Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 148 Geri Terpukul


__ADS_3

Kondisi Rere yang mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit yang sama dengan tempat Aries di rawat membuat Ria bertambah Syok, kakinya merasa sangat lemas dan Dina menuntun Ria untuk duduk di kursi dekat Arsyila.


"Bu Ria minumlah ini dan tenangkan hatinya bu saya percaya Rere akan baik-baik saja"


"iya Nak Semoga saja, Tadi yang di bawa ke ruang ICU siapa Bu, Maaf saya sedikit lancang karena bertanya"


"Itu Mas Aries... Papanya Aditya kekasih Rere"


Sebenarnya Dina juga tahu karena sering muncul di berita Bisnis baik di Televisi maupun Majalah Bisnis, yang ingin di tanyakan oleh Dina, ada hubungan apa dengan Ria, tapi dia tidak ingin menanyakan lebih detail takut jika menyinggung atau tidak sopan dan Dina memutuskan untuk diam.


"Mba Dina bukannya tadi ijin pulang, Rere akan kami jaga jika ada sesuatu yang serius akan saya hubungi, Saya khuatir suami dan anak-anak mba Dina menunggu di rumah" ucap Geri pelan.


"oh... iya" Sahut Dina


Dina merasa canggung karena merasa di usir oleh Geri, Kedua saudara perempuan juga Ria dan Cindy menatap Geri terlihat wajah tidak bersahabat dari Geri membuat suasana menjadi tidak menyenangkan.


Dina Tahu rasa kesal Geri karena Ria menyebut nama Aditya tapi tidak seharusnya Sahabat Rere mengatakan perkataan seperti itu. Dina mengajak Cindy pulang dengan sebelumnya berpamitan kepada semua yang ada di sekitar ruang ICU.


"Geri kurang ajar banget ngusir gw tadi" ucap Dina setelah berjalan menjauhi ruang ICU dan menuju Lobby Rumah Sakit.


"Siapa dia, keluarga Rere atau gimana tapi dia tadi, bilang sahabat ya kan. tapi ko sikapnya udah kaya suami Rere saja. Gw juga gedeg tahu sama tuh orang"


"Wajar sih dia bilang gitu karena dia jealous. Dia dari dulu naksir berat sama Rere tapi yang di taksir malah cuek karena nunggu pacar masa lalunya datang. Pas datang malah nyakitin dia. Padahal yang berjuang dari Nol itu cowo yang tadi tapi namanya cinta siapapun ga bisa maksa yakan"


"oh cinta segi empat ya. Ribet banget ya kaya anak ABG aja... Usia Rere berapa sih"


"32 Tahun sama kaya kita"


"Wah itu sih gila dia nunggu cowo ga nikah sampe umurnya 32 tahun. Perawan Tua dong ya. Makanya jadi orang jangan bucin kita harus realistis ini dunia nyata bukan Novel indah yang ujung-ujungnya bersatu dengan orang yang kita cinta. itu Drama banget. Wajar Rere sampe Syok dan sekarang Down"


"Bukan hanya Rere, Cowonya juga sampe Bunuh Diri yakan" ucap Dina kemudian masuk ke mobil yang dikendari oleh Cindy


"Emang Cowonya udah meninggal dari berita yang gw baca sih belum masih kritis" Cindy menjawab setelah memasuki mobil dan melajukan mobilnya.


"udahlah kenapa kita jadi ghibahin Rere. Kasihan tuh bocah sebenarnya. bener-bener cinta banget ama cowoknya tapi ternyata cowoknya udah punya anak apalagi pemberitaan yang menyudutkan dia. Kita harus bantu Support kasihan mentalnya jadi down sekarang sampe masuk rumah sakit, Padahal dia cewe yang termasuk kuat menurut gw"


"udah... udah tapi lu terusin ghibanya dasar tuh mulut" Cindy berkata sambil tersenyum.


"ga kerasa"


Dina berucap sambil menoleh ke arah Cindy. Kemudian keduanya terdiam dan mobil sudah memasuki jalan raya yang akan menuju ke rumah Dina.


...****************...


Ali berjalan dengan sangat lemas ke arah Tya dengan mengusap pipinya. Geri melihat dan yang tadi tubuhnya bersandar di dinding ruangan ICU menjadi mendekat ke arah keluarga Rere dan Ria yang duduk didekat Arsyila ikut mendengarkan apa yang menjadi kesedihan Ali.


"Ada apa Kang Ali. Teteh baik-baik aja kan" Tangis Arsyila pecah.


"Rere apa pernah mengeluh sakit Syila. Tya"


Kedua saudara perempuan Rere menggelengkan kepala dan mata mereka mulai mengeluarkan air mata. Geri berjongkok didekat Ali dan menanyakan apa yang terjadi dengan wanita yang dia cintai.


Ria mulai merasa cemas dengan ekspresi yang ditunjukan oleh pria yang dia belum kenal tapi yakin jika pria itu masih kerabat dengan Rere.


"Syila. Tya Dokter mendiagnosis Rere terkena Leukimia"


"Apaaaa... "


Semua orang yang berada di sana sontak tidak percaya mendengar apa yang di katakan oleh Ali.

__ADS_1


"itu tidak mungkin kang. Teh Rere sehat benarkan?"


Aryila menggoncangkan pundak Ali dengan kencang sambil menangis. Tya berusaha menenangkan Syila dan Ria menutup mulutnya dengan meneteskan air mata.


Sedangkan Geri terduduk di atas lantai dengan memegang kepalanya menggunakan kedua tangannya lalu menggelengkan kepalanya.


Ini sangat mengejutkan dan Ali mengatakan bahwa ini baru diagnosa awal dan dokter akan memeriksa dengan detail tubuh Rere dengan CT scan dan memerlukan pemeriksaan penunjang yang berupa tes darah dan biopsi sumsum tulang belakang.


Geri sudah tidak ada kekuatan lagi mendengarkan apa yang di katakan oleh Ali. Tubuhnya bergetar lalu menangis dengan menutup wajahnya dengan lutut.


Ria berusaha menguatkan keluarga Rere dan berharap diagnosa yang di katakan oleh dokter tidak benar dan Ria berjanji akan membantu juga mendukung Rere baik secara moril juga dana.


"Tenanglah Rere butuh kekuatan dari keluarga juga temannya saat ini jangan ada yang memperlihatkan kesedihan didepan Rere yang justru akan membuat dirinya down dan mentalnya tidak bersemangat nantinya. Kita berdoa kepada Allah untuk kesembuhan Rere dan jangan beritahukan terlebih dahulu keadaan ini kepada Rere. Semoga ini semua tidak benar"


Suara tangisan Geri sangat pilu dia terlihat sangat terpukul dengan kondisi Rere saat ini dan menyesal dengan apa yang pernah terjadi. Perdebatan dan amarah tidak seharusnya dia tunjukan kepada Rere.


Menurut hatinya Rere ingin dirinya menikah dengan Cantika mungkin karena dia sudah mengetahui kondisinya.


Apa Mungkin Rere ingin menghabiskan waktu terakhirnya dengan Aditya. Kenapa gw tidak bisa mengerti Rere saat itu. Jika kamu ingin bersama pria bren*sek itu. Gw janji ga akan ganggu lu Rere tapi please bertahanlah gw pengen lihat lu menikah walaupun bukan dengan gw dan gw pengen lihat anak lu yang cantik seperti lu, Rere. Please Rere. Maafin gw tapi tetaplah berjuang sayang. gw janji ga akan ganggu Lu lagi dan gw bakal ikhlasin lu tapi lu harus berjuang agar menang dari penyakit kanker Lu. Ya Allah Semoga ini semua bohong.


Geri bermonolog dan berdoa di dalam hati dengan terus menangis. Tya mengusap lembut punggung Geri karena tahu betapa cintanya Pria yang duduk di depannya kepada Rere, Adiknya yang sedang sakit.


"Geri... Semoga ini Salah ya" ucap Tya tanpa ada jawaban dari Geri.


Ria Menangis dan menatap langit dirinya merasakan kesedihan yang mendalam dan berpikir begitu banyak masalah yang akan di hadapi oleh Aries belum selesai dengan Putranya yang mencoba bunuh diri dan sekarang kabar Rere yang di diagnosa mengidap Leukimia mungkin jika Aries tahu akan membuat keadaannya semakin memburuk.


Ria akan merahasiakan terlebih dahulu kondisi Rere untuk Fokus ke permasalahan Aditya dahulu dan konsentrasi dengan kesembuhan Aries dengan tetap berada di samping Rere untuk kesembuhan Anak Angkatnya itu.


Dokter keluar dan menanyakan keluarga Aries dan Ria beranjak dari duduknya dan mendekat ke arah Dokter dan mengatakan dia kolega bisnis Aries dan menanyakan keadaan Aries.


"Pasien dalam keadaan baik dan melewati masa kritisnya, Untung ibu segera membawa Pasien ke Rumah Sakit dan Sekarang sudah bisa diatasi"


"Saya hanya menemukan bahwa Pasien terkena serangan jantung ringan dan sekarang sudah dalam keadaan stabil dan bisa dipindahkan keruang rawat inap"


"alhamdulillah syukurlah saya akan mengurus administrasi perpindahan Pasien keruangan rawat inap Dokter"


"Baiklah jika begitu saya undur diri bu untuk menangani Pasien yang lain jika ada kendala dengan Pasien segera panggil suster atau saya"


"Terima Kasih Dokter" dijawab senyuman dan dokter melangkahkan kembali kakinya ke arah ruangan dokter.


...****************...


Lisna mendapatkan Telepon dari Driver Pribadi Aries tentang keadaan suaminya yang mengalami serangan jantung saat mendengar keadaan Putranya yang sekarang berada di Amerika.


"Dasar Wanita Mu*ahan Lihat saja Jika terjadi sesuatu dengan Mas Aries saya akan menuntut kamu" ucap Lisna


Sambil menangis didalam mobil yang dikendari oleh Asep menuju Rumah Sakit yang sudah diberitahukan oleh Driver Aries sebelumnya.


Lisna sampai di Lobby Rumah Sakit yang bukan milik keluarga Erlangga. Ini Rumah sakit dekat Kediaman Ria. Dengan Langkah panjang Ria menghampiri ruangan ICU.


Plakkkk


Ria ditampar saat Lisna sudah berada didekat ruangan Rawat inap dan saat berada tepat dihadapan Ria.


Keluarga Rere juga Geri hanya dapat melihat seorang wanita paruh baya menampar Ria tapi tidak tahu apa kesalahan sampe wanita yang tadi memberikan mereka semangat sampai ditampar dengan keras.


Ali berdiri mencoba untuk melerai supaya tidak ada keributan karena Lisna sudah mulai menarik rambut Ria dengan keras dan mencaci maki dengan sangat kasar.


"Sabar Bu... Ada apa ini" ucap Ali dengan menarik Ria agar berada didekatnya.

__ADS_1


"Siapa kamu Haaa... Apa kamu anak dari wanita gatal dan Mura*an ini. Iya... Seperti itu kah"


"Sayaaaa... Bukan tapi" Ali menjadi bingung.


Tya dan Arsyila saling menatap begitu juga dengan Geri yang awalnya menangis karena keadaan Rere menjadi terdiam dan masih duduk di lantai.


Geri menatap drama yang dia tahu wanita itu kerabat Aditya. Kekasih Rere yang paling Geri benci.


"Apaaa... Siapa kamu berani melerai kami Haaa..." Teriak Lisna.


"Sudahlah biarkan saja" ucap Ria pelan dengan menepuk lengan Ali dengan Lembut.


"Ini Rumah sakit Nyonya apa memang keluarga anda suka membuat keributan dan kekacauan di tempat umum Haaaa... Jangan karena uang kalian banyak, sehingga dapat merasa terlindung dari apapun jadi bisa berbuat sesuka hatinya"


Geri berkata dengan nada tinggi membuat semua orang yang berada di dekatnya menoleh ke arah Geri


"Kamu... Oh... Jadi kalian bersekutu untuk merusak rumah tangga dan nama baik keluarga kami begitu. Hebat kaliaaaannn Ya" Teriak Lisna geram melihat Geri. Pria yang pernah berseteru dengan Putra sambungnya.


"Tenanglah Lisna kita bisa bicarakan ini dengan Baik- baik" ucap Ria.


"Dengar ya. Siapa kamu meminta saya untuk berbicara ini dengan baik-baik Haaa... Kamu ingat ya Jika terjadi sesuatu dengan suami saya. Maka kamu akan menerima akibatnya.


"Saya bilang tenanglah. kamu bisa melakukan apapun yang kamu inginkan tapi sekarang tenanglah Lisna. Mas Aries tidak butuh rasa cemburu yang kamu rasakan sekarang ini. Dia butuh support dan semangat dari kamu. kedua Anaknya sedang mengalami masalah yang sangat besar dan kamu hanya memikirkan perasaan kamu saja. Apa kamu tahu apa yang Mas Aries rasakan dan juga inginkan sekarang"


"Kamu Jangan mengajari saya tentang hal seperti itu. Saya mendampingi Mas Aries sudah 35 tahun dan saya selalu tenang. Meski Sherly dulu merusak rumah tangga kami tapi Saya tetap tenang dan sekarang kehadiran kamu yang seakan mengetahui apa yang Mas Aries rasakan tapi tidak saya rasakan. Kamu hanya masalalu Mas Aries. Saya adalah istrinya yang sah dan saya tahu apa yang Mas Aries inginkan dan rasakan baik dulu sekarang dan nanti. Kamu mengerti"


"Baiklah saya ikuti apa keinginan dan pemikiran kamu dan sekarang masuklah temui suami kamu saya akan mengurus administrasi rawat inap Mas Aries"


"Apa... kamu ingin mengurus rumah sakit Mas Aries kamu pikir kamu siapa Wanita Mur*han" Teriak Lisna.


"Saya akan membawa suami saya ke rumah sakit milik keluarga kami jadi anda jangan repot akan hal itu" Sambungnya


Lisna menghentikan langkah Ria dan wanita itu hanya menatap kesal kearah istri dari Pria yang dia cintai.


Lisna menelpon Riki tapi tidak tersambung begitu juga dengan Ayu dan Hans. Mengapa mereka tidak ada yang mengangkat membuat Lisna kesal.


Kemudian Lisna memutuskan untuk menghubungi Willy agar mempersiapkan Ambulans dari rumah sakit mereka dan kemudian melangkahkan kakinya keruang ICU.


"Siapa Ibu yang tadi teh, seperti saya pernah lihat di TV" ucap Arsyila pelan dan di dengarkan oleh Geri.


"Dia Ibu dari Pria yang teteh kamu cintai" ucap Geri tanpa menoleh ke arah Arsyila, Karena Fokusnya masih kepada Lisna yang sudah berada di dalam ruangan ICU


"Ya Allah... Sepertinya Jutek ya. Kasihan teteh kalo sampe nikah sama cowo yang keluarganya seperti itu"


"Hussshhh... Diam Arsyila" Tegur Ali kepada adik kecilnya itu.


Ria hanya diam mendengarkan apa yang keluarga Rere katakan.


...****************...


Sedangkan Lisna yang berjalan pelan ke arah ruangan ICU menoleh ke ruangan sebelah suaminya yang mana dia mengenali wanita yang berbaring dengan menutup matanya dengan selang infus yang mencap di tangan sebelah kiri wanita yang berbaring tidak sadarkna diri.


"Renia apa itu Renia" ucap Lisna pelan.


Langkah kaki yang awalnya ingin mendekat ke arah suaminya kini mengarah ke bangkar Rere. Lisna menatap tajam dengan ekspresi yang sulit untuk diartikan dan berkata


"Kamu merasakan apa yang saya rasakan Renia. Pria yang kamu cintai ternyata memiliki anak dari Wanita lain. sakit bukan"


Ucapan Lisna bersamaan dengan senyuman yang terlihat dibibir ibu Sambung dari Aditya itu yang berdiri didekat bangkar Rere.

__ADS_1


__ADS_2