Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 7 Kesedihan Aditya


__ADS_3

dddrttt dddrrrrttt dddrttt


"kenapa geri menelpon sepagi ini apa ada masalah" gerutu Rere


kemudian mengangkat panggilan yang ada di aplikasi bergambar gagang tlp berwarna hijau itu.


"assalamu'alaikum geri, kenapa tlp pagi banget"


kebetulan makan pagi sudah selesai dan bersiap pergi ke kantor, sebelum melangkah ke luar pintu, Rere kembali ke kamar untuk melihat bunga pemberian aditya, yang masih terlihat segar dalam vas bunga yang terbuat dari kaca yang berada di atas nakas, Rere tersenyum lalu menuju pintu room apartement dan tidak lupa mengunci setelah nya. sementara hp masih menempel di telinga.


"gw ada depan apartemen lu nih, lu mau gw anter ga, kebetulan gw masih cuti, dan nanti pulang kerja nanti gw jemput ya" jawab geri melalui panggilan tlp nya itu.


"boleh berarti gw ga bawa mobil ya, ngerepotin lu ga"


"ga lah cantik, udah ayu berangkat jangan sampe terlambat kerja"


Rere sampai ke depan apartemen dan melangkah untuk memasuki mobil Geri. sang sahabat itu nampak tersenyum dengan menampakan gigi putih nya dengan kacamata bertengger di pangkal hidung mancung nya dengan memakai tshirt dan celana jeans robek di lutut, nampak tampan dan gagah dengan perut sixpack dan dada bidang menambah nilai plus untuk Geri.


"hhhmm... tumben pagi lu udah di sini, curiga gw jangan bilang lu belum mandi geri"


"sembarangan banget mulut lu re, muka udah ganteng gini lu bilang belum mandi" omel nya dengan lirikan sinis. dan yang di lirik hanya senyum.


"ok Terima Kasih ya udah jemput gw" senyuman nya masih berkembang seperti bunga mawar yang di beri Aditya semalam.


"ga usah salting gitu gw jemput lu karena gw ada perlu ke bank buat urus mobile banking gw yang ke blockir" jawab geri


"lu kelihatan happy banget, kenapa lu, dapat bonus atau lu sekarang punya pacar ya" selidik geri.


"apaan sih lu ngga ko" Rere melirik sekilas sahabat nya itu


Dan mobil kini sudah melaju menyusuri jalanan ibukota, Geri menyalakan musik dan yang di pilih adalah lagu sheila on 7 band kesukaannya semasa kecil, dia mengikuti alunan lagu yang dia putar di mobil itu.


"Berisik banget sih lu geri, gendang telinga gw mau pecah nih, bisa diem ga" omel Rere sambil melotot lalu membuang pandangan nya kembali ke arah luar kaca.


"hahaha... dasar jutek" sambil menyubit hidung mini Rere. Geri sering lupa dengan tangan nya yang sering usil. padahal Rere sering ngomel jangan melakukan hal seperti itu.


"Rere cantik udah sampe, mau turun sendiri atau mau gw gendong"


"dih" sekilas melirik Geri


kemudian membuka pintu dan sebelum masuk ke gedung di mana kantor nya berada tidak lupa Rere mengucapkan Terima Kasih ke sahabat usil nya itu.


"Rere Cantik makan siang gw ke sini buat ajak makan di luar dan pulang nya gw jemput juga, gw bakal jadiin lu putri hari ini, ya kapan lagi kalo ga cuti" Geri sedikit berteriak.


Rere tidak menghiraukan justru semakin cepat masuk ke gedung kantor nya itu, malu tentu saja itu alasan nya dan pasti akan heboh di pantry membahas diri nya. Begini lah nasib Perawan tua yang selalu menjadi pembahasan orang di manapun baik di kantor maupun di kampung.


Padahal banyak wanita di belahan dunia lain terutama Eropa dan Amerika yang masih sendiri meski sudah memasuki usia 30 tahun, mereka menentukan hidup nya tanpa mendapat komentar negatif dari orang lain, ya mungkin di sini masih memiliki kultur timur yang besar dan Rere tidak mempermasalahkan itu dia mengerti dengan keadaan hidup nya dan orang sekitar dia.


...****************...


"Riki apakah kamu sudah mencari tahu lebih jauh tentang Geriyanto Eko Wardoyo, maksud ku apakah dia memiliki pasangan, apakah kedekatan nya dengan Renia hanya sebatas teman atau ada perasaan lain di antara mereka dan sejak kapan mereka mulai dekat setelah Renia menghilang"


Sebenarnya Renia atau Rere tidak menghilang hanya saja saat itu ayah nya sakit dan orang tua Rere memutuskan untuk pulang ke kampung halaman begitu yang terjadi.


"Sudah pak, yang saya tahu dia bekerja di perusahaan swasta bernama PT Mitra Pratama Indo yang bergerak di bidang infrastruktur dan kontruksi di sana dia seorang civil engeneer dan dia juga memiliki usaha lain yaitu bengkel di dekat apartemen ibu Renia" begitu penelusuran sang asisten kepercayaan nya itu.


"lalu" Aditya ingin laporan detail.


"Pak Geri masih sendiri dan belum memiliki kekasih, untuk hubungan dengan bu Renia masih dalam analisis saya pak, karena sumber yang saya tanya mengatakan mereka tidak menjalin hubungan cinta tapi sering pergi bersamaan sejak sekitar 10 tahun yang lalu, mereka bertemu pertama kali saat bu Renia bekerja di bank tersebut.


"hhhmm... apa selama itu tidak ada wanita yang dekat dengan nya"


"Masalah itu akan saya selidiki Pak Adit, karena saya belum mendapatkan informasi, maafkan saya" jelas nya.


"Baiklah Terima Kasih informasi nya dan saya harap kamu mencari tahu lebih detail lagi tentang Geri dan Renia, kembali lah bekerja keruangan mu" perintah Aditya.


"Baik Pak Adit" sahut nya.


Renia, maafkan aku sayang baru menemukan mu sekarang, aku tahu kamu pasti sedih karena kehilangan ayah mu, aku benar-benar tidak tahu kehidupan mu setelah kau meninggalkan kota tempat kita tumbuh besar bersama dan kenapa kamu tidak mengucapkan perpisahan sebelum nya, sayang

__ADS_1


Hati nya dan Pikiran selalu merindukan Renia cinta pertama nya itu.


Flashback 18 Tahun yang lalu


"Renia... Renia... Renia" Aditya memanggil Rere


"Adit, Rere sudah pindah 2 hari yang lalu" ujar mbok ngatmi tetangga mereka.


"Pindah kemana mbok" tanya Aditya


"ke kampung orang tua nya dan ga datang lagi ke sini, dan sekolah nya juga harus pindah kesana, kata ibu inah seperti itu"memberitahu Aditya tentang kepindahan Renia yang sangat mendadak.


" Apa" Aditya berlari menuju rumah nya dan mencari mami nya


"mami... mami.... mami" teriak Aditya


"kenapa sayang" jawab mami Sherly


"Aditya sudah bilang ga mau ikut mami kemarin, dan sekarang Adit ga tahu Renia pergi itu semua karena mami" teriak nya dan Adit menangis padahal usia nya sudah memasuki usia remaja 16 tahun tapi bertingkah seperti anak kecil yang kehilangan mainan.


Adit melangkah ke arah kamar lalu mengunci kamar nya dan berteriak merusak apa yang dia sentuh saat itu. Aditya merasa kehilangan sahabat sekaligus cinta pertama dia mengganggap seperti itu. Pertama kali dia menyukai seorang gadis dan menggetarkan kan hati nya hanya Renia atau Rere.


"Sayang, Renia pergi kemana dan jangan bersikap seperti ini sayang" buka pintu nya kita bicara baik-baik ok sayang" mami Sherly membujuk putra nya untuk tenang.


Setelah 4 jam mengurung diri di kamar Aditya keluar dan menemui mami nya.


"mami tahu kampung orang tua Renia" tanya Aditya


"Tidak sayang" jawab mami Sherly


"Aku mau menjemput Renia mah"


"Aditya jangan ngaco kamu mau jemput kemana dan kita juga akan pergi ke kampung di mana mama, kita tidak bisa lagi tinggal di rumah ini karena mami dan kamu akan tinggal di rumah eyang orang tua mami" mami Sherly menjelaskan hal itu.


"kenapa seperti itu mi terus kerja papi bagaimana?" tanya Aditya


"Sayang mami dan papi tidak lagi bisa bersama, sudah lah nanti Adit juga akan memahami nya sayang, sekarang kita bereskan semua barang-barang kita lalu kita pergi secepat mungkin"


"mami dan papi divorce" lanjut nya


"ya, sayang. maafkan mami"


"mi kenapa" teriak Aditya


Seakan Langit runtuh di atas kepala nya dan dunia berguncang, dia kehilangan gadis yang dia cintai juga rumah tangga orang tua nya hancur di waktu yang bersamaan"


Saat itu Papi Rian memohon agar Adit ikut bersama nya dan di rawat oleh papi Rian tapi dengan lantang mami Sherly menolak dan tetap membawa Aditya pergi ke kampung orang tua nya menggunakan Bus antar kota. Dengan sedih dan berat hati Aditya mengikuti mami nya pergi dari kota yang sudah mengukir kebahagiaan dan memberikan arti keluarga dan persahabatan. Dia kehilangan Renia dan juga Papi Rian, Aditya pergi menaiki Bus antara Kota dan duduk di samping kaca Bus. tatapan nya kosong menatap luar tidak ada pembicaraan antara Adit dan mami. kedua nya hanya diam, ini begitu cepat menurut Aditya. semua berubah.


Flashback Selesai


Tanpa sadar tangan Aditya memukul meja kerja dengan mengepalkan kepala lalu menjambak rambut nya sendiri. dia berdiri lalu memukul kembali meja yang ada di ruangan kerja nya itu. Dia menangis dengan suara yang dia coba redam. nampak terlihat kacau keadaan Aditya saat ini lalu dia membuka lemari kecil yang ada di samping meja kerja lalu mengambil botol kecil dan mengeluarkan obat untuk dia minum.


sudah hampir 17 tahun selalu meminum obat yang di berikan oleh psikiater pribadi nya sejak dia memutuskan untuk mendatangi psikiater tanpa sepengetahuan siapapun. tapi 1 tahun ini dia sudah jarang meminum nya dan dia pun bisa mengontrol emosi dan kekecewaan hidup nya.


Dengan petunjuk psikiater Aditya di perbolehkan tidak mengonsumsi rutin obat nya tersebut. Aditya perlahan menerima keadaan hidup dan keluarganya, tapi memang kadang dia sesekali meminum jika keadaan tidak bisa dia kontrol seperti sekarang ini.


Tubuh nya bergetar menahan kesedihan yang dia rasakan, mengingat betapa hancur nya saat itu. dia dan mami Sherly harus meninggalkan papi nya dan kota yang penuh kenangan bersama kedua orang tua dan Renia.


...****************...


"Rere lu di mana" pesan yang di kirim Geri melalui aplikasi gagang berwarna hijau


"Masih di kantor" jawab Rere singkat.


"Mau makan jam berapa beb" ucap Geri


"Sebentar lagi tunggu 5 menit ya Geri" balas Rere


"Wah jangan kan 5 Menit, Seumur hidup juga gw siap nunggu lu Re" gombal Geri. Hanya emoticon yang di kirim Rere untuk Geri.

__ADS_1


Tapi jika di pikiran memang ada benar nya pesan yang di kirim Geri untuk Rere bukti nya sekarang usia Geri sudah 33 Tahun belum menikah masih betah sendiri seperti menunggu seseorang atau memang nyaman menggoda sahabat nya Rere hampir 10 tahun sejak pertemuan kedua nya itu.


"Selesai" ucap Rere bahagia dan dia bergegas menuju Lift untuk keluar Lobby dan bertemu dengan sahabat yang paling menyebalkan bagi Rere.


"Bu Rere cowo nya kasihan loh udah nunggu sampe lumutan di depan" ledek Dina yang bertemu di Lift, saat Dina keluar Lift Rere masuk kedalam Lift.


Renia hanya senyum tidak menanggapi rekan kerja nya itu, dan tadi pagi sebelum masuk ke ruangan Rere ingin membuat teh di pantry dan benar saja, Rekan kerja nya sedang bergosip ria dengan bahan gunjingan sudah pasti Rere sendiri.


Karena itu dia membatalkan niat nya untuk membuat teh hangat tanpa gula untuk diri nya sendiri dan memutuskan kembali ke ruang kerja dan fokus kepada pekerjaan.


Bagi Rere sudah biasa menjadi bahan gosip dan gunjingan rekan kerja nya itu. Rere harus siap telinga lebar agar hati nya tidak sakit.


Sesampainya di cafe yang ada di sampir kantor Rere. Geri melambaikan tangan dan Rere menghampiri sahabatnya itu. Setelah pesan makanan dan yang di pesan datang. Rere mulai menikmati makan siang nya itu, Rere sangat senang karena sahabat membayar bill untuk makan siang. Geri hanya ingin membalas kebaikan Rere memasak makanan di apartemen. padahal Rere menolak tapi geri memaksa. ya ini yang di sebut rezeki anak sholeh menurut Rere.


Tanpa sadar ada yang mengambil photo nya secara diam-diam dan mengirimkan kepada seseorang.


"Pulang kerja aku jemput ya cantik" berkata sambil tersenyum dan memainkan alis nya turun naik.


"Aku seneng aja tapi jangan pernah mengungkit kebaikan lo suatu saat nanti" jawab Rere dengan ekspresi serius.


" yaelah kapan kali aku mengungkit apa yang aku kasih ke lu re" ucap nya sambil cemberut


Apa yang terjadi tersebut, tidak luput dari kamera dan tentu kegiatan Rere dan Geri di rekam dan video dan video nya di kirimkan lagi ke seseorang.


...****************...


Terdengar amarah meluap dari ruangan Kerja CEO Erlangga Nusantara itu, ya photo dan video itu di kirimkan kepada nya


"Haaaaaaaa... Sialan" teriak Aditya


Dan staff yang bekerja di sekitar ruang CEO hanya diam tidak berani mendekat apalagi membantu menenangkan termasuk asisten Riki yang berada dalam ruangan tersebut.


"Apakah mereka memiliki hubungan spesial Riki" teriak nya penuh emosi


Dan menatap tajam sang bawahan. dan yang di tatap hanya diam takut salah jika dia bicara dan sang bos akan tambah marah. jadi Riki hanya bisa menundukkan kepala nya.


"Sekarang tlp Rere katakan kita setuju memindahkan aset ke bank b***, siapkan berkas yang di butuhkan untuk pembuka rekening perusahaan disana dan pindahkan salary payment dan siapkan dana untuk saving" perintah Aditya


Asisten Riki hanya mengangkat kepala nya dan menghadap sang bos besar, dia bingung apakah perintah nya harus di laksanakan atau tidak, karena atasan nya itu memerintah dengan keadaan marah, dan belum di bicarakan dengan bagian keuangan yang rencana nya akan di bahas besok tapi sebelum meeting pembahas itu justru atasan nya sudah mengambil keputusan.


"Kenapa kamu masih diam di sini tlp Renia dan juga beritahu bagian keuangan"


"Tapi apa Pak Aditya sudah yakin atas keputusan ini, kita belum membicarakan nya dengan bagian keuangan" akhir nya Riki memberanikan diri untuk bertanya. dia khuatir keputusan itu keluar karena cemburu buta melihat photo dan video Rere tadi.


Riki tidak mau di salahkan atau atasan nya salah mengambil keputusan, sebenarnya ketakutan Riki tidak perlu terjadi karena jauh sebelumnua Aditya sudah memikirkan itu, dan bukan hanya ingin dekat dengan Renia tapi memang dia juga tertarik menggunakan jasa bank tempat Rere bekerja.


Tanpa pikir panjang asisten Riki menemui bagian keuangan dan membicarakan apa yang perintahkan sang atasan.


...****************...


dddrttt dddrttt dddrrrrttt


"hallo selamat siang Pak Riki" Rere sudah menyimpan no. asisten riki.


" hallo selamat siang Bu Rere


"oh ya pak ada yang bisa saya bantu" jawab Rere dengan tangan memberi kode kepada Geri untuk diam.


"Apakah hari ini bisa bertemu di kantor, kami ingin memindahkan dana ke bank B** karena atasan kami tertarik dengan program yang ibu sampaikan, kami yang ke bank atau pihak bank yang ke perusahaan kami"


"oh... ya pak jika tidak sibuk kami tunggu di kantor sekarang, supaya kita bisa langsung bantu urus"


"Baik bu bagian keuangan kami akan segera kesana"


Sambil menutup hp Riki menghampiri manager finance untuk mempersiapkan semua yang di butuhkan.


"Pak Riki mendadak sekali, kita belum konfirmasi ke bank lama mengenai pemindahan salary dan pemindahan dana operasional kita" ujar nya.


"ini keputusan pak aditya, saya berharap bapak bisa menangani ini semua supaya tidak ada masalah kedepan nya.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu asisten Riki melangkah menuju ruangan sang CEO untuk melaporkan jika perintah nya sudah di jalankan.


__ADS_2