sampai membawa Mobil Mas Aditya supaya mengecoh Renia yang sedang memata-matai Mas Adit” Ucap Rere masih dengan ekspresi dan posisi duduk yang sama.
Mendengar itu tentu saja Aditya menoleh ke arah Rere dan diri nya hanya terdiam tidak membalas, Tidak lama dari perdebatan mereka, Kedua Kerabat Bu Ria keluar dan Aditya Mengajak Rere masuk ke dalam ruangan ICU, Tangan Aditya menggandeng lembut Rere dan terlihat keponakan Bu Ria menatap Kearah Aditya yang mana Rere bisa melihat dengan jelas yang di lakukan gadis yang menurut Rere berusia sekitar 21 Tahun, mungkin Seorang Mahasiswa.
Rere meremas tangan Aditya membuat Aditya menatap ke arah nya dan Tersenyum akan tetapi Rere justru memalingkan Wajah nya dengan kesal. Aditya ikut meremas tangan Rere dan memainkan jari jemari Rere dan tersenyum kembali saat Rere menoleh kearah nya. Langkah Rere terhenti dan menatap Aditya dan berkata
“Sendirinya di tatap Wanita lain senyum-senyum tapi selalu curiga ke Renia, Biasa nya orang yang selalu curiga ke orang lain itu justru karena dia memposisikan orang lain sama seperti dirinya” Ucap Rere dan melepaskan genggaman tangan Aditya dan masuk ke Ruang ICU
Aditya hanya terdiam dan kemudian masuk ke ruangan ICU dan menarik tangan Renia untuk dia genggam kembali dan sebelum memasuki ruangan ICU, Aditya menoleh ke arah Riki dan yang di tatap hanya menganggukan kepala, Riki sudah mendengar perdebatan tentang Rere yang ingin pergi bersama kedua sahabatnya setelah mengunjungi Ria di ruang ICU.
“Sayang Jangan Marah, Renia boleh pergi nanti mas ijinkan, Mas Sedih Jika melihat Renia Cemberut seperti itu Kepada Mas Adit” Adit berkata dan membuat Rere menoleh ke arah Aditya lalu tersenyum dan Aditya membawa Rere kedalam Pelukannya.
__ADS_1
“Terima Kasih Mas, Renia Sayang Mas Adit” Ucap Rere Pelan
“Mas juga Sayang dan Cinta Renia, Mas melakukan ini karena takut kehilangan Renia, Sayang” Sahut Aditya.
“Ya Sudah ayo kita lihat Bu Ria”
Rere melepaskan pelukan nya dan berjalan bersama dengan Aditya dan memasuki salah satu kamar yang ada di Ruangan ICU dan menatap Ria yang Nampak lemas dan tersenyum ke arah Rere dan juga Aditya yang berjalan bersama ke arahnya.
“Bu Ria, Bagaimana Kabarnya” Ucap Rere melepaskan genggaman Tangan Aditya dan memeluk lalu mengenggam tangan Wanita Paruh Baya itu dan meneteskan air mata sedangkan Aditya berdiri di dekat Rere.
“Ibu Baik Renia”
Ria telihat bersedih saat menatap Aditya yang tersenyum ke arah nya dan Ria mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Aditya.
“Tante Semoga Cepat Sembuh” Ucap Aditya dan Ria menganggukan kepala nya.
“Bagaimana keadaan Adit sekarang” Tanya Ria
“Adit sudah sembuh seperti yang tante Lihat dan Papi juga sudah keluar dari rumah sakit” Jawaban Aditya tentu membuat Ria terlihat gugup dan menarik kembali tangannya.
“Maaf hari itu Tante merasa pusing dan tidak enak badan jadi pulang dari Rumah Sakit saat menjenguk, Nak Adit” Ria berkata dengan mata berkaca-kaca.
“Tidak ada masalah tante, Aditya mengerti dan sekarang sudah mengetahui tentang Tante Ria dari Papi”
Deeeegggg
“Tante Aditya berharap Tante Cepat Pulih dan bisa beraktivitas seperti biasa lagi, Tante adalah pengganti Mama untuk Adit dan semoga tante tidak membenci Adit karena kedua orang tua Adit telah melukai hati tante begitu dalam” Aditya menunduk dan Ria meneteskan air mata sedangkan Rere hanya terdiam.
Dirinya menyesali kenapa ikut masuk kedalam ruangan ICU bersama Aditya sehingga dirinya merasa tidak enak hati dengan apa yang terjadi saat ini.
Renia melihat sebuah kursi di dekat bangkar Ria segera dia mengambil untuk Aditya duduk karena tahu ada yang ingin di bicarakan keduanya. Aditya tersenyum dan menerima kursi kecil yang di berikan Rere kemudian Rere pamit untuk keluar dan Aditya menginginkan agar Rere tetap bersamanya dengan menggenggam tangan Rere erat tentu saja Ria tersenyum karena melihat dengan jelas betapa Cintanya Aditya kepada Renia begitu sebaliknya.
"Tante, kami kemari ingin menjenguk dan memastikan keadaan Tante dan berharap Tante segera sembuh" ucap Aditya kembali karena masih terlihat canggung setelah mengetahui Ria adalah mantan kekasih juga sahabat Mamanya yang telah Tiada.
"Iya Terima Kasih Aditya, Bagaimana hubungan Kalian apa kalian sudah memutuskan untuk menikah"
Ria tersenyum melihat Rere menundukkan kepala terlihat malu dengan pipi yang merona.
"Iya... Aditya ingin nya segera menikah akan tetapi Renia masih ragu dengan Aditya"
Ria nampak tersenyum mendengar perkataan dari Aditya yang menoleh kearah Rere.
"Wajar Rere masih ragu, Adit. karena kalian baru bertemu kembali dengan waktu yang sangat lama dan tugas kamu meyakinkan Renia agar yakin memilih dirimu menjadi ayah dari anak nya kelak. Menikah itu seumur hidup dan pastinya kalian harus serius dalam menjalani Pernikahan itu, agar Rumah tangga kalian selalu rukun dan harmonis" Ria menjelaskan dengan panjang lebar dengan ekspresi serius.
Dengan tangan masih mengenggam Rere Aditya menatap kembali Ria setelah mendengarkan ucapan nya.
Aditya harus bertambah berhati-hati menghadapi Rere. ya memang wajar jika Renia belum menerima dia seutuhnya karena pertemuan dengan jarak yang sangat lama, Pasti Ada perjalanan hidup yang ingin di ketahui oleh kekasih nya itu, sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Tidak boleh mengambil keputusan yang gegabah karena itu Aditya harus segera memindahkan Sisilia dan Juga Zayn ke luar negeri di mana Rere tidak boleh mengetahui kenyataan tentang masa lalu Aditya yang justru akan memisahkan dirinya lagi dengan wanita yang amat dia cintai.
__ADS_1
Rere memang seorang yang memikirkan sesuatu terlebih dahulu sebelum bertindak dan Aditya tahu konsekuensi atas apa yang telah dia lakukan nantinya. Aditya tidak bisa memilih antara Rere atau Zayn. Karena itu tindakan untuk memilih keduanya adalah jalan yang tepat untuk Aditya.
Aditya sudah memiliki rencana untuk Sisilia agar wanita yang mencintainya itu juga tidak terluka dan melakukan sesuatu yang akan melukai Rere nantinya atau ancaman dimana dia akan melakukan hal yang sama seperti Mama nya tidak terjadi.
"Mas... Mas" Panggilan Rere membuyarkan apa yang sedang dia pikirkan.
"iya sayang" ucap Aditya.
"Bu Ria mengajak mas bicara dari tadi tapi mas Aditya hanya diam" bisik Rere.
"Apa yang sedang mas pikirkan" masih berbisik di telinga Aditya.
"Tidak ada sayang" Aditya terdiam kembali.
"Maaf Tante, Saya sedikit pusing, tadi tante berbicara tentang apa, saya tidak menyimak" Ria hanya tersenyum.
"Tante mengatakan bahwa kisah cinta kalian seperti Adam dan Hawa saling mencari dan Akhirnya Tuhan mempertemukan kalian meski membutuhkan waktu yang sangat lama. Tante harap kalian berjodoh" Ria tersenyum.
"Terima Kasih Banyak Tante" Aditya mencium tangan Ria.
Aditya merindukan Mama yang sudah tiada Delapan Belas Tahun yang lalu. Ria memahami perasaan Aditya dan Ria mengusap Putra dari kekasih masa lalunya dengan wanita yang juga Sahabatnya sendiri.
"Tante Maafkan Mama dan Papi Adit, mereka menggoreskan luka yang sangat dalam dihati tante. Aditya meminta maaf mewakili almahrumah Mama Sherly. Sepanjang Hidup Mama selalu mencari Tante tapi sampai tutup usia Mama tidak menemukan Tante untuk mendapatkan Maaf dari Tante"
Keduanya menangis dan Aditya memeluk sahabat Mama nya yang mana jika Mama nya masih hidup sudah pasti seusia dengan Ria sekarang. Ria merasa sangat bahagia dapat memeluk putra dari sahabatnya.
"Tante kecewa dengan Sherly tapi Mama Kamu memberikan sesuatu yang lebih besar dari kata maaf, Sherly memberikan Putranya untuk Tante agar di masa tua tante tidak lagi sendiri seperti sebelumnya. Renia dan Aditya adalah anak-anak Tante meski tidak lahir dari rahim Tapi tante tapi kalian Lahir dari Cinta dan Kesedihan tante" Ria mengusap air matanya dan tersenyum.
"Aditya juga bahagia bisa bertemu dengan Tante Jika bukan karena Tante Aditya tidak akan bisa menemukan Renia, Ulang Tahun Tante saat itu adalah hari paling bahagia untuk Adit karena pada saat itu Aditya bisa bertemu kembali dengan Renia. wanita yang selama ini Adit Cari dan selalu Adit Rindukan" Aditya menoleh kearah Rere dan memeluk kekasihnya.
"Terima Kasih kalian sudah berkunjung dan menyempatkan diri untuk datang" Ria tersenyum.
"Bu Ria, Jika ibu sedih berbagilah dengan Renia. Ibu sering berkata Renia adalah Putri Bu Ria tapi kenapa saat sedih tidak berbagi dengan Renia"
Renia mencium tangan Ria setelah melepaskan pelukan Aditya. Hati Ria sangat tersentuh dengan keduanya.
"Maafkan Ibu, Renia" Ria menangis kembali.
"Ibu Tidak pernah sendiri ada Renia, kita biasa berbincang banyak hal dan menghabiskan waktu seperti sebelum nya untuk bercerita tentang hidup dan bisnis juga lainnya. Renia merindukan saat-saat itu bu" Rere memeluk Ria yang sudah dia anggap seperti ibu kedua baginya.
"Renia sedih jika terjadi sesuatu dengan Bu Ria, Jangan Lakukan hal itu lagi ya Bu" Pinta Rere.
"Maafkan ibu, Nak. ibu tidak akan melakukan itu lagi. ibu akan berdamai dengan masa lalu Ibu seperti yang sering Renia katakan kepada ibu" Ria tersenyum dan keduanya berpelukan kembali
"Adit, Jangan katakan apapun kepada Papi Aries tentang keadaan Tante"
Ria tertenti dan Rere menarik diri dari pelukan Ria saat wanita paruh baya itu berbicara serius dengan kekasihnya.
"Tante belum siap bertemu dengan Papi kamu dan lagi dia baru sembuh Tante tidak ingin terjadi sesuatu terhadap Aries. Tante akan berjuang dengan keras agar bisa berdamai dan memaafkan Papi kamu tapi tidak untuk sekarang" Aditya menganggu
__ADS_1