Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 102 Saling Mengenal Kembali


__ADS_3

"Sayang... Renia Mas Serius ingin menikahi Renia, Apa Renia tidak percaya dengan Mas Adit" ucap Aditya.


"Bukan masalah percaya atau tidak percaya Mas tapi masalah yakin dan tidak yakin. Menikah sekali seumur hidup dan kita harus mengenal satu sama lainya sebelum kita menikah" Rere terdiam begitu juga dengan Ibu dan Tya.


"Walaupun kita saling mencintai dan saling mengenal sebelum nya akan tetapi ada jeda di mana Renia kehilangan halaman demi halaman cerita hidup Mas Aditya begitu juga Mas Aditya yang kehilangan banyak halaman dalam hidup Renia dan kita harus mengumpulkan halaman yang hilang menjadi cerita yang utuh, agar dalam membentuk cerita setelah menikah tidak ada lagi halaman yang tertinggal yang menjadikan kisah kita menjadi tidak utuh"


Rere menjelaskan itu agar Aditya mengerti bahwa Renia ingin mengetahui tentang kisah hidup Aditya seluruhnya dan tidak ada yang di tutupi oleh Aditya agar nanti tidak ada masalah dalam menjalani kehidupan rumah tangga.


"Renia hanya ingin menikah sekali seumur hidup dan menghabiskan sisa umur Renia bersama keluarga kecil Renia tanpa konflik atau kisah masalalu yang belum selesai. Renia ingin menua bersama dengan suami dan membesarkan Anak-anak Renia tanpa ada masa lalu yang di sembunyikan oleh kita masing-masing.Mas" ucap Renia dengan menatap Tajam Aditya dan ibu lalu Tya.


"Renia terbiasa berjalan di dalam badai dan Renia tahu sakit nya seperti apa maka dari itu Renia tidak ingin kelak jika Renia menikah, Renia memberikan hidup yang menyedihkan untuk anak-anak Renia"


Aditya menatap Tajam kearah Renia dan memahami apa yang menjadi masalah wanita nya sekarang.


"Aku Si Perawan Tua..." Rere tersenyum getir.


"Tidak akan terburu-buru menikah hanya karena cinta dan desakan usia. Renia harus benar-benar mengenal seluruh nya tentang hidup calon suami Renia"


Rere menatap tajam dengan penuh keyakinan akan ucapan nya dan berharap Aditya akan membuka seluruh kisah hidup nya setelah kepergian nya dulu, masa Remaja nya dan seluruh puzzle kehidupan Aditya sebelum dirinya menerima Kekasih masa lalunya menjadi suami.


"Apa Renia akan menerima dan Memaafkan Mas atas kejujuran Mas nanti nya"


"Renia akan mendengarkan dan akan merasa bahagia untuk menyimak halaman demi halaman kisah yang Mas Aditya lalui saat menjalani hidup tanpa Renia dan begitu juga Renia akan membuka seluruh Cerita yang telah Renia lalui saat Mas Aditya tidak bersama dengan Renia"


Rere mengucapkan nya dengan meneteskan air mata. Hati nya pedih saat mengatakan apa yang ingin dirinya inginkan kepada kekasih hatinya ini.


"Jadi ini yang membuat Renia ragu terhadap Mas Aditya, Baiklah Jika Renia ingin mendengarkan kisah Mas Aditya yang melanjutkan hidup tanpa Renia. Mas akan mengatakan semua dan Mas menyerahkan semua keputusan kepada Renia Nanti"


Ucapan Aditya pelan tapi membuat hati nya sendiri hancur karena Aditya merasa apa yang di katakan Renia benar. Sebelum menikah kita memang harus mengenal Calon yang akan menikah dengan diri kita.


Jangan sampai berjalan nya waktu kisah yang di lalui tidak seindah harapan akibat ketidakjujuran yang akan mengganggu perjalanan Pernikahan dirinya dan Renia dan jangan ada Anak yang menderita hanya karena keegoisan dirinya.


Aditya tersenyum begitu juga Renia. Aditya merasa bangga dengan gadis kecil nya yang tumbuh menjadi wanita cantik mandiri juga dewasa.


Aditya tidak akan membohongi Renia dan menyerahkan keputusan seluruhnya kepada Renia atas apa yang akan di ambil Renia, Apakah akan melanjutkan atau memutuskan hubungan mereka.


Setelah Puzzle-Puzzle kisah masa lalu Aditya dia ceritakan kepada Rere.


"Mas. Mengagumi Renia, Hati Mas tidak salah karena memilih dan mencintai Renia. Mas Janji akan menghargai keputusan Renia dan Mas akan membuka seluruh kisah Mas setelah hari dimana Renia pergi" ucap Aditya.


"Renia juga akan membuka semua nya untuk Mas Aditya dan tidak akan ada kebohongan untuk hubungan kita" Aditya mengangguk dan Rere tersenyum.


"Bu Inah Ijinkan saya menyakinkan Renia setelah Renia menerima Adit sepenuh nya Aditya akan menikahi Rere dan Terima Kasih sudah memberitahukan apa yang menjadi keinginan Mama dan Papa untuk hubungan kami" Ucap Aditya


Dirinya bangkit dan menundukan kepalanya lalu memeluk kedua kaki Bu Inah meminta maaf karena baru sekarang menemukan Rere dan membiarkan Rere berjuang sendiri didalam hidupnya setelah Ayah nya meninggal.


Aditya menangis tersedu begitu juga dengan Bu Inah yang mengenang kedua orang tua Aditya yang sudah banyak membantu keluarganya. Bu Inah mengusap pelan rambut Aditya.


"Mama Kamu Orang Baik dan suami nya juga sangat baik kalian keluarga Dermawan. Jika bukan karena kedua orang tua Nak Aditya, ibu akan kesulitan membayar uang sekolah Renia saat itu dan sulit mengirimkan uang ke kampung untuk ketiga kakak Renia. Terima Kasih ibu ucapkan untuk keluarga Nak Aditya" Bu Inah menangis tersedu.


"Semoga Allah menjodohkan kalian berdua ibu akan tersenyum Jika Allah memanggil ibu karena ibu tahu Renia sudah menemukan Laki-laki tep yang bisa menjaga Renia, Sejujurnya ibu takut Renia memilih hidup sendiri lalu menjadi tua hanya seorang diri nantinya" Ibu Inah memeluk Rere dengan Aditya masih bersimpuh di kaki Bu Inah.


"Ibu selalu memikirkan Renia, jika ibu tiada bagaimana dengan nya karena Renia selalu menolak Pria yang datang melamar"

__ADS_1


"Renia anak ibu sayang, di dunia ini tidak ada orang yang tidak memiliki noda di dalam hidup nya, Jika ada kesalahan dari perjalanan hidupnya, Renia harus Maafkan dia dan bimbing supaya sama-sama berjalan di jalan yang sesuai Renia inginkan. ya Nak"


Bu inah tahu betul karakter Putrinya maka dari itu bu inah memberikan pesan yang ditunjukan untuk Putri nya.


Aditya menangis dengan memeluk kaki Bu Inah, Rere hanya menatap dengan bingung begitu juga dengan Tya tapi tidak dengan Bu Inah dia mengerti dan membelai kepala Aditya pelan.


Aditya merasa damai berada di keluarga Renia dan dia berjanji di dalam hati akan mengatakan seluruh rahasia nya tentang Sisilia juga tentang Zayn dan akan menerima keputusan jika Rere meninggalkan nya dan jika Geri pilihan Renia dia akan menerima walaupun sakit dan akan berperang dengan dirinya sendiri.


Ini Perjalanan hidupnya dan dirinya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dengan Papi nya yang tidak bisa berdamai dengan keadaan yang akhirnya merusak dan mengorbankan banyak hati termasuk hatinya sendiri.


"Ya sudah nak, kita sudah saling bertemu sebaiknya Renia dan Nak Adit membicarakan apa yang ingin dilakukan setelah ini dan ibu akan menunggu keputusan kalian berdua" Ibu Inah tersenyum.


Aditya berdiri dan duduk di depan bu inah dan menghapus air matanya sendiri lalu menatap Renia dan tersenyum begitu juga dengan Renia.


"Rere, Tya adalagi yang ibu ingin utarakan selain tentang Renia"


Bu inah terdiam dan ketiga orang yang berada di tempat itu menatap menunggu apa yang ingin di katakan Bu Inah.


"Sebenarnya setelah ibu pikirkan sebaiknya Tya kembali dengan Suaminya ini demi dion, dia butuh Ayah-nya. walaupun nanti kalian bercerai ibu yakin Tya bisa menikah kembali karena Tya masih muda dan Cantik begitu juga dengan Didit tapi bagaimana dengan Dion. Hidup dengan orang tua berbeda itu tidak mudah nak, kalian bisa menemukan orang baru dan menikah dan saling menerima masa lalu kalian tapi belum tentu menerima anak kalian" Bu inah menatap tajam Tya.


Perkataan bu inah membuat Aditya teringat dengan Zayn Putranya bersama Sisilia, Aditya menatap Rere dengan tatapan yang sulit untuk diartikan dan yang di tatap justru menoleh ke arah Tya.


"Bu Fokus ke Renia saja jangan ke Tya. Kalau Tya sudah yakin ingin bercerai. Tya lelah di selingkuhin terus bu, Tya untuk saat ini ingin fokus membesarkan Dion dan membuka usaha seperti saran Rere. Ya kan. Rere ingin bantu teteh untuk buka usaha Rumah Makan atau Cafe di Jakarta"


"iya Teh.... " Rere tersenyum dan mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Tya.


"Terima Kasih Rere"


Kedua nya tersenyum dengan tangan saling menggenggam. Aditya tersenyum menatap keluarga Rere yang terlihat rukun.


"Sejujurnya saya tidak tahu cara nya dan Rere bilang nanti akan menemui pengacara yang menangani kasus Aditya saat itu"


"oh ya. nanti Adit suruh Pak Rafly untuk datang kemari dan membantu prosesnya, tapi sebelumnya pikirkan terlebih dahulu teh. Benar kata Bu Inah Pikirkan tentang Dion" Aditya mengatakan itu sambil membayangkan wajah putranya Zayn.


"iya... Terima Kasih" ucap Tya tulus.


"Renia, ibu Senin besok Tya akan kembali ke rumah membawa berkas perceraian dan memberikan surat pengunduran diri dan nanti uang pesangonnya Teteh pakai buat mengurus perceraian dan juga Modal usaha dan Rumah teteh ingin dijual juga untuk menyewa ruko yang bawahnya untuk usaha dan atasnya untuk tempat tinggal" Tya menyampaikan dengan penuh semangat.


"Kamu yakin Nak" Bu Inah menatap Tya.


"Seratus Persen yakin Bu"


"Ya sudah ibu tenang sekarang. Ibu doakan semua anak-anak ibu bahagia dunia akhirat" Bu Inah menepuk tangannya dan tersenyum.


Bu Inah tidak masalah Aditya mengetahui permasalahan keluarga Renia karena memang Aditya sebelumnya dekat dengan dirinya, sedari kecil sampai remaja bersama dirinya dan Jika Rere menerima Aditya maka tidak ada lagi yang di tutupi dari keluarga Rere kepada Aditya sesuai keinginan Rere.


Aditya tersenyum mendengar perbincangan Tya dan Ibunya, Diam-diam Aditya menoleh kearah Rere dan mendapati wanita yang di cintainya menunduk seperti tidak nyaman karena ibu dan kakaknya mangatakan hal privasi didepan Aditya. Aditya menggeser tubuhnya untuk berbisik


"Katanya tidak boleh ada rahasia"


Rere melirik dan memajukan mulutnya lalu Bu Inah menepuk bahu Aditya.


"Ayo... Ibu Nikahkan saja kalian berdua supaya tidak ada Fitnah dan Viral-viral lagi" ucap Bu inah yang mendapati Aditya menggeser duduknya dan berbisik ditelinga Renia.

__ADS_1


"Aditya juga inginnya seperti itu tapi Putri ibu ini yang susah, Renia terlalu visioner dan idealis"


Aditya mengatakannya sambil kembali duduk di tempatnya lalu ibu dan Tya tertawa dengan kelakuan keduanya yang saling mencintai tapi memilihnya jalan yang rumit.


Padahal menurut mereka jika saling mencintai kenapa tidak langsung menikah saja. Rere memeluk ibunya kembali sedangkan Aditya hanya menatap wanitanya yang masih sama seperti dulu manja meski pemikirannya dewasa tapi sikapnya tidak berubah.


Aditya ingat Rere juga sering memeluk Mama Sherly saat mereka berkumpul di rumah Aditya saat menunggu ibu inah mencuci atau menyetrika milik keluarga Aditya, Jika teringat kenangan masa lalu membuat dirinya ingin cepat menikahi Rere.


"Mas..."


"Iya Sayang"


"Mas Aditya sudah tahu belum jika Renia memiliki Adik perempuan" Aditya menaikan sebelah alisnya.


"Adik perempuan" Rere mengangguk dan Bu Inah tersenyum.


"Renia memiliki Adik yang usianya selisih Empat Belas tahun. Saat Ayah tiada usia Adik Rere dua tahun kurang" Aditya terkejut.


Yang dirinya tahu jika Rere itu anak terakhir dan tentang ketiga Kakak, Aditya tahu jika mereka tinggal bersama orang tua Bu Inah. Dirinya mengetahui Karena sering mendengar orang tua Rere bercerita tentang anaknya yang ada di kampung saat bersama Mamanya.


"Di mana Adik Renia sekarang Bu" Tanya Aditya.


"Ada di kampung jaga rumah bersama kedua kakak Renia" Sahut Bu Inah.


"Oh ya teteh. Kak Ali atau Kak Abbas minta untuk mengantarkan Arsyila ke Jakarta saat teh Tya pulang nanti" Ucap Rere.


"Ke Jakarta nya Bareng Teteh saja" Balas Tya


"Masih lama tidak"


"Paling dua atau tiga hari teh Tya balik lagi kesini hari Rabu sudah sampai sini"


"Semangat sekali calon Janda... Hahaha..... "


Tya ikut tertawa dan Aditya hanya menatap dan tersenyum mendengar ucapan Rere dan ibu Inah mencubit pelan lengan Rere.


"Mas tahu tidak Ibu Pusing mikirin kita karena Renia Perawan Tua dan Teh Tya Janda Muda... Hahaha"


Tya tertawa dan bu Inah memukul lengan Rere pelan. Putri nya memang sering bicara sembarangan, Sekali lagi Aditya hanya tersenyum mendengar apa yang di katakan Rere.


"Renia bicara nya suka sembarangan" Ibu Inah mencubiti Rere pelan tapi Rere hanya tertawa.


"Ya sudah. Mas kita kerumah sakit jenguk Bu Ria yukkk"


Rere menatap Aditya yang masih tersenyum melihat kelakuan dirinya kemudia Aditya mengangguk.


"Masalah Lamaran bagaimana sayang" Ucap Aditya dengan hati berdebar.


"Pelan-Pelan Saja Mas. Yang Penting kita harus saling terbuka jangan ada yang di tutupi setelah Sama-sama yakin baru kita melangkah ke jenjang Pernikahan yang menjalani kita berdua bukan orang lain" Ucap Rere tersenyum dan di balas senyuman.


"Iya sudah jika seperti itu tapi ingat pesan ibu. Jangan di ulangi lagi itu yang semalam takut jadi fitnah, Nak" Sahut Bu Inah.


"Maaf Bu" Keduanya berucap bersamaan.

__ADS_1


"Adit, Bukan Teh Tya yang ngadu ke ibu ya tapi Ibu lihat dari kamar kamu gendong Renia. Hihihi... " Tya terkekeh mengatakan nya dan Keduanya hanya menunduk menahan malu.


__ADS_2