
Riki berhenti karena ada kemacetan di jalan arah dari rumah sakit. Riki membunyikan Klakson keras agar Mobil di depannya dapat memberinya jalan.
Tinnn... Tinnn... Tinnnn
Riki merasa kesal sendiri dan memukul setir mobil dan mengacak-acak rambutnya sendiri. Dirinya merasa kesal karena tidak menghentikan Hans saat membawa Ayu dan kini terkena macet saat akan mencari Ayu.
Dari arah berlawanan orang suruhan Aditya mengamati mobil yang mengalami kecelakaan dan segera melaporkan kepada Aditya setelah mendekati mobil dan bertemu dengan baby sister juga pengawal Hans dan Ayu yang sedang duduk lemas memandangi Ayu.
Jimmy hanya menangis mendapati Mobil yang mana orang tuanya berada di dalamnya. Aditya menatap Aries yang juga menoleh ke arahnya.
"Ok... Terima kasih infonya. "
"Baik Tuan" Sahut orang yang berada di seberang sana dan panggilan telepon di matikan.
"Apa yang terjadi Nak"
Aditya menggelengkan kepala dan melepaskan selang infus yang ada di lengannya dan Aries menjadi cemas dengan apa yang di lakukan oleh Aditya.
"Nak... "
"Tenanglah Pi semua baik-baik saja"
"Tapi kenapa kamu melepaskan selang infus dan kamu ingin kemana Nak"
"Papi... Aditya baik-baik saja. Tenang dan perhatikan saja kondisi papi. ok" Aries hanya menatap Putranya
Aditya keluar dari ruangan rawat inap dengan menyentuh dada yang masih sakit karena luka tembak yang dirinya sendiri lakukan.
Aditya mendial nomor ponsel milik Riki dan memberitahukan bahwa Ayu dan Hans mengalami kecelakaan tidak jauh dari rumah sakit. Riki sangat terkejut lalu dirinya membuka pintu mobil dan berlari untuk menyusuri jalanan yang macet.
Riki menahan rasa sakit akibat tendangan Hans dan juga karena dadanya di injak dengan sangat keras. Rasa sakit itu tidak melebihi dari rasa sakit yang hatinya alami karena insident yang dia dengar dari Aditya tentang wanita yang di cintai.
Riki tidak peduli dengan klakson bahkan hampir di tabrak oleh mobil yang ada di belakangnya. Riki terus berlari dengan meneteskan air mata. Ponselnya tetap di pegang erat dan menghiraukan panggilan dari Aditya yang masih tersambung.
"Riki... Riki..."
Aditya mengusap wajahnya pelan dari informasi yang dirinya dapatkan Mobil yang di kendarai oleh Ayu dan Hans cukup parah dan bagian depannya hancur karena menabrak truk yang berlawanan arah dengannya.
"Tidak... Ayu... Saya mohon jangan lakukan ini" Riki berlari sambil bergumam
"Ayuuuuu.... Tidak... " Suara Teriak Riki sampai di telinga Aditya membuat Aditya lemas dan mundur ke belakang lalu bersandar ke dinding dengan perasaan yang sangat hancur.
"Ayuuu... Jangan... Ayuuu... Kak Aditya... Tidak" Aditya membenturkan kepalanya ke dinding.
"Ayuuu... "
Dari Pintu Aries mendengar apa yang dikatakan dan melihat dengan jelas Apa yang di lakukan oleh Putranya
"Nak... Apa yang terjadi dengan Adikmu"
Aditya menoleh ke Papinya melangkahkan kaki ke arah Aries dan memeluk dengan erat lalu menangis membuat Aries lemas dan Aditya dengan rasa sakit di dadanya menopang tubuh Papinya yang tidak sadarkan diri.
"Tolong... Tolong... Suster Tolong Papi Saya" Teriak Aditya yang melihat Suster sedang mendorong kursi roda yang kosong.
__ADS_1
Suster menghampiri dan membantu Aries dengan mendudukannya ke kursi roda. Aditya merasa sakit di daerah dada yang mana mengeluarkan darah karena sempat menahan tubuh Aries dan terjadi gesekan keras saat menopang sambil memeluk tubuh Papinya.
Suster memanggil rekannya dan juga Dokter yang sedang bertugas lalu mengangkat tubuh Aries ke atas bankar rumah sakit.
Aditya menelepon Lisna memberitahukan apa yang terjadi kepada Aris yang tidak sadarkan diri setelah mendengar kabar Ayu dan Hans.
"Apa yang terjadi dengan Mereka. katakanlah"
"Mereka mengalami kecelakaan di dekat rumah sakit. Hans memaksa Ayu pulang dan mobil yang Hans kendarai terjadi kecelakaan dengan Truk yang berada di jalan yang berlawanan dengan mereka"
"Apa... Kamu Bohong bukan...Jangan sembarang bicara kamu Aditya"
"Datanglah ke rumah sakit. Saya ingin melihat keadaan di tempat kejadian"
"Tidak... Kamu Bohong, bukan. kamu benar-benar anak sial*an Aditya. jangan berbohong kepada saya"
Aditya menutup panggilan teleponnya begitu saja dan meminta suster dan perawat untuk menunggu Papinya sebentar karena ingin melihat keadaan Kecelakaan yang menimpa Adiknya.
Dokter melarang karena Aditya juga sedang dalam keadaan pemulihan dan dadanya mengeluarkan darah. Perawat minta Aditya tenang dan kembali di bankar miliknya tapi Aditya menolak dan berlalu begitu saja. Perawat memanggil untuk melihat lukanya tapi tidak di hiraukan oleh Aditya.
...****************...
Riki berlari dan melihat dua tubuh yang di tutupi oleh kain dengan darah yang cukup banyak. Riki mundur ke belakang dan Jimmy menangis memanggil papi dan maminya.
"Tidak... Tidak... Ayu kamu menyuruh saya untuk menunggu kamu bercerai dengan suami kamu tapi... Tidak...." Riki lunglai dan jatuh ke tanah
"TIDAK.... AYU... " Teriak Riki
Semua orang yang berada di sana menoleh dan beberapa orang menenangkan Riki dan Jimmy berlari ke arah Riki dan memeluknya.
"Uncle... Itu Mami" Menunjuk ke kerumunan yang ada di sana.
Riki menoleh dan sambil memeluk dan menggendong Jimmy, dirinya mendekati Ayu dan menatap wanita yang di cintainya itu tidak sadarkan diri dengan tergeletak di trotoar jalan. Riki menurunkan Jimmy dan melangkah mendekati Ayu dan berteriak dengan nada marah.
"Kenapa kalian hanya melihatnya saja... Haaa... Kenapa tidak memanggilkan ambulans atau membawa ke rumah sakit"
Setelah mengecek Nadi dan nafas Ayu. Riki segera menggendong Ayu dan berlari dan meminta baby sister Jimmy untuk membawa Jimmy untuk mengikuti dirinya dari belakang.
Tanpa memeriksa keadaan dua jenasah yang tertutup oleh kain di pinggir jalan. Beberapa orang berteriak untuk Riki menunggu pihak berwajib terlebih dahulu agar di periksa oleh pihak berwajib.
Riki tidak mendengarkan mereka dirinya terus berlari. Ayu sedang sekarat tidak mungkin dirinya menunggu lebih lama lagi. Darah di kepala juga hidung membuat Riki sangat hancur dan takut melihat keadaan wanitanya.
Riki melihat mobil di sana dan meminta untuk putar balik ke arah rumah sakit dan akan memberinya uang untuk itu.
Riki tidak mungkin menaiki mobil yang dia kendarai karena mobil tersebut sudah terjebak macet sangat sulit untuk keluar dari sana.
Karena itu Riki membawanya dengan berlari melewati kemacetan dan meminta sebuah mobil untuk membawa mereka.
Baby Sister yang menggendong Jimmy kewalahan mengejar langkah kaki Riki sehingga dirinya tertinggal sangat jauh.
Riki menoleh dan berteriak meminta untuk menunggu di tempat yang di tunjuk oleh Riki dan nanti ada orang yang akan menjemput mereke.
...****************...
__ADS_1
Flashback
Sementara Pengawal yang bersama di mobil yang berbeda dengan Hans hanya berdiri tidak tahu apa yang akan dia lakukan karena saat dirinya berada di belakang mobil Hans yang terlihat berjalan oleng ke kiri dan ke kanan lalu menabrak truk. Pengawalnya segera menepikan mobil kemudian Susternya menutup mata Jimmy dan menjauhi mobil yang mengalami kecelakaan.
Dan saat kejadian Ayu pertama di selamatkan dari dalam mobil dan kedua Hans yang terluka parah dan saat di cek Hans sudah tidak bernyawa. Hans meninggal di lokasi kecelakaan dan dari arah orang yang duduk di dekat dengan driver truk jatuh karena ingin menyelamatkan diri tapi dari arah depan melaju mobil sedang yang menabraknya yang tiba-tiba turun dari truk.
Pengawal yang membawa mobil di belakang Hans menarik tubuh Ayu dari dalam mobil lalu menggendong dan membaringkan di Trotoar.
Kedua korban yang meninggal di tempat kejadian di bawa oleh warga ke tepi jalan dan menutupinya dengan kain.
Kemudian Pengawal tersebut menghubungi sesama Pengawal untuk memberitahukan tentang apa yang terjadi dengan Hans di group pesan yang terdiri dari pelayan, security, driver dan Pengawal keluarga Erlangga.
Dari sana Pengawal yang di suruh oleh Aditya untuk mencari tahu keberadaan Hans dan Ayu sampai di tempat kejadian dari arah berlawanan mobil yang dia kendarai.
Mereka tepikan lalu keluar dari mobil yang terparkir tidak jauh dari lokasi dan mereka melangkahkan kakinya mendekati Pengawal yang sedang berdiam diri dengan wajah panik dan cemas.
Ada sentuhan yang menempel di bahunya dan saat menoleh ada rekan kerjanya dan dirinya berkata
"Tuan Hans menjadi korban meninggal dunia"
"Apaaaa... Apa benar yang kamu katakan cahyo" di balas anggukan kepala
"Kamu boleh lihat korban di sana Fendy" Sahut Cahyo dengan menunjuk salah satu korban yang tergeletak di tepi jalan.
Fendy berjalan sedikit untuk berhati-hati membuka kain dan dirinya kaget saat melihat korban yang tidak bernyawa adalah Hans.
Kemudian dirinya menelepon Aditya yang saat ini berada di ruangan yang sama dengan Aries karena harus di rawat
Flasback Selesai
...****************...
Aditya berdiri di depan Lobby saat sedang menunggu mobil online yang dirinya pesan suara Ponsel berdering segara dia mengangkat Panggilan telepon dari Pengawal yang di berika tugas mencari Hans dan Ayu yang bernama Fendi
Aditya terdiam saat karyawan dia mengatakan bahwa Hans menjadi korban kecelakaan dan Ayu di bawa oleh Riki yang ntah kemana perginya karena pengawalnya tidak tahu.
Aditya menatap sebuah mobil yang berhenti di depan ruangan UGD di rumah sakit dan melihat Riki berteriak meminta petugas medis rumah sakit untuk menolong wanita uang di bawanya.
Aditya segera berlari kecil dengan menahan rasa sakit ke arah Riki dan menanyakan keberadaan Jimmy. Riki tidak menjawab karena masih syok dengan kejadian yang menimpa wanita yang dia cintai.
Dari arah Lobby Lita melihat pria yang berkelahi dengan Hans dan melihat baju Riki penuh dengan darah. Lita menghampiri dengan beraninya menanyakan tentang Hans kepada Riki.
Hati Lita yang memaksa itu karena merasa tidak tenang dan saat ingin meninggalkan rumah sakit untuk pulang ke rumah setelah selesai mengurus administrasi dan ibunya menuntun untuk pulang dan dirinya melihat Riki
"Maaf anda pria yang tari bersama dengan istri Tuan Hans bukan"
Aditya menoleh kearah Riki dan mereka saling pandang kemudian menatap Lita bersamaan.
"Ada apa" Tanya Riki dingin dengan tatapan tajam.
"Boleh saya tahu kemana Tuan Hans" sahut Lita
"Siapa dia Riki"
__ADS_1
"Dia wanita selingkuh Tuan Hans" Riki menjawab pertanyaan Aditya